kesaksian hidup - #inspiring story - #kisah nyata - #mukjizat kehidupan - #sign and wonders - #miracles - inspirational christian story - nice story - true story - inspirational touching story - an amazing story: kisah orang biasa dengan pengalaman luar biasa - ordinary people living the extra-ordinary lives
Search This Blog
Showing posts with label Kebahagiaan - Happiness. Show all posts
Showing posts with label Kebahagiaan - Happiness. Show all posts
Friday, October 5, 2012
The Fastest Way to Happiness and Joy
Cara Paling Cepat untuk Berbahagia dan Bersuka Cita: Menemukan Cara untuk Melayani
Pada tahun 2004 yang lalu saya mendapat penghargaan dari Academy of Achievement karena saya memberikan sumbangsih penting bagi dunia. Salah satu penerima penghargaan lain pada acara itu adalah Ken Behring, penulis buku "Road to Purpose: One Man's Journey Bringing Hope to Millions and Finding Purpose Along the Way." Ia mempunyai kekayaan sekitar USD 500 juta. Selama pidatonya, ia menceritakan kepada kami bahwa hidupnya melewati empat tahap.
Wednesday, April 11, 2012
Nilai Seikat Kembang - The Value of a Bouquet
Nilai Seikat Kembang
Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum. Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, "Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!"
Penjaga kuburan itu menganggukan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.
Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, "Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."
"O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda." jawab pria itu.
"Apa, maaf?" tanya wanita itu dengan gusar.
"Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang. Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu.
Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.
Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.
"Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny . Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.
Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.
Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!"
Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain, ...... sesungguhnya kita menolong diri sendiri.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum. Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, "Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!"
Penjaga kuburan itu menganggukan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.
Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, "Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."
"O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda." jawab pria itu.
"Apa, maaf?" tanya wanita itu dengan gusar.
"Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang. Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu.
Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.
Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.
"Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny . Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.
Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.
Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!"
Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain, ...... sesungguhnya kita menolong diri sendiri.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Tuesday, November 15, 2011
Ayah
Ada orang kaya raya yang punya segala-galanya, tapi hidupnya tidak bahagia. Seorang kawan mengajaknya mengunjungi sebuah panti asuhan agar hatinya bahagia dan tenteram. Namun sampai selesai acara di panti itu, hatinya masih gundah. Ia bergumam, "Kawan, engkau bohong, katanya kalau aku datang ke panti hatiku bisa bahagia......" Ia pun pulang, melangkah ke arah mobilnya dengan lesu. Baru saja kakinya melangkah keluar pintu panti asuhan, tiba-tiba seorang anak perempuan kecil menarik tangannya.
"Oom mau pulang ya ?"
"Iya," jawabnya sambil tersenyum.
"Oom, boleh gak Nanda minta sesuatu?" tanya anak kecil yang bernama Nanda.
"Boleh, apa?"
"Tapi Nanda takut gak boleh sama Oom!"
Orang kaya itu tersenyum. Ia orang kaya, apakah yang tidak bisa dibelinya, apalagi untuk anak yatim piatu yg manis ini, pastilah permintaannya akan dipenuhi.
"Memangnya Nanda mau minta apa?" tanya orang kaya itu sambil berjongkok dan memegang bahu Nanda.
"Om... Nanda cuma minta.. Nanda pengen manggil 'AYAH' ke Oom, boleh gak?"
Orang kaya itu tercengang. Tenggorokannya terasa tersumbat. Sebuah permintaan yang tidak pernah diduganya. Ternyata bukan minta boneka, bukan juga minta uang, hanya sebuah sebutan 'ayah'. Tanpa terasa hatinya bergetar.
"Boleh.. Nanda boleh panggil ayah ke Oom."
"Terima kasih..ayaah. Kapan, ayah datang lagi? Nanda boleh minta lagi ke ayah?" "Boleh, sayang, Nanda mau minta apa?"
"Nanda minta, kalo ayah datang kesini lagi, bawa fotonya ayah ya.. Nanda mau simpan di kamar Nanda. Kalo Nanda kangen sama ayah, Nanda bisa lihat foto ayah."
Orang kaya itu mengangguk. Dengan berlinang air mata orang kaya itu memeluk Nanda dan berkata, "Besok ayah kesini lagi. Ayah akan bawa foto ayah, dan akan sering ke sini menemui Nanda. Hati orang kaya itu sangat "bahagia".
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com
"Oom mau pulang ya ?"
"Iya," jawabnya sambil tersenyum.
"Oom, boleh gak Nanda minta sesuatu?" tanya anak kecil yang bernama Nanda.
"Boleh, apa?"
"Tapi Nanda takut gak boleh sama Oom!"
Orang kaya itu tersenyum. Ia orang kaya, apakah yang tidak bisa dibelinya, apalagi untuk anak yatim piatu yg manis ini, pastilah permintaannya akan dipenuhi.
"Memangnya Nanda mau minta apa?" tanya orang kaya itu sambil berjongkok dan memegang bahu Nanda.
"Om... Nanda cuma minta.. Nanda pengen manggil 'AYAH' ke Oom, boleh gak?"
Orang kaya itu tercengang. Tenggorokannya terasa tersumbat. Sebuah permintaan yang tidak pernah diduganya. Ternyata bukan minta boneka, bukan juga minta uang, hanya sebuah sebutan 'ayah'. Tanpa terasa hatinya bergetar.
"Boleh.. Nanda boleh panggil ayah ke Oom."
"Terima kasih..ayaah. Kapan, ayah datang lagi? Nanda boleh minta lagi ke ayah?" "Boleh, sayang, Nanda mau minta apa?"
"Nanda minta, kalo ayah datang kesini lagi, bawa fotonya ayah ya.. Nanda mau simpan di kamar Nanda. Kalo Nanda kangen sama ayah, Nanda bisa lihat foto ayah."
Orang kaya itu mengangguk. Dengan berlinang air mata orang kaya itu memeluk Nanda dan berkata, "Besok ayah kesini lagi. Ayah akan bawa foto ayah, dan akan sering ke sini menemui Nanda. Hati orang kaya itu sangat "bahagia".
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIANhttp://pentas-kesaksian.blogspot.com
Tuesday, July 14, 2009
Slow Dance
This poem was written by a terminally ill young girl in a New York Hospital.
It was sent by a medical doctor - Make sure to read what is in the closing statement AFTER THE POEM.
SLOW DANCE
Have you ever watched kids
On a merry-go-round?
Or listened to the rain
Slapping on the ground?
Ever followed a butterfly's erratic flight?
Or gazed at the sun into the fading night?
You better slow down.
Don't dance so fast.
Time is short.
The music won't last.
Do you run through each day
On the fly?
When you ask How are you?
Do you hear the reply?
When the day is done
Do you lie in your bed
With the next hundred chores
Running through your head?
You'd better slow down
Don't dance so fast.
Time is short.
The music won't last.
Ever told your child,
We'll do it tomorrow?
And in your haste,
Not see his sorrow?
Ever lost touch,
Let a good friendship die
Cause you never ha d time
To call and say,'Hi'
You'd better slow down.
Don't dance so fast.
Time is short.
The music won't last.
When you run so fast to get somewhere
You miss half the fun of getting there.
When you worry and hurry through your day,
It is like an unopened gift....
Thrown away.
Life is not a race.
Do take it slower
Hear the music
Before the song is over.
Dear All:
PLEASE pass this mail on to everyone you know - even to those you don't know! It is the request of a special girl who will soon leave this world due to cancer. Email: kiriman dari eCha.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
It was sent by a medical doctor - Make sure to read what is in the closing statement AFTER THE POEM.
SLOW DANCE
Have you ever watched kids
On a merry-go-round?
Or listened to the rain
Slapping on the ground?
Ever followed a butterfly's erratic flight?
Or gazed at the sun into the fading night?
You better slow down.
Don't dance so fast.
Time is short.
The music won't last.
Do you run through each day
On the fly?
When you ask How are you?
Do you hear the reply?
When the day is done
Do you lie in your bed
With the next hundred chores
Running through your head?
You'd better slow down
Don't dance so fast.
Time is short.
The music won't last.
Ever told your child,
We'll do it tomorrow?
And in your haste,
Not see his sorrow?
Ever lost touch,
Let a good friendship die
Cause you never ha d time
To call and say,'Hi'
You'd better slow down.
Don't dance so fast.
Time is short.
The music won't last.
When you run so fast to get somewhere
You miss half the fun of getting there.
When you worry and hurry through your day,
It is like an unopened gift....
Thrown away.
Life is not a race.
Do take it slower
Hear the music
Before the song is over.
Dear All:
PLEASE pass this mail on to everyone you know - even to those you don't know! It is the request of a special girl who will soon leave this world due to cancer. Email: kiriman dari eCha.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Tuesday, May 26, 2009
The Law of Garbage Truck
Hukum Truk Sampah
Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya &mulai menjerit ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!" Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah". Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, & seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.
Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.
Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka: Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya. Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.
Selamat menikmati hidup yang diberkati & bebas dari "sampah". Email dari pttwr/lily.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya &mulai menjerit ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!" Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah". Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, & seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.
Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.
Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka: Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya. Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.
Selamat menikmati hidup yang diberkati & bebas dari "sampah". Email dari pttwr/lily.
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Friday, May 22, 2009
Does Your Husband Make You Happy?
John C. Maxwell suatu ketika pernah diundang menjadi pembicara di sebuah seminar bersama istrinya. Ia dan istrinya, Margaret, diminta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya. Sebaliknya, ketika Margaret sedang menjadi pembicara di salah satu sesi, suaminya selalu menemaninya dari bangku paling depan.
Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan. Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan?
Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan ibu itu seperti ini, "Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"
Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus. Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban Margaret. Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, "Tidak.."
Seluruh ruangan langsung terkejut. "Tidak," katanya sekali lagi, "John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia." Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. Dan Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar.
Kemudian, lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia."
Tiba-tiba ada suara bertanya, "Mengapa?"
"Karena," jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."
Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri. Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.
Contohnya rasul Paulus. Ketika itu rasul Paulus sedang dihimpit oleh keadaan. Ia disiksa dan dipenjara, ditolak kanan kiri. Tapi coba lihat surat-suratnya. Apakah berisi keluh kesah? Justru sebaliknya! Sebagian besar surat-surat Paulus justru berisikan motivasi, berita gembira dan inspirasi. Rasul Paulus bahagia. Meskipun keadaan sekelilingnya mungkin merupakan alasan ia tidak bahagia, namun ia bahagia.
Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik istrimu, seberapa baik suamimu atau sesukses apa hidupmu.. Ini masalah pilihan: apakah kamu memilih untuk bahagia atau tidak. Sumber: Email dari Ibu Suharti
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Ceritanya, suatu ketika sang istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, Maxwell duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan. Yang namanya seminar selalu ada interaksi dua arah dari peserta seminar juga kan?
Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan ibu itu seperti ini, "Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"
Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus. Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban Margaret. Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, "Tidak.."
Seluruh ruangan langsung terkejut. "Tidak," katanya sekali lagi, "John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia." Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. Dan Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar.
Kemudian, lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tidak bisa membuatku bahagia."
Tiba-tiba ada suara bertanya, "Mengapa?"
"Karena," jawabnya, "tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."
Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah, tidak ada orang lain yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia. Karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri. Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.
Contohnya rasul Paulus. Ketika itu rasul Paulus sedang dihimpit oleh keadaan. Ia disiksa dan dipenjara, ditolak kanan kiri. Tapi coba lihat surat-suratnya. Apakah berisi keluh kesah? Justru sebaliknya! Sebagian besar surat-surat Paulus justru berisikan motivasi, berita gembira dan inspirasi. Rasul Paulus bahagia. Meskipun keadaan sekelilingnya mungkin merupakan alasan ia tidak bahagia, namun ia bahagia.
Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik istrimu, seberapa baik suamimu atau sesukses apa hidupmu.. Ini masalah pilihan: apakah kamu memilih untuk bahagia atau tidak. Sumber: Email dari Ibu Suharti
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Thursday, May 14, 2009
Set Your Day
Firman Tuhan Hari Ini bersama Joel dan Victoria Osteen
"Aturlah pikiranmu dan jagalah pikiranmu tetap pada perkara yang di atas (hal-hal yang lebih tinggi), bukan pada perkara yang ada di bumi." (Kolose 3:2 - terjemahan dari Alkitab Versi Amplified)
Pernahkah Anda sedang berbaring di tempat tidur pada pagi hari dan tak jelas dari mana datangnya Anda diingatkan pada semua kekeliruan yang Anda buat pada masa yang lalu dan semua masalah yang Anda harus hadapi di masa mendatang? Itulah upaya sang musuh yang mencoba menyetel pikiran Anda untuk mengalami hari yang buruk, berantakan dan dikalahkan, tetapi Anda jangan jatuh ke dalam perangkap tersebut.
Firman Tuhan katakan, "Arahkanlah pikiranmu dan jagalah pikiranmu pada hal-hal yang lebih tinggi." Hal ini memberitahu kita bahwa kita harus bersikap proaktif. Kita harus selalu berada pada posisi menyerang, bukan diserang musuh. Pada saat Anda bangun pagi, milikilah sikap seperti Daud yang terdapat dalam Mazmur dan berkata, "Inilah hari yang dijadikan Tuhan! Tak peduli apa yang aku rasakan, tak peduli seperti apa perekonomian, tak peduli apa kata laporan medis, aku memilih untuk bersuka cita. Aku memilih untuk berbahagia hari ini."
Jika Anda berkata apa yang Daud katakan seperti di atas, apakah Anda tahu apa yang sesungguhnya Anda sedang katakan? Anda sedang mengatakan, "Aku tak membiarkan orang lain atau pihak lain mencuri sukacitaku hari ini! Aku tak mengizinkan patah semangat dan kemunduran mengalahkanku hari ini. Aku tak akan berfokus pada masalah-masalahku atau kekeliruan-kekeliruanku. Aku akan mengatur pikiranku untuk meraih segala sesuatu yang baik yang telah disediakan Allah bagiku." Email: kiriman dari Bapak Gary Lee, Sydney, Australia. Ditulis oleh Joel & Victoria Osteen, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi pada tanggal 14 Mei 2009 untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com. Mohon keterangan ini jangan dihilangkan ketika Anda memforward atau memuatnya dalam website/blog Anda. Terima kasih banyak.
****
TODAY'S WORD from Joel and Victoria
“Set your minds and keep them set on what is above (the higher things), not on the things that are on the earth.” (Colossians 3:2, AMP)
Have you ever been laying in bed in the morning and out of nowhere you’re reminded of all the mistakes you made yesterday and all the problems you have in your future? That’s the enemy trying to set your mind for a negative, defeated, lousy day, but you don’t have to fall into that trap.
The Scripture says, “Set your mind and keep it set on the higher things.” This tells us that we have to be proactive. We have to stay on the offensive. When you get up in the morning, have the attitude that David did in the Psalms and say, “This is another day the Lord has made! No matter how I feel, no matter what the economy looks like, no matter what the medical report says, I am choosing to rejoice. I am choosing to be happy this day.” You know what you’re really saying? You’re saying, “I’m not going to let other people steal my joy today. I’m not going to let disappointments and setbacks discourage me. I’m not going to focus on my problems and my mistakes. I’m making up my mind to embrace everything the Lord has in store for me!”
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN pada tanggal 14 Mei 2009 di
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
"Aturlah pikiranmu dan jagalah pikiranmu tetap pada perkara yang di atas (hal-hal yang lebih tinggi), bukan pada perkara yang ada di bumi." (Kolose 3:2 - terjemahan dari Alkitab Versi Amplified)
Pernahkah Anda sedang berbaring di tempat tidur pada pagi hari dan tak jelas dari mana datangnya Anda diingatkan pada semua kekeliruan yang Anda buat pada masa yang lalu dan semua masalah yang Anda harus hadapi di masa mendatang? Itulah upaya sang musuh yang mencoba menyetel pikiran Anda untuk mengalami hari yang buruk, berantakan dan dikalahkan, tetapi Anda jangan jatuh ke dalam perangkap tersebut.
Firman Tuhan katakan, "Arahkanlah pikiranmu dan jagalah pikiranmu pada hal-hal yang lebih tinggi." Hal ini memberitahu kita bahwa kita harus bersikap proaktif. Kita harus selalu berada pada posisi menyerang, bukan diserang musuh. Pada saat Anda bangun pagi, milikilah sikap seperti Daud yang terdapat dalam Mazmur dan berkata, "Inilah hari yang dijadikan Tuhan! Tak peduli apa yang aku rasakan, tak peduli seperti apa perekonomian, tak peduli apa kata laporan medis, aku memilih untuk bersuka cita. Aku memilih untuk berbahagia hari ini."
Jika Anda berkata apa yang Daud katakan seperti di atas, apakah Anda tahu apa yang sesungguhnya Anda sedang katakan? Anda sedang mengatakan, "Aku tak membiarkan orang lain atau pihak lain mencuri sukacitaku hari ini! Aku tak mengizinkan patah semangat dan kemunduran mengalahkanku hari ini. Aku tak akan berfokus pada masalah-masalahku atau kekeliruan-kekeliruanku. Aku akan mengatur pikiranku untuk meraih segala sesuatu yang baik yang telah disediakan Allah bagiku." Email: kiriman dari Bapak Gary Lee, Sydney, Australia. Ditulis oleh Joel & Victoria Osteen, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi pada tanggal 14 Mei 2009 untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com. Mohon keterangan ini jangan dihilangkan ketika Anda memforward atau memuatnya dalam website/blog Anda. Terima kasih banyak.
****
TODAY'S WORD from Joel and Victoria
“Set your minds and keep them set on what is above (the higher things), not on the things that are on the earth.” (Colossians 3:2, AMP)
Have you ever been laying in bed in the morning and out of nowhere you’re reminded of all the mistakes you made yesterday and all the problems you have in your future? That’s the enemy trying to set your mind for a negative, defeated, lousy day, but you don’t have to fall into that trap.
The Scripture says, “Set your mind and keep it set on the higher things.” This tells us that we have to be proactive. We have to stay on the offensive. When you get up in the morning, have the attitude that David did in the Psalms and say, “This is another day the Lord has made! No matter how I feel, no matter what the economy looks like, no matter what the medical report says, I am choosing to rejoice. I am choosing to be happy this day.” You know what you’re really saying? You’re saying, “I’m not going to let other people steal my joy today. I’m not going to let disappointments and setbacks discourage me. I’m not going to focus on my problems and my mistakes. I’m making up my mind to embrace everything the Lord has in store for me!”
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN pada tanggal 14 Mei 2009 di
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Wednesday, April 1, 2009
The Secret of Happiness
Rahasia Kebahagiaan
Ada seorang anak perempuan yatim piatu yang tak punya keluarga dan tak ada yang mencitainya. Pada suatu hari, saat ia sedang berjalan-jalan di padang rumput sambil merasa sangat sedih dan kesepian, ia melihat seekor kupu-kupu kecil terperangkap dalam semak berduri. Semakin kuat kupu-kupu itu berjuang untuk membebaskan diri, semakin dalam duri menusuk tubuhnya yang rapuh. Dengan hati-hati anak yatim piatu itu melepaskan kupu-kupu itu dari perangkapnya.
Kupu-kupu itu tidak terbang, tapi berubah menjadi peri yang cantik.
Anak kecil itu menggosok matanya karena tak percaya.
“Untuk kebaikan hatimu,” peri baik itu berkata pada si anak “Aku akan mengabulkan permintaanmu.”
Si anak kecil berpikir sejenak lalu menjawab, “Aku ingin bahagia!”
Peri itu berkata, “Baiklah,” lalu mencondongkan tubuhnya pada si anak dan berbisik di telinganya.
Lalu peri baik itu menghilang.
Saat anak kecil itu tumbuh dewasa, tak ada orang lain yang sebahagia dirinya. Semua orang menanyakan rahasia kebahagiaannya. Ia hanya tersenyum dan menjawab “Rahasia kebahagiaanku adalah aku mendengarkan nasihat seorang peri baik waktu aku masih kecil.”
Waktu wanita itu sudah tua dan akan menemui ajal, tetangganya berkumpul di kamarnya, takut kalau rahasia kebahagiaannya akan dibawa mati.
“Katakanlah pada kami,” mereka memohon “Katakanlah apa yang dikatakan peri baik itu,”
Wanita tua cantik itu hanya tersenyum dan berkata, “Ia memberitahuku bahwa semua orang, tak peduli mereka tampak semapan apapun, setua atau semuda apapun, sekaya atau semiskin apapun, mereka memerlukanku.” (Sumber: Cerita Motivasi, http://motivation-live.blogspot.com/2008/08/rahasia-kebahagiaan.html)
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Ada seorang anak perempuan yatim piatu yang tak punya keluarga dan tak ada yang mencitainya. Pada suatu hari, saat ia sedang berjalan-jalan di padang rumput sambil merasa sangat sedih dan kesepian, ia melihat seekor kupu-kupu kecil terperangkap dalam semak berduri. Semakin kuat kupu-kupu itu berjuang untuk membebaskan diri, semakin dalam duri menusuk tubuhnya yang rapuh. Dengan hati-hati anak yatim piatu itu melepaskan kupu-kupu itu dari perangkapnya.
Kupu-kupu itu tidak terbang, tapi berubah menjadi peri yang cantik.
Anak kecil itu menggosok matanya karena tak percaya.
“Untuk kebaikan hatimu,” peri baik itu berkata pada si anak “Aku akan mengabulkan permintaanmu.”
Si anak kecil berpikir sejenak lalu menjawab, “Aku ingin bahagia!”
Peri itu berkata, “Baiklah,” lalu mencondongkan tubuhnya pada si anak dan berbisik di telinganya.
Lalu peri baik itu menghilang.
Saat anak kecil itu tumbuh dewasa, tak ada orang lain yang sebahagia dirinya. Semua orang menanyakan rahasia kebahagiaannya. Ia hanya tersenyum dan menjawab “Rahasia kebahagiaanku adalah aku mendengarkan nasihat seorang peri baik waktu aku masih kecil.”
Waktu wanita itu sudah tua dan akan menemui ajal, tetangganya berkumpul di kamarnya, takut kalau rahasia kebahagiaannya akan dibawa mati.
“Katakanlah pada kami,” mereka memohon “Katakanlah apa yang dikatakan peri baik itu,”
Wanita tua cantik itu hanya tersenyum dan berkata, “Ia memberitahuku bahwa semua orang, tak peduli mereka tampak semapan apapun, setua atau semuda apapun, sekaya atau semiskin apapun, mereka memerlukanku.” (Sumber: Cerita Motivasi, http://motivation-live.blogspot.com/2008/08/rahasia-kebahagiaan.html)
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Tuesday, March 17, 2009
Values
Nilai-Nilai
Nilai utama dalam kehidupan bukanlah apa yang anda dapatkan. Nilai utama dalam kehidupan adalah menjadi orang seperti apa. Itulah sebabnya aku ingin membayar harga yang pantas bagi setiap nilai kehidupan. Jika aku harus membayar harga atau berjuang untuk memperolehnya, hal itulah yang membentuk aku. Jika aku mendapatkannya dengan cuma-cuma, hal itu tidak membentuk apapun dalam diriku.
Setiap nilai yang berarti harus dimenangkan dalam perjuangan, dan setelah hal itu diraih, nilai-nilai itu harus dipertahankan mati-matian.
Jangan tukarkan kebajikan dan nilai-nilai yang anda miliki dengan sesuatu yang sepertinya anda inginkan. Yudas Iskariot mendapatkan uang karena menjual Yesus Kristus, tetapi akhirnya ia membuang uang itu dan menggantung diri karena ia begitu tidak puas dengan dirinya.
Nilai-nilai memang harus mahal. Jika tidak mahal, kita mungkin tidak akan menghargainya.
Pikirkanlah berapa harga yang harus dibayar untuk memperoleh nilai-nilai itu. Jangan membayar harga terlalu mahal untuk mengejar nilai-nilai yang tak berarti. (Jim Rohn - diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com)
*****
Values
The major value in life is not what you get. The major value in life is what you become. That is why I wish to pay fair price for every value. If I have to pay for it or earn it, that makes something of me. If I get it for free, that makes nothing of me.
All values must be won by contest, and after they have been won, they must be defended.
Don't sell out your virtue and your value for something you think you want. Judas got the money, but he threw it all away and hung himself because he was so unhappy with himself.
Values were meant to be costly. If it doesn't cost much, we probably wouldn't appreciate the value.
Count the cost first. Don't pay too big a price for pursuing minor values. (Jim Rohn)
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Nilai utama dalam kehidupan bukanlah apa yang anda dapatkan. Nilai utama dalam kehidupan adalah menjadi orang seperti apa. Itulah sebabnya aku ingin membayar harga yang pantas bagi setiap nilai kehidupan. Jika aku harus membayar harga atau berjuang untuk memperolehnya, hal itulah yang membentuk aku. Jika aku mendapatkannya dengan cuma-cuma, hal itu tidak membentuk apapun dalam diriku.
Setiap nilai yang berarti harus dimenangkan dalam perjuangan, dan setelah hal itu diraih, nilai-nilai itu harus dipertahankan mati-matian.
Jangan tukarkan kebajikan dan nilai-nilai yang anda miliki dengan sesuatu yang sepertinya anda inginkan. Yudas Iskariot mendapatkan uang karena menjual Yesus Kristus, tetapi akhirnya ia membuang uang itu dan menggantung diri karena ia begitu tidak puas dengan dirinya.
Nilai-nilai memang harus mahal. Jika tidak mahal, kita mungkin tidak akan menghargainya.
Pikirkanlah berapa harga yang harus dibayar untuk memperoleh nilai-nilai itu. Jangan membayar harga terlalu mahal untuk mengejar nilai-nilai yang tak berarti. (Jim Rohn - diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com)
*****
Values
The major value in life is not what you get. The major value in life is what you become. That is why I wish to pay fair price for every value. If I have to pay for it or earn it, that makes something of me. If I get it for free, that makes nothing of me.
All values must be won by contest, and after they have been won, they must be defended.
Don't sell out your virtue and your value for something you think you want. Judas got the money, but he threw it all away and hung himself because he was so unhappy with himself.
Values were meant to be costly. If it doesn't cost much, we probably wouldn't appreciate the value.
Count the cost first. Don't pay too big a price for pursuing minor values. (Jim Rohn)
Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Friday, November 28, 2008
Happiness
Sebuah Kebahagiaan
Dari jam mahal ditangannya sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi, sementara sudah hampir 10 menit mobil sama sekali tidak bergerak dan di depannya antrean mobil sedemikian panjang. Dari mobil mewah seri terbarunya Pak Hartawan, seorang yang sangat kaya nampak gelisah. Sesekali badannya ditegakkan dan melongok ke depan. Sopir pribadinya pun mengamati dari spion tengah tentang kegelisahan sang Majikan. Dari sudut kanan depan tiba-tiba datang seorang wanita dengan pakaian sangat kumal. Wanita itu tidak memiliki tangan, sementara di pundaknya digantungkan sebuah tas untuk tempat recehan sedekah dari pengendara mobil. "Jangan dikasih Man, nanti kebiasaan!" perintah Pak Hartawan kepada Pardiman sopirnya.
Sopirnyapun pura-pura cuek dan sibuk mengetuk-ngetuk setir, sambil sesekali melirik dari sudut matanya. Tiga menit berlalu namun pengemis wanita itu tetap berdiri disamping mobil seakan-akan memang sangat berhasrat untuk mendapatkan sedekah. "Ah dasar pemalas, ya udah Man kasih aja recehan, biar cepet pergi!" sekali lagi Pak Hartawan memberikan perintah sambil memainkan gadget terbarunya.
"Nggak ada recehan, Pak," jawab Pardiman. "Ya sudah, kasih aja uang pecahan yang paling kecil," jawab Pak Hartawan. Akhirnya Pardiman mengambil satu lembar lima puluh ribuan yang merupakan pecahan terkecil di kotak uang dibawah tombol AC. Mendapatkan sedekah lima puluh ribu rupiah, pengemis wanita ini kegirangan, bukan main bahagianya, bahkan saking senangnya sampai lupa berterima kasih.
"Lihat tuh Man, dasar orang tak tahu diri, sudah dikasih malah nggak bilang terima kasih. Bagaimana bisa menjadi orang bahagia kalau nggak pernah menghargai pemberian orang lain?"
Jalanan masih saja macet dan sudah lebih dari satu jam. Di samping kanan badan jalan, Pak Hartawan melihat pengemis wanita tadi sedang makan dengan lahap bersama 4 orang anak kecil. Wajahnya menampakkan gurat kebahagiaan yang tiada tara, sesekali dia melempar senyum senang sambil menatapi mobil yang sedang macet. Pak Hartawan melihat dengan mata nanar.
"Betapa bahagianya pengemis itu, hanya dengan lima puluh ribu rupiah dia bisa makan dan mungkin mentraktir 4 orang anaknya sambil tertawa dengan bahagia." Pak Hartawan melihat wajahnya sendiri di kaca spion tengah mobilnya. "Apa kurangnya aku ini, aku berada dalam mobil mewah, tidak kepanasan. Di dompetku ada uang, ada ATM dengan saldo milyaran. Aku punya harta yang berlimpah ruah. Tapi sudah satu jam ini aku gelisah luar biasa, tidak ada satu hal kebahagiaanpun yang aku nikmati." katanya dalam hati.
Dilihatnya Pardiman yang sudah mulai terkantuk-kantuk namun tetap bersiul-siul kecil menyenandungkan lagu dangdut kesukaannya. "Betapa mudah mereka untuk bahagia". Dari sudut di ruang hatinya terdengar bisikan: "Ternyata bahagia tidak ada kaitannya dengan kepemilikan. Mungkin bahagia adalah bagaimana kita memandang sesuatu dan belajar mensyukuri terhadap apa yang kita dapatkan dan menikmatinya."
Pak Hartawan tersenyum seakan menemukan sebuah kebahagiaan yang sederhana. Dibukanya pintu kaca mobil dan berteriak memanggil si pengemis wanita. Setelah pengemis itu dekat dengan pintu mobil, Pak Hartawan mengambil dompet dan mengambil 5 lembar ratusan ribu, dia ingin melihat kebahagiaan yang lebih besar. Diulurkan uang 5 lembar kepada sang pengemis.
Pengemis itu justru mundur satu langkah dan berkata, "Maaf Pak, kami sudah kenyang!"
Selesai berujar pengemis itu pergi dan tidak menerima pemberian Pak Hartawan, dan dia melanjutkan kembali bercanda di seberang jalan dengan 4 orang anaknya. Membiarkan Pak Hartawan terbengong-bengong menyaksikan kesederhanaan sebuah kebahagiaan. (Email kiriman Oom Basye - Canisius College 1976 - dari Milis Sebelah)
Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 15:13; 17:22)
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Dari jam mahal ditangannya sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi, sementara sudah hampir 10 menit mobil sama sekali tidak bergerak dan di depannya antrean mobil sedemikian panjang. Dari mobil mewah seri terbarunya Pak Hartawan, seorang yang sangat kaya nampak gelisah. Sesekali badannya ditegakkan dan melongok ke depan. Sopir pribadinya pun mengamati dari spion tengah tentang kegelisahan sang Majikan. Dari sudut kanan depan tiba-tiba datang seorang wanita dengan pakaian sangat kumal. Wanita itu tidak memiliki tangan, sementara di pundaknya digantungkan sebuah tas untuk tempat recehan sedekah dari pengendara mobil. "Jangan dikasih Man, nanti kebiasaan!" perintah Pak Hartawan kepada Pardiman sopirnya.
Sopirnyapun pura-pura cuek dan sibuk mengetuk-ngetuk setir, sambil sesekali melirik dari sudut matanya. Tiga menit berlalu namun pengemis wanita itu tetap berdiri disamping mobil seakan-akan memang sangat berhasrat untuk mendapatkan sedekah. "Ah dasar pemalas, ya udah Man kasih aja recehan, biar cepet pergi!" sekali lagi Pak Hartawan memberikan perintah sambil memainkan gadget terbarunya.
"Nggak ada recehan, Pak," jawab Pardiman. "Ya sudah, kasih aja uang pecahan yang paling kecil," jawab Pak Hartawan. Akhirnya Pardiman mengambil satu lembar lima puluh ribuan yang merupakan pecahan terkecil di kotak uang dibawah tombol AC. Mendapatkan sedekah lima puluh ribu rupiah, pengemis wanita ini kegirangan, bukan main bahagianya, bahkan saking senangnya sampai lupa berterima kasih.
"Lihat tuh Man, dasar orang tak tahu diri, sudah dikasih malah nggak bilang terima kasih. Bagaimana bisa menjadi orang bahagia kalau nggak pernah menghargai pemberian orang lain?"
Jalanan masih saja macet dan sudah lebih dari satu jam. Di samping kanan badan jalan, Pak Hartawan melihat pengemis wanita tadi sedang makan dengan lahap bersama 4 orang anak kecil. Wajahnya menampakkan gurat kebahagiaan yang tiada tara, sesekali dia melempar senyum senang sambil menatapi mobil yang sedang macet. Pak Hartawan melihat dengan mata nanar.
"Betapa bahagianya pengemis itu, hanya dengan lima puluh ribu rupiah dia bisa makan dan mungkin mentraktir 4 orang anaknya sambil tertawa dengan bahagia." Pak Hartawan melihat wajahnya sendiri di kaca spion tengah mobilnya. "Apa kurangnya aku ini, aku berada dalam mobil mewah, tidak kepanasan. Di dompetku ada uang, ada ATM dengan saldo milyaran. Aku punya harta yang berlimpah ruah. Tapi sudah satu jam ini aku gelisah luar biasa, tidak ada satu hal kebahagiaanpun yang aku nikmati." katanya dalam hati.
Dilihatnya Pardiman yang sudah mulai terkantuk-kantuk namun tetap bersiul-siul kecil menyenandungkan lagu dangdut kesukaannya. "Betapa mudah mereka untuk bahagia". Dari sudut di ruang hatinya terdengar bisikan: "Ternyata bahagia tidak ada kaitannya dengan kepemilikan. Mungkin bahagia adalah bagaimana kita memandang sesuatu dan belajar mensyukuri terhadap apa yang kita dapatkan dan menikmatinya."
Pak Hartawan tersenyum seakan menemukan sebuah kebahagiaan yang sederhana. Dibukanya pintu kaca mobil dan berteriak memanggil si pengemis wanita. Setelah pengemis itu dekat dengan pintu mobil, Pak Hartawan mengambil dompet dan mengambil 5 lembar ratusan ribu, dia ingin melihat kebahagiaan yang lebih besar. Diulurkan uang 5 lembar kepada sang pengemis.
Pengemis itu justru mundur satu langkah dan berkata, "Maaf Pak, kami sudah kenyang!"
Selesai berujar pengemis itu pergi dan tidak menerima pemberian Pak Hartawan, dan dia melanjutkan kembali bercanda di seberang jalan dengan 4 orang anaknya. Membiarkan Pak Hartawan terbengong-bengong menyaksikan kesederhanaan sebuah kebahagiaan. (Email kiriman Oom Basye - Canisius College 1976 - dari Milis Sebelah)
Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 15:13; 17:22)
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Friday, November 7, 2008
Your Joy List
Personal Note:
Berikut ini adalah komentar dari seorang bapak di Jakarta yang baru-baru ini telah membaca buku "Mukjizat Kehidupan":
"Syukurlah buku ini memberi pengertian kepada istri saya tentang arti tunduk dalam segala hal kepada suami! Buku ini berisi peneguhan bahwa respon kami kepada Tuhan untuk berbagai situasi is on the right track!"
Terima kasih,
*****
APA DAFTAR SUKACITA ANDA?
Teman perjalanan saya adalah seorang wanita berusia 83 tahun. Saya baru saja memberi kotbah di Jakarta dan Singapura – dan mengajak ibu saya. Tentu, ia memiliki rambut yang keabu-abuan. Dan beberapa kerutan lebih di wajahnya. Tentu, ia membawa tongkat logamnya. Dan berjalan lebih lambat dari saya. Namun Mama mengikuti jadwal saya yang sangat ketat.
Kami tiba tengah malam di Jakarta. Tidur sebentar. Paginya, saya memberi seminar sementara teman-teman saya di Jakarta mengajak Mama berkeliling kota – mal-mal, katedral, dan lain-lain. Malamnya, ia menyaksikan konser saya. Kami tidur setelah tengah malam lagi layaknya ia seorang remaja yang baru pulang dari pesta yang berakhir larut malam.
Hari berikutnya, kami bangun pagi-pagi sekali untuk kotbah pagi saya. Setelah itu, sementara saya menghadiri lebih banyak pertemuan, para sahabat saya bergerak cepat membawa Mama berbelanja. Ini termasuk menaiki sebuah kereta gantung di taman hiburan Ancol! Malam itu, ia tidur tengah malam. Lagi!
Pagi berikutnya, kami terbang ke Singapura. Di sana, Mama menghadiri seminar saya. Tapi di sela-sela waktu, ia berkeliling Singapura. Dan percayakah Anda? Wanita tua berusia 83 tahun ini bahkan naik kincir ria raksasa!
Sekarang katakan pada saya: Berapa banyak dari Anda mengenal wanita seusianya yang masih menaiki kincir ria?
JIKA ANDA HIDUP, MENGAPA TIDAK MENJADI SUNGGUH-SUNGGUH HIDUP?
Mama sedang mengajar saya bagaimana untuk menjadi sungguh-sungguh hidup. Jangan salah sangka. Mama baru saja melewati masa-masa kesedihan yang sangat dalam. Mama kehilangan Papa tahun lalu. Maka sejak saat itu, ia sering menangis.
Namun ia telah membuat sebuah keputusan bahwa selama ia masih hidup, ia akan hidup secara penuh. Ketika ia hidup, ia akan menikmati hidup dengan cara yang ia inginkan. Saya percaya Mama mempunyai sebuah “Daftar Sukacita” – hal-hal yang sangat ia suka lakukan. Saya tidak tahu jika ia pernah menuliskannya di atas kertas, tapi saya sangat yakin ia menuliskannya dalam hatinya.
Berikut adalah “Daftar Sukacita”-nya:
• Menghadiri Misa setiap hari.
• Berdoa setiap hari di hadapan Sakramen Maha Kudus.
• Makan dengan gembira bersama anak dan cucu-cucunya, khususnya anak laki-laki kesayangannya.
• Menonton EWTN di TV setiap hari – setelah acara TV saya tentunya.
• Berbincang dengan teman-temannya di telepon. Kebanyakan teman-temannya berada di Surga sekarang. Karena itu ia harus mencari teman-teman baru – yang usianya dua puluh dan tiga puluh tahun lebih muda darinya.
• Mendengarkan kotbah saya dan tertawa atas lelucon saya – sekalipun ia sudah mendengar lelucon-lelucon itu ratusan kali.
• Menaiki kereta gantung di Indonesia dan kincir ria raksasa di Singapura!
Filosofi hidupnya: “Jika engkau hidup, mengapa tidak sungguh-sungguh hidup?”
DAFTAR SUKACITA SAYA
Seperti Mama, saya mencintai hidup. Sungguh! Walaupun saya tidak naik kincir ria. Tapi saya menuliskan “Daftar Sukacita” saya.
Ini dia…
• Saya ingin lebih sering tertawa.
• Saya ingin berkencan dengan isteri saya lebih sering daripada minimum sekali seminggu. Saya sangat senang bersamanya.
• Saya ingin meluangkan paling tidak dua jam setiap hari untuk membaca buku! Untuk meminum pengetahuan dan inspirasi terbaik dari yang terbaik.
• Saya ingin lebih merasakan keringat saya. Saya bertumbuh tidak sangat atletis, tapi hal itu mengalami perubahan beberapa tahun terakhir ini. Saya ingin lebih banyak berolahraga. Saya ingin belajar tenis, badminton, dan berenang.
• Saya ingin mengambil lebih banyak “5 hari tanpa menulis” di sebuah pantai atau puncak gunung setidaknya sekali sebulan.
• Saya ingin lebih sering bermain bersama anak-anak saya! Saya telah mendapat anak-anak paling luar biasa di dunia.
• Saya ingin mengambil libur panjang bersama keluarga dan para sahabat tiga kali setahun.
• Saya ingin lebih sering makan siang bersama para mentor saya.
• Saya ingin berpenghasilan sepuluh kali lipat dari penghasilan saya sekarang.
• Saya ingin membagikan lebih banyak kebijakan praktis kepada orang lain – agar orang-orang tahu bagaimana caranya hidup dengan lebih banyak cinta, kebahagiaan, dan kelimpahan.
• Saya ingin membagikan kekayaan saya lewat bisnis dan pelayanan saya.
• Saya ingin lebih banyak berdoa di bawah kehangatan matahari setiap pagi, dikelilingi oleh sebuah kebun yang indah.
Teman, sekarang giliran Anda.
Tanyakan pada diri Anda sendiri pertanyaan sederhana ini: Apa yang membuat Anda sukacita?
Tuliskan.
Sukacita besar. Sukacita kecil. Tuliskan semuanya!
Jangan hidup secara pasif! Jangan hidupi hari-hari Anda dengan otomatis, terpaku selamanya pada rutinitas Anda! Isilah hidup Anda dengan sebanyak mungkin kebahagiaan sebisa Anda! Jalani hidup Anda dengan hati-hati!
Ini adalah kepercayaan saya: Orang tidak dapat memberi apa yang mereka tidak miliki. Jika Anda tidak menghormati diri Anda, mencintai diri Anda, dan memenuhi kebutuhan Anda untuk merasa bahagia, bagaimana Anda dapat melakukan hal yang sama bagi orang lain? Orang kudus yang kudus adalah seorang kudus yang bahagia.
Buatlah Daftar Sukacita Anda hari ini. Apa yang membuat Anda bahagia? Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
(Bo Sanchez)
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Berikut ini adalah komentar dari seorang bapak di Jakarta yang baru-baru ini telah membaca buku "Mukjizat Kehidupan":
"Syukurlah buku ini memberi pengertian kepada istri saya tentang arti tunduk dalam segala hal kepada suami! Buku ini berisi peneguhan bahwa respon kami kepada Tuhan untuk berbagai situasi is on the right track!"
Terima kasih,
*****
APA DAFTAR SUKACITA ANDA?
Teman perjalanan saya adalah seorang wanita berusia 83 tahun. Saya baru saja memberi kotbah di Jakarta dan Singapura – dan mengajak ibu saya. Tentu, ia memiliki rambut yang keabu-abuan. Dan beberapa kerutan lebih di wajahnya. Tentu, ia membawa tongkat logamnya. Dan berjalan lebih lambat dari saya. Namun Mama mengikuti jadwal saya yang sangat ketat.
Kami tiba tengah malam di Jakarta. Tidur sebentar. Paginya, saya memberi seminar sementara teman-teman saya di Jakarta mengajak Mama berkeliling kota – mal-mal, katedral, dan lain-lain. Malamnya, ia menyaksikan konser saya. Kami tidur setelah tengah malam lagi layaknya ia seorang remaja yang baru pulang dari pesta yang berakhir larut malam.
Hari berikutnya, kami bangun pagi-pagi sekali untuk kotbah pagi saya. Setelah itu, sementara saya menghadiri lebih banyak pertemuan, para sahabat saya bergerak cepat membawa Mama berbelanja. Ini termasuk menaiki sebuah kereta gantung di taman hiburan Ancol! Malam itu, ia tidur tengah malam. Lagi!
Pagi berikutnya, kami terbang ke Singapura. Di sana, Mama menghadiri seminar saya. Tapi di sela-sela waktu, ia berkeliling Singapura. Dan percayakah Anda? Wanita tua berusia 83 tahun ini bahkan naik kincir ria raksasa!
Sekarang katakan pada saya: Berapa banyak dari Anda mengenal wanita seusianya yang masih menaiki kincir ria?
JIKA ANDA HIDUP, MENGAPA TIDAK MENJADI SUNGGUH-SUNGGUH HIDUP?
Mama sedang mengajar saya bagaimana untuk menjadi sungguh-sungguh hidup. Jangan salah sangka. Mama baru saja melewati masa-masa kesedihan yang sangat dalam. Mama kehilangan Papa tahun lalu. Maka sejak saat itu, ia sering menangis.
Namun ia telah membuat sebuah keputusan bahwa selama ia masih hidup, ia akan hidup secara penuh. Ketika ia hidup, ia akan menikmati hidup dengan cara yang ia inginkan. Saya percaya Mama mempunyai sebuah “Daftar Sukacita” – hal-hal yang sangat ia suka lakukan. Saya tidak tahu jika ia pernah menuliskannya di atas kertas, tapi saya sangat yakin ia menuliskannya dalam hatinya.
Berikut adalah “Daftar Sukacita”-nya:
• Menghadiri Misa setiap hari.
• Berdoa setiap hari di hadapan Sakramen Maha Kudus.
• Makan dengan gembira bersama anak dan cucu-cucunya, khususnya anak laki-laki kesayangannya.
• Menonton EWTN di TV setiap hari – setelah acara TV saya tentunya.
• Berbincang dengan teman-temannya di telepon. Kebanyakan teman-temannya berada di Surga sekarang. Karena itu ia harus mencari teman-teman baru – yang usianya dua puluh dan tiga puluh tahun lebih muda darinya.
• Mendengarkan kotbah saya dan tertawa atas lelucon saya – sekalipun ia sudah mendengar lelucon-lelucon itu ratusan kali.
• Menaiki kereta gantung di Indonesia dan kincir ria raksasa di Singapura!
Filosofi hidupnya: “Jika engkau hidup, mengapa tidak sungguh-sungguh hidup?”
DAFTAR SUKACITA SAYA
Seperti Mama, saya mencintai hidup. Sungguh! Walaupun saya tidak naik kincir ria. Tapi saya menuliskan “Daftar Sukacita” saya.
Ini dia…
• Saya ingin lebih sering tertawa.
• Saya ingin berkencan dengan isteri saya lebih sering daripada minimum sekali seminggu. Saya sangat senang bersamanya.
• Saya ingin meluangkan paling tidak dua jam setiap hari untuk membaca buku! Untuk meminum pengetahuan dan inspirasi terbaik dari yang terbaik.
• Saya ingin lebih merasakan keringat saya. Saya bertumbuh tidak sangat atletis, tapi hal itu mengalami perubahan beberapa tahun terakhir ini. Saya ingin lebih banyak berolahraga. Saya ingin belajar tenis, badminton, dan berenang.
• Saya ingin mengambil lebih banyak “5 hari tanpa menulis” di sebuah pantai atau puncak gunung setidaknya sekali sebulan.
• Saya ingin lebih sering bermain bersama anak-anak saya! Saya telah mendapat anak-anak paling luar biasa di dunia.
• Saya ingin mengambil libur panjang bersama keluarga dan para sahabat tiga kali setahun.
• Saya ingin lebih sering makan siang bersama para mentor saya.
• Saya ingin berpenghasilan sepuluh kali lipat dari penghasilan saya sekarang.
• Saya ingin membagikan lebih banyak kebijakan praktis kepada orang lain – agar orang-orang tahu bagaimana caranya hidup dengan lebih banyak cinta, kebahagiaan, dan kelimpahan.
• Saya ingin membagikan kekayaan saya lewat bisnis dan pelayanan saya.
• Saya ingin lebih banyak berdoa di bawah kehangatan matahari setiap pagi, dikelilingi oleh sebuah kebun yang indah.
Teman, sekarang giliran Anda.
Tanyakan pada diri Anda sendiri pertanyaan sederhana ini: Apa yang membuat Anda sukacita?
Tuliskan.
Sukacita besar. Sukacita kecil. Tuliskan semuanya!
Jangan hidup secara pasif! Jangan hidupi hari-hari Anda dengan otomatis, terpaku selamanya pada rutinitas Anda! Isilah hidup Anda dengan sebanyak mungkin kebahagiaan sebisa Anda! Jalani hidup Anda dengan hati-hati!
Ini adalah kepercayaan saya: Orang tidak dapat memberi apa yang mereka tidak miliki. Jika Anda tidak menghormati diri Anda, mencintai diri Anda, dan memenuhi kebutuhan Anda untuk merasa bahagia, bagaimana Anda dapat melakukan hal yang sama bagi orang lain? Orang kudus yang kudus adalah seorang kudus yang bahagia.
Buatlah Daftar Sukacita Anda hari ini. Apa yang membuat Anda bahagia? Semoga impian Anda menjadi kenyataan,
(Bo Sanchez)
Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Wednesday, September 26, 2007
How Happy Are You?
Kali ini saya menulis hal lain yang mudah-mudahan menjadi berkat. Bahan ini diambil dari Oprah Winfrey Show dan quiz di bawah ini disusun oleh Ed Diener dari Universitas Illinois, USA.
Apakah anda puas dengan hidup ini? Untuk mengetahuinya, bacalah kelima pernyataan di bawah ini. Lalu, gunakan skala 1-7 untuk menilai tingkat kesesuaian anda dan tambahkan semua nilai itu.
1 = Sama sekali tidak benar.
4 = Cukup benar.
7 = Sangat benar.
1. Dalam banyak hal, kehidupanku hampir ideal.
1 2 3 4 5 6 7
2. Keadaan hidupku sangat baik (excellent).
1 2 3 4 5 6 7
3. Aku puas dengan hidupku.
1 2 3 4 5 6 7
4. Sejauh ini aku telah dapatkan hal-hal penting yang kuinginkan dalam hidup.
1 2 3 4 5 6 7
5. Jika aku dapat mengulang kehidupan ini, aku akan menjalani kehidupan seperti ini lagi.
1 2 3 4 5 6 7
Apakah anda sungguh-sungguh bahagia? Jika anda dihadapkan dengan sekelompok orang yang anda belum pernah temui sebelumya, apakah anda dapat menentukan siapa yang sungguh-sungguh puas dengan hidupnya? Sebuah panel terdiri dari lima orang telah menguji seberapa besar sesungguhnya mereka bahagia dari orang-orang berikut ini:
Peggy adalah seorang ibu, 44 tahun, dengan dua putra yang berangkat remaja dan bekerja sebagai seorang tenaga pembukuan di sebuah usaha keluarga. Tahun lalu ayahnya dan adiknya meninggal, dan ibunya dinyatakan terkena sakit Alzheimer.
Noreen adalah seorang ibu, 52 tahun, bercerai dengan dua anak yang kuliah. Ia perenang yang handal dan bekerja di bagian operasional suatu maskapai penerbangan besar.
Lachelle, 27 tahun, sudah menikah namun belum punya anak. Ia bekerja di dua tempat dan memiliki dua ekor anjing. Tahun lalu, empat orang temannya meninggal dan dua sanak saudaranya juga meninggal dalam waktu enam bulan.
David, 53 tahun, dan ia telah menjadi direktur suatu Rumah Duka selama 30 tahun. Ia menikah dan memiliki dua orang anak.
Lorrie telah menikah selama 15 tahun dan memiliki enam orang anak. Ia bekerja di toko eceran dan menjadi Wakil Ketua Persatuan Orang Tua Murid dan Guru.
Siapa diantara mereka yang paling berbahagia selama hidup?
Ketika mereka diminta mengisi quiz di atas, Peggy, David dan Lachelle mendapat nilai tertinggi, sedangkan Noreen dan Lorrie mendapat nilai terendah.
Kepuasaan bagi Peggy diperoleh karena ia melingkupi dirinya dengan kebahagiaan. Siapa yang paling berperan dalam hal ini? Suaminya! “Ia selalu ada bagiku. Ia tidak hanya mengasihiku, ia menghargaiku dan membuat aku merasa nyaman,” kata Peggy. Kebahagiaan tidak bergantung pada uang, katanya. Sesungguhnya kebahagiaan adalah menikmati hal-hal sederhana. “Setiap pagi aku punya ritual tersendiri. Sesudah anak-anak pergi ke sekolah, aku dan suamiku masuk ke bath tube yang diisi air hangat. Kami berendam bersama di situ, dan itulah waktu kami yang menyenangkan. Kami ngobrol ngalor ngidul, kami ngobrol tentang hal-hal yang akan dilakukan bersama pada hari itu. Itulah waktu berkualitas agar kami senantiasa nyambung dan terikat satu sama lain.”
David, direktur Rumah Duka, mengatakan bahwa ia biasa menciptakan perkataan-perkataan yang menolongnya untuk berpandangan positif. “Aku akan katakan, ‘Ini hari Senin yang luar biasa!’ atau ‘Hari Kamis ini hebat sekali!’” katanya. Meskipun ia berhubungan dengan kematian setiap hari, David menyatakan bahwa pekerjaannya sama sekali tidak membuat depresi. “Banyak orang melihat jasa perkabungan sebagai profesi yang menyedihkan. Aku memandangnya sebagai profesi dimana aku dapat menolong orang banyak pada masa paling sulit dalam kehidupan mereka,” katanya. “Menjadi sukses itu bukan segalanya. Menjadi berarti dalam kehidupan itulah yang paling penting.”
Lachelle bilang bahwa ia hidup dengan filsafat, “Negatif keluar, positif masuk.” Ia berkata bahwa ia percaya kebahagiaan itu merupakan suatu upaya yang sadar. “Ini tentang meraih apa yang menjadi milik anda. Jika anda inginkan kehidupan yang positif, anda perlu berpikir positif dan bertindak positif,” katanya. “Aku selalu berusaha untuk tidak membanding-bandingkan diriku dengan orang-orang lain. Aku selalu merasa apa yang orang lain miliki mungkin bukan untukku.”
Dr. Robert Holden, seorang ahli psikologi yang mendedikasikan dirinya untuk mempelajari soal kebahagiaan ini, penulis 10 buku soal kebahagiaan dan yang diundang dalam acara Oprah Show itu memberi komentar atas mereka dengan skor tertinggi. Dr. Holden berkata bahwa mereka yang mencari kebahagiaan sering tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sudah memilikinya. Itulah pelajaran yang ia merasa beruntung mendapatkannya ketika ia berusia 18 tahun dari seorang guru. “Guru itu berkata, ‘Lihat Robert, sebenarnya engkau sudah bahagia.’ Lalu aku berkata,’Wah, hebat benar, tapi aku tidak merasakannya. Jadi, katakan, apa yang harus aku lakukan?’” Dr Holden mengingat-ingat pelajaran penting yang ia dapatkan dulu. “Dan ia mengatakan, ’Engkau harus memahami bahwa mengejar kebahagiaan itu tidak akan berhasil sebelum engkau menemukan Tuhan. Ketika engkau percaya kepada Tuhan yang sejati, kebahagiaan itu masuk ke dalam dirimu. Engkau harus sadar bahwa ada kebahagiaan dalam hatimu ketika engkau percaya kepada-Nya."
Ketika melihat para tamu yang mendapat nilai tertinggi dalam quiz itu, Dr. Holden berkata bahwa ia dengan cepat dapat mengenali kunci-kunci yang membuat mereka puas dalam hidup ini. Bagi David, kuncinya adalah pekerjaannya. “Pekerjaan anda sangat menolong anda untuk memiliki perspektif yang hebat terhadap kehidupan, yaitu: ‘Kita hidup hanya sebentar dan sementara, dan sangatlah penting untuk memanfaatkan semaksimal mungkin dari kehidupan ini.’” Dr. Holden berkata.
Lachelle menggunakan hukum daya tarik untuk tetap bahagia, kata Dr. Holden. “Lachelle, pada dasarnya apa yang aku lihat adalah anda telah memilih menjadi orang yang optimistis. Anda mengalami hal-hal yang sulit dalam hidupmu dan anda memiliki lingkungan yang buruk, tetapi anda sudah membuat pilihan-pilihan yang hebat. Dan begitulah hukum daya tarik bekerja,” katanya. Apa yang aku temukan adalah pada dasarnya kita memiliki keyakinan-keyakinan tentang kehidupan ini, dan persepsi kita mengumpulkan bukti-bukti untuk membuktikan bahwa keyakinan kita benar. Maka seorang yang optimistis percaya bahwa hal-hal baik akan muncul dari situasi-situasi buruk. Kalau kita meningkatkan penerimaan diri sendiri, kita akan menarik lebih banyak kebahagiaan, begitulah hukum daya tarik,” kata Dr. Holden.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Apakah anda puas dengan hidup ini? Untuk mengetahuinya, bacalah kelima pernyataan di bawah ini. Lalu, gunakan skala 1-7 untuk menilai tingkat kesesuaian anda dan tambahkan semua nilai itu.
1 = Sama sekali tidak benar.
4 = Cukup benar.
7 = Sangat benar.
1. Dalam banyak hal, kehidupanku hampir ideal.
1 2 3 4 5 6 7
2. Keadaan hidupku sangat baik (excellent).
1 2 3 4 5 6 7
3. Aku puas dengan hidupku.
1 2 3 4 5 6 7
4. Sejauh ini aku telah dapatkan hal-hal penting yang kuinginkan dalam hidup.
1 2 3 4 5 6 7
5. Jika aku dapat mengulang kehidupan ini, aku akan menjalani kehidupan seperti ini lagi.
1 2 3 4 5 6 7
Apakah anda sungguh-sungguh bahagia? Jika anda dihadapkan dengan sekelompok orang yang anda belum pernah temui sebelumya, apakah anda dapat menentukan siapa yang sungguh-sungguh puas dengan hidupnya? Sebuah panel terdiri dari lima orang telah menguji seberapa besar sesungguhnya mereka bahagia dari orang-orang berikut ini:
Peggy adalah seorang ibu, 44 tahun, dengan dua putra yang berangkat remaja dan bekerja sebagai seorang tenaga pembukuan di sebuah usaha keluarga. Tahun lalu ayahnya dan adiknya meninggal, dan ibunya dinyatakan terkena sakit Alzheimer.
Noreen adalah seorang ibu, 52 tahun, bercerai dengan dua anak yang kuliah. Ia perenang yang handal dan bekerja di bagian operasional suatu maskapai penerbangan besar.
Lachelle, 27 tahun, sudah menikah namun belum punya anak. Ia bekerja di dua tempat dan memiliki dua ekor anjing. Tahun lalu, empat orang temannya meninggal dan dua sanak saudaranya juga meninggal dalam waktu enam bulan.
David, 53 tahun, dan ia telah menjadi direktur suatu Rumah Duka selama 30 tahun. Ia menikah dan memiliki dua orang anak.
Lorrie telah menikah selama 15 tahun dan memiliki enam orang anak. Ia bekerja di toko eceran dan menjadi Wakil Ketua Persatuan Orang Tua Murid dan Guru.
Siapa diantara mereka yang paling berbahagia selama hidup?
Ketika mereka diminta mengisi quiz di atas, Peggy, David dan Lachelle mendapat nilai tertinggi, sedangkan Noreen dan Lorrie mendapat nilai terendah.
Kepuasaan bagi Peggy diperoleh karena ia melingkupi dirinya dengan kebahagiaan. Siapa yang paling berperan dalam hal ini? Suaminya! “Ia selalu ada bagiku. Ia tidak hanya mengasihiku, ia menghargaiku dan membuat aku merasa nyaman,” kata Peggy. Kebahagiaan tidak bergantung pada uang, katanya. Sesungguhnya kebahagiaan adalah menikmati hal-hal sederhana. “Setiap pagi aku punya ritual tersendiri. Sesudah anak-anak pergi ke sekolah, aku dan suamiku masuk ke bath tube yang diisi air hangat. Kami berendam bersama di situ, dan itulah waktu kami yang menyenangkan. Kami ngobrol ngalor ngidul, kami ngobrol tentang hal-hal yang akan dilakukan bersama pada hari itu. Itulah waktu berkualitas agar kami senantiasa nyambung dan terikat satu sama lain.”
David, direktur Rumah Duka, mengatakan bahwa ia biasa menciptakan perkataan-perkataan yang menolongnya untuk berpandangan positif. “Aku akan katakan, ‘Ini hari Senin yang luar biasa!’ atau ‘Hari Kamis ini hebat sekali!’” katanya. Meskipun ia berhubungan dengan kematian setiap hari, David menyatakan bahwa pekerjaannya sama sekali tidak membuat depresi. “Banyak orang melihat jasa perkabungan sebagai profesi yang menyedihkan. Aku memandangnya sebagai profesi dimana aku dapat menolong orang banyak pada masa paling sulit dalam kehidupan mereka,” katanya. “Menjadi sukses itu bukan segalanya. Menjadi berarti dalam kehidupan itulah yang paling penting.”
Lachelle bilang bahwa ia hidup dengan filsafat, “Negatif keluar, positif masuk.” Ia berkata bahwa ia percaya kebahagiaan itu merupakan suatu upaya yang sadar. “Ini tentang meraih apa yang menjadi milik anda. Jika anda inginkan kehidupan yang positif, anda perlu berpikir positif dan bertindak positif,” katanya. “Aku selalu berusaha untuk tidak membanding-bandingkan diriku dengan orang-orang lain. Aku selalu merasa apa yang orang lain miliki mungkin bukan untukku.”
Dr. Robert Holden, seorang ahli psikologi yang mendedikasikan dirinya untuk mempelajari soal kebahagiaan ini, penulis 10 buku soal kebahagiaan dan yang diundang dalam acara Oprah Show itu memberi komentar atas mereka dengan skor tertinggi. Dr. Holden berkata bahwa mereka yang mencari kebahagiaan sering tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sudah memilikinya. Itulah pelajaran yang ia merasa beruntung mendapatkannya ketika ia berusia 18 tahun dari seorang guru. “Guru itu berkata, ‘Lihat Robert, sebenarnya engkau sudah bahagia.’ Lalu aku berkata,’Wah, hebat benar, tapi aku tidak merasakannya. Jadi, katakan, apa yang harus aku lakukan?’” Dr Holden mengingat-ingat pelajaran penting yang ia dapatkan dulu. “Dan ia mengatakan, ’Engkau harus memahami bahwa mengejar kebahagiaan itu tidak akan berhasil sebelum engkau menemukan Tuhan. Ketika engkau percaya kepada Tuhan yang sejati, kebahagiaan itu masuk ke dalam dirimu. Engkau harus sadar bahwa ada kebahagiaan dalam hatimu ketika engkau percaya kepada-Nya."
Ketika melihat para tamu yang mendapat nilai tertinggi dalam quiz itu, Dr. Holden berkata bahwa ia dengan cepat dapat mengenali kunci-kunci yang membuat mereka puas dalam hidup ini. Bagi David, kuncinya adalah pekerjaannya. “Pekerjaan anda sangat menolong anda untuk memiliki perspektif yang hebat terhadap kehidupan, yaitu: ‘Kita hidup hanya sebentar dan sementara, dan sangatlah penting untuk memanfaatkan semaksimal mungkin dari kehidupan ini.’” Dr. Holden berkata.
Lachelle menggunakan hukum daya tarik untuk tetap bahagia, kata Dr. Holden. “Lachelle, pada dasarnya apa yang aku lihat adalah anda telah memilih menjadi orang yang optimistis. Anda mengalami hal-hal yang sulit dalam hidupmu dan anda memiliki lingkungan yang buruk, tetapi anda sudah membuat pilihan-pilihan yang hebat. Dan begitulah hukum daya tarik bekerja,” katanya. Apa yang aku temukan adalah pada dasarnya kita memiliki keyakinan-keyakinan tentang kehidupan ini, dan persepsi kita mengumpulkan bukti-bukti untuk membuktikan bahwa keyakinan kita benar. Maka seorang yang optimistis percaya bahwa hal-hal baik akan muncul dari situasi-situasi buruk. Kalau kita meningkatkan penerimaan diri sendiri, kita akan menarik lebih banyak kebahagiaan, begitulah hukum daya tarik,” kata Dr. Holden.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"
Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."
Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan
- A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
- B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
- C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
- D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
- E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
- F. Bpk. Irsan
- G. Ir. Ciputra - Jakarta
- H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
- I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
- J. Beni Prananto - Pengusaha
- K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
- L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
- M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
- N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
- O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
- P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
- Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
- R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
- S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
- T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
- U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
- V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
- W. Fanny Irwanto - Jakarta
- X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
- Y. Ir. Junna - Jakarta
- Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
- ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
- ZB. Christine - Intercon - Jakarta
- ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
- ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
- ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
- ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
- ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
- ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
- ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
- ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
- ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
- ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
- ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
- ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
- ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
- ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
- ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
- ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
- ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
- ZU. Justanti - USAID - Makassar
- ZV. Welian - Tangerang
- ZW. Dwiyono - Karawaci
- ZX. Essa Pujowati - Jakarta
- ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
- ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
- ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
- ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
- ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
- ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
- ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
- ZZF. Julia Bing - Semarang
- ZZG. Rika - Tanjung Karang
- ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
- ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
- ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
- ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI