Renungan
Suatu hari sepasang suami istri sedang makan di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan si pengemis itu, sang istri merasa terharu dan bermaksud memberikan sesuatu. Sebagai seorang wanita baik dan patuh pada suaminya, ia meminta izin terlebih dahulu, "Suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu?"
Rupanya sang suami memiliki karakter yang berbeda dari wanita ini. Dengan suara lantang dan kasar,ia menjawab, "Jangan! Usir saja, dan tutup pintu!"
Wanita berhati baik ini terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada si pengemis tadi.
Seiring berjalannya waktu, lelaki ini bangkrut, kekayaannya habis, dan ia menanggung banyak utang. Selain itu, karena ketidak-sesuaian sifat dengan istrinya, rumah tangganya tidak aman dan diakhiri dengan perceraian.
Beberapa tahun kemudian bekas istri lelaki bangkrut itu menikah lagi dengan seorang saudagar di kota dan hidup berbahagia.
Pada suatu hari, ketika wanita itu sedang makan dengan suami barunya, tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintu dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah pengemis yang keadaannya membuat hati wanita tadi terharu. Ia pun berkata kepada suaminya, "Suamiku bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?"
"Ya, beri pengemis itu makan, sayang!"
Setelah memberi makanan kepada pengemis itu, istrinya masuk ke dalam rumah sambil menangis. Dengan rasa heran suaminya bertanya, "Mengapa kau menangis? Apakah karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam pada pengemis itu?"
Wanita itu menggeleng lemah, lalu berkata dengan sedih, "Suamiku, aku sedih dengan perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada diluar itu? Dia adalah mantan suamiku yang pertama."
Mendengar keterangan ini, sang suami sedikit terkejut, tapi segera balik bertanya, "Tahukah kau siapakah aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!"
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com
kesaksian hidup - #inspiring story - #kisah nyata - #mukjizat kehidupan - #sign and wonders - #miracles - inspirational christian story - nice story - true story - inspirational touching story - an amazing story: kisah orang biasa dengan pengalaman luar biasa - ordinary people living the extra-ordinary lives
Search This Blog
Showing posts with label Memberi - Giving. Show all posts
Showing posts with label Memberi - Giving. Show all posts
Monday, February 20, 2012
Monday, November 9, 2009
A Gift
Seorang gadis kecil—cacat dan yatim piatu—pada saat pengumpulan persembahan
syukur di gereja, mempersembahkan cincin emasnya untuk pembangunan gedung
gereja. Beberapa anggota majelis gereja kaget, dan setelah kebaktian usai mereka sepakat untuk menemuigadis kecil itu. “Nak, kami putuskan untuk mengem balikan cincin ini kepadamukarena kami tahu engkau lebih memerlukan cincin ini da ripada kami. Di gerejaini masih ada banyak orang yang bisa menyumbang. Kamu jangan ya, Nak.” Jawab
gadis kecil itu, “Tetapi, Pak, saya bukan memberikan cincin ini untuk Bapak.
Saya mempersembahkan cincin ini untuk Tuhan Yesus. Hanya cincin ini yang saya
punya, yang terbaik untuk Tuhan Yesus.”
Kita kerap bersikap seperti majelis gereja itu—salah mengerti terhadap konsep persembahan. Persembahan diberikan untuk Tuhan, tetapi kita memberikannya seolah-olah untuk manusia dan kita hitung-hitungan atau memberi ala kadarnya. Roma 12:1 dengan gamblang menjelaskan bahwa Tuhan tidak mau diperlakukan sembarangan. Dia tidak pernah memberi sembarangan kepada kita. Dia bahkan tidak menyayangkan nyawa-Nya untuk diberikan kepada kita. Sudah seharusnya kita memberi yang terbaik kapada Tuhan; bahkan hidup kita bagi-Nya; hidup yang kudus dan yang berkenan kepada-Nya.
Setiap kita memberi persembahan di gereja, ingatlah bahwa kita bukan memberi kepada majelis gereja. Juga bukan untuk pamer, tetapi untuk kemuliaan Tuhan. Maka, berikanlah yang terbaik. Bukankah segala sesuatu yang ada pada kita adalah milik Tuhan?
PERSEMBAHAN YANG TERBAIK
ADALAH SEGENAP HIDUP KITA, SEBAGAIMANA YESUS TELAH MEMBERIKAN HIDUP-NYA
Penulis: Mira Novita Thios/Email kiriman Bpk. Tefa/Milis Terang Dunia
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
syukur di gereja, mempersembahkan cincin emasnya untuk pembangunan gedung
gereja. Beberapa anggota majelis gereja kaget, dan setelah kebaktian usai mereka sepakat untuk menemuigadis kecil itu. “Nak, kami putuskan untuk mengem balikan cincin ini kepadamukarena kami tahu engkau lebih memerlukan cincin ini da ripada kami. Di gerejaini masih ada banyak orang yang bisa menyumbang. Kamu jangan ya, Nak.” Jawab
gadis kecil itu, “Tetapi, Pak, saya bukan memberikan cincin ini untuk Bapak.
Saya mempersembahkan cincin ini untuk Tuhan Yesus. Hanya cincin ini yang saya
punya, yang terbaik untuk Tuhan Yesus.”
Kita kerap bersikap seperti majelis gereja itu—salah mengerti terhadap konsep persembahan. Persembahan diberikan untuk Tuhan, tetapi kita memberikannya seolah-olah untuk manusia dan kita hitung-hitungan atau memberi ala kadarnya. Roma 12:1 dengan gamblang menjelaskan bahwa Tuhan tidak mau diperlakukan sembarangan. Dia tidak pernah memberi sembarangan kepada kita. Dia bahkan tidak menyayangkan nyawa-Nya untuk diberikan kepada kita. Sudah seharusnya kita memberi yang terbaik kapada Tuhan; bahkan hidup kita bagi-Nya; hidup yang kudus dan yang berkenan kepada-Nya.
Setiap kita memberi persembahan di gereja, ingatlah bahwa kita bukan memberi kepada majelis gereja. Juga bukan untuk pamer, tetapi untuk kemuliaan Tuhan. Maka, berikanlah yang terbaik. Bukankah segala sesuatu yang ada pada kita adalah milik Tuhan?
PERSEMBAHAN YANG TERBAIK
ADALAH SEGENAP HIDUP KITA, SEBAGAIMANA YESUS TELAH MEMBERIKAN HIDUP-NYA
Penulis: Mira Novita Thios/Email kiriman Bpk. Tefa/Milis Terang Dunia
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Tuesday, October 27, 2009
Sharing Your Blessings
Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik kesuksesan tanaman jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes hasil pertanian.
Ketika ditanya rahasianya, sang petani termenung lama karena tidak terpikirkan sedikitpun hal unik yang dilakukannya. Ia bahkan selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya kepada petani-petani tetangga di sekitar perkebunannya. Sang wartawan sedikit aneh dengan cara kerja petani itu dan bertanya, "Mengapa Anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu kepada tetangga-tetangga Anda?" Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?"
Sang petani kemudian menjawab, "Angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga di perkebunan dan menyebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang diterbangkan ke ladang saya juga akan buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Kalau saya ingin mendapatkan hasil jagung yang terbaik, saya harus menolong para tetangga saya untuk mendapatkan jagung yang terbaik pula."
Demikian pula halnya dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus terlebih dahulu menolong orang lain menjadi berhasil. Mereka yang menginginkan hidup yang baik harus menolong orang lain memperoleh hidup yang baik pula. Nilai kehidupan kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang kita sentuh. Darmadi Darmawangsa, dimuat di Majalah Kawasan edisi Oktober 2009.
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Ketika ditanya rahasianya, sang petani termenung lama karena tidak terpikirkan sedikitpun hal unik yang dilakukannya. Ia bahkan selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya kepada petani-petani tetangga di sekitar perkebunannya. Sang wartawan sedikit aneh dengan cara kerja petani itu dan bertanya, "Mengapa Anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu kepada tetangga-tetangga Anda?" Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?"
Sang petani kemudian menjawab, "Angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga di perkebunan dan menyebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang diterbangkan ke ladang saya juga akan buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Kalau saya ingin mendapatkan hasil jagung yang terbaik, saya harus menolong para tetangga saya untuk mendapatkan jagung yang terbaik pula."
Demikian pula halnya dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus terlebih dahulu menolong orang lain menjadi berhasil. Mereka yang menginginkan hidup yang baik harus menolong orang lain memperoleh hidup yang baik pula. Nilai kehidupan kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang kita sentuh. Darmadi Darmawangsa, dimuat di Majalah Kawasan edisi Oktober 2009.
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Monday, August 3, 2009
Four Classes of Men
Jumat pagi saya menemukan sesuatu yang menarik tentang golongan manusia menurut pandangan orang Yahudi. Orang Yahudi membagi manusia ke dalam empat golongan:
1. Golongan Orang Adil, yang berkata: "What is mine is mine; what is thine is thine." Apa yang menjadi milikku adalah milikku; apa yang menjadi milikmu adalah milikmu."
2. Golongan Orang yang Suka Saling Menolong (Akomodatif), yang berkata: "What is mine is thine; what is thine is mine." Apa yang menjadi milikku adalah milikmu juga; apa yang menjadi milikmu adalah milikku juga.
3. Golongan Orang Saleh, yang berkata: "What is mine is thine; what is thine let it be thine." Apa yang menjadi milikku adalah milikmu; apa yang menjadi milikmu biarlah tetap menjadi milikmu. Itulah kasih seorang Ibu terhadap anaknya.
4. Golongan Orang Jahat, yang berkata: "What is mine is mine; what is thine shall be mine." Apa yang menjadi milikku adalah milikku; apa yang menjadi milikmu harus menjadi milikku. Itu adalah gaya preman. Katanya ada pengusaha yang mempunyai tabiat begitu. Lihat istri orang, dia rebut jadi simpanannya, mentang-mentang banyak duit dan punya kuasa.
Anda termasuk golongan yang mana?
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
1. Golongan Orang Adil, yang berkata: "What is mine is mine; what is thine is thine." Apa yang menjadi milikku adalah milikku; apa yang menjadi milikmu adalah milikmu."
2. Golongan Orang yang Suka Saling Menolong (Akomodatif), yang berkata: "What is mine is thine; what is thine is mine." Apa yang menjadi milikku adalah milikmu juga; apa yang menjadi milikmu adalah milikku juga.
3. Golongan Orang Saleh, yang berkata: "What is mine is thine; what is thine let it be thine." Apa yang menjadi milikku adalah milikmu; apa yang menjadi milikmu biarlah tetap menjadi milikmu. Itulah kasih seorang Ibu terhadap anaknya.
4. Golongan Orang Jahat, yang berkata: "What is mine is mine; what is thine shall be mine." Apa yang menjadi milikku adalah milikku; apa yang menjadi milikmu harus menjadi milikku. Itu adalah gaya preman. Katanya ada pengusaha yang mempunyai tabiat begitu. Lihat istri orang, dia rebut jadi simpanannya, mentang-mentang banyak duit dan punya kuasa.
Anda termasuk golongan yang mana?
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Wednesday, July 15, 2009
Three Types of Giver
Tiga Type Pemberi
Kita semua tentu pernah memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan. Hanya saja motivasi kita memberi itu berbeda-beda. Ada yang memberi karena ada pamrih terselubung. Ada juga yang memberi karena terpaksa. Tapi ada juga yang memberi karena ketulusan hati dan ekspresi kasih. Ada tiga macam pemberi. Si batu api, si spon dan si sarang lebah.
Untuk mendapatkan si batu api, Anda harus menghantam dia. Walau sudah dihantam, biasanya Anda hanya mendapat sedikit serpihan dan percikan bunga api. Pelit untuk memberi. Kalau pun mau memberi itu selalu dengan pertunjukan besar-besaran. Pemberi macam ini akan selalu menuntut kalau namanya harus diumumkan dan berharap semua orang tahu.
Ada si spon. Untuk mendapatkan sesuatu dari si spon, Anda harus memerasnya lebih dulu, kalau perlu dengan aksi mengancam segala. Barulah si spon mau memberi. Memberi karena terpaksa. Memberi bukan dari hati.
Yang terakhir adalah pemberi tipe sarang lebah. Sarang lebah senang memberi, tanpa tekanan dan tanpa harus menunggu lebih dulu seseorang merengek-rengek kepadanya. Dia membiarkan madu yang dihasilkan terus mengalir agar orang yang sedang membutuhkannya bisa mendapatkannya. Uniknya, sarang lebah tidak akan pernah kehabisan. Ia akan selalu memberi, memberi dan selalu ada saja madu yang diberikannya, seolah tidak ada habisnya. Sumber: Email dari Ibu Suharti.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Kita semua tentu pernah memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan. Hanya saja motivasi kita memberi itu berbeda-beda. Ada yang memberi karena ada pamrih terselubung. Ada juga yang memberi karena terpaksa. Tapi ada juga yang memberi karena ketulusan hati dan ekspresi kasih. Ada tiga macam pemberi. Si batu api, si spon dan si sarang lebah.
Untuk mendapatkan si batu api, Anda harus menghantam dia. Walau sudah dihantam, biasanya Anda hanya mendapat sedikit serpihan dan percikan bunga api. Pelit untuk memberi. Kalau pun mau memberi itu selalu dengan pertunjukan besar-besaran. Pemberi macam ini akan selalu menuntut kalau namanya harus diumumkan dan berharap semua orang tahu.
Ada si spon. Untuk mendapatkan sesuatu dari si spon, Anda harus memerasnya lebih dulu, kalau perlu dengan aksi mengancam segala. Barulah si spon mau memberi. Memberi karena terpaksa. Memberi bukan dari hati.
Yang terakhir adalah pemberi tipe sarang lebah. Sarang lebah senang memberi, tanpa tekanan dan tanpa harus menunggu lebih dulu seseorang merengek-rengek kepadanya. Dia membiarkan madu yang dihasilkan terus mengalir agar orang yang sedang membutuhkannya bisa mendapatkannya. Uniknya, sarang lebah tidak akan pernah kehabisan. Ia akan selalu memberi, memberi dan selalu ada saja madu yang diberikannya, seolah tidak ada habisnya. Sumber: Email dari Ibu Suharti.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Thursday, May 14, 2009
Pass It On
Teruskan Kebaikan Ini
Ketika anak lelaki saya, Mark, duduk di SD kelas tiga, ia menabung uang sakunya selama lebih dari dua bulan untuk membeli hadiah Natal bagi orang-orang yang disayanginya. Ia berhasil menabung sebanyak dua puluh dollar. Pada hari Sabtu ketiga di bulan Desember Mark mengatakan bahwa daftar orang-orang yang hendak dibelikannya hadiah sudah lengkap, begitu pula uang untuk keperluan itu sudah ada di kantongnya.
Saya mengantarnya dengan mobil ke sebuah toko swalayan. Mark masuk ke dalam seorang diri karena ia tidak ingin saya mengetahui apa yang akan diberikan sebagai hadiah-hadiah, sementara saya menunggu di mobil sambil membaca buku. Tiga perempat jam lamanya Mark sibuk memilih hadiah-hadiah yang hendak dibeli. Akhirnya, ia menghampiri kasir dengan senyuman bahagia menghias wajahnya. Setelah kasir selesai menjumlahkan semuanya, Mark merogoh kantong celananya, untuk mengambil uang.
Ternyata uang itu tidak ada lagi. Yang ada hanya sebuah lubang di kantongnya. Mark berdiri di tengah toko dengan tangan memegang keranjang tempat belanjaan dan air mata bercucuran membasahi pipi. Ia menangis tersedu-sedu. Tiba-tiba terjadilah keajaiban. Seorang wanita yang juga sedang berbelanja datang menghampiri Mark. Wanita itu berlutut lalu merangkul anak saya sambil berkata, "Ijinkanlah aku mengganti uangmu yang hilang. Itu akan menjadi hadiah terindah yang bisa kauberikan kepadaku. Aku hanya minta agar pada suatu saat nanti kau berbuat yang sama. Pada suatu waktu apabila kau sudah dewasa, aku ingin kau membantu orang-orang yang membutuhkan. Apabila kau membantu orang itu, aku tahu bahwa perasaanmu saat itu akan seenak yang kurasakan sekarang." Mark menerima uang yang disodorkan dan sambil berusaha mengeringkan air mata ia berlari secepat-cepatnya menuju tempat pembayaran.
Saya rasa tahun itu kami semua menikmati hadiah-hadiah yang kami terima, namun Mark lebih berbahagia lagi ketika memberikannya kepada kami.
Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada wanita yang telah memberi uang kepada Mark. Saya ingin menceritakan kepadanya bahwa empat tahun kemudian Mark pergi dari rumah ke rumah, mengumpulkan sumbangan berupa selimut dan mantel untuk para korban kebakaran Oakland - dan melakukannya sambil terkenang kepada wanita yang pernah menolongnya. Saya ingin bercerita kepada wanita yang murah hati itu bahwa setiap kali saya menyumbang makanan atau pakaian kepada para tunawisma, saya senantiasa terkenang kepadanya. Dan saya ingin berjanji kepadanya bahwa Mark takkan pernah lupa meneruskan kemurahan hatinya kepada orang-orang lain lagi. Ditulis oleh Laurie Pines untuk Chicken Soup for the Soul, terbitan Gramedia 2008. Pertama kali diposting di Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 14 Mei 2009. Mohon keterangan ini jangan dihilangkan ketika Anda memforwardnya kepada orang-orang yang Anda kasihi atau mempostingnya di website/blog Anda. Terima kasih.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Ketika anak lelaki saya, Mark, duduk di SD kelas tiga, ia menabung uang sakunya selama lebih dari dua bulan untuk membeli hadiah Natal bagi orang-orang yang disayanginya. Ia berhasil menabung sebanyak dua puluh dollar. Pada hari Sabtu ketiga di bulan Desember Mark mengatakan bahwa daftar orang-orang yang hendak dibelikannya hadiah sudah lengkap, begitu pula uang untuk keperluan itu sudah ada di kantongnya.
Saya mengantarnya dengan mobil ke sebuah toko swalayan. Mark masuk ke dalam seorang diri karena ia tidak ingin saya mengetahui apa yang akan diberikan sebagai hadiah-hadiah, sementara saya menunggu di mobil sambil membaca buku. Tiga perempat jam lamanya Mark sibuk memilih hadiah-hadiah yang hendak dibeli. Akhirnya, ia menghampiri kasir dengan senyuman bahagia menghias wajahnya. Setelah kasir selesai menjumlahkan semuanya, Mark merogoh kantong celananya, untuk mengambil uang.
Ternyata uang itu tidak ada lagi. Yang ada hanya sebuah lubang di kantongnya. Mark berdiri di tengah toko dengan tangan memegang keranjang tempat belanjaan dan air mata bercucuran membasahi pipi. Ia menangis tersedu-sedu. Tiba-tiba terjadilah keajaiban. Seorang wanita yang juga sedang berbelanja datang menghampiri Mark. Wanita itu berlutut lalu merangkul anak saya sambil berkata, "Ijinkanlah aku mengganti uangmu yang hilang. Itu akan menjadi hadiah terindah yang bisa kauberikan kepadaku. Aku hanya minta agar pada suatu saat nanti kau berbuat yang sama. Pada suatu waktu apabila kau sudah dewasa, aku ingin kau membantu orang-orang yang membutuhkan. Apabila kau membantu orang itu, aku tahu bahwa perasaanmu saat itu akan seenak yang kurasakan sekarang." Mark menerima uang yang disodorkan dan sambil berusaha mengeringkan air mata ia berlari secepat-cepatnya menuju tempat pembayaran.
Saya rasa tahun itu kami semua menikmati hadiah-hadiah yang kami terima, namun Mark lebih berbahagia lagi ketika memberikannya kepada kami.
Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada wanita yang telah memberi uang kepada Mark. Saya ingin menceritakan kepadanya bahwa empat tahun kemudian Mark pergi dari rumah ke rumah, mengumpulkan sumbangan berupa selimut dan mantel untuk para korban kebakaran Oakland - dan melakukannya sambil terkenang kepada wanita yang pernah menolongnya. Saya ingin bercerita kepada wanita yang murah hati itu bahwa setiap kali saya menyumbang makanan atau pakaian kepada para tunawisma, saya senantiasa terkenang kepadanya. Dan saya ingin berjanji kepadanya bahwa Mark takkan pernah lupa meneruskan kemurahan hatinya kepada orang-orang lain lagi. Ditulis oleh Laurie Pines untuk Chicken Soup for the Soul, terbitan Gramedia 2008. Pertama kali diposting di Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 14 Mei 2009. Mohon keterangan ini jangan dihilangkan ketika Anda memforwardnya kepada orang-orang yang Anda kasihi atau mempostingnya di website/blog Anda. Terima kasih.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Monday, January 26, 2009
Almost Give
Ada suatu kampanye iklan yang kreatif beberapa tahun yang lalu, yang disebut "Jangan Hampir Memberi." Tujuannya adalah untuk membangkitkan kesadaran masyarakat tentang kebutuhan-kebutuhan di sekitar mereka, dan mendorong orang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.
Salah satu iklan itu memperlihatkan seorang wanita tua yang duduk sendirian di kursinya, memandang ke depan dengan tatapan kosong. Si pencerita yang menyertai iklan itu berkata, "Ini adalah Sarah Watkins. Banyak orang hampir menolongnya. Seseorang hampir memasak baginya. Orang lain hampir membawa dia ke dokter. Masih ada lagi orang lain yang hampir berhenti di depannya dan menyapa "Hallo." Mereka semua hampir membantunya. Mereka hampir memberikan diri mereka. Namun hampir memberi sama saja dengan tidak memberi sama sekali."
Iklan itu menyimpulkan dengan kata-kata, "Ingatkah pada saat ketika anda hampir menolong orang? Anda memang berniat, namun anda lupa akan hal itu. Anda terlalu sibuk dan hal itu lewat dari pikiran anda." Yah, itulah manusia, hampir memberi. Namun jika anda hampir memberi, kemungkinan besar orang-orang lain juga hampir memberi. Janganlah hampir memberi! Berilah!"
Ditulis oleh Eric Elder, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk http://pentas-kesaksian.blogspot.com. Mohon keterangan ini jangan dihapus ketika anda memforward/mempostingnya dalam website/blog anda. Terima kasih banyak.
*****
There was a creative ad campaign a few years ago called, “Don’t Almost Give.” Its purpose was to raise people’s awareness of the needs around them, encouraging people to help meet those needs.
One ad showed an elderly woman sitting alone in her chair, staring blankly ahead. The narrator said, “This is Sarah Watkins. A lot of people almost helped her. One almost cooked for her. Another almost drove her to the doctor. Still another almost stopped by to say ‘Hello.’ They almost helped. They almost gave of themselves. But almost giving is the same as not giving at all.”
The series of ads concluded with the words, “Remember all those times you almost helped? You meant to, but somehow you forgot. You were too busy and it slipped your mind. Well, it’s only human, this almost giving. But if you almost gave, there’s a good chance everybody else almost gave, too. Don’t almost give. Give.”
Sumber: Eric Elder.
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Salah satu iklan itu memperlihatkan seorang wanita tua yang duduk sendirian di kursinya, memandang ke depan dengan tatapan kosong. Si pencerita yang menyertai iklan itu berkata, "Ini adalah Sarah Watkins. Banyak orang hampir menolongnya. Seseorang hampir memasak baginya. Orang lain hampir membawa dia ke dokter. Masih ada lagi orang lain yang hampir berhenti di depannya dan menyapa "Hallo." Mereka semua hampir membantunya. Mereka hampir memberikan diri mereka. Namun hampir memberi sama saja dengan tidak memberi sama sekali."
Iklan itu menyimpulkan dengan kata-kata, "Ingatkah pada saat ketika anda hampir menolong orang? Anda memang berniat, namun anda lupa akan hal itu. Anda terlalu sibuk dan hal itu lewat dari pikiran anda." Yah, itulah manusia, hampir memberi. Namun jika anda hampir memberi, kemungkinan besar orang-orang lain juga hampir memberi. Janganlah hampir memberi! Berilah!"
Ditulis oleh Eric Elder, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk http://pentas-kesaksian.blogspot.com. Mohon keterangan ini jangan dihapus ketika anda memforward/mempostingnya dalam website/blog anda. Terima kasih banyak.
*****
There was a creative ad campaign a few years ago called, “Don’t Almost Give.” Its purpose was to raise people’s awareness of the needs around them, encouraging people to help meet those needs.
One ad showed an elderly woman sitting alone in her chair, staring blankly ahead. The narrator said, “This is Sarah Watkins. A lot of people almost helped her. One almost cooked for her. Another almost drove her to the doctor. Still another almost stopped by to say ‘Hello.’ They almost helped. They almost gave of themselves. But almost giving is the same as not giving at all.”
The series of ads concluded with the words, “Remember all those times you almost helped? You meant to, but somehow you forgot. You were too busy and it slipped your mind. Well, it’s only human, this almost giving. But if you almost gave, there’s a good chance everybody else almost gave, too. Don’t almost give. Give.”
Sumber: Eric Elder.
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Thursday, October 23, 2008
Blessed by Giving (2)
Setelah itu ketika isteri saya yang sedang hamil tua merasa kelaparan (saya juga), saya hanya mengatakan kepada isteri saya bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman Tuhan. Dan kalau kita melakukan ini semua dengan menabur semua dana yang kami punya untuk proyek SCCC, karena kami sungguh-sungguh ingin melakukan firman Tuhan. Kami percaya bahwa kami pasti tetap hidup dan dipelihara Tuhan.
Ketika kami sudah semakin kebingungan untuk biaya makan, kami hanya bisa berdoa. Kemudian Tuhan memberikan hikmat kepada isteri saya bahwa kami ternyata masih mempunyai satu rekening bank lagi yang sudah kami tarik dananya tetapi belum kami tutup, yaitu rekening bank Permata dalam Dollar Singapura. Jika kami menutupnya, maka kami akan mendapatkan kembali dana saldo minimum sebesar SGD 200. Yes, puji Tuhan! Dialah Allah yang tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya yang senantiasa berharap kepada-Nya! Maka kami berdua dan anak yang sedang dikandung tetap dipelihara Tuhan sampai akhir bulan. Burung pipit di udara dipelihara Tuhan, kami berharga lebih dari banyak burung pipit di mata Tuhan, pasti dipelihara lebih lagi.
Sejak saat itu perusahaan kami mulai diberkati dengan order dari perusahaan-perusahaan PMA. Kami dipertemukan Tuhan dengan orang-orang yang tidak pernah kami kenal sebelumnya, baik itu customer maupun para supplier yang mau memberikan utang kepada kami. Bahkan mantan boss saya dari Singapura memanggil saya boss karena saya banyak memberikan order kepada perusahaannya. Dulu saya memanggil dia boss, sekarang Allah menjadikan saya kepala dan bukan ekor. Janji Tuhan itu pasti ya dan amin!
Akhirnya anak kami, Joel Army Mahargo, lahir pada bulan Maret 2007. Waktu itu kami masih tidak mempunyai kendaraan apapun. Tiga hari sebelum kelahirannya, saya mendapat kesan yang kuat bahwa Tuhan meminta saya berpuasa Ester (berpuasa tiga hari dua malam) karena Tuhan akan melakukan perkara yang besar pada hari ketiga di akhir puasa saya.
Pada hari yang ketiga, ketika saya sedang mengikuti doa puasa di gereja sejak pukul 10 sampai 12 siang, pada akhir acara Gembala kami, Bapak Pdt. Hanny Andries, berkata, "Kalau minta sesuatu kepada Tuhan, misalnya minta kendaraan untuk ke gereja, harus yang spesifik mintanya! Kalau tidak spesifik, maka bisa saja Tuhan memberikan uang Rp. 5.000,- untuk naik ojek ke gereja. Sekali-kali mintalah mobil Mercy untuk ke gereja!" Saya langsung tangkap nubuatan ini, saya imani dan saya perkatakan, "Tuhan Yesus, berikan aku mobil Mercy untuk bisa pergi ke gereja dan bekerja." Saya tidak melihat pada kenyataannya dimana kami tidak mempunyai uang untuk membeli mobil Mercedes Benz. Jangankan Mercy, sepeda motorpun kami tidak mampu beli.
Pada pukul dua siang setelah doa puasa tersebut, isteri saya merasa sudah mau melahirkan. Jadi kami segera pergi ke Rumah Bersalin. Pada pukul 8 malam anak kami lahir secara normal. Saya dengan bersukacita mengirimkan SMS kepada setiap saudara dan teman-teman untuk mengabarkan hal ini. Saya juga mengirimkan SMS kepada seorang teman yang tidak terlalu kami kenal karena baru kami kenal sebulan yang lalu. Ternyata teman kami tersebut sudah ada di Paris dan begitu dia menerima SMS saya, dia langsung menelpon saya. Ia mengatakan bahwa seminggu sebelum berangkat ke Paris, mobil Mercedes Benz C 200 Kompressor miliknya terserempet dan harus masuk ke bengkel. Saya diminta mengambilnya di bengkel, sedangkan biaya perbaikannya sudah dia bayar. Saya diperbolehkan memakai Mercedes Benz itu sampai dia kembali dari Paris, sekitar 8 sampai 12 bulan yang akan datang, dengan gratis! Sungguh, Allah kita dahsyat dan luar biasa! Rancangan-Nya selalu jauh melebihi apa yang bisa kita doakan!
Puji Tuhan, kami diberi kasih karunia oleh Tuhan Yesus untuk memiliki perusahaan sendiri pada bulan Mei 2007. Kami tidak lagi meminjam PT milik sahabat kami. Kami meminta Tuhan yang memberi nama, maka kami menamakannya PT. Covenant Engineering. Suatu ikat janji dengan Tuhan dan dengan Bapak Rohani/para pemimpin rohani kami, dimana Tuhan berjanji akan membawa kami masuk ke Tanah Perjanjian dan yang selalu memberikan kami kekuatan untuk memperoleh kekayaan. (Ulangan 8:18)
Tujuh bulan setelah kami mulai menabur di SCCC dan mempunyai perusahaan sendiri, total penjualan perusahaan kami meningkat drastis dan mencapai Rp. 3,8 milyar dalam tujuh bulan! Haleluya! Sungguh luar biasa! Allah kita sungguh dahsyat dan luar biasa. Apa yang tak pernah kami lihat, yang tak pernah kami dengar, dan yang tak pernah timbul di dalam hati kami, itu semua yang telah Tuhan berikan kepada kami.
Itu adalah sebuah usaha yang benar-benar tanpa modal uang sepeserpun. Nol rupiah modalnya! Hanya bisa berlangsung karena Tuhan mengaruniakan kepada kami supplier-supplier yang mau memberikan jangka waktu pembayaran setelah kami menerima pembayaran dari para customer.
Masih banyak lagi kesaksian tentang kebaikan Tuhan dan mukjizat-Nya yang tidak dapat kami tuliskan satu per satu, seperti bagaimana Tuhan menyediakan uang sebesar Rp. 250 juta dalam tiga hari hanya melalui doa saja. Juga bagaimana Tuhan membuat persediaan beras dan makanan untuk anjing kami tidak pernah habis selama berbulan-bulan.
Saat ini kami tidak lagi berkantor di kamar kami yang sempit. Kami sudah pindah ke sebuah workshop seluas hampir 4.000 m2. Kami sudah mempunyai belasan karyawan, memiliki mesin-mesin milling, bubut, grinding, welding, sampai mesin CNC. Bersama Tuhan Yesus saat ini kami juga mulai melakukan Research and Development untuk produk-produk elektronik. Kami percaya bahwa kami akan diberikan kasih karunia oleh Tuhan Yesus, Pencipta segalanya, untuk menciptakan suatu alat yang akan ada di tangan banyak manusia. Kami juga sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001.
Kami selalu memperkatakan bahwa Tuhan sendirilah yang empunya perusahaan ini. Semua yang bekerja di perusahaan ini, termasuk kami berdua, hanyalah pekerja-pekerja-Nya. Kami akan menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan yang akan membawa dampak kasih Kristus di kota kami, bahkan di bangsa kami dan bangsa-bangsa di manapun Tuhan akan memperluas perusahaan ini, supaya setiap orang akan dapat merasakan betapa lebar dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, sekalipun itu melampaui segala pengetahuan.
Kami percaya bahwa ikat janji (covenant) yang telah diikat oleh Gembala Pembina kami, Bapak Pdt. Niko Njotorahardjo dengan Tuhan Yesus, dan ikat janji yang telah diikat bapak rohani kami, Pdt. Hanny Andries, dengan bapak Pdt. Niko dan ikat janji yang telah kami ikat dengan Tuhan Yesus dan dengan para pemimpin kami akan menjadi jaminan berkat bagi kami dan anak-anak cucu kami sampai beratus-ratus keturunan di bawah kami. Tuhan Yesus memberkati. (Sumber: Majalah HM3 (Healing Movement Ministry Magazine) edisi Oktober 2008, terbitan GBI Jl. Gatot Subroto Jakarta)
****
Kesaksian di atas membuktikan bahwa Bapak Bayu Mahargo adalah orang yang menghargai dan hidup dalam Ikat Janji, serta mengalami berkat dan kuasa yang ada dalam sebuah Ikat Janji atau Covenant. Perkataan-perkataan yang disampaikan oleh Bapak Bayu Mahargo yang terakhir itu sesuai dengan pelajaran-pelajaran yang ada di dalam buku di bawah ini:
BARU TERBIT : BUKU "KUASA DAN BERKAT IKAT JANJI"
Penulis : Leonardo A. Sjiamsuri
Editor : Hadi Kristadi
Terbitan : Nafiri Gabriel
Harga Sama Dengan Toko Buku: Rp. 35.000.- Silakan pesan melalui 08129716102, harga belum termasuk ongkos kirim, sebutkan nama, alamat lengkap & kode pos. Pembayaran via BCA atas nama HADI no. 4980036931
Ikat janji atau covenant membuat perbedaan yang sangat besar dalam kehidupan anda dan keturunan anda. Ikat janji anda dengan Tuhan memberikan kepastian kehidupan, memberikan kasih setia dan kebenaran Tuhan, pertolongan dan perlindungan Tuhan. Ikat janji anda dengan pemimpin yang memiliki ikat janji dengan Tuhan menyediakan penudungan rohani dan mengalirkan berkat-berkat yang Tuhan berikan melalui pemimpin anda.
Jangan menyesal seperti Ham, anak Nuh, yang tidak menghormati ikat janji Tuhan, sehingga keturunannya menjadi orang-orang terkutuk, orang-orang yang jahat, orang-orang yang menyusahkan banyak orang. Jangan hidup biasa-biasa saja, tanpa arti dan tanpa kepuasan, di luar ikat janji!
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Ketika kami sudah semakin kebingungan untuk biaya makan, kami hanya bisa berdoa. Kemudian Tuhan memberikan hikmat kepada isteri saya bahwa kami ternyata masih mempunyai satu rekening bank lagi yang sudah kami tarik dananya tetapi belum kami tutup, yaitu rekening bank Permata dalam Dollar Singapura. Jika kami menutupnya, maka kami akan mendapatkan kembali dana saldo minimum sebesar SGD 200. Yes, puji Tuhan! Dialah Allah yang tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya yang senantiasa berharap kepada-Nya! Maka kami berdua dan anak yang sedang dikandung tetap dipelihara Tuhan sampai akhir bulan. Burung pipit di udara dipelihara Tuhan, kami berharga lebih dari banyak burung pipit di mata Tuhan, pasti dipelihara lebih lagi.
Sejak saat itu perusahaan kami mulai diberkati dengan order dari perusahaan-perusahaan PMA. Kami dipertemukan Tuhan dengan orang-orang yang tidak pernah kami kenal sebelumnya, baik itu customer maupun para supplier yang mau memberikan utang kepada kami. Bahkan mantan boss saya dari Singapura memanggil saya boss karena saya banyak memberikan order kepada perusahaannya. Dulu saya memanggil dia boss, sekarang Allah menjadikan saya kepala dan bukan ekor. Janji Tuhan itu pasti ya dan amin!
Akhirnya anak kami, Joel Army Mahargo, lahir pada bulan Maret 2007. Waktu itu kami masih tidak mempunyai kendaraan apapun. Tiga hari sebelum kelahirannya, saya mendapat kesan yang kuat bahwa Tuhan meminta saya berpuasa Ester (berpuasa tiga hari dua malam) karena Tuhan akan melakukan perkara yang besar pada hari ketiga di akhir puasa saya.
Pada hari yang ketiga, ketika saya sedang mengikuti doa puasa di gereja sejak pukul 10 sampai 12 siang, pada akhir acara Gembala kami, Bapak Pdt. Hanny Andries, berkata, "Kalau minta sesuatu kepada Tuhan, misalnya minta kendaraan untuk ke gereja, harus yang spesifik mintanya! Kalau tidak spesifik, maka bisa saja Tuhan memberikan uang Rp. 5.000,- untuk naik ojek ke gereja. Sekali-kali mintalah mobil Mercy untuk ke gereja!" Saya langsung tangkap nubuatan ini, saya imani dan saya perkatakan, "Tuhan Yesus, berikan aku mobil Mercy untuk bisa pergi ke gereja dan bekerja." Saya tidak melihat pada kenyataannya dimana kami tidak mempunyai uang untuk membeli mobil Mercedes Benz. Jangankan Mercy, sepeda motorpun kami tidak mampu beli.
Pada pukul dua siang setelah doa puasa tersebut, isteri saya merasa sudah mau melahirkan. Jadi kami segera pergi ke Rumah Bersalin. Pada pukul 8 malam anak kami lahir secara normal. Saya dengan bersukacita mengirimkan SMS kepada setiap saudara dan teman-teman untuk mengabarkan hal ini. Saya juga mengirimkan SMS kepada seorang teman yang tidak terlalu kami kenal karena baru kami kenal sebulan yang lalu. Ternyata teman kami tersebut sudah ada di Paris dan begitu dia menerima SMS saya, dia langsung menelpon saya. Ia mengatakan bahwa seminggu sebelum berangkat ke Paris, mobil Mercedes Benz C 200 Kompressor miliknya terserempet dan harus masuk ke bengkel. Saya diminta mengambilnya di bengkel, sedangkan biaya perbaikannya sudah dia bayar. Saya diperbolehkan memakai Mercedes Benz itu sampai dia kembali dari Paris, sekitar 8 sampai 12 bulan yang akan datang, dengan gratis! Sungguh, Allah kita dahsyat dan luar biasa! Rancangan-Nya selalu jauh melebihi apa yang bisa kita doakan!
Puji Tuhan, kami diberi kasih karunia oleh Tuhan Yesus untuk memiliki perusahaan sendiri pada bulan Mei 2007. Kami tidak lagi meminjam PT milik sahabat kami. Kami meminta Tuhan yang memberi nama, maka kami menamakannya PT. Covenant Engineering. Suatu ikat janji dengan Tuhan dan dengan Bapak Rohani/para pemimpin rohani kami, dimana Tuhan berjanji akan membawa kami masuk ke Tanah Perjanjian dan yang selalu memberikan kami kekuatan untuk memperoleh kekayaan. (Ulangan 8:18)
Tujuh bulan setelah kami mulai menabur di SCCC dan mempunyai perusahaan sendiri, total penjualan perusahaan kami meningkat drastis dan mencapai Rp. 3,8 milyar dalam tujuh bulan! Haleluya! Sungguh luar biasa! Allah kita sungguh dahsyat dan luar biasa. Apa yang tak pernah kami lihat, yang tak pernah kami dengar, dan yang tak pernah timbul di dalam hati kami, itu semua yang telah Tuhan berikan kepada kami.
Itu adalah sebuah usaha yang benar-benar tanpa modal uang sepeserpun. Nol rupiah modalnya! Hanya bisa berlangsung karena Tuhan mengaruniakan kepada kami supplier-supplier yang mau memberikan jangka waktu pembayaran setelah kami menerima pembayaran dari para customer.
Masih banyak lagi kesaksian tentang kebaikan Tuhan dan mukjizat-Nya yang tidak dapat kami tuliskan satu per satu, seperti bagaimana Tuhan menyediakan uang sebesar Rp. 250 juta dalam tiga hari hanya melalui doa saja. Juga bagaimana Tuhan membuat persediaan beras dan makanan untuk anjing kami tidak pernah habis selama berbulan-bulan.
Saat ini kami tidak lagi berkantor di kamar kami yang sempit. Kami sudah pindah ke sebuah workshop seluas hampir 4.000 m2. Kami sudah mempunyai belasan karyawan, memiliki mesin-mesin milling, bubut, grinding, welding, sampai mesin CNC. Bersama Tuhan Yesus saat ini kami juga mulai melakukan Research and Development untuk produk-produk elektronik. Kami percaya bahwa kami akan diberikan kasih karunia oleh Tuhan Yesus, Pencipta segalanya, untuk menciptakan suatu alat yang akan ada di tangan banyak manusia. Kami juga sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001.
Kami selalu memperkatakan bahwa Tuhan sendirilah yang empunya perusahaan ini. Semua yang bekerja di perusahaan ini, termasuk kami berdua, hanyalah pekerja-pekerja-Nya. Kami akan menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan yang akan membawa dampak kasih Kristus di kota kami, bahkan di bangsa kami dan bangsa-bangsa di manapun Tuhan akan memperluas perusahaan ini, supaya setiap orang akan dapat merasakan betapa lebar dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, sekalipun itu melampaui segala pengetahuan.
Kami percaya bahwa ikat janji (covenant) yang telah diikat oleh Gembala Pembina kami, Bapak Pdt. Niko Njotorahardjo dengan Tuhan Yesus, dan ikat janji yang telah diikat bapak rohani kami, Pdt. Hanny Andries, dengan bapak Pdt. Niko dan ikat janji yang telah kami ikat dengan Tuhan Yesus dan dengan para pemimpin kami akan menjadi jaminan berkat bagi kami dan anak-anak cucu kami sampai beratus-ratus keturunan di bawah kami. Tuhan Yesus memberkati. (Sumber: Majalah HM3 (Healing Movement Ministry Magazine) edisi Oktober 2008, terbitan GBI Jl. Gatot Subroto Jakarta)
****
Kesaksian di atas membuktikan bahwa Bapak Bayu Mahargo adalah orang yang menghargai dan hidup dalam Ikat Janji, serta mengalami berkat dan kuasa yang ada dalam sebuah Ikat Janji atau Covenant. Perkataan-perkataan yang disampaikan oleh Bapak Bayu Mahargo yang terakhir itu sesuai dengan pelajaran-pelajaran yang ada di dalam buku di bawah ini:
BARU TERBIT : BUKU "KUASA DAN BERKAT IKAT JANJI"
Penulis : Leonardo A. Sjiamsuri
Editor : Hadi Kristadi
Terbitan : Nafiri Gabriel
Harga Sama Dengan Toko Buku: Rp. 35.000.- Silakan pesan melalui 08129716102, harga belum termasuk ongkos kirim, sebutkan nama, alamat lengkap & kode pos. Pembayaran via BCA atas nama HADI no. 4980036931
Ikat janji atau covenant membuat perbedaan yang sangat besar dalam kehidupan anda dan keturunan anda. Ikat janji anda dengan Tuhan memberikan kepastian kehidupan, memberikan kasih setia dan kebenaran Tuhan, pertolongan dan perlindungan Tuhan. Ikat janji anda dengan pemimpin yang memiliki ikat janji dengan Tuhan menyediakan penudungan rohani dan mengalirkan berkat-berkat yang Tuhan berikan melalui pemimpin anda.
Jangan menyesal seperti Ham, anak Nuh, yang tidak menghormati ikat janji Tuhan, sehingga keturunannya menjadi orang-orang terkutuk, orang-orang yang jahat, orang-orang yang menyusahkan banyak orang. Jangan hidup biasa-biasa saja, tanpa arti dan tanpa kepuasan, di luar ikat janji!
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Blessed by Giving (1)
Nama saya Bayu Christyo Mahargo (36) dan isteri saya Christine Natalie Losung (21). Kami menikah pada tahun 2006 dan sudah dikaruniai seorang anak laki-laki berusia 1,5 tahun yang kami beri nama Joel Army Mahargo. Saat ini Christine sedang mengandung anak kami yang kedua. Kami beribadah di GBI Gedung Tabgha di Batam yang digembalakan oleh Bapak Pdt. Hanny Andries.
Kesaksian ini diawali pada bulan September 2006 ketika gembala kami mencetuskan program "Tabgha Business Development Center" (TBDC) yang bertujuan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha kristiani, dengan memindahkan anak-anak Tuhan dari kuadran karyawan ke dalam kuadran pengusaha-pengusaha baru. Kami sangat antusias mengikuti program ini dan kami percaya bahwa dengan program ini Allah akan memulihkan perekonomian kami. Tetapi apa yang terjadi selanjutnya sangat bertolak belakang dari apa yang kami bayangkan. Pada bulan Desember 2006 kami harus kehilangan pekerjaan dari sebuah perusahaan PMA (perusahaan Penanaman Modah Asing) milik orang Singapura dimana saya telah bekerja selama empat tahun terakhir, dan isteri saya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sedang mengandung.
Kami benar-benar tidak mempunyai pegangan apapun, bahkan ada tagihan KPR bulanan yang nilainya cukup besar bagi kami. Kami menjadi sangat takut dan khawatir akan kelangsungan hidup kami. Lalu kami memutuskan untuk sungguh-sungguh mencari Tuhan dan menyerahkan seluruh hidup kami seutuhnya kepada Tuhan.
Kami berdoa dan memutuskan untuk menjadikan gembala kami, Bapak Pdt. Hanny Andries, sebagai Musa yang akan menuntun kami seperti bangsa Israel mengaruhi padang gurun dan yang akan membawa kami ke Tanah Perjanjian. Sejak saat itu kami berikrar mengikat Perjanjian (Covenant) dengan Tuhan Yesus, bahwa mulai hari itu kami akan sungguh-sungguh melakukan segala kehendak Tuhan. Kami berusaha sungguh-sungguh untuk memperoleh perkenanan Tuhan untuk layak mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya. Kami mau dipulihkan secara jasmani maupun rohani sepenuhnya oleh Tuhan Yesus.
Setiap firman yang disampaikan gembala kami di hari Minggu kami kupas sekembalinya kami di rumah dan kami jadikan sebagai tuntunan Tuhan sepanjang minggu dan kami berdoa supaya kami dibawa Tuhan pada keadaan ketika gembala kami mendapatkan pewahyuan tersebut dari Tuhan. Hanya ini yang kami kerjakan setiap hari sebagai pengangguran.
Kami hanyalah anggota jemaat biasa dan bukan pengerja gereja, tetapi sejak saat itu kami berkomitmen untuk menjalankan setiap visi dan tuntunan dari minggu ke minggu yang disampaikan Tuhan melalui Bapak Pdt. Hanny Andries.
Tidak lama kemudian pada akhir Desember 2006, karena kasih karunia Tuhan, ada seorang sahabat yang bermurah hati untuk meminjamkan bendera perusahaannya untuk kami pakai merintis usaha baru, karena kami tidak mempunyai dana untuk mendirikan PT di Notaris. Sahabat kami tersebut juga meminjamkan kepada kami uang untuk membeli 1 set komputer, mesin fax dan printer. Saya memulai usaha ini di rumah, di kamar tidur saya, dan hanya berdua dengan isteri saya. Kami tidak mempunyai kendaraan apapun selain sebuah sepeda motor yang dipinjamkan oleh mertua saya. Kami berdua seringkali kepanasan dan kehujanan ketika kami kanvas (keliling menjadi salesman), mengantar barang atau meeting dengan customer kami. Tetapi kami selalu bersukacita dan tidak pernah mengeluh kepada siapapun. Kami merasa bahwa kami adalah pengendara sepeda motor yang paling berbahagia di Batam. Dan kami tidak pernah menceritakan keadaan kami kepada siapapun, termasuk kepada orang tua kami.
Kami selalu bersyukur bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kami. Selama bulan Januari dan Februari 2007, kami harus makan dari catering hanya supaya kami bisa berutang dan baru membayarnya di akhir bulan setelah kami menerima pembayaran dari pelanggan kami.
Pada jam kerja, yang kami lakukan di rumah adalah berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Kami hanya menumpangkan tangan kami pada layar monitor komputer sebelum membuat setiap penawaran harga yang kami kirimkan melalui email kepada para customer kami. Dan sebagian besar akan kembali dalam bentuk Purchase Order (PO) dari customer. Saya bersama isteri yang sedang hamil tua melakukan tindakan profetik dengan bersepeda motor sambil berdoa keliling di daerah kawasan industri untuk memberkati setiap PMA dan mendeklarasikan bahwa kami mengambil harta warisan yang sudah Allah sediakan bagi kami melalui setiap PMA tersebut.
Ketika kami mulai diberkati Tuhan dan berhasil terkumpul keuntungan belasan juta rupiah, pada suatu kebaktian hari Minggu, gembala kami Bapak Pdt. Hanny Andries, menyampaikan khotbah mengenai Matius 19:16-26 tentang seorang anak muda yang kaya yang bertanya kepada Tuhan Yesus, apakah yang harus anak muda itu perbuat untuk mengikuti Tuhan karena segala hukum Taurat sudah digenapinya. Ketika Tuhan Yesus meminta anak muda itu untuk menjual seluruh hartanya dan memberikannya kepada orang miskin, maka sedihlah hati anak muda tersebut karena hartanya sangat banyak. Di akhir khotbahnya, gembala kami memberikan dorongan supaya jemaat mau mengambil bagian untuk menabur di proyek pembangunan Sentul City Convention Center (SCCC), supaya diberkati Tuhan. Kami menangkap pesan ini dan dengan spontan saya mengambil buletin SCCC yang disediakan di counter gereja. Di dalam buletin itu saya membaca banyak kesaksian hamba-hamba Tuhan dan bahkan jemaat biasa yang hidupnya diberkati setelah menabur dana di proyek SCCC, salah satunya adalah kesaksian Bapak Welyar Kauntu yang diberkati dengan mobil Kijang Innova baru.
Pada hari Senin pagi, setelah berdiskusi dengan isteri saya, kami sepakat untuk mengosongkan rekening tabungan kami dan memberikannya kepada Tuhan melalui proyek SCCC (Sentul City Convention Center). Nilainya memang tidak seberapa, hanya belasan juta saja. Tetapi itulah seluruh keuntungan usaha yang baru kami rintis, itulah persembahan buah sulung kami. Kami tidak punya uang sesenpun lagi, untuk menyambung hidup kami sampai akhir bulan, dimana kami baru akan mendapat pembayaran dari customer. (Bersambung)
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
****
Apabila anda ingin mengalami kehidupan berdasarkan ikat janji yang kuat dengan Tuhan dan dengan para pemimpin, seperti yang dialami saudara kita Bapak Bayu Mahargo dalam kisah kesaksian di atas, yang juga mengadakan ikat janji dengan Tuhan, bacalah buku baru di bawah ini:
BARU TERBIT : BUKU "KUASA DAN BERKAT IKAT JANJI"
Penulis : Leonardo A. Sjiamsuri
Editor : Hadi Kristadi
Terbitan : Nafiri Gabriel
Harga Sama Dengan Toko Buku: Rp. 35.000.- Silakan pesan melalui 08129716102, harga belum termasuk ongkos kirim, sebutkan nama, alamat lengkap & kode pos. Pembayaran via BCA atas nama HADI no. 4980036931
Ikat janji atau covenant membuat perbedaan yang sangat besar dalam kehidupan anda dan keturunan anda. Ikat janji anda dengan Tuhan memberikan kepastian kehidupan, memberikan kasih setia dan kebenaran Tuhan, pertolongan dan perlindungan Tuhan. Ikat janji anda dengan pemimpin yang memiliki ikat janji dengan Tuhan menyediakan penudungan rohani dan mengalirkan berkat-berkat yang Tuhan berikan melalui pemimpin anda.
Jangan menyesal seperti Ham, anak Nuh, yang tidak menghormati ikat janji Tuhan, sehingga keturunannya menjadi orang-orang terkutuk, orang-orang yang jahat, orang-orang yang menyusahkan banyak orang. Jangan hidup biasa-biasa saja, tanpa arti dan tanpa kepuasan, di luar ikat janji!
Buku ini menyajikan banyak pelajaran yang mengubah kehidupan anda!
Kesaksian ini diawali pada bulan September 2006 ketika gembala kami mencetuskan program "Tabgha Business Development Center" (TBDC) yang bertujuan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha kristiani, dengan memindahkan anak-anak Tuhan dari kuadran karyawan ke dalam kuadran pengusaha-pengusaha baru. Kami sangat antusias mengikuti program ini dan kami percaya bahwa dengan program ini Allah akan memulihkan perekonomian kami. Tetapi apa yang terjadi selanjutnya sangat bertolak belakang dari apa yang kami bayangkan. Pada bulan Desember 2006 kami harus kehilangan pekerjaan dari sebuah perusahaan PMA (perusahaan Penanaman Modah Asing) milik orang Singapura dimana saya telah bekerja selama empat tahun terakhir, dan isteri saya hanyalah seorang ibu rumah tangga yang sedang mengandung.
Kami benar-benar tidak mempunyai pegangan apapun, bahkan ada tagihan KPR bulanan yang nilainya cukup besar bagi kami. Kami menjadi sangat takut dan khawatir akan kelangsungan hidup kami. Lalu kami memutuskan untuk sungguh-sungguh mencari Tuhan dan menyerahkan seluruh hidup kami seutuhnya kepada Tuhan.
Kami berdoa dan memutuskan untuk menjadikan gembala kami, Bapak Pdt. Hanny Andries, sebagai Musa yang akan menuntun kami seperti bangsa Israel mengaruhi padang gurun dan yang akan membawa kami ke Tanah Perjanjian. Sejak saat itu kami berikrar mengikat Perjanjian (Covenant) dengan Tuhan Yesus, bahwa mulai hari itu kami akan sungguh-sungguh melakukan segala kehendak Tuhan. Kami berusaha sungguh-sungguh untuk memperoleh perkenanan Tuhan untuk layak mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya. Kami mau dipulihkan secara jasmani maupun rohani sepenuhnya oleh Tuhan Yesus.
Setiap firman yang disampaikan gembala kami di hari Minggu kami kupas sekembalinya kami di rumah dan kami jadikan sebagai tuntunan Tuhan sepanjang minggu dan kami berdoa supaya kami dibawa Tuhan pada keadaan ketika gembala kami mendapatkan pewahyuan tersebut dari Tuhan. Hanya ini yang kami kerjakan setiap hari sebagai pengangguran.
Kami hanyalah anggota jemaat biasa dan bukan pengerja gereja, tetapi sejak saat itu kami berkomitmen untuk menjalankan setiap visi dan tuntunan dari minggu ke minggu yang disampaikan Tuhan melalui Bapak Pdt. Hanny Andries.
Tidak lama kemudian pada akhir Desember 2006, karena kasih karunia Tuhan, ada seorang sahabat yang bermurah hati untuk meminjamkan bendera perusahaannya untuk kami pakai merintis usaha baru, karena kami tidak mempunyai dana untuk mendirikan PT di Notaris. Sahabat kami tersebut juga meminjamkan kepada kami uang untuk membeli 1 set komputer, mesin fax dan printer. Saya memulai usaha ini di rumah, di kamar tidur saya, dan hanya berdua dengan isteri saya. Kami tidak mempunyai kendaraan apapun selain sebuah sepeda motor yang dipinjamkan oleh mertua saya. Kami berdua seringkali kepanasan dan kehujanan ketika kami kanvas (keliling menjadi salesman), mengantar barang atau meeting dengan customer kami. Tetapi kami selalu bersukacita dan tidak pernah mengeluh kepada siapapun. Kami merasa bahwa kami adalah pengendara sepeda motor yang paling berbahagia di Batam. Dan kami tidak pernah menceritakan keadaan kami kepada siapapun, termasuk kepada orang tua kami.
Kami selalu bersyukur bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kami. Selama bulan Januari dan Februari 2007, kami harus makan dari catering hanya supaya kami bisa berutang dan baru membayarnya di akhir bulan setelah kami menerima pembayaran dari pelanggan kami.
Pada jam kerja, yang kami lakukan di rumah adalah berdoa, memuji dan menyembah Tuhan. Kami hanya menumpangkan tangan kami pada layar monitor komputer sebelum membuat setiap penawaran harga yang kami kirimkan melalui email kepada para customer kami. Dan sebagian besar akan kembali dalam bentuk Purchase Order (PO) dari customer. Saya bersama isteri yang sedang hamil tua melakukan tindakan profetik dengan bersepeda motor sambil berdoa keliling di daerah kawasan industri untuk memberkati setiap PMA dan mendeklarasikan bahwa kami mengambil harta warisan yang sudah Allah sediakan bagi kami melalui setiap PMA tersebut.
Ketika kami mulai diberkati Tuhan dan berhasil terkumpul keuntungan belasan juta rupiah, pada suatu kebaktian hari Minggu, gembala kami Bapak Pdt. Hanny Andries, menyampaikan khotbah mengenai Matius 19:16-26 tentang seorang anak muda yang kaya yang bertanya kepada Tuhan Yesus, apakah yang harus anak muda itu perbuat untuk mengikuti Tuhan karena segala hukum Taurat sudah digenapinya. Ketika Tuhan Yesus meminta anak muda itu untuk menjual seluruh hartanya dan memberikannya kepada orang miskin, maka sedihlah hati anak muda tersebut karena hartanya sangat banyak. Di akhir khotbahnya, gembala kami memberikan dorongan supaya jemaat mau mengambil bagian untuk menabur di proyek pembangunan Sentul City Convention Center (SCCC), supaya diberkati Tuhan. Kami menangkap pesan ini dan dengan spontan saya mengambil buletin SCCC yang disediakan di counter gereja. Di dalam buletin itu saya membaca banyak kesaksian hamba-hamba Tuhan dan bahkan jemaat biasa yang hidupnya diberkati setelah menabur dana di proyek SCCC, salah satunya adalah kesaksian Bapak Welyar Kauntu yang diberkati dengan mobil Kijang Innova baru.
Pada hari Senin pagi, setelah berdiskusi dengan isteri saya, kami sepakat untuk mengosongkan rekening tabungan kami dan memberikannya kepada Tuhan melalui proyek SCCC (Sentul City Convention Center). Nilainya memang tidak seberapa, hanya belasan juta saja. Tetapi itulah seluruh keuntungan usaha yang baru kami rintis, itulah persembahan buah sulung kami. Kami tidak punya uang sesenpun lagi, untuk menyambung hidup kami sampai akhir bulan, dimana kami baru akan mendapat pembayaran dari customer. (Bersambung)
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
****
Apabila anda ingin mengalami kehidupan berdasarkan ikat janji yang kuat dengan Tuhan dan dengan para pemimpin, seperti yang dialami saudara kita Bapak Bayu Mahargo dalam kisah kesaksian di atas, yang juga mengadakan ikat janji dengan Tuhan, bacalah buku baru di bawah ini:
BARU TERBIT : BUKU "KUASA DAN BERKAT IKAT JANJI"
Penulis : Leonardo A. Sjiamsuri
Editor : Hadi Kristadi
Terbitan : Nafiri Gabriel
Harga Sama Dengan Toko Buku: Rp. 35.000.- Silakan pesan melalui 08129716102, harga belum termasuk ongkos kirim, sebutkan nama, alamat lengkap & kode pos. Pembayaran via BCA atas nama HADI no. 4980036931
Ikat janji atau covenant membuat perbedaan yang sangat besar dalam kehidupan anda dan keturunan anda. Ikat janji anda dengan Tuhan memberikan kepastian kehidupan, memberikan kasih setia dan kebenaran Tuhan, pertolongan dan perlindungan Tuhan. Ikat janji anda dengan pemimpin yang memiliki ikat janji dengan Tuhan menyediakan penudungan rohani dan mengalirkan berkat-berkat yang Tuhan berikan melalui pemimpin anda.
Jangan menyesal seperti Ham, anak Nuh, yang tidak menghormati ikat janji Tuhan, sehingga keturunannya menjadi orang-orang terkutuk, orang-orang yang jahat, orang-orang yang menyusahkan banyak orang. Jangan hidup biasa-biasa saja, tanpa arti dan tanpa kepuasan, di luar ikat janji!
Buku ini menyajikan banyak pelajaran yang mengubah kehidupan anda!
Saturday, September 27, 2008
The Blessing of the Lord
Seorang pemilik bank yang kisahnya pernah saya tulis beberapa hari yang lalu mengisahkan betapa Tuhan itu tidak pernah berutang kepada kita. Pembangunan Sentul City Convention Center memerlukan dana lebih dari Rp. 210 milyar. Jemaat dan para pengerja gereja diajak untuk ikut menyumbang dana pada pembangunan itu. Salah satunya, sang bankir itu menyumbang dana yang cukup besar. Itu dari uang pribadi lho!
Beberapa waktu kemudian ada seorang nasabah yang jarang ketemu beliau, mengajukan proposal bisnis: Nasabahnya yang pengusaha di bidang property ini telah membebaskan tanah sekian hektar, tetapi kekurangan dana untuk menutup sekian hektar lagi sehingga tanah itu bisa lengkap, tidak bolong-bolong karena ada bagian yang belum dibebaskan. Sang nasabah menawarkan kepada bankir ini untuk ikut serta membebaskan tanah. Yang dibawa sang nasabah hanya peta tanah dan diceritakan bahwa tanah itu akan dijual kepada sebuah perusahaan asing. Hanya berdasarkan peta tanah itu saja, sang bankir berdoa kepada Tuhan, apakah bagus dan menguntungkan ikut dalam pembebasan tanah itu. Setelah berdoa dan mendapat jawaban dari Tuhan, esok harinya sang bankir menelpon pengusaha property tadi dan mentransfer dana yang dibutuhkan. Tidak ada jaminan apa-apa, tetapi hati sang bankir merasa damai sejahtera.
Beberapa minggu kemudian pengusaha property itu melaporkan bahwa seluruh tanah itu telah terjual dan bagian keuntungan sang bankir adalah jumlah yang cukup besar. Karena merasa bahwa keuntungan itu datang berkat penawaran sang pengusaha, maka sang bankir ingin memberikan "tanda terima kasih" kepada pengusaha itu.
"Pak, saya akan kirim kembali uang sejumlah sekian sebagai tanda terima kasih saya, ya!"
"Oh, jangan pak! Itu semua buat bapak. Bagian keuntungan saya sudah cukup banyak, Pak. Terima kasih."
Amsal 10:22 dalam terjemahan bahasa Inggeris berbunyi: "The blessing of the LORD, it maketh rich, and he addeth no sorrow with it." Berkat Tuhanlah yang menjadikan seseorang kaya, dan Ia tidak menambahkan kesusahan pada kekayaan itu."
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Beberapa waktu kemudian ada seorang nasabah yang jarang ketemu beliau, mengajukan proposal bisnis: Nasabahnya yang pengusaha di bidang property ini telah membebaskan tanah sekian hektar, tetapi kekurangan dana untuk menutup sekian hektar lagi sehingga tanah itu bisa lengkap, tidak bolong-bolong karena ada bagian yang belum dibebaskan. Sang nasabah menawarkan kepada bankir ini untuk ikut serta membebaskan tanah. Yang dibawa sang nasabah hanya peta tanah dan diceritakan bahwa tanah itu akan dijual kepada sebuah perusahaan asing. Hanya berdasarkan peta tanah itu saja, sang bankir berdoa kepada Tuhan, apakah bagus dan menguntungkan ikut dalam pembebasan tanah itu. Setelah berdoa dan mendapat jawaban dari Tuhan, esok harinya sang bankir menelpon pengusaha property tadi dan mentransfer dana yang dibutuhkan. Tidak ada jaminan apa-apa, tetapi hati sang bankir merasa damai sejahtera.
Beberapa minggu kemudian pengusaha property itu melaporkan bahwa seluruh tanah itu telah terjual dan bagian keuntungan sang bankir adalah jumlah yang cukup besar. Karena merasa bahwa keuntungan itu datang berkat penawaran sang pengusaha, maka sang bankir ingin memberikan "tanda terima kasih" kepada pengusaha itu.
"Pak, saya akan kirim kembali uang sejumlah sekian sebagai tanda terima kasih saya, ya!"
"Oh, jangan pak! Itu semua buat bapak. Bagian keuntungan saya sudah cukup banyak, Pak. Terima kasih."
Amsal 10:22 dalam terjemahan bahasa Inggeris berbunyi: "The blessing of the LORD, it maketh rich, and he addeth no sorrow with it." Berkat Tuhanlah yang menjadikan seseorang kaya, dan Ia tidak menambahkan kesusahan pada kekayaan itu."
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Friday, April 25, 2008
Deep Worship
Anak saya diminta mengiringi 'deep worship' seorang gembala beserta isterinya, dengan memainkan keyboard. Penyembahan itu diberi judul: "Worship The King" dan direkam dalam sebuah CD yang dibagikan gratis.
Beberapa orang yang telah mendengarkan CD itu ada yang mengalami kesembuhan ilahi, ada yang melihat sorga, sehingga seorang keluarga pengusaha hotel meminta izin agar CD itu dapat diputar di hotelnya. Juga ada permintaan dari sebuah hotel di bilangan Thamrin yang meminta izin agar CD itu diputar di lobby hotelnya.
Dari antara orang-orang yang telah diberkati CD itu, ada seorang pengusaha yang memberi hadiah sebuah mobil baru, Toyota Rush, kepada gembala itu.
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Beberapa orang yang telah mendengarkan CD itu ada yang mengalami kesembuhan ilahi, ada yang melihat sorga, sehingga seorang keluarga pengusaha hotel meminta izin agar CD itu dapat diputar di hotelnya. Juga ada permintaan dari sebuah hotel di bilangan Thamrin yang meminta izin agar CD itu diputar di lobby hotelnya.
Dari antara orang-orang yang telah diberkati CD itu, ada seorang pengusaha yang memberi hadiah sebuah mobil baru, Toyota Rush, kepada gembala itu.
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Friday, September 14, 2007
Generousity
Kemarin pagi ibu Evi Kesek dari PD Anugerah di daerah Jl. Ampera - Jakarta, mendengar suara Roh agar ia memberi dua amplop persembahan khusus, satu untuk Apostle/Pastor David Swan dari Malaysia dan satu untuk isterinya, Pastor Irene David Swan, yang datang melayani Persekutuan Doa itu. Ia yang biasa taat melakukan perintah Roh segera memberikan persembahan khusus itu. Beberapa jam kemudian datang cheque dari salah satu anak ibu Evi, besarnya puluhan kali lipat dari besarnya persembahan khusus yang ia berikan kepada pasangan David Swan itu.
Orang Kristen yang taat mendengar suara Roh, hari-hari ini akan dipakai sebagai bendahara keuangannya Tuhan. Mereka akan dipercaya lebih lagi karena mereka telah membuktikan dapat dipercaya dalam perkara kecil. Hari-hari ini Tuhan sedang membangkitkan orang-orang percaya yang bertindak sebagai 'raja' yang menjadi bendaharanya Tuhan dengan keuangan mereka. Karena gereja banyak mendepositokan uang Kerajaan Allah bagi diri mereka sendiri, maka sekarang Tuhan membangkitkan pelayanan raja yang akan mendanai pekerjaan Kerajaan Allah di bumi ini.
Mengapa pasangan David Swan mendapat kemurahan seperti di atas? Ia telah banyak menabur kebaikan bagi sesama hamba Tuhan lainnya. Beberapa bulan lalu gereja Tabernacle of David di KL yang digembalakan Ps. David Swan mengadakan Konferensi Pujian dan Penyembahan di Cameron Highland di belahan utara Malaysia yang sejuk sekali. Pada waktu itu Ps. David Swan mengundang seorang pembicara ahli dari Australia. Belakangan diketahui bahwa hamba Tuhan dari OZ ini sebenarnya akan keluar / quit dari pelayanan luar negeri, karena selama ini ia selalu 'nombok' apabila melayani di luar negeri. Ketika datang ke Malaysia ini, Ps. David Swan menyediakan hotel yang baik dan membayar tiket pesawat pulang pergi untuk dua orang. Selain itu pada hari pertama kedatangan mereka di Malaysia, ketika mereka belum melayani, Ps. David Swan memberi uang saku masing-masing kepada hamba Tuhan dan puterinya yang diajak serta. Lalu dengan murah hati Ps. David Swan membeli semua buku-buku karangan hamba Tuhan ini yang tidak terjual selama perjalanannya ke Malaysia. Selain itu hamba Tuhan ini mendapatkan PK (Persembahan Kasih) yang besar sebagai pembicara internasional. Ia sangat terharu menerima kebaikan jemaat dan Ps. David Swan, sehingga ia membatalkan rencananya untuk berhenti dari pelayanan ke luar negeri.
Seorang hamba Tuhan pedesaan yang sungguh-sungguh taat, setia, dan rendah hati melayani di Afrika Selatan diundang Ps. David Swan melayani satu kali ibadah raya di KL. Ps. David Swan memenuhi segala keperluan hamba Tuhan ini dan isterinya: menyediakan tiket pesawat pulang pergi untuk dua orang, menyediakan kamar hotel yang baik, memberikan bingkisan keranjang buah-buahan yang besar di hari pertama mereka masuk hotel, memberikan uang saku masing-masing kepada hamba Tuhan dan isterinya sebelum pelayanan mimbar, dan tentu saja PK (Persembahan Kasih) yang cukup besar sesuai standard internasional dan keperluan makan minum selama di KL. Hamba Tuhan dari Afrika Selatan ini sampai menangis karena selama hidupnya (50 tahun lebih) ia belum pernah pergi ke luar dari Afrika Selatan. Ia menerima begitu banyak kebaikan, padahal ia hanya melayani satu kali dalam ibadah raya di gereja Tabernacle of David itu.
Hamba Tuhan yang sungguh-sungguh bekerja bagi Kerajaan Allah akan taat mendengar pesan Roh untuk memberkati sesama hamba Tuhan yang sama-sama bekerja bagi Kerajaan-Nya. Ia sangat peka mendengar kebutuhan orang lain dan hatinya penuh kemurahan karena ia hanya bertindak sebagai kasir-Nya Tuhan. Mana ada kasir yang menolak keinginan bos pemilik dana?
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Orang Kristen yang taat mendengar suara Roh, hari-hari ini akan dipakai sebagai bendahara keuangannya Tuhan. Mereka akan dipercaya lebih lagi karena mereka telah membuktikan dapat dipercaya dalam perkara kecil. Hari-hari ini Tuhan sedang membangkitkan orang-orang percaya yang bertindak sebagai 'raja' yang menjadi bendaharanya Tuhan dengan keuangan mereka. Karena gereja banyak mendepositokan uang Kerajaan Allah bagi diri mereka sendiri, maka sekarang Tuhan membangkitkan pelayanan raja yang akan mendanai pekerjaan Kerajaan Allah di bumi ini.
Mengapa pasangan David Swan mendapat kemurahan seperti di atas? Ia telah banyak menabur kebaikan bagi sesama hamba Tuhan lainnya. Beberapa bulan lalu gereja Tabernacle of David di KL yang digembalakan Ps. David Swan mengadakan Konferensi Pujian dan Penyembahan di Cameron Highland di belahan utara Malaysia yang sejuk sekali. Pada waktu itu Ps. David Swan mengundang seorang pembicara ahli dari Australia. Belakangan diketahui bahwa hamba Tuhan dari OZ ini sebenarnya akan keluar / quit dari pelayanan luar negeri, karena selama ini ia selalu 'nombok' apabila melayani di luar negeri. Ketika datang ke Malaysia ini, Ps. David Swan menyediakan hotel yang baik dan membayar tiket pesawat pulang pergi untuk dua orang. Selain itu pada hari pertama kedatangan mereka di Malaysia, ketika mereka belum melayani, Ps. David Swan memberi uang saku masing-masing kepada hamba Tuhan dan puterinya yang diajak serta. Lalu dengan murah hati Ps. David Swan membeli semua buku-buku karangan hamba Tuhan ini yang tidak terjual selama perjalanannya ke Malaysia. Selain itu hamba Tuhan ini mendapatkan PK (Persembahan Kasih) yang besar sebagai pembicara internasional. Ia sangat terharu menerima kebaikan jemaat dan Ps. David Swan, sehingga ia membatalkan rencananya untuk berhenti dari pelayanan ke luar negeri.
Seorang hamba Tuhan pedesaan yang sungguh-sungguh taat, setia, dan rendah hati melayani di Afrika Selatan diundang Ps. David Swan melayani satu kali ibadah raya di KL. Ps. David Swan memenuhi segala keperluan hamba Tuhan ini dan isterinya: menyediakan tiket pesawat pulang pergi untuk dua orang, menyediakan kamar hotel yang baik, memberikan bingkisan keranjang buah-buahan yang besar di hari pertama mereka masuk hotel, memberikan uang saku masing-masing kepada hamba Tuhan dan isterinya sebelum pelayanan mimbar, dan tentu saja PK (Persembahan Kasih) yang cukup besar sesuai standard internasional dan keperluan makan minum selama di KL. Hamba Tuhan dari Afrika Selatan ini sampai menangis karena selama hidupnya (50 tahun lebih) ia belum pernah pergi ke luar dari Afrika Selatan. Ia menerima begitu banyak kebaikan, padahal ia hanya melayani satu kali dalam ibadah raya di gereja Tabernacle of David itu.
Hamba Tuhan yang sungguh-sungguh bekerja bagi Kerajaan Allah akan taat mendengar pesan Roh untuk memberkati sesama hamba Tuhan yang sama-sama bekerja bagi Kerajaan-Nya. Ia sangat peka mendengar kebutuhan orang lain dan hatinya penuh kemurahan karena ia hanya bertindak sebagai kasir-Nya Tuhan. Mana ada kasir yang menolak keinginan bos pemilik dana?
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"
Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."
Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan
- A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
- B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
- C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
- D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
- E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
- F. Bpk. Irsan
- G. Ir. Ciputra - Jakarta
- H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
- I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
- J. Beni Prananto - Pengusaha
- K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
- L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
- M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
- N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
- O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
- P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
- Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
- R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
- S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
- T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
- U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
- V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
- W. Fanny Irwanto - Jakarta
- X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
- Y. Ir. Junna - Jakarta
- Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
- ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
- ZB. Christine - Intercon - Jakarta
- ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
- ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
- ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
- ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
- ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
- ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
- ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
- ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
- ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
- ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
- ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
- ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
- ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
- ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
- ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
- ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
- ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
- ZU. Justanti - USAID - Makassar
- ZV. Welian - Tangerang
- ZW. Dwiyono - Karawaci
- ZX. Essa Pujowati - Jakarta
- ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
- ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
- ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
- ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
- ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
- ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
- ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
- ZZF. Julia Bing - Semarang
- ZZG. Rika - Tanjung Karang
- ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
- ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
- ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
- ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI