Seorang teman wanita mengirim BBM kepada isteri saya bunyinya, "Gue kepingin pisah harta aja sama suami gue nih..." Ia berkeluh kesah demikian karena sang suami sekarang penghasilannya tidak jelas, sementara penghasilan sang isteri jauh lebih besar sehingga isterinya dapat berinvestasi dalam beberapa properti.
Ada lagi cerita lain, yaitu seorang isteri menceraikan suaminya karena suaminya sudah terkena stroke. Sang isteri meminta agar rumah mereka dijual dan dibagi dua, antara sang suami dan sang isteri. Sang suami ditinggal begitu saja.
Banyak wanita memandang bahwa jika suaminya tidak dapat memberikan 3 F (Finance me, Feed me, Fxxx me), maka sudah tidak ada gunanya lagi pernikahan itu, padahal dalam janji suci pernikahan, mereka masing-masing berjanji akan tetap bersama dalam suka dan duka, dalam sehat dan sakit, sampai maut memisahkan mereka berdua.
Pernikahan memang berat setelah salah satu pasangan tidak berfungsi atau tidak berperan seperti yang diharapkan pasangannya. Kedewasaan iman, kekuatan rohani, dan kebesaran jiwa akan membuat setiap pasangan dapat bertahan melewati badai pernikahan.
Seorang isteri yang menceraikan suaminya dan menikah lagi dengan pria lain karena suaminya bangkrut, akhirnya kecewa karena suami barunya juga mengecewakan dan suami lamanya ternyata berhasil bangkit dan sekarang sudah kaya raya. Suami lamanya tidak mau kembali lagi ke isteri yang tidak setia yang hanya menilai pernikahan dari segi materi saja.
*******
Notes:
Terima kasih banyak atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Ibu Lana dari Surabaya dan Ibu Yanti dari Batam, buku pesanan sudah dikirim kemarin hari Senin lalu via JNE. Semoga buku tersebut menjadi berkat. Haleluyah!
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
kesaksian hidup - #inspiring story - #kisah nyata - #mukjizat kehidupan - #sign and wonders - #miracles - inspirational christian story - nice story - true story - inspirational touching story - an amazing story: kisah orang biasa dengan pengalaman luar biasa - ordinary people living the extra-ordinary lives
Search This Blog
Showing posts with label Pernikahan - Marriage. Show all posts
Showing posts with label Pernikahan - Marriage. Show all posts
Wednesday, April 30, 2014
Tuesday, February 18, 2014
Kisah Stanley Pouw
Stanley Pouw dibesarkan di Indonesia
dan pada usia 21 ia tinggal di Amerika Serikat untuk mendapatkan gelar master
di bidang arsitektur dari University of Michigan. Tinggal di AS adalah impian
Stan yang menjadi kenyataan.
Monday, December 10, 2012
Tunduk Melayani Suami
Tuhan membentuk saya dengan bermacam-macam cara dan
peristiwa. Salah satunya melalui suami. Dari dulu memang saya pemarah. Jika
suami ada salah sedikit, saya mulai cakar dia dan mengamuk.
Thursday, May 10, 2012
Bertahan Dalam Pencobaan
Jika anda bertemu dengan ibu yang satu ini, pasti anda tidak menyangka bahwa ada duka mendalam di hatinya. Dia selalu banyak senyum, hidup normal, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Pernah saya melihat wajahnya di TV ketika anaknya mentas di sebuah acara hiburan. Dia tampak rileks, bahagia, melihat putranya banyak memiliki penggemar ABG-nya. Padahal, suaminya, seorang penulis dan penyanyi lagu-lagu rohani sudah beberapa lama meninggalkan keluarganya. Jika saya sebutkan nama suaminya, saya jamin anda mengenal dia. Dalam setiap album pujian dan penyembahan, banyak orang diberkati dengan suaranya. Namun suaminya lari dengan seorang selebritas, penyanyi wanita yang juga terkenal, dan jika saya sebutkan nama ataupun inisial wanita ini pasti anda tahu.
Ini bukan cerita gosip, namun kisah ketabahan seorang istri yang membesarkan anak-anaknya sebagai single parent. Untung putera tertuanya sudah berkarier di bidang musik dan berhasil, memungkinkan anak ini turut menopang kehidupan keluarganya. Apa rahasianya? Wanita ini tahu dirinya dikhianati, dikecewakan, disakiti hatinya, namun ia menyerahkan perkaranya kepada Bapa yang adil, yang peduli, yang tidak tutup mata. Ia percaya suaminya akan kembali (atau dikembalikan Tuhan) kepadanya. Sampai saat ini dirinya tetap setia, tetap menghormati suaminya di depan anak-anaknya. Ia tahu bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala hal, walaupun menyakitkan, untuk mendatangkan kebaikan. Kebaikan? Apanya yang baik? Suatu saat dia yakin akan mengerti kebaikan Tuhan dalam setiap keadaan.
Jika suami anda dibawa lari perempuan lain, berlakulah seperti wanita terhormat. tidak bersungut-sungut, tidak mengomel, tidak menyalahkan, tidak panik, tidak putus asa, tidak melarikan diri dari Tuhan, tidak frustrasi, tidak membalas dengan selingkuh lagi. Namun wanita terhormat akan datang ke kaki Tuhan, menyerahkan perkaranya untuk dibela Bapa Sorgawi yang penuh kasih yang menghendaki agar perkawinan selalu utuh dalam kebahagian, pasti Bapa akan bertindak. Milikilah iman yang teguh, perkuat hubungan yang intim dengan Tuhan, sayangi terus anak-anak, dan lihatlah pertolongan yang datang dari Pencipta langit dan bumi.
Ini memang tidak mudah. Namun apa yang mustahil bagi manusia, akan dibuat mungkin melalui pertolongan-Nya yang tidak pernah terlambat. Ia akan mempersatukan anda, Ia akan menggenapi janji-Nya.
Kisah ini baru saja saya dengar. Seorang pengusaha beberapa hari yang lalu diteguhkan kembali pernikahannya. Disaksikan oleh gembala sidang dan Bapak Pdt. Edy Leo dari Gereja Abbalove Ministries, nampak peneguhan pernikahan ini sangat mengharukan. Suami isteri ini sudah pisah rumah bertahun-tahun ketika berjemaat di Abbalove Ministries. Tak ada kemungkinan bisa rujuk kembali, nampaknya. Namun suatu saat suaminya bertemu rekan bisnisnya. Rekan bisnis ini bukan hanya berbicara masalah bisnis, namun juga berbicara mengenai keluarga, mengenai kehidupan rohani, mengenai pelajaran Alkitab. Maka sang pengusaha ini mulai tertarik mengikuti Bible Talk yang diadakan di Mall atau di kantor rekan bisnisnya. Lama-lama pelajaran Alkitab ini menyentuh soal dosa, soal keluarga, dan firman Tuhan menempelak sang pengusaha untuk bertobat, memperbaiki hubungan dengan istrinya.
Pertemuan berikutnya mulai melibatkan istri pengusaha yang sudah lama ditelantarkan itu. Mereka berdua belajar firman Tuhan yang hidup. Mereka berdua mulai mengalami firman Tuhan bekerja dalam hati dan hidup mereka. Dan firman yang dilepaskan itu memang tidak akan kembali dengan sia-sia. Maka akhirnya, sang pengusaha mau berdamai, kembali kepada istrinya. Keduanya mengalami pemulihan hubungan suami istri. Sekarang, kemana-mana mereka nampak mesra.
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Note:
Terima kasih atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Ibu Elisabeth di Kelapa Gading.
Ini bukan cerita gosip, namun kisah ketabahan seorang istri yang membesarkan anak-anaknya sebagai single parent. Untung putera tertuanya sudah berkarier di bidang musik dan berhasil, memungkinkan anak ini turut menopang kehidupan keluarganya. Apa rahasianya? Wanita ini tahu dirinya dikhianati, dikecewakan, disakiti hatinya, namun ia menyerahkan perkaranya kepada Bapa yang adil, yang peduli, yang tidak tutup mata. Ia percaya suaminya akan kembali (atau dikembalikan Tuhan) kepadanya. Sampai saat ini dirinya tetap setia, tetap menghormati suaminya di depan anak-anaknya. Ia tahu bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala hal, walaupun menyakitkan, untuk mendatangkan kebaikan. Kebaikan? Apanya yang baik? Suatu saat dia yakin akan mengerti kebaikan Tuhan dalam setiap keadaan.
Jika suami anda dibawa lari perempuan lain, berlakulah seperti wanita terhormat. tidak bersungut-sungut, tidak mengomel, tidak menyalahkan, tidak panik, tidak putus asa, tidak melarikan diri dari Tuhan, tidak frustrasi, tidak membalas dengan selingkuh lagi. Namun wanita terhormat akan datang ke kaki Tuhan, menyerahkan perkaranya untuk dibela Bapa Sorgawi yang penuh kasih yang menghendaki agar perkawinan selalu utuh dalam kebahagian, pasti Bapa akan bertindak. Milikilah iman yang teguh, perkuat hubungan yang intim dengan Tuhan, sayangi terus anak-anak, dan lihatlah pertolongan yang datang dari Pencipta langit dan bumi.
Ini memang tidak mudah. Namun apa yang mustahil bagi manusia, akan dibuat mungkin melalui pertolongan-Nya yang tidak pernah terlambat. Ia akan mempersatukan anda, Ia akan menggenapi janji-Nya.
Kisah ini baru saja saya dengar. Seorang pengusaha beberapa hari yang lalu diteguhkan kembali pernikahannya. Disaksikan oleh gembala sidang dan Bapak Pdt. Edy Leo dari Gereja Abbalove Ministries, nampak peneguhan pernikahan ini sangat mengharukan. Suami isteri ini sudah pisah rumah bertahun-tahun ketika berjemaat di Abbalove Ministries. Tak ada kemungkinan bisa rujuk kembali, nampaknya. Namun suatu saat suaminya bertemu rekan bisnisnya. Rekan bisnis ini bukan hanya berbicara masalah bisnis, namun juga berbicara mengenai keluarga, mengenai kehidupan rohani, mengenai pelajaran Alkitab. Maka sang pengusaha ini mulai tertarik mengikuti Bible Talk yang diadakan di Mall atau di kantor rekan bisnisnya. Lama-lama pelajaran Alkitab ini menyentuh soal dosa, soal keluarga, dan firman Tuhan menempelak sang pengusaha untuk bertobat, memperbaiki hubungan dengan istrinya.
Pertemuan berikutnya mulai melibatkan istri pengusaha yang sudah lama ditelantarkan itu. Mereka berdua belajar firman Tuhan yang hidup. Mereka berdua mulai mengalami firman Tuhan bekerja dalam hati dan hidup mereka. Dan firman yang dilepaskan itu memang tidak akan kembali dengan sia-sia. Maka akhirnya, sang pengusaha mau berdamai, kembali kepada istrinya. Keduanya mengalami pemulihan hubungan suami istri. Sekarang, kemana-mana mereka nampak mesra.
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Note:
Terima kasih atas pesanan buku "Mukjizat Kehidupan" oleh Ibu Elisabeth di Kelapa Gading.
Tuesday, February 21, 2012
Love Story
LOVE STORY
Kisah ini terjadi di Beijing Cina. Seorang gadis bernama Yo Yi Mei memiliki cinta terpendam terhadap teman karibnya di masa sekolah. Namun ia tidak pernah mengungkapkannya, ia hanya selalu menyimpan di dalam hati dan berharap temannya bisa mengetahuinya sendiri. Tapi sayang, temannya tak pernah mengetahuinya, hanya menganggapnya sebagai sahabat, tak lebih.
Suatu hari Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera menikah, hatinya sesak, tapi ia tersenyum dan berdoa, “Aku harap kau bahagia“. Sepanjang hari Yo Yi Mei bersedih, ia menjadi tidak ada semangat hidup, tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya
12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahan yang akan segera dicetak kepada Yi Mei. Ia berharap Yi Mei akan datang. Sahabatnya melihat Yi Mei yang menjadi sangat kurus dan tidak ceria bertanya, “Apa yang terjadi denganmu? Apa kau ada masalah?" Yi Mei tersenyum semanis mungkin.
”Kau salah lihat, aku tak punya masalah apa-apa, wah contoh undanganya bagus, tapi aku lebih setuju jika kau pilih warna merah muda, lebih lembut...” Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya tesebut.
Sahabatnya tersenyum sambil berkata, “Oh ya, ummm aku akan menggantinya, terimakasih atas sarannya Mei. Aku harus pergi menemui calon istriku. Hari ini kami ada rencana melihat-lihat perabotan rumah.. daag!“.
Yi Mei tersenyum, melambaikan tangan, hatinya sakit sekali.
18 Juli 1994 Yi Mei terbaring di rumah sakit, ia mengalami koma. Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi Mei untuk hidup, semua organnya yang berfungsi hanya pendengaran, dan otaknya, yang lain bisa dikatakan “mati“ dan semuanya memiliki alat bantu. Hanya mukjizat yang bisa menyembuhkannya. Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya, bahkan ia menunda pernikahannya. Baginya Yi Mei adalah tamu penting dalam pernikahannya. Keluaga Yi Mei sendiri akhirnya setuju memberikan “suntik mati“ untuk Yi Mei karena tak tahan melihat penderitaan Yi Mei.
10 Desember 1994 semua keluarga setuju besok 11 Desember 1994 Yi Mei akan disuntik mati dan semua sudah ikhlas, hanya sahabat Yi Mei yang mohon diberi kesempatan berbicara yang terakhir. Sahabatnya menatap Yi Mei yang dulu selalu bersama. Ia mendekat berbisik di telinga Yi Mei dan berkata, “Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu kupu? Kau tahu, aku tak pernah lupa hal itu, dan apa kau ingat waktu di sekolah waktu kita dihukum bersama gara-gara kita datang terlambat, kita langganan kena hukum ya?“
“Apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu, kau terjatuh di lumpur saat kau ikut lomba lari. Kau marah dan mendorongku hingga aku pun kotor? Apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu? Aku tak pernah melupakan hal itu..“
“Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau bisa tersenyum seperti dulu, aku sangat suka lesung pipitmu yang manis, kau tega meninggalkan sahabatmu ini?” Tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis, air matanya menetes membasahi wajah Yi Mei.
“Mei.. kau tahu, kau sangat berarti untukku. Aku tak setuju kau disuntik mati. Rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini. Aku ingin kau hidup. Kau tahu kenapa? Karena aku sangat mencintaimu. Aku takut mengungkapkan kepadamu, takut kau menolakku.“
“Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku, aku tetap ingin kau hidup, aku ingin kau hidup, Mei tolonglah, dengarkan aku Mei.. bangunlah..!!“
Sahabatnya menangis, ia menggenggam kuat tangan Yi Mei. “Aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan memberikan keajaiban buatku, Yi Mei sembuh, sembuh total. Aku percaya, bahkan kau tahu? Aku puasa agar doaku semakin didengar Tuhan.“
“Mei, aku tak kuat besok melihat pemakamanmu! Kau jahat..!! Kau sudah tak mencintaiku. Sekarang kau mau pergi. Aku sangat mencintaimu... Aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-bayangi diriku sehingga kau bisa mencari pria yang selalu kau impikan, hanya itu Mei..“
“Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan membatalkan pernikahanku. Aku tak peduli.. tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau pergi dariku sebagai sahabat.“
Sahabat Yi mei mengecup pelan dahi Yi Mei, ia berbisik, ”Aku sayang kamu, aku mencintaimu.” Suaranya terdengar parau karena tangisan.
Dan apa yang terjadi? It's amazing! Tujuh jam setelah itu dokter menemukan tanda-tanda kehidupan dalam diri Yi Mei. Jari-jari tangan Yi Mei bisa bergerak. Jantungnya, paru-parunya, organ tubuh lainnya bekerja normal. Sungguh sebuah keajaiban!! Pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei dan memberitahukan keajaiban yang terjadi. Dan sebuah mukjizat terjadi lagi, masa koma lewat, pada tanggal 11 Desember 1994.
Tanggal 14 Desember 1994, saat Yi Mei bisa membuka mata dan berbicara, sahabatnya ada disana, ia memeluk Yi Mei dan menangis bahagia. Dokter sangat kagum akan keajaiban yang terjadi. “Aku senang kau bisa bangun, kau sahabatku terbaik.“ Sahabatnya memeluk erat Yi Mei.
Yi Mei tersenyum. “Kau yang memintaku bangun, kau bilang kau mencintaiku. Tahukah kau, aku selalu ingin mendengar kata-kata itu. Aku berpikir aku harus berjuang untuk hidup. Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat mencintaimu.” Lei memeluk Yi Mei.
“Aku sangat mencintaimu juga,“ kata Lei dengan pasti.
Tanggal 17 Februari 1995 Yi Mei dan Lei menikah. Kini mereka hidup bahagia dan sampai dengan saat ini pasangan ini memiliki 1 orang anak laki laki yang telah berusia 14 tahun. Kisah ini sempat menggemparkan Beijing.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Kisah ini terjadi di Beijing Cina. Seorang gadis bernama Yo Yi Mei memiliki cinta terpendam terhadap teman karibnya di masa sekolah. Namun ia tidak pernah mengungkapkannya, ia hanya selalu menyimpan di dalam hati dan berharap temannya bisa mengetahuinya sendiri. Tapi sayang, temannya tak pernah mengetahuinya, hanya menganggapnya sebagai sahabat, tak lebih.
Suatu hari Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera menikah, hatinya sesak, tapi ia tersenyum dan berdoa, “Aku harap kau bahagia“. Sepanjang hari Yo Yi Mei bersedih, ia menjadi tidak ada semangat hidup, tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya
12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahan yang akan segera dicetak kepada Yi Mei. Ia berharap Yi Mei akan datang. Sahabatnya melihat Yi Mei yang menjadi sangat kurus dan tidak ceria bertanya, “Apa yang terjadi denganmu? Apa kau ada masalah?" Yi Mei tersenyum semanis mungkin.
”Kau salah lihat, aku tak punya masalah apa-apa, wah contoh undanganya bagus, tapi aku lebih setuju jika kau pilih warna merah muda, lebih lembut...” Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya tesebut.
Sahabatnya tersenyum sambil berkata, “Oh ya, ummm aku akan menggantinya, terimakasih atas sarannya Mei. Aku harus pergi menemui calon istriku. Hari ini kami ada rencana melihat-lihat perabotan rumah.. daag!“.
Yi Mei tersenyum, melambaikan tangan, hatinya sakit sekali.
18 Juli 1994 Yi Mei terbaring di rumah sakit, ia mengalami koma. Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi Mei untuk hidup, semua organnya yang berfungsi hanya pendengaran, dan otaknya, yang lain bisa dikatakan “mati“ dan semuanya memiliki alat bantu. Hanya mukjizat yang bisa menyembuhkannya. Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya, bahkan ia menunda pernikahannya. Baginya Yi Mei adalah tamu penting dalam pernikahannya. Keluaga Yi Mei sendiri akhirnya setuju memberikan “suntik mati“ untuk Yi Mei karena tak tahan melihat penderitaan Yi Mei.
10 Desember 1994 semua keluarga setuju besok 11 Desember 1994 Yi Mei akan disuntik mati dan semua sudah ikhlas, hanya sahabat Yi Mei yang mohon diberi kesempatan berbicara yang terakhir. Sahabatnya menatap Yi Mei yang dulu selalu bersama. Ia mendekat berbisik di telinga Yi Mei dan berkata, “Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu kupu? Kau tahu, aku tak pernah lupa hal itu, dan apa kau ingat waktu di sekolah waktu kita dihukum bersama gara-gara kita datang terlambat, kita langganan kena hukum ya?“
“Apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu, kau terjatuh di lumpur saat kau ikut lomba lari. Kau marah dan mendorongku hingga aku pun kotor? Apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu? Aku tak pernah melupakan hal itu..“
“Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau bisa tersenyum seperti dulu, aku sangat suka lesung pipitmu yang manis, kau tega meninggalkan sahabatmu ini?” Tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis, air matanya menetes membasahi wajah Yi Mei.
“Mei.. kau tahu, kau sangat berarti untukku. Aku tak setuju kau disuntik mati. Rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini. Aku ingin kau hidup. Kau tahu kenapa? Karena aku sangat mencintaimu. Aku takut mengungkapkan kepadamu, takut kau menolakku.“
“Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku, aku tetap ingin kau hidup, aku ingin kau hidup, Mei tolonglah, dengarkan aku Mei.. bangunlah..!!“
Sahabatnya menangis, ia menggenggam kuat tangan Yi Mei. “Aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan memberikan keajaiban buatku, Yi Mei sembuh, sembuh total. Aku percaya, bahkan kau tahu? Aku puasa agar doaku semakin didengar Tuhan.“
“Mei, aku tak kuat besok melihat pemakamanmu! Kau jahat..!! Kau sudah tak mencintaiku. Sekarang kau mau pergi. Aku sangat mencintaimu... Aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-bayangi diriku sehingga kau bisa mencari pria yang selalu kau impikan, hanya itu Mei..“
“Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan membatalkan pernikahanku. Aku tak peduli.. tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau pergi dariku sebagai sahabat.“
Sahabat Yi mei mengecup pelan dahi Yi Mei, ia berbisik, ”Aku sayang kamu, aku mencintaimu.” Suaranya terdengar parau karena tangisan.
Dan apa yang terjadi? It's amazing! Tujuh jam setelah itu dokter menemukan tanda-tanda kehidupan dalam diri Yi Mei. Jari-jari tangan Yi Mei bisa bergerak. Jantungnya, paru-parunya, organ tubuh lainnya bekerja normal. Sungguh sebuah keajaiban!! Pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei dan memberitahukan keajaiban yang terjadi. Dan sebuah mukjizat terjadi lagi, masa koma lewat, pada tanggal 11 Desember 1994.
Tanggal 14 Desember 1994, saat Yi Mei bisa membuka mata dan berbicara, sahabatnya ada disana, ia memeluk Yi Mei dan menangis bahagia. Dokter sangat kagum akan keajaiban yang terjadi. “Aku senang kau bisa bangun, kau sahabatku terbaik.“ Sahabatnya memeluk erat Yi Mei.
Yi Mei tersenyum. “Kau yang memintaku bangun, kau bilang kau mencintaiku. Tahukah kau, aku selalu ingin mendengar kata-kata itu. Aku berpikir aku harus berjuang untuk hidup. Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat mencintaimu.” Lei memeluk Yi Mei.
“Aku sangat mencintaimu juga,“ kata Lei dengan pasti.
Tanggal 17 Februari 1995 Yi Mei dan Lei menikah. Kini mereka hidup bahagia dan sampai dengan saat ini pasangan ini memiliki 1 orang anak laki laki yang telah berusia 14 tahun. Kisah ini sempat menggemparkan Beijing.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Wednesday, December 2, 2009
A Pretty Woman Married a Man with HIV/AIDS
Virginia: Penyakit HIV AIDS masih menjadi momok. Ketika tahu ada seseorang yang terkena HIV AIDS tak jarang orang langsung pergi menjauh. Namun seorang gadis cantik menyadari dia telah jatuh cinta dengan penderita HIV dan baginya HIV bukanlah penghalang untuk mencintai kekasihnya.
Shawn Decker tertular HIV sejak kecil dari darah transfusi yang diterimanya karena dia adalah seorang penderita hemofili. Setelah dewasa, pria itu menyadari akan susah menemukan pujaan hatinya karena penyakit yang dideritanya.
Memang diakuinya sulit untuk membuka diri bahwa dia adalah penderita HIV. Namun pada usia 20 tahun, Shawn memutuskan untuk berterus terang akan HIV dan menulis tentang dirinya di blog.
Shawn bertemu dengan Gwenn Barringer,-- seorang gadis cantik yang memenangkan lomba kecantikan di Virginia,-- di sebuah organisasi layanan AIDS yang sedang menggarap program pendidikan.
Awalnya mereka cuma berteman tapi tanpa disadari benih-benih cinta pun muncul. "Kami menjadi teman lalu jatuh cinta ini benar-benar ironi (sesuatu yang tidak diharapkan). Selama ini saya berpikir HIV akan menghalangi saya menemukan cinta," ungkap Shawn seperti dilansir dari Time, Rabu (2/12/2009).
Tapi cinta kedua manusia ini bukan cinta yang mulus. Gwen juga sempat berpacaran dengan orang lain. "Aku semula tidak yakin terhadap Shawn, tapi akhirnya aku meyakini orang ini memang mendapatkan aku. Aku merasa seperti akan menyesal jika tidak bersamanya," kata Gwen.
Tak hanya Gwen yang sempat bimbang, orangtua gadis cantik itu pun pada awalnya tidak menyukai hubungan mereka. Tetapi ibu Gwen akhirnya bergaul baik dengan Shawn karena mereka memiliki rasa humor yang sama.
Shawn menceritakan kisah cintanya dalam otobiografinya berjudul 'My Pet Virus: The True Story of a Rebel Without a Cure'. "Kami berhasil mengatasi rintangan, dan itu membawa kami jauh lebih dekat dari pada pasangan lain," tutur Shawn.
Saat ini Shawn dan Gwen telah menikah selama 5 tahun dan mereka menjadi pasangan serodiskordan atau salah satu pasangan terinfeksi HIV dan satunya tidak. Setiap berhubungan seks mereka menggunakan kondom sebagai strategi utama untuk mencegah penularannya.
Orang-orang yang hidup dengan HIV saat ini juga punya peluang hidup yang lebih panjang jika disiplin mengonsumsi obat antiviral.
Dr Charles Hicks dari Duke University Medical Center, Durham di North Carolina mengatakan peluang hidup penderita HIV bisa sampai 30 tahun.
"Sekarang, kita bicara tentang bagaimana Anda menjalani hidup dan kesehatan Anda dalam jangka panjang. Seks adalah bagian penting. Bagaimana Anda melakukan hal itu saat seseorang terkena HIV dan pasangannya tidak," kata Hicks.
Hicks sangat menganjurkan penggunaan kondom, tetapi mengakui realistis jika ada pasangan serodiskordan yang telah bersama-sama kadang tidak selalu menggunakannya.
"Kami tidak dapat menjamin bahwa orang yang tidak terinfeksi tidak akan terinfeksi, tapi penggunaan kondom dan mempertahankan pengobatan antiviral dapat meminimalkan risiko hampir nol," katanya.
Peluang pasangan serodiskordan untuk memiliki anak tanpa menulari penyakitnya ke pasangan atau anaknya pun terbuka.
Selama 12 tahun Dr Mark Sauer, direktur pusat reproduksi wanita di Columbia University Medical Center, telah menggunakan teknik pencucian sperma yang memisahkan sperma dari air mani yang membawa virus. Kemudian sperma disuntikkan ke dalam sel telur si ibu.(ir/detik.com/Desember 2 - 2009)
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Shawn Decker tertular HIV sejak kecil dari darah transfusi yang diterimanya karena dia adalah seorang penderita hemofili. Setelah dewasa, pria itu menyadari akan susah menemukan pujaan hatinya karena penyakit yang dideritanya.
Memang diakuinya sulit untuk membuka diri bahwa dia adalah penderita HIV. Namun pada usia 20 tahun, Shawn memutuskan untuk berterus terang akan HIV dan menulis tentang dirinya di blog.
Shawn bertemu dengan Gwenn Barringer,-- seorang gadis cantik yang memenangkan lomba kecantikan di Virginia,-- di sebuah organisasi layanan AIDS yang sedang menggarap program pendidikan.
Awalnya mereka cuma berteman tapi tanpa disadari benih-benih cinta pun muncul. "Kami menjadi teman lalu jatuh cinta ini benar-benar ironi (sesuatu yang tidak diharapkan). Selama ini saya berpikir HIV akan menghalangi saya menemukan cinta," ungkap Shawn seperti dilansir dari Time, Rabu (2/12/2009).
Tapi cinta kedua manusia ini bukan cinta yang mulus. Gwen juga sempat berpacaran dengan orang lain. "Aku semula tidak yakin terhadap Shawn, tapi akhirnya aku meyakini orang ini memang mendapatkan aku. Aku merasa seperti akan menyesal jika tidak bersamanya," kata Gwen.
Tak hanya Gwen yang sempat bimbang, orangtua gadis cantik itu pun pada awalnya tidak menyukai hubungan mereka. Tetapi ibu Gwen akhirnya bergaul baik dengan Shawn karena mereka memiliki rasa humor yang sama.
Shawn menceritakan kisah cintanya dalam otobiografinya berjudul 'My Pet Virus: The True Story of a Rebel Without a Cure'. "Kami berhasil mengatasi rintangan, dan itu membawa kami jauh lebih dekat dari pada pasangan lain," tutur Shawn.
Saat ini Shawn dan Gwen telah menikah selama 5 tahun dan mereka menjadi pasangan serodiskordan atau salah satu pasangan terinfeksi HIV dan satunya tidak. Setiap berhubungan seks mereka menggunakan kondom sebagai strategi utama untuk mencegah penularannya.
Orang-orang yang hidup dengan HIV saat ini juga punya peluang hidup yang lebih panjang jika disiplin mengonsumsi obat antiviral.
Dr Charles Hicks dari Duke University Medical Center, Durham di North Carolina mengatakan peluang hidup penderita HIV bisa sampai 30 tahun.
"Sekarang, kita bicara tentang bagaimana Anda menjalani hidup dan kesehatan Anda dalam jangka panjang. Seks adalah bagian penting. Bagaimana Anda melakukan hal itu saat seseorang terkena HIV dan pasangannya tidak," kata Hicks.
Hicks sangat menganjurkan penggunaan kondom, tetapi mengakui realistis jika ada pasangan serodiskordan yang telah bersama-sama kadang tidak selalu menggunakannya.
"Kami tidak dapat menjamin bahwa orang yang tidak terinfeksi tidak akan terinfeksi, tapi penggunaan kondom dan mempertahankan pengobatan antiviral dapat meminimalkan risiko hampir nol," katanya.
Peluang pasangan serodiskordan untuk memiliki anak tanpa menulari penyakitnya ke pasangan atau anaknya pun terbuka.
Selama 12 tahun Dr Mark Sauer, direktur pusat reproduksi wanita di Columbia University Medical Center, telah menggunakan teknik pencucian sperma yang memisahkan sperma dari air mani yang membawa virus. Kemudian sperma disuntikkan ke dalam sel telur si ibu.(ir/detik.com/Desember 2 - 2009)
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"
Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."
Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan
- A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
- B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
- C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
- D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
- E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
- F. Bpk. Irsan
- G. Ir. Ciputra - Jakarta
- H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
- I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
- J. Beni Prananto - Pengusaha
- K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
- L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
- M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
- N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
- O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
- P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
- Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
- R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
- S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
- T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
- U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
- V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
- W. Fanny Irwanto - Jakarta
- X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
- Y. Ir. Junna - Jakarta
- Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
- ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
- ZB. Christine - Intercon - Jakarta
- ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
- ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
- ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
- ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
- ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
- ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
- ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
- ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
- ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
- ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
- ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
- ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
- ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
- ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
- ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
- ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
- ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
- ZU. Justanti - USAID - Makassar
- ZV. Welian - Tangerang
- ZW. Dwiyono - Karawaci
- ZX. Essa Pujowati - Jakarta
- ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
- ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
- ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
- ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
- ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
- ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
- ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
- ZZF. Julia Bing - Semarang
- ZZG. Rika - Tanjung Karang
- ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
- ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
- ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
- ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI