Puasa Belanja
The Compact, sekelompok aktivis lingkungan Amerika, bertekad untuk puasa belanja selama setahun. Tidak membeli barang baru apa pun kecuali kebutuhan pokok. Hasilnya? Mereka belajar banyak. Seorang remaja berkata, “Banyak barang yang tadinya sangat kuinginkan, ternyata tidak kubutuhkan.” Seorang ibu menutup kartu kreditnya. Seorang bapak mengaku bisa lebih menghargai barang. Jika rusak, ia berusaha memperbaikinya dulu, tidak langsung membeli yang baru. Mereka menyimpulkan, perilaku konsumtif membuat kita berbelanja lebih dari yang kita butuhkan.
Waspadailah jebakan perilaku konsumtif. Iklan dan promosi terus meyakinkan kita bahwa hidup belumlah lengkap sebelum membeli produk mereka. Kita dipacu untuk menginginkan dan memperoleh semuanya. Jika dituruti terus, segala cara akan kita tempuh. Mulai dari menumpuk utang sampai bertengkar demi mendapat lebih banyak uang belanja. Doa pun bisa dipakai untuk memaksa Tuhan memenuhi daftar belanja.
Apakah Anda selalu merasa apa yang Anda miliki kurang? Apakah Anda resah jika belum memiliki benda yang banyak orang telah memilikinya? Apakah belanja Anda tak seimbang dengan penghasilan? Apakah doa Anda didominasi permintaan materi? Jika jawabnya “ya”, Anda tengah berada dalam jerat perilaku konsumtif. Bebaskan diri segera. Tak ada salahnya mencoba puasa belanja! Masalah kebanyakan orang bukanlah memiliki terlalu sedikit, melainkan berharap memiliki terlalu banyak. Penulis: Juswantori Ichwan, sumber: http://www.renunganharian.net/Email dari Bpk. Tefa.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
kesaksian hidup - #inspiring story - #kisah nyata - #mukjizat kehidupan - #sign and wonders - #miracles - inspirational christian story - nice story - true story - inspirational touching story - an amazing story: kisah orang biasa dengan pengalaman luar biasa - ordinary people living the extra-ordinary lives
Search This Blog
Showing posts with label Kebiasaan Buruk - Bad Habit. Show all posts
Showing posts with label Kebiasaan Buruk - Bad Habit. Show all posts
Tuesday, July 21, 2009
Tuesday, July 14, 2009
The Hatred Heart
Kisah ini sudah lama saya baca dan dengar, tetapi saya diingatkan lagi oleh email dari seorang Bapak tentang betapa busuknya kebencian. Hati yang dipenuhi dengan kebencian akan menyebarkan kebencian dan perasaan negatif kemana-mana.
Busuknya Kebencian
Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak (TK) mengadakan "permainan". Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa, bergantung jumlah orang-orang yang dibenci.
Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.
Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap.
Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.
Ibu Guru : "Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?"
Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi.
Guru pun menjelaskan apa arti dari "permainan" yang mereka lakukan.
Ibu Guru : "Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa. Apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? Alangkah tidak nyamannya ..." (Author: Unknown)
"When life gives you 100 reasons to cry
Show life that you have 1000 reasons to smile..
Face your past without regret..
Handle your present with confidence..
Prepare for future without fear."
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Busuknya Kebencian
Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak (TK) mengadakan "permainan". Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa, bergantung jumlah orang-orang yang dibenci.
Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.
Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap.
Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.
Ibu Guru : "Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?"
Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi.
Guru pun menjelaskan apa arti dari "permainan" yang mereka lakukan.
Ibu Guru : "Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa. Apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? Alangkah tidak nyamannya ..." (Author: Unknown)
"When life gives you 100 reasons to cry
Show life that you have 1000 reasons to smile..
Face your past without regret..
Handle your present with confidence..
Prepare for future without fear."
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Monday, January 12, 2009
The Way British Airways Handles Racism
Cara British Airways Menghadapi Rasialisme
Kisah nyata di bawah ini berlangsung dalam penerbangan British Airways antara Johannesburg dan London.
Seorang wanita kulit putih Afrika Selatan berusia sekitar 50 tahunan duduk di samping seorang pria berkulit hitam. Hal ini agaknya mengganggu wanita ini sehingga dia memanggil pramugari.
"Nyonya, ada masalah apa?" tanya pramugari.
"Anda tidak melihat apa yang terjadi?" tanya wanita itu.
"Anda menempatkan saya di samping pria berkulit hitam. Saya keberatan duduk di samping orang yang tergolong menjijikkan seperti itu. Berikan saya kursi pengganti!"
"Tolong tenang dulu," jawab sang pramugari. "Hampir semua kursi dalam pesawat ini telah terisi. Akan saya lihat dulu kalau-kalau masih ada kursi yang kosong.
Pramugari itu pun berlalu dan kembali lagi beberapa menit kemudian.
"Nyonya, seperti yang telah saya perkirakan, tidak ada lagi kursi kosong di kelas ekonomi. Saya sudah berbicara dengan kapten dan dia bilang kalau masih ada satu kursi kosong di kelas bisnis. Juga ada satu kursi kosong di kelas utama (first class)."
Sebelum wanita itu berkata apa-apa, pramugari itu pun melanjutkan kata-katanya:
"Perusahaan kami biasanya tidak memperbolehkan penumpang dari kelas ekonomi untuk duduk di kelas utama. Namun, dalam situasi semacam ini, kapten merasa bahwa akan sangat memalukan membiarkan seorang penumpang duduk di samping penumpang lain yang dirasanya begitu menjijikkan."
Pramugari itu lalu berpaling kepada pria berkulit hitam itu dan berkata:
"Karena itu, Tuan, jika Anda berkenan, silakan kemasi bawaan Anda, dan pindahlah ke bagian kelas utama."
Seketika itu juga, penumpang lain yang masih terkejut oleh apa yang baru saja terjadi, serentak berdiri dan memberi tepuk tangan penghormatan. Sebuah cara jitu untuk memerangi rasialisme baru saja ditunjukkan oleh British Airways. Sumber: Milis FEUI 77, kiriman Apelles Sinaulan.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Kisah nyata di bawah ini berlangsung dalam penerbangan British Airways antara Johannesburg dan London.
Seorang wanita kulit putih Afrika Selatan berusia sekitar 50 tahunan duduk di samping seorang pria berkulit hitam. Hal ini agaknya mengganggu wanita ini sehingga dia memanggil pramugari.
"Nyonya, ada masalah apa?" tanya pramugari.
"Anda tidak melihat apa yang terjadi?" tanya wanita itu.
"Anda menempatkan saya di samping pria berkulit hitam. Saya keberatan duduk di samping orang yang tergolong menjijikkan seperti itu. Berikan saya kursi pengganti!"
"Tolong tenang dulu," jawab sang pramugari. "Hampir semua kursi dalam pesawat ini telah terisi. Akan saya lihat dulu kalau-kalau masih ada kursi yang kosong.
Pramugari itu pun berlalu dan kembali lagi beberapa menit kemudian.
"Nyonya, seperti yang telah saya perkirakan, tidak ada lagi kursi kosong di kelas ekonomi. Saya sudah berbicara dengan kapten dan dia bilang kalau masih ada satu kursi kosong di kelas bisnis. Juga ada satu kursi kosong di kelas utama (first class)."
Sebelum wanita itu berkata apa-apa, pramugari itu pun melanjutkan kata-katanya:
"Perusahaan kami biasanya tidak memperbolehkan penumpang dari kelas ekonomi untuk duduk di kelas utama. Namun, dalam situasi semacam ini, kapten merasa bahwa akan sangat memalukan membiarkan seorang penumpang duduk di samping penumpang lain yang dirasanya begitu menjijikkan."
Pramugari itu lalu berpaling kepada pria berkulit hitam itu dan berkata:
"Karena itu, Tuan, jika Anda berkenan, silakan kemasi bawaan Anda, dan pindahlah ke bagian kelas utama."
Seketika itu juga, penumpang lain yang masih terkejut oleh apa yang baru saja terjadi, serentak berdiri dan memberi tepuk tangan penghormatan. Sebuah cara jitu untuk memerangi rasialisme baru saja ditunjukkan oleh British Airways. Sumber: Milis FEUI 77, kiriman Apelles Sinaulan.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Thursday, November 20, 2008
Begging
Pada suatu kesempatan bertemu dengan seorang pengusaha wanita tiga hari yang lalu, dia bercerita tentang pengalaman rohaninya, selain berbicara tentang bisnis dengan saya. Salah satu hal yang menarik adalah ketika dia mengaku sering diganggu oleh orang-orang yang meminta uang atau meminjam uang. Dia paling benci dengan orang yang meminta-minta bantuan keuangan.
"Kalau kamu perlu uang, jangan cari manusia! Jangan minta kepada manusia! Karena firman Tuhan katakan, 'Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia!' Kalau perlu uang, cari Tuhan, minta kepada Tuhan! Nanti Tuhan yang akan mengatur siapa yang harus Ia perintahkan untuk memberkati kamu." kata sang pengusaha wanita kepada seorang ibu yang tak tahu malu meminta-minta uang.
"Sudah bu! Kata Tuhan, saya harus meminta kepada Ibu!"
"Wah, kalau begitu, Tuhan kamu sama Tuhan saya lain. Tuhan tidak pernah perintahkan saya untuk membantu kamu koq!"
Pengalaman ibu pengusaha itu mengingatkan saya akan seseorang yang mengejar-ngejar saya dengan meminta sumbangan via SMS kepada saya. Saya tidak akan pernah meladeni permintaan seperti itu karena orang yang mengaku Pendeta ini tidak memahami cara kerja Tuhan untuk memberkati dirinya. Kalau orang ini sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan, maka saya ataupun orang lain akan digerakkan Tuhan untuk membantu orang itu. Di Kerajaaan Allah tidak ada pengemis, itu merendahkan Tuhan sebagai Raja di atas segala raja. Dia bukanlah Raja Pengemis seperti di dunia persilatan Kay Pang.
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
"Kalau kamu perlu uang, jangan cari manusia! Jangan minta kepada manusia! Karena firman Tuhan katakan, 'Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia!' Kalau perlu uang, cari Tuhan, minta kepada Tuhan! Nanti Tuhan yang akan mengatur siapa yang harus Ia perintahkan untuk memberkati kamu." kata sang pengusaha wanita kepada seorang ibu yang tak tahu malu meminta-minta uang.
"Sudah bu! Kata Tuhan, saya harus meminta kepada Ibu!"
"Wah, kalau begitu, Tuhan kamu sama Tuhan saya lain. Tuhan tidak pernah perintahkan saya untuk membantu kamu koq!"
Pengalaman ibu pengusaha itu mengingatkan saya akan seseorang yang mengejar-ngejar saya dengan meminta sumbangan via SMS kepada saya. Saya tidak akan pernah meladeni permintaan seperti itu karena orang yang mengaku Pendeta ini tidak memahami cara kerja Tuhan untuk memberkati dirinya. Kalau orang ini sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan, maka saya ataupun orang lain akan digerakkan Tuhan untuk membantu orang itu. Di Kerajaaan Allah tidak ada pengemis, itu merendahkan Tuhan sebagai Raja di atas segala raja. Dia bukanlah Raja Pengemis seperti di dunia persilatan Kay Pang.
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Thursday, August 14, 2008
Tragic Behaviour
Sebuah berita di Kompas.Com, Kamis, 24 Juli 2008 | 09:29 WIB
"JAKARTA, KAMIS-Istri seorang dokter spesialis anak, Renata Tan (49), tega menyiksa Septiana Maulina alias Lina, gadis yang bekerja di rumahnya, secara keji hingga tewas. Renata secara membabi buta memukuli, menjambak, dan membenturkan kepala Lina ke lantai.
Peristiwa tragis itu terjadi di rumah Renata di perumahan elit Kedoya Garden, Kedoya Selatan, Kebonjeruk, Jakarta Barat, Selasa (22/7) pagi. Tanpa alasan yang jelas, ibu tiga anak tersebut menyiksa Septiana Maulina alias Lina (l6), satu dari tiga wanita pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja di rumahnya.
Peristiwa yang menimpa Lina merupakan aksi ketiga Renata. Pada tahun 1991 dan 1996, Renata juga menyiksa hingga tewas dua wanita pembantunya. Renata diajukan ke sidang namun hakim membebaskan wanita itu dari segala tuntutan karena Renata dianggap berkepribadian ganda atau tidak bisa dimintai tanggung jawab atas perbuatannya."
Berita itu sungguh memilukan, karena keluarga Renata dilingkupi dengan hamba-hamba Tuhan. Adik iparnya adalah seorang dokter spesialis terkenal yang juga gembala dari beberapa gereja di Jakarta. Bagaimana kekristenan dapat menyembuhkan perilaku yang menyimpang seperti itu? Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan! Pembantu juga manusia, mereka sudah sangat berjasa kepada kita.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
"JAKARTA, KAMIS-Istri seorang dokter spesialis anak, Renata Tan (49), tega menyiksa Septiana Maulina alias Lina, gadis yang bekerja di rumahnya, secara keji hingga tewas. Renata secara membabi buta memukuli, menjambak, dan membenturkan kepala Lina ke lantai.
Peristiwa tragis itu terjadi di rumah Renata di perumahan elit Kedoya Garden, Kedoya Selatan, Kebonjeruk, Jakarta Barat, Selasa (22/7) pagi. Tanpa alasan yang jelas, ibu tiga anak tersebut menyiksa Septiana Maulina alias Lina (l6), satu dari tiga wanita pembantu rumah tangga (PRT) yang bekerja di rumahnya.
Peristiwa yang menimpa Lina merupakan aksi ketiga Renata. Pada tahun 1991 dan 1996, Renata juga menyiksa hingga tewas dua wanita pembantunya. Renata diajukan ke sidang namun hakim membebaskan wanita itu dari segala tuntutan karena Renata dianggap berkepribadian ganda atau tidak bisa dimintai tanggung jawab atas perbuatannya."
Berita itu sungguh memilukan, karena keluarga Renata dilingkupi dengan hamba-hamba Tuhan. Adik iparnya adalah seorang dokter spesialis terkenal yang juga gembala dari beberapa gereja di Jakarta. Bagaimana kekristenan dapat menyembuhkan perilaku yang menyimpang seperti itu? Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan! Pembantu juga manusia, mereka sudah sangat berjasa kepada kita.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Tuesday, April 1, 2008
The Bad Character
Beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang seorang hamba Tuhan dari luar negeri yang biasa melayani di Indonesia telah melakukan pelecehan seksual. Sampai sekarang orang ini masih berkhotbah di mana-mana.
Hal ini tidaklah aneh karena saya juga mendengar dari seorang hamba Tuhan lain bahwa ada pengkhotbah terkenal yang ketika ditegur sesama hamba Tuhan tentang perilaku amoralnya dengan wanita lain, ia bilang: "Semua orang kan punya kelemahan. Kelemahan anda apa misalnya?" Hamba Tuhan yang menegur itu menceritakan ini itu sebagai kelemahannya. "Nah, seperti anda punya kelemahan, saya juga punya kelemahan. Saya suka main perempuan, itu kelemahan saya. Jadi, gitu aja koq repot?" Wow, di atas mimbar bicara kekudusan, di luar mimbar ia mengumbar "kelemahan". Dan pengkhotbah yang suka main perempuan itu masih berkhotbah di mana-mana.
Suatu saat Tuhan akan mengadakan perhitungan dengan orang-orang semacam itu. "Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:22-23)
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Hal ini tidaklah aneh karena saya juga mendengar dari seorang hamba Tuhan lain bahwa ada pengkhotbah terkenal yang ketika ditegur sesama hamba Tuhan tentang perilaku amoralnya dengan wanita lain, ia bilang: "Semua orang kan punya kelemahan. Kelemahan anda apa misalnya?" Hamba Tuhan yang menegur itu menceritakan ini itu sebagai kelemahannya. "Nah, seperti anda punya kelemahan, saya juga punya kelemahan. Saya suka main perempuan, itu kelemahan saya. Jadi, gitu aja koq repot?" Wow, di atas mimbar bicara kekudusan, di luar mimbar ia mengumbar "kelemahan". Dan pengkhotbah yang suka main perempuan itu masih berkhotbah di mana-mana.
Suatu saat Tuhan akan mengadakan perhitungan dengan orang-orang semacam itu. "Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:22-23)
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Monday, September 10, 2007
A Christian Gambler
Ketika saya selesai berkhotbah dalam Persekutuan Doa Kantor pada hari Jumat yang lalu, teman saya bilang,"Tadi khotbahnya mengena banget buat seorang bapak."
"Bagian yang mana?"
"Ketika bapak menceritakan tentang dasar bangunan, ada yang dibangun di atas dasar yang kokoh dan ada yang dibangun di atas pasir dan disertai ilustrasi: Ada aktivis gereja yang karena sakit hati dengan orang Kristen lain, maka ia menjauhi pertemuan-pertemuan ibadah. Ia meninggalkan gereja dan hidup dengan kekuatannya sendiri. Ia ingin sukses dan diberkati dengan caranya sendiri. Bahkan ia meminta tolong dukun, paranormal dan kuasa-kuasa kegelapan. Dari pelayan Tuhan sekarang menjadi pelayan Hantu. Pada waktu bapak menceritakan ilustrasi itu, saya tidak berani menatap bapak anu karena takut tersinggung. Bagian khotbah itu mengena dia."
Rupanya karyawan kantor itu menceritakan sebagian kisah kehidupannya kepada teman saya yang sama-sama melayani di suatu Persekutuan Doa itu. Ia bercerita bahwa ia ingin sekali menangkap hantu. "Buat apa?" tanya teman saya. "Saya akan paksa hantu itu memberitahukan nomor togel!" Padahal dia orang percaya dan ingin hidup lebih sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Teman saya tertawa di dalam hati, "Koq ada orang Kristen yang polos seperti itu? Mau ikut Tuhan, tapi masih minta bantuan kuasa kegelapan untuk mendapatkan berkat materi."
Rasul Yakobus mengatakan orang seperti itu adalah orang yang mendua hati, satu kaki berjejak di jalan Tuhan, satu kaki berjejak di jalan dunia yang dikuasai setan. Orang yang mendua hati tidak akan mendapat apa-apa yang baik dari Tuhan.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
"Bagian yang mana?"
"Ketika bapak menceritakan tentang dasar bangunan, ada yang dibangun di atas dasar yang kokoh dan ada yang dibangun di atas pasir dan disertai ilustrasi: Ada aktivis gereja yang karena sakit hati dengan orang Kristen lain, maka ia menjauhi pertemuan-pertemuan ibadah. Ia meninggalkan gereja dan hidup dengan kekuatannya sendiri. Ia ingin sukses dan diberkati dengan caranya sendiri. Bahkan ia meminta tolong dukun, paranormal dan kuasa-kuasa kegelapan. Dari pelayan Tuhan sekarang menjadi pelayan Hantu. Pada waktu bapak menceritakan ilustrasi itu, saya tidak berani menatap bapak anu karena takut tersinggung. Bagian khotbah itu mengena dia."
Rupanya karyawan kantor itu menceritakan sebagian kisah kehidupannya kepada teman saya yang sama-sama melayani di suatu Persekutuan Doa itu. Ia bercerita bahwa ia ingin sekali menangkap hantu. "Buat apa?" tanya teman saya. "Saya akan paksa hantu itu memberitahukan nomor togel!" Padahal dia orang percaya dan ingin hidup lebih sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Teman saya tertawa di dalam hati, "Koq ada orang Kristen yang polos seperti itu? Mau ikut Tuhan, tapi masih minta bantuan kuasa kegelapan untuk mendapatkan berkat materi."
Rasul Yakobus mengatakan orang seperti itu adalah orang yang mendua hati, satu kaki berjejak di jalan Tuhan, satu kaki berjejak di jalan dunia yang dikuasai setan. Orang yang mendua hati tidak akan mendapat apa-apa yang baik dari Tuhan.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Tuesday, September 4, 2007
From Broken Homes to Broken Homes
Kisah ini membuktikan bahwa apa yang kita tabur pasti akan kita tuai. Pdt. Hengky So mengisahkan seorang laki-laki di Makasar sana yang memiliki tiga isteri resmi, dan banyak lagi hubungan perselingkuhan yang dilakukannya. Anak pertama, seorang dokter, menikah dengan wanita dari agama lain. Pernikahannya kandas di tengah jalan. Adiknya, seorang perempuan, hamil sebelum menikah lalu bercerai. Adik laki-lakinya menikah baik-baik, namun isterinya kemudian selingkuh dan pasangan ini juga bubar. Anak perempuan berikutnya diperkosa laki-laki tak bertanggung jawab. Kehidupan pernikahan semua anak-anaknya berantakan. Tidak ada pernikahan harmonis dalam garis keturunannya. Apa yang diperbuat laki-laki ini ternyata menghasilkan kutuk yang menurun.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Wednesday, August 15, 2007
Kasih Karunia
Di Yayasan Mahanaim (Bekasi) mantan pemulung dan penodong diberi makan dan uang beberapa ribu rupiah per hari. Pada suatu hari seorang mantan penodong berkata kepada Iin Tjipto Wenas sebagai pembimbing rohaninya: "Bu, jika saya diberi uang sebanyak itu, tidak cukup. Dulu waktu masih jadi penodong biasanya saya mendapat Rp. 100.000,00 per hari.
"Saya tidak dapat memberi kamu uang sejumlah itu," kata Iin.
"Kalau begitu, saya minta ijin satu kali ini saja untuk menodong."
"Coba saja, tetapi kamu bertanya dulu kepada Roh Kudus. Boleh tidak?"
Dia lalu berdoa, dan katanya lagi kepada Iin, "Oleh Tuhan dibolehkan pergi." "Ya, pergilah," jawab Iin. Kemudian dia pergi ke tempat pertemuan gangnya.
Temannya bertanya, "Sudah tiga bulan kamu tidak kelihatan, ke mana saja?" "Aku sudah bertobat tiga bulan ini, tetapi sekarang ini aku tidak kuat, ingin menodong lagi." Lalu temannya berkata, "Kamu ini sudah bertobat ingin kembali lagi, sedangkan aku ingin bertobat, tidak bisa. Sudah, jangan menodong lagi, ini aku beri kamu uang. Kamu butuh berapa? Kamu bertobat saja." Temannya ini dipakai Tuhan supaya dia tidak melakukan dosa lagi, karena sebelumnya dia sudah berdoa.
Dengan hati terbuka kita perhatikan dengan seksama bahwa, cara Tuhan itu bukan cara kita. Yang dapat mengubah adalah Tuhan Yesus dengan pertolongan Roh Kudus. Itulah sebabnya, selalu berkomunikasi dengan Roh Kudus, menjadi pelajaran penting. Kita mungkin juga seperti penodong itu dalam hal dosa-dosa.
Ini pengalaman Drg. Yusak Tjipto sendiri. Pada suatu hari dosa mata keranjangnya kambuh lagi dan ia berkata kepada Tuhan, "Tuhan, mata keranjang saya kambuh lagi." Lalu Tuhan berkata, "Aku tidak suka!" Ia berkata, "Yang tidak suka itu Engkau, tetapi aku suka. Jika kambuh begini, bagaimana? Tolong saya, Tuhan!" Tuhan tidak menjawab, dan ia anggap Tuhan setuju. Lalu ia berencana untuk datang ke rumah perempuan yang ditaksirnya itu, padahal Yusak Tjipto sudah beristri. Saat siap-siap untuk berangkat, ketika ia masih di dalam kamar, entah mengapa, seperti ada yang menariknya untuk menengok ke tembok. Dan di situ, ia melihat mata Tuhan.
Yusak Tjipto terkejut lalu berkata kepada Tuhan, "Tuhan, kenapa mata-Mu ada di tembok?" Tuhan berkata, "Kamu diberitahu tidak taat, dicegah tidak bisa, jadi caranya Aku langsung lihat saja." Ia berkata, "Tuhan, aku akan berbuat dosa kenapa Engkau lihat?" Akibatnya ia tidak jadi berbuat dosa, karena mata Tuhan terus memandanginya.
Itulah cara Tuhan. Belajarlah jujur di hadapan-Nya, bersikap apa adanya, maka Tuhan pasti akan menolong dan mengarahkan kita. Namun kita jangan menantang seperti kedua orang di atas. Tidak selalu Tuhan mencurahkan kasih karunia-Nya kepada setiap orang sehingga pada saat-saat akhir sebelum berbuat dosa kita ditolong-Nya. Kalau kita dibiarkan berbuat dosa karena kita tetap membandel, bagaimana? Rugi sendiri.
(Dari buku "Garis Akhir", ditulis oleh Drg. Yusak Tjipto, diedit seperlunya supaya enak dibaca)
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
"Saya tidak dapat memberi kamu uang sejumlah itu," kata Iin.
"Kalau begitu, saya minta ijin satu kali ini saja untuk menodong."
"Coba saja, tetapi kamu bertanya dulu kepada Roh Kudus. Boleh tidak?"
Dia lalu berdoa, dan katanya lagi kepada Iin, "Oleh Tuhan dibolehkan pergi." "Ya, pergilah," jawab Iin. Kemudian dia pergi ke tempat pertemuan gangnya.
Temannya bertanya, "Sudah tiga bulan kamu tidak kelihatan, ke mana saja?" "Aku sudah bertobat tiga bulan ini, tetapi sekarang ini aku tidak kuat, ingin menodong lagi." Lalu temannya berkata, "Kamu ini sudah bertobat ingin kembali lagi, sedangkan aku ingin bertobat, tidak bisa. Sudah, jangan menodong lagi, ini aku beri kamu uang. Kamu butuh berapa? Kamu bertobat saja." Temannya ini dipakai Tuhan supaya dia tidak melakukan dosa lagi, karena sebelumnya dia sudah berdoa.
Dengan hati terbuka kita perhatikan dengan seksama bahwa, cara Tuhan itu bukan cara kita. Yang dapat mengubah adalah Tuhan Yesus dengan pertolongan Roh Kudus. Itulah sebabnya, selalu berkomunikasi dengan Roh Kudus, menjadi pelajaran penting. Kita mungkin juga seperti penodong itu dalam hal dosa-dosa.
Ini pengalaman Drg. Yusak Tjipto sendiri. Pada suatu hari dosa mata keranjangnya kambuh lagi dan ia berkata kepada Tuhan, "Tuhan, mata keranjang saya kambuh lagi." Lalu Tuhan berkata, "Aku tidak suka!" Ia berkata, "Yang tidak suka itu Engkau, tetapi aku suka. Jika kambuh begini, bagaimana? Tolong saya, Tuhan!" Tuhan tidak menjawab, dan ia anggap Tuhan setuju. Lalu ia berencana untuk datang ke rumah perempuan yang ditaksirnya itu, padahal Yusak Tjipto sudah beristri. Saat siap-siap untuk berangkat, ketika ia masih di dalam kamar, entah mengapa, seperti ada yang menariknya untuk menengok ke tembok. Dan di situ, ia melihat mata Tuhan.
Yusak Tjipto terkejut lalu berkata kepada Tuhan, "Tuhan, kenapa mata-Mu ada di tembok?" Tuhan berkata, "Kamu diberitahu tidak taat, dicegah tidak bisa, jadi caranya Aku langsung lihat saja." Ia berkata, "Tuhan, aku akan berbuat dosa kenapa Engkau lihat?" Akibatnya ia tidak jadi berbuat dosa, karena mata Tuhan terus memandanginya.
Itulah cara Tuhan. Belajarlah jujur di hadapan-Nya, bersikap apa adanya, maka Tuhan pasti akan menolong dan mengarahkan kita. Namun kita jangan menantang seperti kedua orang di atas. Tidak selalu Tuhan mencurahkan kasih karunia-Nya kepada setiap orang sehingga pada saat-saat akhir sebelum berbuat dosa kita ditolong-Nya. Kalau kita dibiarkan berbuat dosa karena kita tetap membandel, bagaimana? Rugi sendiri.
(Dari buku "Garis Akhir", ditulis oleh Drg. Yusak Tjipto, diedit seperlunya supaya enak dibaca)
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Tuesday, June 26, 2007
Stop Smoking
Seorang teman yang baru saya kenal, sebut saja namanya Benny, bertanya kepada saya, “Memangnya sekarang ini kalau kita bersalah langsung ditegur?”
“Ada apa sih?”
“Begini yang saya alami, ketika saya merokok lagi, langsung anak saya sakit typhus, lalu saya kena sakit perut yang aneh. Sakit ini sudah berlangsung tiga bulan sampai saat ini. Gara-garanya saya membeli sebungkus rokok, isi 12, yang 11 saya buang, yang satu saya isap. Sejak itu saya kena sakit perut hebat, mual-mual, dan anak saya sakit. Padahal anak saya waktu itu harus segera ke New Zealand, kuliah Kedokteran di sana.”
“Wah, kalau Tuhan langsung tegor bapak,” saya bilang, “itu artinya bapak disayang Tuhan! Soalnya, ‘kan banyak anak Tuhan yang tetap merokok dan dibiarkan terus sampai mati kena sakit kanker paru-paru.”
“Ya, saya ‘kan cuma mengisap sebatang. Itupun paling sekali dalam tiga bulan.”
“Coba, pak Benny. Kalau bapak setia selama 360 hari kepada isteri, tapi 5 hari selingkuh, gimana? Selingkuh satu haripun akan jadi masalah kan? Lagian, kalau bapak tetap merokok, bapak tidak akan betah tinggal di sorga nantinya, karena di sorga tidak ada yang jual rokok.”
“Jadi, gimana, sudah tobat dengan rokok?”
“Ya, sudah. Tapi kalau sudah sembuh, saya bisa beli satu bungkus isi 12 dan yang sebelas saya buang, tapi yang satu diisap lagi. Padahal saya tahu, tubuh ini adalah bait Allah. Saya pernah beli rokok di Singapura, sudah mahal, kita disodori gambar atau foto orang yang kena sakit kanker paru-paru. Saya tahu semua itu, tapi saya susah berhenti merokok.”
“Ya, itu namanya tobat cabe, tobat waktu kepedasan, sesudah itu kumat lagi ya?”
“Nah, gimana caranya supaya tobat total?”
Seorang teman lain yang juga ikut dalam percakapan ini dan punya pengalaman yang sama, berkata, “Pak Benny, dulu saya juga perokok seperti bapak. Jatuh bangun untuk berhenti merokok itu. Saya pernah ditumpangi tangan oleh hamba-hamba Tuhan yang terkenal untuk berhenti merokok. Tapi tidak ada yang mempan. Sampai seseorang bilang kepada saya, ‘Lu kudu benci ama rokok!’ Sejak saat itu saya menetapkan hati untuk membenci rokok. Saya membenci bau asap rokok. Hati saya tidak suka bau rokok. Sejak itu, puji Tuhan, saya dapat berhenti merokok sampai saat ini. Sekarang ini kalau saya berdekatan dengan orang yang merokok, saya tidak tahan, saya pusing dan mual.”
Setelah itu kami mendoakan pak Benny agar ia terlepas dari keterikatan pada rokok dan kiranya Tuhan menyembuhkan sakit perut dan lambungnya.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
“Ada apa sih?”
“Begini yang saya alami, ketika saya merokok lagi, langsung anak saya sakit typhus, lalu saya kena sakit perut yang aneh. Sakit ini sudah berlangsung tiga bulan sampai saat ini. Gara-garanya saya membeli sebungkus rokok, isi 12, yang 11 saya buang, yang satu saya isap. Sejak itu saya kena sakit perut hebat, mual-mual, dan anak saya sakit. Padahal anak saya waktu itu harus segera ke New Zealand, kuliah Kedokteran di sana.”
“Wah, kalau Tuhan langsung tegor bapak,” saya bilang, “itu artinya bapak disayang Tuhan! Soalnya, ‘kan banyak anak Tuhan yang tetap merokok dan dibiarkan terus sampai mati kena sakit kanker paru-paru.”
“Ya, saya ‘kan cuma mengisap sebatang. Itupun paling sekali dalam tiga bulan.”
“Coba, pak Benny. Kalau bapak setia selama 360 hari kepada isteri, tapi 5 hari selingkuh, gimana? Selingkuh satu haripun akan jadi masalah kan? Lagian, kalau bapak tetap merokok, bapak tidak akan betah tinggal di sorga nantinya, karena di sorga tidak ada yang jual rokok.”
“Jadi, gimana, sudah tobat dengan rokok?”
“Ya, sudah. Tapi kalau sudah sembuh, saya bisa beli satu bungkus isi 12 dan yang sebelas saya buang, tapi yang satu diisap lagi. Padahal saya tahu, tubuh ini adalah bait Allah. Saya pernah beli rokok di Singapura, sudah mahal, kita disodori gambar atau foto orang yang kena sakit kanker paru-paru. Saya tahu semua itu, tapi saya susah berhenti merokok.”
“Ya, itu namanya tobat cabe, tobat waktu kepedasan, sesudah itu kumat lagi ya?”
“Nah, gimana caranya supaya tobat total?”
Seorang teman lain yang juga ikut dalam percakapan ini dan punya pengalaman yang sama, berkata, “Pak Benny, dulu saya juga perokok seperti bapak. Jatuh bangun untuk berhenti merokok itu. Saya pernah ditumpangi tangan oleh hamba-hamba Tuhan yang terkenal untuk berhenti merokok. Tapi tidak ada yang mempan. Sampai seseorang bilang kepada saya, ‘Lu kudu benci ama rokok!’ Sejak saat itu saya menetapkan hati untuk membenci rokok. Saya membenci bau asap rokok. Hati saya tidak suka bau rokok. Sejak itu, puji Tuhan, saya dapat berhenti merokok sampai saat ini. Sekarang ini kalau saya berdekatan dengan orang yang merokok, saya tidak tahan, saya pusing dan mual.”
Setelah itu kami mendoakan pak Benny agar ia terlepas dari keterikatan pada rokok dan kiranya Tuhan menyembuhkan sakit perut dan lambungnya.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Friday, June 22, 2007
Say No To Pornography
Saya tidak terlalu ingat kapan semuanya dimulai. Yang saya tahu, kelahiran saya tidak diinginkan oleh kedua orang tua saya. Saya sempat hendak digugurkan ketika saya masih bayi. Saya tidak tahu apakah itu penyebab semua kenakalan saya. Yang pasti, saya pernah terjerumus dalam pornografi cukup lama.
Berawal dari rasa ingin tahu, saya meminjam VCD porno dari seorang teman yang berasal dari luar sekolah. Saya menontonnya di kamar. Pertama kali menonton, saya sempat merasa diri kotor. Tetapi lama-kelamaan saya jadi terbiasa sehingga terikat dan sulit keluar dari sana. Saya juga sering masturbasi setelah menontonnya. Tanpa saya sadari, saya semakin terikat dengan kebiasaan buruk itu.
Saya sering pergi mencari dan mengoleksi VCD-VCD tersebut. Beberapa koleksi saya adalah pemberian teman-teman yang juga menyukai pornografi, selebihnya sengaja saya beli. Pada akhirnya saya menjadikan koleksi saya itu sebagai tumpuan hidup saya. Saya berbisnis VCD porno itu. Bisnis jual beli ini terus berlangsung dari SMA kelas satu sampai kelas tiga. Biasanya saya menjualnya dengan harga enam kali lipat dari harga asalnya.
Jual beli bisnis VCD porno itu sebenarnya berawal dari judi permainan kartu. Awalnya saya main kartu hanya ingin tahu karena penasaran. Setelah beberapa kali main kartu dengan taruhan lumayan, ternyata saya menang. Sejak itu saya menjadi ketagihan. Saya tidak dapat berhenti. Lama kelamaan judi main kartu ini menjadi kebiasaan.
Tiap istirahat sekolah saya selalu main kartu. Pada akhirnya jam main kartu saya lebih banyak dari pada waktu belajar saya. Sebenarnya saya cuma menang beberapa kali, kemudian mengalami kekalahan beruntun sehingga utang saya menumpuk. Saya terpaksa menyisihkan uang jajan untuk melunasi utang judi tersebut. Karena seringkali uang jajan saya habis terpakai, maka saya mencari uang tambahan dari jual beli VCD porno tersebut.
Benar kata pepatah, “ulah bisa karena biasa”. Ketika duduk di bangku SMA kelas satu, saya dan teman-teman mengunjungi salah satu diskotik ternama di Surabaya. Saya belum pernah ke diskotik sebelumnya. Tetapi saya merasa mudah sekali beradaptasi dengan suasananya karena saya terbiasa mendengar lagu-lagu house music yang selalu saya setel di kamar. Biasanya sebelum melantai dan berdisko, kami duduk-duduk di sofa yang tersedia sambil minum bir. Karena semua hal di atas itulah, saya dikenal sebagai murid yang sulit diatur. Saya sempat tidak naik kelas karena berkelahi dengan guru yang merupakan Wakil Kepala Sekolah.
Jujur, di dalam hati saya yang terdalam sebenarnya tidak ada keinginan atau kesadaran untuk bertobat. Saya merasa hidup saya baik-baik saja sampai saya menerima traktat “A Trip To Hell” yang di dalamnya terselip undangan KKR pada tahun 2000, pada saat saya duduk di bangku SMA kelas satu.
Saya sempat membaca kisah tentang orang-orang berdosa yang dihukum di neraka di dalam traktat tersebut. Saya gemetar sewaktu membacanya. Saya merasa diri sayalah yang diceritakan dalam traktat tersebut.
Saya sempat ingin datang ke KKR itu, tetapi tidak bisa karena terbentur jam sekolah. Kebetulan waktu itu sekolah saya masuk siang dan pulangnya malam. Setelah itu saya beberapa kali menerima undangan yang serupa, tetapi saya abaikan saja.
Pada tanggal 18 Agustus 2002, saya kembali menerima undangan KKR itu. Dibagi oleh siapa, saya tidak tahu. Tiba-tiba saja undangan itu sudah ada di meja saya. Saya cuma meliriknya sekilas dan melupakannya. Saya tidak mau membacanya lagi. Saya juga tidak mau pergi ke KKR itu. Saya baru berubah pikiran setelah teman saya bercerita bahwa di KKR saya bisa “cuci mata”.
Malam itu Pdt. Philip Mantofa berkhotbah tentang “Jangan Mendukakan Roh Kudus”. Sejenak saya sempat diliputi perasaan malu karena dosa-dosa saya seolah-olah ditelanjangi di depan umum. Hanya saja saya masih tetap mengeraskan hati. Ketika undangan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi serta memperbaiki komitmen kepada Kristus ditawarkan oleh Pdt. Philip, saya tidak meresponinya.
Saya terpaksa keluar dari kursi karena saya melihat semua orang keluar menuju panggung. Saya tidak punya pilihan lain. Tetapi saya tidak mau bertindak bodoh. Saya memilih tempat di barisan paling belakang. Saya pikir itu tempat teraman untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Anehnya, hari itu saya ditunjuk untuk maju pertama kalinya oleh Pdt. Philip. Dalam perjalanan ke depan, belum sampai di depan altar, tiba-tiba saja saya jatuh rebah.
Baru kali itu saya merasakan rebah di dalam hadirat Tuhan. Waktu saya rebah, saya merasakan kasih Tuhan melingkupi saya. Ia menjamah saya sehingga saya menangis. Saya merasa Tuhan sayang sekali kepada saya. Selama ini saya enggan mendekat kepada-Nya karena saya kecewa dengan keadaan saya. Tetapi hari itu segalanya mendadak berubah.
Pada saat yang bersamaan saya memutuskan untuk berhenti berbuat dosa dan meminta ampun kepada Tuhan. Saat mengucapkan janji itu mulut saya bergetar hebat dan saya berbahasa roh. Saya tidak tahu saya berbicara apa pada saat itu. Saya hanya merasa lidah saya bergetar. Beberapa saat kemudian setelah semuanya usai, saya telah berdiri di antara kerumunan orang banyak, menunggu giliran dibaptis. Ketika diberi kesempatan untuk mendeklarasikan iman di kolam baptisan itulah saya mengucapkan kalimat ini, “Iblis, engkau sudah kalah! Hari ini saya menjadi milik Tuhan, bukan milikmu lagi! Saya sudah bertobat.”
Pulang dari KKR, saya mengalami kasih mula-mula dengan Tuhan. Saya menyembah Tuhan dan menyanyikan lagu “Allah Roh Kudus” di kamar saya. Kembali saya dijamah Tuhan sampai menangis. Saya berdoa dan minta ampun kepada-Nya. Di hati saya mulai ada kerinduan untuk berdoa. Hari itu juga saya mengambil semua koleksi VCD porno saya dan menghancurkannya dalam nama Yesus.
Pentungan berujung paku, yang biasanya saya pakai untuk berkelahi, saya hancurkan dan saya buang. Satu pak rokok yang selama ini saya simpan, tak luput dari pembersihan. Rokok itu saya buang. Dulu saya merasa sayang membuangnya, tetapi hari itu saya rela memusnahkannya.
Keesokan harinya teman-teman saya menawari “barang-barang” seperti biasanya. Saya menolaknya. Saya menjelaskan kepada mereka kalau saya sudah bertobat. Mereka heran sekali bagaimana saya yang sudah rusak begitu dapat berubah 180 derajat. Hari-hari itu saya belajar untuk hidup kudus. Hal itu dimulai dengan perkara-perkara kecil, seperti tidak menyontek di sekolah. Saya meminta maaf kepada semua teman, guru dan Wakil Kepala Sekolah yang pernah saya jahati. Perubahan hidup saya itu terlihat oleh sekeliling saya.
Hidup seperti itu tidaklah mudah seperti yang saya bayangkan semula. Beberapa kali saya jatuh bangun, tetapi saya tetap berusaha bangkit kembali. Kehidupan rohani saya setelah itu benar-benar jauh dari yang saya bayangkan. Bagaikan anak panah yang melesat dari busurnya, kerohanian saya terus menanjak ke atas.
Bagi saya KKR “A Trip To Hell” lebih istimewa dari pada hari ulang tahun saya sendiri karena pada hari itu perubahan hidup saya dimulai. Saya telah berpindah dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Saya telah berpindah dari kebinasaan kepada kehidupan yang kekal. Saya telah berpindah dari hamba dosa kepada hamba Tuhan. Saya telah berpindah dari hidup yang sia-sia kepada hidup yang berkemenangan.
Kesaksian sdr. Tommy ini diambil dari Buku "Iblis! Dalam Nama Yesus! Lepaskan!" karya Pdt. Philip Mantofa bersama Sianne Ribkah M.H., halaman 30-35. Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Berawal dari rasa ingin tahu, saya meminjam VCD porno dari seorang teman yang berasal dari luar sekolah. Saya menontonnya di kamar. Pertama kali menonton, saya sempat merasa diri kotor. Tetapi lama-kelamaan saya jadi terbiasa sehingga terikat dan sulit keluar dari sana. Saya juga sering masturbasi setelah menontonnya. Tanpa saya sadari, saya semakin terikat dengan kebiasaan buruk itu.
Saya sering pergi mencari dan mengoleksi VCD-VCD tersebut. Beberapa koleksi saya adalah pemberian teman-teman yang juga menyukai pornografi, selebihnya sengaja saya beli. Pada akhirnya saya menjadikan koleksi saya itu sebagai tumpuan hidup saya. Saya berbisnis VCD porno itu. Bisnis jual beli ini terus berlangsung dari SMA kelas satu sampai kelas tiga. Biasanya saya menjualnya dengan harga enam kali lipat dari harga asalnya.
Jual beli bisnis VCD porno itu sebenarnya berawal dari judi permainan kartu. Awalnya saya main kartu hanya ingin tahu karena penasaran. Setelah beberapa kali main kartu dengan taruhan lumayan, ternyata saya menang. Sejak itu saya menjadi ketagihan. Saya tidak dapat berhenti. Lama kelamaan judi main kartu ini menjadi kebiasaan.
Tiap istirahat sekolah saya selalu main kartu. Pada akhirnya jam main kartu saya lebih banyak dari pada waktu belajar saya. Sebenarnya saya cuma menang beberapa kali, kemudian mengalami kekalahan beruntun sehingga utang saya menumpuk. Saya terpaksa menyisihkan uang jajan untuk melunasi utang judi tersebut. Karena seringkali uang jajan saya habis terpakai, maka saya mencari uang tambahan dari jual beli VCD porno tersebut.
Benar kata pepatah, “ulah bisa karena biasa”. Ketika duduk di bangku SMA kelas satu, saya dan teman-teman mengunjungi salah satu diskotik ternama di Surabaya. Saya belum pernah ke diskotik sebelumnya. Tetapi saya merasa mudah sekali beradaptasi dengan suasananya karena saya terbiasa mendengar lagu-lagu house music yang selalu saya setel di kamar. Biasanya sebelum melantai dan berdisko, kami duduk-duduk di sofa yang tersedia sambil minum bir. Karena semua hal di atas itulah, saya dikenal sebagai murid yang sulit diatur. Saya sempat tidak naik kelas karena berkelahi dengan guru yang merupakan Wakil Kepala Sekolah.
Jujur, di dalam hati saya yang terdalam sebenarnya tidak ada keinginan atau kesadaran untuk bertobat. Saya merasa hidup saya baik-baik saja sampai saya menerima traktat “A Trip To Hell” yang di dalamnya terselip undangan KKR pada tahun 2000, pada saat saya duduk di bangku SMA kelas satu.
Saya sempat membaca kisah tentang orang-orang berdosa yang dihukum di neraka di dalam traktat tersebut. Saya gemetar sewaktu membacanya. Saya merasa diri sayalah yang diceritakan dalam traktat tersebut.
Saya sempat ingin datang ke KKR itu, tetapi tidak bisa karena terbentur jam sekolah. Kebetulan waktu itu sekolah saya masuk siang dan pulangnya malam. Setelah itu saya beberapa kali menerima undangan yang serupa, tetapi saya abaikan saja.
Pada tanggal 18 Agustus 2002, saya kembali menerima undangan KKR itu. Dibagi oleh siapa, saya tidak tahu. Tiba-tiba saja undangan itu sudah ada di meja saya. Saya cuma meliriknya sekilas dan melupakannya. Saya tidak mau membacanya lagi. Saya juga tidak mau pergi ke KKR itu. Saya baru berubah pikiran setelah teman saya bercerita bahwa di KKR saya bisa “cuci mata”.
Malam itu Pdt. Philip Mantofa berkhotbah tentang “Jangan Mendukakan Roh Kudus”. Sejenak saya sempat diliputi perasaan malu karena dosa-dosa saya seolah-olah ditelanjangi di depan umum. Hanya saja saya masih tetap mengeraskan hati. Ketika undangan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi serta memperbaiki komitmen kepada Kristus ditawarkan oleh Pdt. Philip, saya tidak meresponinya.
Saya terpaksa keluar dari kursi karena saya melihat semua orang keluar menuju panggung. Saya tidak punya pilihan lain. Tetapi saya tidak mau bertindak bodoh. Saya memilih tempat di barisan paling belakang. Saya pikir itu tempat teraman untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Anehnya, hari itu saya ditunjuk untuk maju pertama kalinya oleh Pdt. Philip. Dalam perjalanan ke depan, belum sampai di depan altar, tiba-tiba saja saya jatuh rebah.
Baru kali itu saya merasakan rebah di dalam hadirat Tuhan. Waktu saya rebah, saya merasakan kasih Tuhan melingkupi saya. Ia menjamah saya sehingga saya menangis. Saya merasa Tuhan sayang sekali kepada saya. Selama ini saya enggan mendekat kepada-Nya karena saya kecewa dengan keadaan saya. Tetapi hari itu segalanya mendadak berubah.
Pada saat yang bersamaan saya memutuskan untuk berhenti berbuat dosa dan meminta ampun kepada Tuhan. Saat mengucapkan janji itu mulut saya bergetar hebat dan saya berbahasa roh. Saya tidak tahu saya berbicara apa pada saat itu. Saya hanya merasa lidah saya bergetar. Beberapa saat kemudian setelah semuanya usai, saya telah berdiri di antara kerumunan orang banyak, menunggu giliran dibaptis. Ketika diberi kesempatan untuk mendeklarasikan iman di kolam baptisan itulah saya mengucapkan kalimat ini, “Iblis, engkau sudah kalah! Hari ini saya menjadi milik Tuhan, bukan milikmu lagi! Saya sudah bertobat.”
Pulang dari KKR, saya mengalami kasih mula-mula dengan Tuhan. Saya menyembah Tuhan dan menyanyikan lagu “Allah Roh Kudus” di kamar saya. Kembali saya dijamah Tuhan sampai menangis. Saya berdoa dan minta ampun kepada-Nya. Di hati saya mulai ada kerinduan untuk berdoa. Hari itu juga saya mengambil semua koleksi VCD porno saya dan menghancurkannya dalam nama Yesus.
Pentungan berujung paku, yang biasanya saya pakai untuk berkelahi, saya hancurkan dan saya buang. Satu pak rokok yang selama ini saya simpan, tak luput dari pembersihan. Rokok itu saya buang. Dulu saya merasa sayang membuangnya, tetapi hari itu saya rela memusnahkannya.
Keesokan harinya teman-teman saya menawari “barang-barang” seperti biasanya. Saya menolaknya. Saya menjelaskan kepada mereka kalau saya sudah bertobat. Mereka heran sekali bagaimana saya yang sudah rusak begitu dapat berubah 180 derajat. Hari-hari itu saya belajar untuk hidup kudus. Hal itu dimulai dengan perkara-perkara kecil, seperti tidak menyontek di sekolah. Saya meminta maaf kepada semua teman, guru dan Wakil Kepala Sekolah yang pernah saya jahati. Perubahan hidup saya itu terlihat oleh sekeliling saya.
Hidup seperti itu tidaklah mudah seperti yang saya bayangkan semula. Beberapa kali saya jatuh bangun, tetapi saya tetap berusaha bangkit kembali. Kehidupan rohani saya setelah itu benar-benar jauh dari yang saya bayangkan. Bagaikan anak panah yang melesat dari busurnya, kerohanian saya terus menanjak ke atas.
Bagi saya KKR “A Trip To Hell” lebih istimewa dari pada hari ulang tahun saya sendiri karena pada hari itu perubahan hidup saya dimulai. Saya telah berpindah dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Saya telah berpindah dari kebinasaan kepada kehidupan yang kekal. Saya telah berpindah dari hamba dosa kepada hamba Tuhan. Saya telah berpindah dari hidup yang sia-sia kepada hidup yang berkemenangan.
Kesaksian sdr. Tommy ini diambil dari Buku "Iblis! Dalam Nama Yesus! Lepaskan!" karya Pdt. Philip Mantofa bersama Sianne Ribkah M.H., halaman 30-35. Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Tuesday, January 16, 2007
Mempermainkan Hamba Tuhan
Seorang hamba Tuhan yang terkenal pernah bercerita bahwa ia pernah mendapatkan hadiah sebuah mobil sedan setelah seorang pengusaha dilayani dan mendapat kesembuhan dari Tuhan. Pengusaha ini memberikan mobil itu sambil berkata, "Mobil ini boleh bapak pakai sampai bapak bosan, tapi surat BPKB-nya saya yang menyimpan." Karena itu tidak masalah, maka hamba Tuhan ini memakai mobil itu dengan penuh ucapan syukur. Keluarganya juga menikmati sedan pemberian itu.
Baru dua tahun kemudian ada telpon mengagetkan dari pegawai sang pengusaha, "Mobil yang bapak pakai mohon dikembalikan karena akan dipakai perusahaan!" Hamba Tuhan ini kaget sekali, tidak menduga mobil itu akan ditarik lagi oleh pemberinya. "Mam," ia menelpon isterinya yang sedang mengendarai mobil yang mau ditarik itu, "mobil itu diminta dikembalikan oleh pemberinya sekarang juga!" sang hamba Tuhan mengatakan hal itu dengan penuh kesedihan. Istrinya kaget dan sangat marah dengan perilaku tidak konsisten dari pengusaha itu. "Sabar aja, mam. Biarlah. Nanti Tuhan gantikan dengan yang lebih baik."
Itulah pemandangan yang sangat menyedihkan. Isteri hamba Tuhan ini mengembalikan segera mobil itu ke pemberinya, pulangnya naik bajaj. Sangat menyedihkan. Tapi Tuhan itu setia. Ia segera memberikan gantinya. Namun apa yang terjadi dengan pengusaha itu?
Beberapa waktu kemudian sang hamba Tuhan bertemu dengan seseorang laki-laki di kursi roda. Kakinya lumpuh terkena stroke. Orang itu mendekati sang hamba Tuhan, lalu berkata, "Pak, ampuni saya, ampuni saya karena mempermainkan bapak. Sayalah yang menarik kembali mobil sedan yang telah saya berikan kepada bapak. Ampuni saya, pak!"
Hamba Tuhan itu berkata, "Saya sudah mengampuni bapak dari dulu. Makanya saya tidak terhalang apapun untuk menerima dan menikmati berkat-berkat Tuhan."
"Pak, tolong doakan saya agar saya disembuhkan dari stroke ini..." Tanpa ragu, hamba Tuhan ini berjongkok di muka kursi roda dan mendoakan orang yang telah menyakiti keluarganya ini. "Tuhan yang penuh belas kasihan, saya telah mengampuni bapak ini, saya mohon demi kasih karunia-Mu, pulihkan tubuh bapak ini dalam nama Tuhan Penyembuh."
Beberapa lama kemudian, ketika hamba Tuhan ini bertemu kembali, sang pengusaha telah dipulihkan 100 % dari sakit stroke-nya.
Sumber : Hadi Kristadi, http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Baru dua tahun kemudian ada telpon mengagetkan dari pegawai sang pengusaha, "Mobil yang bapak pakai mohon dikembalikan karena akan dipakai perusahaan!" Hamba Tuhan ini kaget sekali, tidak menduga mobil itu akan ditarik lagi oleh pemberinya. "Mam," ia menelpon isterinya yang sedang mengendarai mobil yang mau ditarik itu, "mobil itu diminta dikembalikan oleh pemberinya sekarang juga!" sang hamba Tuhan mengatakan hal itu dengan penuh kesedihan. Istrinya kaget dan sangat marah dengan perilaku tidak konsisten dari pengusaha itu. "Sabar aja, mam. Biarlah. Nanti Tuhan gantikan dengan yang lebih baik."
Itulah pemandangan yang sangat menyedihkan. Isteri hamba Tuhan ini mengembalikan segera mobil itu ke pemberinya, pulangnya naik bajaj. Sangat menyedihkan. Tapi Tuhan itu setia. Ia segera memberikan gantinya. Namun apa yang terjadi dengan pengusaha itu?
Beberapa waktu kemudian sang hamba Tuhan bertemu dengan seseorang laki-laki di kursi roda. Kakinya lumpuh terkena stroke. Orang itu mendekati sang hamba Tuhan, lalu berkata, "Pak, ampuni saya, ampuni saya karena mempermainkan bapak. Sayalah yang menarik kembali mobil sedan yang telah saya berikan kepada bapak. Ampuni saya, pak!"
Hamba Tuhan itu berkata, "Saya sudah mengampuni bapak dari dulu. Makanya saya tidak terhalang apapun untuk menerima dan menikmati berkat-berkat Tuhan."
"Pak, tolong doakan saya agar saya disembuhkan dari stroke ini..." Tanpa ragu, hamba Tuhan ini berjongkok di muka kursi roda dan mendoakan orang yang telah menyakiti keluarganya ini. "Tuhan yang penuh belas kasihan, saya telah mengampuni bapak ini, saya mohon demi kasih karunia-Mu, pulihkan tubuh bapak ini dalam nama Tuhan Penyembuh."
Beberapa lama kemudian, ketika hamba Tuhan ini bertemu kembali, sang pengusaha telah dipulihkan 100 % dari sakit stroke-nya.
Sumber : Hadi Kristadi, http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"
Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."
Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan
- A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
- B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
- C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
- D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
- E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
- F. Bpk. Irsan
- G. Ir. Ciputra - Jakarta
- H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
- I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
- J. Beni Prananto - Pengusaha
- K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
- L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
- M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
- N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
- O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
- P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
- Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
- R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
- S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
- T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
- U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
- V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
- W. Fanny Irwanto - Jakarta
- X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
- Y. Ir. Junna - Jakarta
- Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
- ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
- ZB. Christine - Intercon - Jakarta
- ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
- ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
- ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
- ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
- ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
- ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
- ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
- ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
- ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
- ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
- ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
- ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
- ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
- ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
- ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
- ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
- ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
- ZU. Justanti - USAID - Makassar
- ZV. Welian - Tangerang
- ZW. Dwiyono - Karawaci
- ZX. Essa Pujowati - Jakarta
- ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
- ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
- ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
- ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
- ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
- ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
- ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
- ZZF. Julia Bing - Semarang
- ZZG. Rika - Tanjung Karang
- ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
- ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
- ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
- ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI