Search This Blog

Showing posts with label Kejujuran - Honesty. Show all posts
Showing posts with label Kejujuran - Honesty. Show all posts

Thursday, September 10, 2009

A Quarter

Beberapa tahun lalu, seorang pengkhotbah dari negara bagian lain menerima panggilan untuk melayani sebuah gereja di Houston, Texas. Beberapa minggu setelah tiba, dia mendapat kesempatan untuk naik bis dari tempat tinggalnya ke daerah pusat kota. Ketika dia duduk di bis, dia mendapati bahwa pengemudi bis itu telah memberikan uang kembalian lebih $ 25 sen.

Ketika dia mempertimbangkan apa yang harus dikerjakan, dia berkata kepada dirinya sendiri,'Lebih baik kembalikan kelebihan uang kembali itu kepada sang sopir. Engkau bersalah jika menyimpannya.' Kemudian ada pikiran lain,'Ah, lupakan saja. Bukankah cuma uang 25 sen? Siapa yang akan meributkan uang segitu? Lagipula, perusahaan bis ini mendapatkan uang setoran terlalu banyak. Perusahaan ini tidak akan rugi. Terimalah kelebihan uang kembalian itu sebagai hadiah dari Tuhan dan diamlah.'

Ketika tiba saatnya bagi pendeta itu untuk turun, dia berhenti sejenak di pintu, dan kemudian dia menyerahkan uang $ 25 sen itu kepada sang pengemudi bis, sambil berkata,"Ini, Anda telah memberikan kelebihan uang kembali $ 25 sen."

Pengemudi itu menjawab sambil tersenyum,"Apakah Anda pengkhotbah baru di kota ini?"

"Ya," jawab sang pendeta.

"Wah, saya sebenarnya sedang pikir-pikir mau beribadah ke mana. Tadi saya ingin tahu apakah yang akan Anda lakukan jika saya memberikan uang kembalian berlebih. Saya akan datang ke gereja dimana Anda khotbah nanti hari Minggu ini."

Ketika sang pendeta turun dari bis itu, dia segera memegang tiang listrik terdekat, menenangkan diri sejenak, lalu berkata, "Ya, Tuhan, hampir saja saya menjual Putera-Mu seharga $ 25 sen."

Hidup kita mungkin saja satu-satunya Alkitab yang dibaca orang. Ini adalah contoh yang menakutkan bagaimana orang-orang mengawasi kita sebagai orang Kristen, dan memberi ujian kepada kita. Waspadalah selalu. Ingatlah, Anda akan selalu membawa nama Kristus di pundak Anda kemanapun Anda pergi ketika Anda mengaku sebagai orang Kristen.

Jagalah pikiran Anda, karena pikiran itu akan menjadi perkataan.
Jagalah perkataan Anda, karena perkataan Anda akan menjadi tindakan.
Jagalah tindakan Anda, karena tindakan Anda akan menjadi kebiasaan.
Jagalah kebiasaan Anda, karena kebiasaan Anda akan menjadi kepribadian.
Jagalah kepribadian Anda, karena kepribadian Anda menentukan nasib Anda.

Saya senang seorang teman mengirimkan email ini sebagai bahan untuk mengingatkan saya. Anda juga boleh memforward email ini dengan menyebutkan sumber email ini. Tuhan Yesus memberkati!

Sumber: Email dari Bpk. Wawan S.T, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 9 September 2009.

****

Several years ago, a preacher from out-of-state accepted a call to a church in Houston, Texas. Some weeks after he arrived, he had an occasion to ride the bus from his home to the downtown area. When he sat down, he discovered that the driver had accidentally given him a quarter too much change.

As he considered what to do, he thought to himself, 'You'd better give the quarter back. It would be wrong to keep it.' Then he thought, 'Oh, forget it, it's only a quarter. Who would worry about this little amount? Anyway, the bus company gets too much fare; they will never miss it. Accept it as a 'gift from God' and keep quiet.'

When his stop came, he paused momentarily at the door, and then he handed the quarter to the driver and said, 'Here, you gave me too much change '
The driver, with a smile, replied, 'Aren't you the new preacher in town?'

'Yes' he replied.

'Well, I have been thinking a lot lately about going somewhere to worship. I just wanted to see what you would do if I gave you too much change.. I'll see you at church on Sunday.'

When the preacher stepped off of the bus, he literally grabbed the nearest light pole, held on, and said, 'Oh God, I almost sold your Son for a quarter.'

Our lives are the only Bible some people will ever read. This is a really scary example of how much people watch us as Christians, and will put us to the test! Always be on guard -- and remember -- You carry the name of Christ on your shoulders when you call yourself 'Christian.'

Watch your thoughts; they become words.
Watch your words; they become actions.
Watch your actions; they become habits.
Watch your habits; they become character.
Watch your character; it becomes your destiny.

I'm glad a friend forwarded this to me as a reminder. So, I choose to forward it to you - my friend. God bless you; I hope you are having a wonderful day!

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Wednesday, June 10, 2009

Honesty

Kisah Penjual Kerupuk
Jakarta, 12 Mei 2009, oleh Marsekal TNI AU, Chappy Hakim, Mantan KSAU

Pada tahun 1969, saya mengikuti Latihan Para Dasar, terjun payung statik di Pangkalan Udara Margahayu Bandung. Menjalani latihan yang cukup berat bersama dengan lebih kurang 120 orang dan ditampung dalam dua barak panjang tempat latihan terjun tempur.

Setiap makan Pagi, Siang dan Malam hari yang dilaksanakan di barak, kami memperoleh makanan ransum latihan yang diberikan dengan ompreng dan atau rantang standar prajurit. Di ujung barak tersedia drum berisi sayur, dan disampingnya ada sebuah karung plastik berisi kerupuk milik seorang ibu setengah baya warga sekitar asrama prajurit yang dijual kepada siapa saja yang merasa perlu untuk menambah lauk makanan jatah yang terasa kurang lengkap bila tidak ada kerupuk. Sang ibu paruh baya ini, tidak pernah menunggu barang dagangannya.

Setiap pagi, siang dan malam menjelang waktu makan dia meletakkan karung plastik berisi krupuk dan disampingnya diletakkan pula kardus bekas rinso untuk uang, bagi orang yang membeli kerupuknya. Nanti setelah selesai waktu makan dia datang dan mengemasi karung plastik dengan sisa kerupuk dan kardus berisi uang pembayar kerupuk.

Iseng, saya tanyakan, "Apakah ada yang pernah nggak bayar, Bu?" Jawabannya cukup mengagetkan. Dia percaya kepada semua siswa latihan terjun, karena dia sudah bertahun-tahun berdagang kerupuk di barak tersebut dengan cara demikian. Hanya meletakkan saja, tidak ditunggu dan nanti setelah semuanya selesai makan dia baru datang lagi untuk mengambil sisa kerupuk dan uang hasil jualannya. Selama itu, dia tidak pernah mengalami defisit. Artinya, tidak ada satu pun pembeli kerupuk yang tidak bayar. Setiap orang memang dengan kesadaran mengambil kerupuk, lalu membayar sesuai harganya. Bila dia harus bayar dengan uang yang ada kembaliannya, dia bayar dan mengambil sendiri uang kembaliannya di kotak rinso kosong tersebut.

Demikian seterusnya. Beberapa pelatih terjun, bercerita bahwa dalam pengalamannya, semua siswa terjun payung yang berlatih di situ dan menginap di barak latihan tidak ada yang berani mengambil kerupuk dan tidak bayar. Mereka takut, bila melakukan itu, khawatir payungnya tidak mengembang dan akan terjun bebas serta mati berkalang tanah. Sampai sekarang, saya selalu berpikir, mengapa orang sebenarnya bisa jujur dan dapat dipercaya, hanya karena pintu kematian berada di depan wajahnya?

Yang saya pikirkan, bagaimana caranya membuat manusia setiap saat berada dalam kondisi atau suasana latihan terjun. Mungkinkah? Sumber: Milis Tetangga

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Friday, May 1, 2009

Miss California and Gay

Ketika Miss California Memilih Mengikuti Alkitab

Miss North Carolina Kristen Dalton sudah dinobatkan sebagai Miss USA 2009 dan akan mewakili AS dalam perhelatan ajang Miss Universe 2009. Namun, pertanyaan yang diajukan juri Perez Hilton terhadap Miss California Carrie Prejean menjadi berita utama.

Pada malam final 19 April 2009 lalu, juri Perez Hilton yang gay bertanya kepada Carrie, "Negara Bagian Vermont baru-baru ini melegalisasi perkawinan sesama jenis. Apakah Anda pikir setiap negara bagian harus mengikuti keputusan itu? Jika ya, mengapa, dan jika tidak mengapa?"

"Kita tinggal di negeri yang membolehkan Anda memilih perkawinan sejenis atau tidak," jawab Carrie dalam acara tersebut. "Tapi keyakinan saya adalah pernikahan haruslah antara lelaki dan perempuan," lanjut dia. "Saya tidak bermaksud menyerang siapapun, tapi saya dibesarkan dengan keyakinan itu."

Pernyataan itu menghasilkan tepuk tangan meriah sekaligus cercaan dari penonton (sebagian undangan acara ini adalah dari kalangan selebriti yang pro gay). Usai pertunjukan, Carrie Prejean mengatakan, "Saya tak mungkin berkata lain. Saya mengatakan apa yang saya rasakan. Saya memberikan pendapat yang menurut saya benar. Dan itulah yang saya lakukan."

Perez Hilton mengatakan bahwa dia sangat terkejut dengan jawaban Carrie yang menurutnya tidak mengindahkan jutaan warga gay dan lesbian Amerika, keluarga mereka dan pendukung mereka. "Dia kalah karena jawabannya itu. Sebelum pernyataan itu, dia adalah kandidat juara," kata Perez kepada ABC News. "Seharusnya dia tidak membawa-bawa politik dan agamanya karena Miss USA mewakili seluruh Amerika."

Keith Lewis, Co-Executive Director dari Miss California USA dan Miss California Teen USA dalam sebuah pernyataan tertulis mengkritik komentar Carrie Prejean. "Sebagai penyelenggara Miss California USA, secara pribadi saya sedih dan terkejut mendengar pendapat Miss California tersebut," katanya seperti dikutip BBC.

Isu pernikahan sesama jenis hingga kini masih menjadi kontroversi di kancah politik Amerika. Empat negara bagian Amerika saat ini sudah mengizinkan pernikahan sejenis. Namun banyak negara bagian lain mengeluarkan undang-undang yang menentang pernikahan sejenis.

Carrie Prejean (yang menjadi juara kedua) mengatakan dia tetap pada pendapatnya bahwa pernikahan sesama jenis adalah salah, walaupun pernyataannya itu menyebabkannya kehilangan mahkota Miss USA 2009. "Saya tidak akan menarik pernyataan saya," kata Carrie, sambil menambahkan, "Saya berbicara dari hati saya, keyakinan saya dan untuk Tuhan saya. Bagi saya, yang penting bukanlah bagaimana benar secara politis, tetapi bagaimana benar menurut Alkitab." Sumber: Email dari Bpk. Apelles Sinaulan

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Tuesday, April 7, 2009

A Flower to the Emperor

Bunga Sang Kaisar

Pada suatu waktu di Cina hiduplah seorang pria muda bernama Chang. Ia cerdas dan tulus. Lebih dari segalanya, ia mencintai bunga. Tidak ada yang lebih menyenangkannya daripada melihat bunga lilac, lili, dan peony ketika mereka mekar di musim semi. Di musim dingin ia menanti-nantikan munculnya bunga narcissus yang indah. Ia tidak bisa memilih sebuah bunga favorit, karena ia menyukai bunga morning glory dan evening glory, bunga delima, bunga peach, dan bunga teratai yang mengapung di kolam. Ia menikmati bunga mawar yang wangi, seruni yang kokoh, dan dahlia yang menakjubkan.

Chang mengagumi kaisar karena ia pernah mendengar bahwa kaisar juga mencintai bunga dan mengawasi kebun indah di taman istana.

Sekarang kaisar sudah berusia lanjut. Ia tidak mempunyai putera, sehingga ia tidak mempunyai calon penggantinya. Selama bertahun-tahun ia memikirkan cara memilih seorang pria yang bisa ia angkat sebagai kaisar berikutnya. Kemudian, pada suatu hari di awal musim semi ketika ia berjalan-jalan di tamannya, ia mendapat gagasan yang sangat bagus.

Hari berikutnya, kaisar mengumumkan kepada semua pria muda di negeri itu bahwa di akhir minggu ia akan memberikan biji-biji kepada siapapun yang ingin menanam bunga. Kaisar mengatakan, “Siapapun yang menumbuhkan bunga terindah yang dibawa ke hadapanku akan menjadi penggantiku.”

Ketika Chan mendengar berita itu, ia mengisi sebuah pot biru terang dengan lumut dan kompos, tanah subur dan pasir. Puas bahwa tanahnya subur dan lembab, ia membawanya ke istana. Di sana ia berdiri di dalam antrian bersama ratusan orang lain. Setiap pria muda memegang sebuah pot: ada yang besar, ada yang kecil, ada yang bulat, ada yang tinggi, ada yang ramping. Setiap orang menerima seuah biji dari tangan kaisar sendiri.

Chang menekan biji itu ke dalam tanah di pot dan dengan berhati-hati menutupnya dengan kain tipis untuk menjaganya agar tetap hangat. Kemudian ia bergegas pulang.

Di rumah, Chang memelihara biji dari kaisar itu dengan pengabdian yang sama seperti yang ia berikan ke semua tanamannya. Ia berhati-hati untuk tidak memberi terlalu banyak atau terlalu sedikit air. Pada saat yang tepat ia memberi pupuk, dan sangat berhati-hati dalam melindunginya dari serangga, debu dan jamur, seperti semua tanaman lainnya.

Berbulan-bulan berlalu, tanaman lainnya telah menembus tanah dan mulai tumbuh, tetapi Chang kecewa karena tida ada tunas yang tumbuh di pot birunya. “Ini aneh,” katanya. “Mungkin biji ini tidak membutuhkan banyak matahari.” Jadi, ia memindahkan pot ke ruangan lain, tetapi juga tidak terjadi apapun. “Mungkin ruangan ini terlalu dingin,” katanya, dan ia memindahkan pot birunya ke ruangan yang lebih hangat. Masih juga tak terjadi apapun.

Sekarang waktu untuk menghadap kaisar sudah mendekat, dan pot biru Chang masih kosong. Setiap kali memandanginya, ia dipenuhi rasa putus asa. “Apa yang salah?” pikirnya. Ia mengunjungi setiap ahli perkebunan yang ia kenal, dan kepada setiap orang menceritakan kisah bijinya. Mereka semua menggelengkan kepala. Tak ada yang tahu dimana letak kesalahannya.

Beberapa orang mengatakan bahwa jelas ia tidak dimaksudkan untuk menjadi kaisar. Beberapa orang lainnya mengatakan ia harus menambah tanah, atau menambah air, atau mengurangi pupuk. Beberapa orang lain mengatakan untuk melupakan keinginannya menjadi kaisar.

Tetapi orang tua Chang mendengarkan kekuatiran anaknya dan hanya tersenyum. “Jangan kuatir, nak. Kamu sudah melakukan hal yang terbaik,” kata orang tua yang bijaksana itu. “Hanya itu yang dapat kau lakukan.”

“Tetapi aku telah gagal,” keluh Chang ketika memandangi tanah kosong di potnya. “Sudah waktunya untuk menemui kaisar, dan aku sudah mengecewakannya.”

“Katakan saja apa yang telah terjadi,” kata ayahnya. “Kewajibanmu hanyalah mengatakan kebenaran.”

Pada hari yang telah ditentukan beberapa waktu kemudian, dengan hati putus asa karena kecewa, Chan berjalan ke istana. Ketika tiba, airmatanya mengalir, karena di depannya, lautan pria muda berdiri, masing-masing memegang bunga yang lebih indah dari pada orang di depannya. Bunga-bunga anggrek yang anggun, bunga lili yang halus, bunga peony yang berwarna-warni. Pemiliknya memeganginya dengan bangga. “Lihat punyaku!” teriak mereka sambil memegangi tanamannya tinggi-tinggi ketika kaisar berjalan melewati kerumunan. Ia mengangguk senang sambil berlalu, memperhatikan bunga bell, bunga forget-me-not, bunga foxglove, bunga dari setiap warna pelangi.

Chang belum pernah melihat pemandangan yang begitu indah, dan kesedihannya menguap untuk sementara waktu ketika ia menghirup aroma bunga-bungaan dan mengagumi ukuran dan bentuk bervariasi dari bunga-bunga itu.

Akhirnya kaisar sampai juga di hadapan Chang. Chang membungkukkan kepalanya. “Dimana bungamu, pria muda?” tanya kaisar.

Chang melihat cahaya di mata kaisar yang membuatnya terkejut. “Baginda, hamba telah mengecewakan baginda,” katanya dengan sedih. “Hamba telah merawat biji yang baginda berikan, tetapi seperti baginda lihat, hamba tak mampu menumbuhkan bunga untuk baginda. Hamba berharap baginda memaafkan hamba.”

Tetapi wajah kaisar bersinar dengan senyum yang lebih cerah dari pada semua bunga yang ada di sekelilingnya. “Kamulah penggantiku,” kata kaisar menggenggam tangan Chang.

“Tetapi, baginda, hamba adalah satu-satunya orang yang gagal,”

Kaisar menggelengkan kepalanya. “Sebaliknya,” jelasnya, “kamu tahu, aku telah merebus biji-biji ini sebelum aku membagikannya. Tidak satupun dari biji-biji itu yang akan tumbuh, tetapi semua orang muda lain begitu menginginkan kedudukanku sehingga mereka hanya ingin menyenangkan aku dengan keindahan bunga mereka dan dengan demikian mereka berharap mendapatkan tahtaku. Mereka tidak peduli pada kejujuran, pada kebenaran. Hanya kamu yang telah membuktikan bahwa kamu adalah pemimpin yang layak.”

Dan begitulah, pria muda dengan pot kosong itu menjadi pengganti kaisar Cina.

Tuhan bergaul karib dengan orang jujur. . . .

Sumber: Media Kawasan, edisi April 2009. Pertama kali diposting di Pentas Kesaksian pada tanggal 7 April 2009 oleh Hadi Kristadi di http://pentas-kesaksian.blogspot.com. Mohon keterangan ini jangan dihilangkan ketika anda memforwardnya atau mempostingnya di web/blog anda. Terima kasih banyak. Gbu.


Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Tuesday, November 11, 2008

The Blessing for Honesty

Dahulu kala seorang petani miskin baru saja akan membajak ladangnya ketika ia menemukan bahwa kerbaunya sudah mati. Ia sangat sedih tetapi ia tidak ingin ladangnya menjadi sia-sia, sehingga ia mengunjungi tetangganya dan menawarkan ladang itu.

"Karena aku tidak mempunyai kerbau untuk menarik bajakku, apakah engkau mau menyewa ladangku?"

Tetangganya setuju, sehingga pada musim semi ia dan kerbaunya membajak ladang itu. Ketika ia bekerja, tiba-tiba bajaknya menumbuk sesuatu yang keras. Tetangga itu membungkuk, berpikir akan menemukan batu di tanah, tetapi ia malah menemukan sebuah kotak tembaga yang besar. Ketika ia membuka tutupnya yang berkarat, ia terkejut menemukan kotak itu penuh dengan koin emas.

Tetangga itu segera berlari ke rumah petani untuk memberitakan kabar gembiranya. "Aku telah menemukan sekotak emas di tanahmu," kata tetangganya, "ayo, engkau harus melihatnya karena itu milikmu."

"Tidak!" bantah sang petani, "engkau telah membayar uang sewa untuk menggunakan tanah itu. Apapun yang engkau temukan ketika membajaknya tentu saja itu menjadi milikmu."

"Jangan bodoh!" kata tetangganya.
"Kamulah yang bodoh," kata si petani, "emas itu milikmu."

Bersama-sama mereka pergi ke ladang, tetapi kemudian perbantahan berlanjut, sampai pada akhirnya mereka memutuskan untuk membawa perkara itu kepada raja. Sang raja akan memutuskan siapa pemilik yang sah.

Di istana, kedua pria itu bergiliran menceritakan kasusnya kepada sang raja. Ketika raja itu mendengar bahwa sekotak emas telah ditemukan di wilayah kerajaannya, ia tahu dengan pasti siapa yang harus memiliki emas itu. Ia berdiri dan berkata, "Emas itu milikku! Bagaimanapun juga emas itu ditemukan di wilayah kerajaanku, dan segala sesuatu di kerajaan ini adalah milikku."

Petani dan tetangganya menundukkan kepala, tetapi mereka tidak dapat membantah raja. Mereka malah memberitahu raja dimana tepatnya lokasi emas itu. Raja langsung berangkat bersama para punggawanya.

Ketika mereka tiba di ladang itu, raja turun dari kudanya dan berlutut di sisi sebuah kotak tua. Ia sudah tak sabar lagi ingin menyentuh koin-koin emas yang indah. Tetapi ketika membuka tutupnya, ia tidak menemukan koin-koin emas tetapi kotak yang berisi ular-ular yang mendesis. Ia segera membanting tutup kotak itu.

Raja menjadi sangat marah. "Tangkap petani dan tetangganya!" teriak raja kepada para prajuritnya. "Bawa dan tahan mereka di penjara bawah tanah. Aku akan memenggal kepala mereka karena mereka telah berani mempermainkan rajanya!"

Para prajurit memenjarakan kedua pria itu, tetapi dari sel penjara mereka berteriak, memohon berbicara dengan raja. Pada akhirnya mereka dihadapkan kepada raja.

"Kami tidak melakukan kesalahan apapun," desak mereka berdua.

"Kalian memberikan kotak ular kepadaku," kata raja.

"Paduka," kata tetangga sambil membungkuk dengan hormat. "Hamba mohon maaf, tetapi pastilah paduka telah melihat kotak yang salah. Kotak yang hamba temukan terkubur di tanah teman hamba adalah kotak yang berisi emas. Hamba melihatnya dengan mata hamba sendiri."

Sekarang raja berpikir ia menemukan kotak yang salah, sehingga ia memerintahkan para punggawanya untuk membawa kedua pria itu ke ladang. "Kalian akan mengawasi mereka melihat ke dalam kotak dan kembali untuk melaporkan apa yang ada di dalamnya."

Para punggawa mengiringi petani dan tetangganya ke ladang. Memang benar, ketika mereka tiba dan membuka tutup kotak itu, ada ratusan koin emas berkilauan di dalamnya.

Para punggawa segera kembali ke istana dan melaporkan penemuan mereka. "Paduka," kata mereka, "mereka benar. Kotak itu penuh dengan emas."

"Bawa aku ke sana!" perintah raja. Sekali lagi ia kembali ke ladang. Ia membuka tutup kotak itu, tetapi seperti sebelumnya, kotak itu penuh dengan ular.

"Untuk apa aku dibawa ke sini?" bentak raja.

Para punggawa hanya bisa memandang ke tanah. "Paduka, tadi kami melihat emas. Kami tak dapat menjelaskannya."

"Panggil orang-orang bijak," kata raja. "aku ingin mendengar pendapat mereka. Bawa juga petani dan tetangganya."

Orang-orang bijak datang ke istana dan mendengar kisahnya. "Paduka," kata mereka, "paduka harus berjanji tidak menghukum kami untuk apa yang akan kami katakan kepada paduka."

"Katakanlah!" teriak raja. "Aku berjanji kalian tidak akan dihukum untuk kebijaksanaan."

Orang-orang bijak itu menunjuk salah satu jurubicara mereka dan ia berkata, "Petani itu menerima sekotak emas untuk kerja keras dan kejujurannya. Emas adalah hadiah baginya. Sayangnya, setiap orang yang mencoba mencuri rejeki orang lain akan menemukan bahwa hadiah itu beralih menjadi hukuman."

Sekarang raja merasa malu. Tetapi ia masih mempunyai satu pertanyaan, "Jadi siapa yang berhak memiliki kotak itu?"

"Pemilik tanah!" teriak tetangga yang telah membajak tanah.
"Bukan, orang yang telah menyewa dan membajak tanah," bantah sang petani tidak mau kalah sengitnya.

Orang-orang bijak mengangkat tangan mereka. "Tenang," kata mereka, "katakan kepada kami, siapa di antara kalian yang mempunyai seorang putera atau puteri?"

Tetangga itu tersenyum mendengar pertanyaan itu. "Saya mempunyai seorang puteri yang cantik," katanya terharu, mengingat puteri yang sangat dicintainya yang telah tumbuh menjadi seorang perempuan muda yang cerdas dan bertabiat baik.

Petani itu bangkit berdiri dengan bangga. "Dan saya mempunyai seorang putera yang telah dewasa, seorang putera yang baik dan penuh pengertian."

Orang-orang bijak itu saling berbisik sampai mereka mendapat keputusan bulat.

"Kalau begitu, inilah jawaban kami," kata mereka, "kotak emas itu akan menjadi hadiah pernikahan bagi putera dan puteri kalian."

Petani dan tetangganya saling memandang dan mata mereka berbinar. Mereka saling memperkenalkan anak mereka. Putera petani itu dan puteri tetangganya saling jatuh cinta. Mereka menikah dan sebagai hadiah pernikahan, ayah mereka memberi sekotak emas, hadiah bagi kejujuran, kerja keras, dan cinta sejati mereka.

Sumber : Dongeng rakyat Armenia, yang dimuat di Majalah "Media Kawasan" edisi Nopember 2008, diposting oleh Hadi Kristadi untuk http://pentas-kesaksian.blogspot.com - mohon keterangan ini tidak dihapus/didelete ketika anda memforwardnya kepada orang-orang yang anda kasihi.

****
Terima kasih untuk pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Bapak Lambertus di Jakarta Timur. Buku sudah dikirim pagi ini via pos. Gbu.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI