Search This Blog

Showing posts with label Humor. Show all posts
Showing posts with label Humor. Show all posts

Monday, November 9, 2009

Divorce after 35 years of marriage

Seorang pria tua di Mumbai, India, menelpon anak lelakinya yang tinggal di New York dan berkata, "Aku tidak suka mengganggu harimu, tetapi aku harus mengaku bahwa aku dan ibumu akan bercerai, setelah 35 tahun menikah...penderitaan ini sudah tak tertahankan."

"Ayah, ada apa sih?" teriak anak lelakinya.

"Kami sudah tidak tahan bertemu satu sama lain," kata pria tua itu. "Kami sudah saling sebel satu sama lain. Aku tak suka membicarakan hal ini, tolong telpon kakak perempuanmu yang di Hongkong."

Dengan kalut, sang anak lelaki menelpon kakak perempuannya yang mengamuk di telpon.

"Masakan pasangan erat ini mau bercerai?" kata kakak perempuannya,"Aku akan mengurus hal ini."

Sang kakak segera menelpon Mumbai dan berkata, "Ayah, jangan bercerai! Jangan lakukan apapun sampai aku datang ke sana. Aku akan telpon adikku dan kami akan ke Mumbai besok. Tapi, jangan lakukan apapun sampai besok! Mengerti?" langsung sang anak perempuan meletakkan gagang telponnya.

Pria tua itu meletakkan juga gagang telponnya dan berpaling kepada istrinya sambil berkata, "OK, semuanya sudah beres. Kedua anak kita akan merayakan hari ulang tahun pernikahan kita besok dan mereka yang bakal membayar tiket pesawatnya."



^^^^

An elderly man in Mumbai calls his son in New York and says, "I hate to ruin your day son, but I have to tell you that your mother and I are getting a divorce; 35 years of marriage...and that much misery is enough!"

"Dad, what are you talking about?" the son screams.

"We can't stand the sight of each other any longer," the old man says.
"We're sick of each other, and I'm sick of talking about this, so you call your sister in Hong Kong and tell her!"

Frantic, the son calls his sister, who explodes on the phone.

"Like heck they're getting divorced," she shouts, "I'll take care of this."

She calls Mumbai immediately, and screams at the old man,

"You are not getting divorced!. Don't do a single thing until I get there!. I'm calling my brother back, and we'll both be there tomorrow. Until then , don't do a thing, DO YOU HEAR?" and she hangs up.

The old man hangs up his phone and turns to his wife. "Okay", he says, "It's all set.They're both coming for our anniversary and paying their own airfare!!"

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Thursday, August 27, 2009

Traffic Camera

Seorang pria sedang mengendarai mobilnya ketika lampu kamera yang memonitor lalu lintas menyala. Dia pikir foto itu diambil gara-gara dia melanggar batas kecepatan, meskipun dia tahu dia tidak sedang ngebut. Untuk memastikan, dia memutar mengelilingi blok itu dan melewati tempat yang sama, sambil menjalankan mobilnya dengan lebih pelan, tetapi lampu kamera itu menyala lagi. Dia pikir hal ini lucu sekali, sehingga dia melewati tempat itu lagi dengan lebih lambat, dan kamera itu menyala lagi. Dia mencoba empat kali dengan hasil yang sama. Pada kali yang kelima dia tertawa ketika kamera menyala lagi padahal dia mengendarai mobilnya sangat pelan, selambat siput.

Dua minggu kemudian, dia menerima lima tagihan tilang karena berkendaraan tanpa mengenakan sabuk pengaman. Sumber: Milis Kanisius/Chester Wiradja.

*****

A man was driving when a traffic camera flashed. He thought his picture was taken for exceeding the speed limit, even though he knew he was not speeding. Just to be sure, he went around the block and passed the same spot, driving even more slowly, but again the camera flashed. He thought this was quite funny, so he slowed down even further as he drove past the area, but the traffic camera flashed yet again. He tried a fourth time with the same result. The fifth time he was laughing when the camera flashed as he rolled past at a snail's pace.

Two weeks later, he got five traffic fine letters in the mail for driving without a seat belt.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Monday, August 24, 2009

Bad Looking Guys

Orang-Orang Buruk Rupa
Sebuah bis yang dipenuhi oleh orang-orang berparas ‘buruk’ mengalami kecelakaan fatal di jalan raya. Bis tersebut ditubruk dari depan oleh sebuah truk yang amat besar. Semua yang ada di dalamnya mati seketika itu juga. Sebagai akibatnya … mereka bertemu dengan Tuhan.

Oleh karena penderitaan mereka selama hidup gara-gara ‘keburukan’ wajah mereka, Tuhan merasa iba dan ingin menghibur dengan menjatah setiap orang yang ada di sana sebuah permintaan yang akan dikabulkan oleh-Nya, sebelum mereka masuk ke dalam sorga.

Berderetan mereka berdiri di hadapan-Nya. Kepada orang pertama Tuhan bertanya: “Apakah yang engkau inginkan, anak-Ku?” Tanpa merasa ragu ia menjawab: “Aku ingin menjadi seorang yang berparas cakap.” Tuhan menjamah kepalanya, dan … saat itu juga ia berubah menjadi seorang yang berwajah cakap sekali!

Tercengang melihat permintaan tersebut dikabulkan oleh Tuhan secara instan, ketika ditanya, orang yang berdiri di sebelahnya meniru permohonan rekannya: “Aku juga ingin mempunyai paras yang cakap seperti dia.” Kembali Tuhan hanya menjamah kepalanya saja, dan permohonan orang itu pun langsung dikabulkan!

Yang lain ikut merasa takjub menyaksikan perubahan wajah kedua rekannya. Oleh karena itu mereka juga ingin mempunyai wajah yang cakap seperti itu. Satu-per-satu keinginan-keinginan mereka dikabulkan oleh Tuhan. Tetapi ketika Ia baru melayani setengah jalan, tiba-tiba terdengarlah ledakan tawa seseorang yang berdiri paling akhir di ujung deretan tersebut.

Pada saat masih ada sepuluh orang yang belum menerima giliran mereka, ia sudah bergulung-gulung di bawah, tertawa terbahak-bahak tak terkendalikan lagi.

Akhirnya … berdirilah Tuhan di depannya, lalu bertanya: “Apakah yang menjadi keinginan hatimu, anak-Ku?”

Menenangkan diri sejenak setelah bangkit berdiri, dengan wajah masih tersenyum-simpul penuh kejenakaan ia menjawab: “Jadikanlah paras mereka semua buruk lagi seperti semula!”

Saya ikut tersenyum kala berusaha sebaik mungkin merangkai kata-kata untuk menceriterakan kembali kisah humor ini. Seandainya saja bukan cerita fiksi, meskipun sudah mengetahui sebelumnya, mungkinkah hati Tuhan ikut tergelitik oleh ‘kenakalan’ permintaannya? Saya tahu kisah tersebut tidak mungkin terjadi, sebab intinya saja sudah sangat tidak alkitabiah. Karena Tuhan tidak pernah memandang muka atau menilai kebahagiaan hidup umat ciptaan-Nya melalui penampilan mereka! (1 Samuel 16:7b)

Tuhan selalu menjenguk isi hati manusia terlebih dahulu untuk melihat, ‘Siapakah’ yang bersemayan di sana. Karena hanya Yesus yang menjadi penentu kelayakan mereka untuk bisa bertemu, atau menghadap Bapa di sorga. Hanya Ia saja yang mampu mengubah ‘keburukan’ paras kita untuk selama-lamanya!

Lagipula di sorga, ... semua orang sama ‘cakap’-nya, karena dosa-dosa leluhur yang sudah membelenggu hidup dan yang menyebabkan ketidak-sempurnaan (paras atau kharakter) kita sudah ditanggalkan untuk selama-lamanya. Di sana kecantikan atau ketampanan manusia bukan merupakan suatu hal yang penting lagi. Di sana Dia-lah yang paling penting! Sumber: Milis Sahabat Kristen/John Adisubrata.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, August 12, 2009

Anchor and Storm

Seorang kapten angkatan laut mengajukan beberapa pertanyaan kepada seorang angkatan laut muda.

"Apa yang akan kamu lakukan jika tiba-tiba ada badai?"
"Saya akan melemparkan jangkar, Pak!"
"Apa yang akan kamu lakukan jika ada badai datang lagi?"
"Saya akan melemparkan jangkar yang lain, Pak!"
"Nah, terus bagaimana kalau ada badai ketiga yang menyerang?"
"Saya akan melemparkan jangkar yang ketiga, Pak!"
"Tunggu dulu, Nak. Dari mana kamu dapatkan jangkar sebanyak itu?"
"Dari tempat yang sama dimana Bapak mendapatkan badai itu."

Sumber: Mix, Buletin Youth Abbalove, Agustus 2009.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, July 22, 2009

Humor

SO WRONG .......BUT SO FUNNY

A woman takes a lover home during the day while her husband is at work.

Her 9 year old son comes home unexpectedly, he sees them and hides in the bedroom closet to watch.

The woman's husband also comes home.
She puts her lover in the closet, not realizing that the little boy is in there already.

The little boy says, 'Dark in here.'
The man says, 'Yes, it is..'
Boy: 'I have a baseball.'
Man: 'That's nice'
Boy: 'Want to buy it?'
Man: 'No, thanks.'
Boy: 'My Dad's outside.'
Man: 'OK, how much?'
Boy: '$250'

In the next few weeks, it happens again that the boy and the lover are in the closet together.

Boy: 'Dark in here.'
Man: 'Yes, it is.'
Boy: 'I have a baseball glove.'
The lover, remembering the last time, asks the boy, How much?'
Boy: '$750'
Man: 'Sold.'

A few days later, the Dad says to the boy , 'Grab your glove, let's go outside and have a game of catch.'
The boy says, 'I can't, I sold my baseball and my glove.'

The Dad asks, 'How much did you sell them for?'
Boy: '$1,000'

The Dad says, 'That's terrible to over charge your friends like that...that is way more than those two things cost. I'm taking you to church, to confession.'

They go to the church and the Dad makes the little boy sit in the confessional booth and closes the door..

Wait For It !!

The boy says, 'Dark in here.'
The priest says, 'Don't start that shit again; you're in my closet now..'

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, July 3, 2009

Married Couple

(English and Indonesian Version)

Married Couple
A married couple in their early 60s was celebrating their 40th wedding anniversary in a quiet, romantic little restaurant.

Suddenly, a tiny yet beautiful fairy appeared on their table.
She said, 'For being such an exemplary married couple and for being loving to each other for all this time, I will grant you each a wish.

The wife answered, 'Oh, I want to travel around the world with my darling husband.'

The fairy waved her magic wand and - poof! - two tickets for the Queen Mary II appeared in her hands.

The husband thought for a moment: 'Well, this is all very romantic, but an opportunity like this will never come again. I'm sorry my love, but my wish is to have a wife 30 years younger than me.' The wife, and the fairy, were deeply disappointed, but a wish is a wish.

So the fairy waved her magic wand and poof!..the husband became 92 years old.

The moral of this story: Men who are ungrateful should remember....fairies are female too. Email sent by Mr. Wawan S. Tarman

****

Pasangan Suami Istri
Sepasang suami istri dalam usia 60-an sedang merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang keempat puluh di sebuah restoran kecil yang romantis. Tiba-tiba datanglah seorang peri kecil yang cantik di meja mereka. Kata peri itu, "Karena kalian sudah menjadi pasangan suami istri teladan, dan karena kalian sudah saling mencintai selama ini, aku akan memberi kalian satu permintaan masing-masing."

Sang istri berkata, "Oh, aku ingin pergi pesiar keliling dunia dengan suamiku tercinta."

Sang peri mengibaskan tongkatnya dan ... puf! Ada dua tiket untuk kapal pesiar Queen Mary II di tangan sang istri.

Sang suami berpikir sejenak, "Wah, memang ini saat romantik, namun kesempatan seperti ini takkan terulang lagi. Maafkan aku, sayangku. Aku ingin memiliki istri yang 30 tahun lebih muda. Sang istri dan peri itu sangat kecewa, namun itulah permintaan yang harus dipenuhi.

Oleh karena itu sang peri mengibaskan tongkat ajaib dan puf! Sang suami tiba-tiba berumur 92 tahun. Moral cerita: Seringkali para pria tidak pernah bersyukur dan ingatlah bahwa peri itu juga wanita. Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 3 Juli 2009. Email dikirim oleh Bapak Wawan S. Tarman

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, June 19, 2009

Never Argue with a Woman

Jangan Berdebat dengan Wanita
Pada suatu pagi seorang suami kembali dari memancing selama beberapa jam dan dia memutuskan untuk tidur sejenak. Meskipun tidak mengenal danau itu, sang istri memutuskan untuk menjalankan perahu motor ke arah danau. Wanita ini melajukan boat-nya sampai beberapa jauh, menurunkan jangkar, dan kemudian membaca buku.

Beberapa saat kemudian datanglah petugas penjaga danau dalam sebuah motor boat. Ia merapat ke dekat perahu motor sang wanita, dan berkata, "Selama pagi, Bu, Apa yang sedang Anda kerjakan?" "Membaca buku," jawabnya sambil berpikir, "Bukankah sudah jelas apa yang aku lakukan"?"
"Anda berada di Daerah Terlarang Pemancingan," kata petugas.

"Maafkan saya, Pak! Saya tidak sedang memancing tapi sedang membaca buku,"

"Ya, tetapi Anda memiliki semua peralatannya. Menurut hemat saya, Anda dapat memulainya kapanpun Anda kehendaki. Saya harus membawa Anda dan membuat berkas laporan."

"Hanya untuk membaca?" jawab wanita itu.

"Anda berada di Daerah Terlarang Pemancingan," kata petugas mengulangi.

"Saya tidak sedang memancing tapi sedang membaca buku," kata wanita itu tak mau kalah.

"Ya, tetapi Anda memiliki semua peralatannya. Menurut hemat saya, Anda dapat memulainya kapanpun Anda kehendaki. Saya harus membawa Anda dan membuat berkas laporan."

"Kalau Anda lakukan itu, saya juga akan melaporkan Anda karena Anda melakukan pelecehan seksual."

"Tetapi saya bahkan tidak menyentuh Anda," bela sang petugas.

"Ya, tetapi Anda memiliki semua peralatannya. Menurut hemat saya, Anda dapat memulainya kapanpun Anda kehendaki," jawab wanita itu tak mau kalah.

"Ya, sudahlah. Semoga hari Anda menyenangkan," kata petugas itu sambil berlalu. Moral cerita: Jangan pernah berdebat dengan wanita yang suka membaca, dia mungkin cerdas sekali. Email dari Ibu Shirley K., naskah ini telah diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com, pada tanggal 19 Juni 2009. Mohon informasi ini jangan dihilangkan apabila Anda memforwardnya atau mempostingnya untuk website atau blog Anda. Terima kasih.


****

Never Argue with a Woman
One morning the husband returns after several hours of fishing and decides to take a nap. Although not familiar with the lake, the wife decides to take the boat out. She motors out a short distance, anchors, and reads her book.

Along comes a Game Warden in his boat. He pulls up alongside the woman and says, 'Good morning, Ma'am. What are you doing?'
'Reading a book,' she replies,(thinking, 'Isn't that obvious?')

'You're in a Restricted Fishing Area,' he informs her.

'I'm sorry, officer, but I'm not fishing. I'm reading'

'Yes, but you have all the equipment. For all I know you could start at any moment. I'll have to take you in and write you up.'

'For reading a book,' she replies,

'You're in a Restricted Fishing Area,' he informs her again,
'I'm sorry, officer, but I'm not fishing. I'm reading'

'Yes, but you have all the equipment. For all I know you could start at any moment. I'll have to take you in and write you up.'

'If you do that, I'll have to charge you with sexual assault,' says the woman.

'But I haven't even touched you,' says the game warden.

'That's true, but you have all the equipment. For all I know you could start at any moment.'

'Have a nice day ma'am,' and he left.

MORAL: Never argue with a woman who reads. It's likely she can also think.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, June 12, 2009

Put Your Affairs In Order

Membereskan Segala Urusan Anda
Setelah memeriksa dengan seksama, seorang dokter akhirnya mengeluh dan berkata, "Saya akan sampaikan kabar buruk. Anda terkena kanker, dan lebih baik Anda bereskan segala urusan Anda." Wanita itu sangat kaget, namun berusaha menguasai dirinya dan berjalan ke arah ruang tunggu dimana anak perempuannya sedang menunggu.

"Nah, anakku, kita para wanita berpesta ketika segala hal baik-baik saja, dan kita juga berpesta ketika ada hal-hal yang buruk terjadi. Dalam hal ini, terjadi hal yang buruk. Aku terkena kanker. Jadi, marilah kita pergi ke klub malam dan minum-minum Martini."

Setelah tiga atau empat sloki Martini, kedua wanita itu merasa agak mabuk. Mereka banyak tertawa dan makin banyak minum lagi. Akhirnya, mereka didekati oleh beberapa teman sang ibu, yang penasaran apa yang membuat mereka berpesta begitu. Sang ibu berkata kepada teman-teman wanitanya bahwa mereka sedang merayakan hari kematiannya. "Aku sudah didiagnosa terkena penyakit AIDS!"

Teman-temannya sangat terkejut. Setelah mengatakan turut berdukacita, mereka segera kabur dari situ. Setelah mereka pergi, anak perempuannya bertanya, "Mama, bukankah mama sedang menderita kanker? Mengapa mama katakan kepada mereka bahwa mama terkena AIDS?"

"Aku berkata seperti itu karena aku tidak mau wanita-wanita brengsek itu akan tidur dengan ayahmu setelah aku mati!" Itulah yang dilakukan wanita itu dalam rangka membereskan segala urusannya. Email dari Ibu Shirley K, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 12 Juni 2009.

*****

The doctor, after an examination, sighed and said, "I've got some bad news. You have cancer, and you'd best put your affairs in order." The woman was shocked, but managed to compose herself and walk into the waiting room where her daughter had been waiting.

"Well, daughter, we women celebrate when things are good, and we celebrate when things don't go so well. In this case, things aren't well. I have cancer. So, let's head to the club and have a martini."

After 3 or 4 martinis, the two were feeling a little less somber. There were some laughs and more martinis. They were eventually approached by some of the woman's old friends, who were curious as to what the two were celebrating. The woman told her friends they were drinking to her impending end, 'I've been diagnosed with AIDS.'

The friends were aghast, gave the woman their condolences and beat a hasty retreat.
After the friends left, the woman's daughter leaned over and whispered,
"Momma, I thought you said you were dying of cancer, and you just told your friends you were dying of AIDS! Why did you do that?"

"Because I don't want any of those bastards sleeping with your father after I'm gone." And THAT, my friends, is what is called, 'Putting Your Affairs In Order.'

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, June 5, 2009

Prescription

Resep

Seorang wanita terhormat, anggun, dan menarik mendatangi sebuah apotik, langsung menemui seorang apoteker. Ia memandang ke arah mata sang apoteker dan berkata, "Saya ingin membeli sianida."

Sang apoteker bertanya, "Mengapa Anda memerlukan sianida?" Wanita itu menjawab, "Saya ingin meracuni suami saya."

Mata sang apoteker terbelalak dan ia berseru, "Ya ampun! Saya tak dapat menjual sianida untuk membunuh suami Anda! Hal itu melawan hukum! Saya akan kehilangan izin apoteker saya. Mereka akan menjebloskan kita berdua ke dalam penjara. Segala macam hal buruk akan menimpa kita. Sama sekali tidak bisa! Anda tidak boleh membeli sianida."

Dengan tenang wanita itu memasukkan tangannya ke dalam tas yang dibawanya dan mengeluarkan selembar foto tentang suaminya sedang main serong dengan istri sang apoteker di ranjang.

Sang apoteker memandangi foto memalukan itu dan menjawab, "Wah, kalau begitu, sekarang lain ceritanya. Kalau Anda membawa "resep", saya akan sediakan sianida bagi Anda." Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 5 Juni 2009.

Cerita di atas hanya humor. Di antara orang percaya tidak boleh terjadi kisah di atas.

*****

A nice, calm and respectable lady went into the pharmacy, right up to the pharmacist, looked straight into his eyes, and said, "I would like to buy some cyanide."

The pharmacist asked, "Why in the world do you need cyanide?" The lady replied, "I need it to poison my husband."

The pharmacist's eyes got big and he exclaimed, "Lord have mercy! I can't give you cyanide to kill your husband! That's against the law! I'll lose my license! They'll throw both of us in jail! All kinds of bad things will happen.. Absolutely not! You CANNOT have any cyanide!"

The lady reached into her purse and pulled out a picture of her husband in bed with the pharmacist's wife.

The pharmacist looked at the picture and replied, "Well now, that's different. You didn't tell me you had a prescription." Email kiriman dari Bpk. Robert Sastro di USA.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, June 3, 2009

The Lawyer and the Chinese

Pengacara dan Orang Tionghoa
Ada seorang pengacara yang sok pinter, dia ingin membuktikan kepintarannya kepada seorang Tionghoa. Orang Tionghoa ini sebenarnya sudah lelah mengadu kepintaran dengan sang pengacara dan karena mengantuk dia mau tidur.
Akhirnya sang pengacara menantang, "Kalau aku tanya teka-teki kepadamu dan kamu tidak bisa menjawab, kamu harus membayar $ 5 kepadaku. Tetapi kalau kamu tanya teka-teki kepadaku dan aku tak dapat menjawabnya, maka aku membayar kamu $ 500. Mau?" Karena mendengar bunyi uang, orang Tionghoa ini jadi bersemangat kembali. "Ayo, siapa takut?" kata orang bermata sipit ini.

Sang pengacara mengajukan pertanyaan pertama: "Berapa jarak antara bumi dengan bulan?" Orang Tionghoa itu tidak pernah mengukur jarak bumi dan bulan sehingga dia terpaksa merogoh kantongnya dan membayar $ 5 kepada sang pengacara.

Sekarang giliran orang Tionghoa mengajukan teka-teki: "Apa yang naik ke bukit dengan tiga kaki dan pulangnya dengan empat kaki?" Sang pengacara memikirkan jawaban itu dengan keras, dia juga search internet, serta bertanya kepada semua teman-temannya. Jawabanya tidak tahu. Terpaksa sang pengacara menyerah dan membayar $ 500 kepada orang Tionghoa itu. Karena penasaran, pengacara itu bertanya kepada orang Tionghoa itu. Bukannya jawaban yang diterima, orang itu malah mengeluarkan uang $ 5 kepada sang pengacara lalu tidur lagi. Wah, kena deh!

*****

The Lawyer and the Chinese

A lawyer and and a Chinese are sitting next to each other on a long flight. The lawyer is thinking that all Chinese are so dumb that he could get over on them easily. So the lawyer asks if the Chinese would like to play a fun game. The Chinese is tired and just wants to take a nap, so he politely declines, and tries to catch a few winks. The lawyer persists, and says that the game is a lot of fun. I ask you a question, and if you don't know the answer, you pay me only $5; you ask me one, and if I don't know the answer, I will pay you $500, he says.

This catches the Chinese's attention and to keep the lawyer quiet, he agrees to play the game.

The lawyer asks the first question. 'What's the distance from The Earth to the Moon?' The Chinese doesn't say a word, reaches in his pocket, pulls out a five-dollar bill, and hands it to the lawyer.

Now, it's the Chinese's turn. He asks the lawyer, 'What goes up a hill with three legs, and comes down with four?' The lawyer uses his laptop and searches all references he could find on the Net. He sends e-mails to all the smart friends he knows, all to no avail. After one hour of searching he finally gives up.

He wakes up the Chinese and hands him $500. The Chinese pockets the $500 and goes right back to sleep. The lawyer is going nuts not knowing the answer. He wakes the Chinese up and asks, 'Well, so what goes up a hill with three legs and comes down with four? The Chinese reaches in his pocket, hands the lawyer $5 and goes back to sleep. Don't mess with Chinese.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Tuesday, May 12, 2009

Tips to Avoid Swine Flu

Tips untuk mencegah penularan virus flu babi di lingkungan kita:
1.Jangan berjabat tangan dan peluk cium dengan babi (nanti dikira pasien psikiater);

1.Jika anda memelihara babi, sediakan masker untuk penutup hidup dan mulut babi-babi tsb;

2.Jangan tidur bersebelahan dengan babi;

3.Jangan suka mengucapkan kata "babi" ke pada orang lain: babi loe......

4.Kalau mendapat kiriman lauk/dendeng babi panggang, jangan segera dimakan. Tapi kirim dulu ke dokter untuk dicicipi apakah positif kena virus flu atau tidak;

2.Jangan menerima babi sebagai teman Anda di Facebook/Friendster karena dia dapat mengharvest teman-teman Anda;

3.Jangan memforward email ini ke babi-babi, dikhawatirkan mereka jadi tahu sehingga mencari cara penularan lainnya;

4.Hindari memakai segala aksesori babi (kaos gambar babi, anting2 babi, kalung babi, ikat pinggang sabuk babi, dll). Karena babi-babi yang sedang flu itu mungkin akan mengira Anda adalah simpatisan babi, sehingga kemungkinan mereka akan menyerbu Anda untuk meminta perlindungan karena saat ini banyak yang memburu mereka;

5.Salah satu yang juga penting adalah agar para babi ngepet untuk segera menyadarkan diri dan kembali ke jalan yang benar sebelum mereka menciptakan varian baru virus tersebut=> " flu babi ngepet".

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, May 6, 2009

Ringing of Mobile Phone at the Wrong Time

Ada kisah lucu yang saya dengar dari Pdt. Leonardo A. Sjiamsuri. Sebelum memasuki ruang ibadah untuk berkhotbah, beliau mematikan HP-nya terlebih dahulu. Beliau bercerita tentang seorang hamba Tuhan yang sedang memberkati pernikahan sepasang suami istri. Pendeta itu sedang menumpangkan tangan ke atas pasangan yang berbahagia itu ketika Handphone-nya berbunyi keras, menjerit-jerit. Sang hamba Tuhan yang kedua tangannya sedang terangkat ke atas tidak dapat berbuat apa-apa selain melanjutkan ucapan berkat itu, diiringi bunyi HP yang berdering keras. Ia kelupaan menon-aktifkan mobile phone atau membuat HP-nya "Silent". Suasana ibadah menjadi tegang dan amat sangat terganggu. Jemaat menyesalkan mengapa Pendeta lupa menon-aktifkan HP-nya. Pendeta jengkel, mengapa ada panggilan masuk di saat-saat seperti ini?

Hal-hal kecil seperti ini sangat mengganggu jika terjadi pada saat peristiwa-peristiwa penting.

Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Thursday, April 30, 2009

Humor From Kids

Heard in Elementary School

______________________________________

TEACHER: Maria, go to the map and find North America

MARIA: Here it is.

TEACHER: Correct. Now class, who discovered America ?

CLASS: Maria.

_____________________________________

TEACHER: John, why are you doing your math multiplication on the floor?

JOHN: You told me to do it without using tables.

____________________________________

TEACHER: Glenn, how do you spell "crocodile?"

GLENN: K-R-O-K-O-D-I-A-L"

TEACHER: No, that's wrong

GLENN: Maybe it is wrong, but you asked me how I spell it.

____________________________________

TEACHER: Donald, what is the chemical formula for water?

DONALD: H I J K L M N O.

TEACHER: What are you talking about?

DONALD: Yesterday you said it's H to O.

____________________________________

TEACHER: Winnie, name one important thing we have today that we didn't have ten years ago.

WINNIE: Me!

____________________________________

TEACHER: Glen, why do you always get so dirty?

GLEN: Well, I'm a lot closer to the ground than you are.

____________________________________

TEACHER: Millie, give me a sentence starting with "I."

MILLIE: I is...

TEACHER: No, Millie..... Always say, "I am."

MILLIE: All right... "I am the ninth letter of the alphabet."

____________________________________

TEACHER: George Washington not only chopped down his father's cherry tree, but also admitted it. Now, Louie, do you know why his father didn't punish him?

LOUIS: Because George still had the ax in his hand?

____________________________________

TEACHER: Now, Simon, tell me frankly, do you say prayers before eating?

SIMON: No sir, I don't have to, my Mom is a good cook.

____________________________________

TEACHER: Clyde, your composition on "My Dog" is exactly the same as your brother's. Did you copy his?

CLYDE: No, teacher, it's the same dog.

____________________________________

TEACHER: Harold, what do you call a person who keeps on talking when people are no longer interested?

HAROLD: A teacher



Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Saturday, March 21, 2009

Gifts For Mama

Hadiah Buat Mama
Empat orang pria bersaudara meninggalkan rumah mereka untuk kuliah, dan mereka menjadi dokter dan pengacara yang sukses dan kaya raya.

Beberapa tahun kemudian mereka ngobrol setelah makan malam bersama. Mereka membicarakan hadiah-hadiah yang mereka mampu berikan kepada ibunda mereka yang sudah tua dan tinggal di kota lain yang jauh.

Anak sulung berkata, “Saya telah membangun rumah besar buat Mama.”

Anak kedua berkata, “Saya sudah membangun home theatre seharga $ 100 ribu di dalam rumah itu.”

Anak ketiga berkata, “Saya sudah membelikan sebuah sedan Mercedes SL 600 untuk Mama.”

Anak keempat berkata, “Kalian tahu betapa mama suka membaca Alkitab dan kalian tahu bahwa dia tidak dapat membaca lagi karena pandangannya yang sudah kabur. Saya bertemu dengan seorang pengkhotbah yang menceritakan kepada saya tentang seekor burung beo yang dapat mengutip seluruh isi Alkitab. Hal ini memerlukan dua puluh pendeta untuk melatih burung itu selama 12 tahun. Saya sudah berkomitmen untuk menyumbang $ 100 ribu ke gereja itu selama dua puluh tahun, dan saya rasa hal itu merupakan harga yang pantas. Mama hanya perlu menyebutkan pasal dan ayatnya saja, maka burung itu akan mengucapkan firman Tuhan yang dimaksud.”

Saudara-saudara yang lain begitu terkesan.

Setelah hari liburan Mama mengirimkan surat ucapan terima kasih kepada mereka semua.

Ia menulis: “Milton, rumah yang kamu bangun itu demikian besar. Mama hanya perlu satu kamar, tetapi Mama harus membersihkan seluruh rumah. Meskipun demikian, terima kasih.”

“Marvin, Mama terlalu tua untuk bepergian dengan sedan itu. Mama lebih suka tinggal di rumah. Mama biasa menyuruh petugas supermarket mengirimkan bahan-bahan makanan yang diperlukan ke rumah, sehingga Mama tidak pernah menggunakan sedan mahal itu. Kepedulianmu bagus, terima kasih.”

“Michael, kamu memberi Mama sebuah teater yang mahal dengan Suara Dolby, yang dapat menampung lima puluh orang, tetapi semua sahabat Mama sudah pada mati. Mama sudah kehilangan pendengaran dan Mama hampir buta. Mama tidak pernah memakai teater itu. Terima kasih atas perhatianmu.”

“Melvin tersayang, kamu adalah satu-satunya anak yang sangat penuh pertimbangan dalam memberikan hadiah. Ayam itu lezat sekali, sudah Mama makan. Terima kasih ya.”

Luv Ya, Mama

(Naskah dalam bahasa Inggeris dikirim oleh Bpk. Budi Harsono, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, tanggal 21 Maret 2009)

*****


GIFTS FOR MAMA

Four brothers left home for college, and they became successful doctors and lawyers and prospered.

Some years later, they chatted after having dinner together. They discussed the gifts they were able to give their elderly mother who lived far away in another city.

The first said, "I had a big house built for Mama."

The second said, "I had a hundred thousand dollar theatre built in the house."

The third said, "I had my Mercedes dealer deliver an SL600 to her."

The fourth said, "You know how Mamma loved reading the Bible and you know she can't read anymore because she can't see very well. I met this preacher who told me about a parrot that can recite the entire Bible. It took twenty preachers 12 years to teach him. I had to pledge to contribute $100,000 a year for twenty years to the church, but it was worth it. Mamma just has to name the chapter and verse and theparrot will recite it."

The other brothers were impressed.

After the holidays Mom sent out her Thank You notes..
She wrote: "Milton, the house you built is so huge I live in only one room, but I have to clean the whole house. Thanks anyway."

"Marvin, I am too old to travel. I stay home, I have my groceries delivered, so I never use the Mercedes. The thought was good. Thanks."

"Michael, you gave me an expensive theater with Dolby sound, it could hold 50 people but all of my friends are dead, I've lost my hearing and I'm nearly blind. I'll never use it. Thank you for the gesture just the same."

"Dearest Melvin, you were the only son to have the good sense to give a little thought to your gift. The chicken was delicious.Thank you.

-Luv Ya, Mama

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, February 20, 2009

Humor: Three Engineers

TIGA INSINYUR

Tiga orang insinyur dari tiga buah perusahaan yang berbeda sedang buang air kecil di kamar kecil. Insinyur yang pertama selesai dan mencuci tangannya. Setelah itu ia mengeringkan tangannya dengan cermat. Diambilnya kertas tisu demi kertas tisu untuk mengeringkan tangannya hingga tidak ada satu titik air pun di tangan. Sambil menoleh ke arah kedua insinyur yang masih buang air kecil, ia berkata, "Di Hewlett-Packard kami terbiasa untuk teliti."

Insinyur yang kedua selesai dan mulai mencuci tangannya. Dia hanya menggunakan satu kertas tisu saja untuk mengeringkan tangannya. Dengan teliti ia melap tangannya sampai benar-benar bersih dan kering.

Kemudian ia menoleh kepada insinyur ketiga sambil berkata, "Di Lockheed-Martin, kami tidak hanya dilatih untuk cermat tetapi juga efisien."

Insinyur ketiga selesai. Ia tidak mencuci tangannya tetapi langsung keluar dari kamar kecil sambil berseru kepada dua insinyur sebelumnya, "Di Apple Computer, Inc., kami tidak perlu membersihkan tangan, karena kami tidak buang air kecil di tangan!" Email kiriman Ibu Suharti, thank you.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Sunday, February 8, 2009

Epitaph

Saya pernah melihat sebuah tulisan di atas batu nisan di sebuah pemakaman kuno di Inggeris, tidak jauh dari Puri Windsor. Bunyinya:

"Berhentilah sejenak, sahabatku, ketika engkau berjalan lewat;
Seperti halnya engkau saat ini, demikianlah aku dahulu;
Sebagaimana aku sekarang, demikianlah engkau akan menjadi;
Bersiaplah, sahabatku, untuk mengikuti aku!"

Saya kemudian mendengar ada pengunjung yang menambahkan kalimat ini di batu nisan tersebut:

"Mengikutimu bukanlah niatku,
sampai aku tahu kemana engkau pergi." (Warren Wiersbe - diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian)

******


I once saw a quaint inscription of a gravestone in an old British cemetery not far from Windsor Castle. It read:

"Pause, my friend, as you walk by;

As you are now, so once was I.

As I am now, so you will be;

Prepare, my friend, to follow me!"

I heard about a visitor who read that epitaph and added these lines:

"To follow you is not my intent,

Until I know which way you went!" (Warren Wiersbe)

Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, February 4, 2009

The Lawyer and Grass

Pengacara dan Rumput
Pada suatu siang seorang pengacara kaya sedang berkendaraan limousine ketika dia melihat dua orang pria di pinggir jalan sedang makan rumput.

Karena terusik hatinya, ia menyuruh sopirnya untuk berhenti dan ia keluar untuk menyelidiki hal itu. Ia bertanya kepada salah seorang dari mereka, “Kenapa kalian makan rumput?”

“Kami tidak punya uang untuk membeli makanan,” kata orang miskin itu. “Kami terpaksa makan rumput.”

“Baiklah, kalau begitu, kalian ikut ke rumah saya dan saya akan memberi kalian makan.” kata pengacara itu.

“Tapi, pak, saya mempunyai seorang isteri dan dua orang anak. Mereka ada di sana di bawah pohon.”

“Ajak mereka sekalian!”

Sambil berpaling kepada pria miskin yang satunya, ia juga berkata, “Kamu juga ikut saya!”

Pria kedua, dengan suara memelas berkata, “Tetapi, pak, saya mempunyai seorang isteri dan enam anak.”

“Bawa mereka juga sekalian!”

Mereka semua memasuki limousine itu, berdesak-desakan. Ketika di jalan, salah seorang miskin itu berkata, “Pak, anda sangat baik hati. Terima kasih karena membawa kami semua.”

Pengacara itu menjawab, “Saya senang melakukannya. Kalian pasti menyukai rumah saya. Rumputnya tinggi-tinggi, hampir satu meter!”


Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Tuesday, February 3, 2009

Humor: Husband and Wife

WOMAN'S PERFECT BREAKFAST

She's sitting at the table with her gourmet coffee.

Her son is on the cover of the Wheaties box.

Her daughter is on the cover of Business Week.

Her boyfriend is on the cover of Playgirl.

And her husband is on the back of the milk carton.



Keep reading, they get better!

*****

WOMEN'S REVENGE

"Cash, check or charge?" I asked, after folding items the woman wished to purchase.

As she fumbled for her wallet , I noticed a remote control for a television set in her purse.

"So, do you always carry your TV remote?" I asked.

"No," she replied, "but my husband refused to come shopping with me, and I figured this was the most evil thing I could do to him legally."


*****

UNDERSTANDING WOMEN (A MAN'S PERSPECTIVE)

I know I'm not going to understand women. I'll never understand how you can take boiling hot wax, pour it onto your upper thigh, rip the hair out by the root, and still be afraid of a spider.

*****

MARRIAGE SEMINAR

While attending a Marriage Seminar dealing with communication, Tom and his wife Grace listened to the instructor, "It is essential that husbands and wives know each other's likes and dislikes."

He addressed the man, "Can you name your wife's favorite flower?"

Tom leaned over, touched his wife's arm gently and whispered, "It's Pillsbury, isn't it?"

*****

CIGARETTES AND TAMPONS

A man walks into a pharmacy and wanders up and down the aisles..

The sales girl notices him and asks him if she can help him.

He answers that he is looking for a box of tampons for his wife..

She directs him down the correct aisle.

A few minutes later, he deposits a huge bag of cotton balls and a ball of string on the counter.

She says, confused, "Sir, I thought you were looking for some tampons for your wife?"

He answers, "You see, it's like this, yesterday, I sent my wife to the store to get me a carton of cigarettes, and she came back with a tin of tobacco and some rolling papers; cause it's sooo-ooo--oo- ooo much cheaper. So, I figure if I have to roll my own .......... so does she."
(I figure this guy is the one on the milk carton!)


*****

WIFE VS. HUSBAND

A couple drove down a country road for several miles, not saying a word.

An earlier discussion had led to an argument and neither of them wanted to concede their position.

As they passed a barnyard of mules, goats, and pigs, the husband asked sarcastically, "Relatives of yours?"

"Yep," the wife replied, "in-laws."

*****


WORDS

A husband read an article to his wife about how many words women use a day...

30,000 to a man's 15,000.

The wife replied, "The reason has to be because we have to repeat everything to men..."

The husband then turned to his wife and asked, "What?"

*****


CREATION

A man said to his wife one day, "I don't know how you can be so stupid and so beautiful all at the same time."

The wife responded, "Allow me to explain. God made me beautiful so you would be attracted to me; God made me stupid so I would be attracted to you!"

*****

WHO DOES WHAT

A man and his wife were having an argument about who should brew the coffee each morning.

The wife said, 'You should do it because you get up first, and then we don't have to wait as long to get our coffee.

The husband said, 'You are in charge of cooking around here and you should do it, because that is your job, and I can just wait for my coffee.'

Wife replies, 'No, you should do it, and besides, it is in the Bible that the man should do the coffee.'

Husband replies, 'I can't believe that, show me.'

So she fetched the Bible, and opened the New Testament and showed him at the top of several pages, that it indeed says 'HE - BREWS'


*****


THE SILENT TREATMENT

A man and his wife were having some problems at home and were giving each other the silent treatment.

Suddenly, the man realized that the next day, he would need his wife to wake him at 5:00 AM for an early morning business flight.

Not wanting to be the first to break the silence (and LOSE), he wrote on a piece of paper, 'Please wake me at 5:00 AM.' He left it where he knew she would find it.

The next morning, the man woke up, only to discover it was 9:00 AM and he had missed his flight. Furious, he was about to go and see why his wife hadn't wakened him,
when he noticed a piece of paper by the bed.

The paper said, 'It is 5:00 AM. Wake up.'

Men are not equipped for these kinds of contests.


*****


God may have created man before woman, but there is always a rough draft before the masterpiece...

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Thursday, January 29, 2009

Obama Lookalike

Kembaran Barack Obama Asal Indonesia Jadi Berita Dunia
Lihat video Ilham Anas - Obama Palsu di : http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/7842347.stm

London (ANTARA News) kiri: Ilham Anas, kanan: Obama - Dengan senyuman yang menampakkan gigi, kuping yang sedikit besar dan rambut cepak, Ilham Anas dari Indonesia yang mirip dengan Presiden Amerika Serikat (AS) keturunan Afro-Amerika, Barrack Hussein Obama Jr, itu menjadi terkenal di dunia.

Stasiun televisi CNN dan juga berbagai media di Inggris menyiarkan kembaran Barack Obama, menyusul munculnya Obamamania di mana-mana setelah acara pelantikan orang nomor satu di Amerika Serikat itu kemarin.

Fotografer yang menjadi kembaran Barack Obama tidak saja menjadi dikenal di Jakarta, tetapi juga diberitakan dengan dilantiknya presiden kulit hitam pertama AS Selasa waktu Washington DC (Rabu dinihari WIB).

Perusahaan obat di Filipina juga menawarkan Anas dalam acara komersial dengan mengenakan jas lengkap, seperti yang dipakai Obama. Selain itu, Anas juga menerima banyak tawaran dari perusahaan di Korea Selatan dan juga Indonesia.

Anas yang berasal dari Jawa Barat dan berusia 34 tahun tampil dalam tayangan "Bukan Empat Mata" di Trans-7, pada Selasa malam bersamaan dengan persiapan acara pelantikan Obama di Washington.

Kakak laki-laki Anas adalah orang pertama yang mengenali persamaan wajah Anas dengan Barack Obama, dan rekan Anas di majalah remaja yang memintanya berpose dengan mengenakan jas dan dasi serta bendera AS.

Setelah foto diambil dan dikirim ke teman-teman, dunia pun menyadari kesamaan wajah Anas dengan Obama. "Saya sebenarnya seorang pemalu, saya tidak suka menjadi perhatian," ujar Anas seperti yang dikutip AFP.

Bagaimana pun wajahnya yang mirip dengan Presiden AS, sehingga membuat dirinya menjadi makin percaya diri.

Barack Obama pernah bersekolah di Jakarta sekitar tahun 1960, dan ia dikenal di sekolah dengan nama Barry.(*) Sumber: Milis Idaarmurti dan BBC News.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, January 16, 2009

The Sad Story of a Husband with Four Wives

Teman saya seorang pengusaha pernah mengisahkan tentang kenalannya yang memiliki empat isteri. Orang ini memang kaya, dan keempat isterinya akur saja satu sama lain. Tahukah anda apa komentar dari suami yang punya empat isteri itu?

"Capek deh punya isteri empat! Bayangkan, kalau saya mengajak isteri pertama ke Disneyland HK, minggu depannya isteri kedua minta diajak ke sana lagi. Begitu juga dengan isteri ketiga dan keempat. Masing-masing mau ke HK berdua aja. Jadi, saya harus ke Disneyland empat kali. Apa tidak capek? Begitu juga soal-soal yang lain, harus melakukan empat kali dengan masing-masing isteri saya."

Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI