Search This Blog

Loading...

Tuesday, May 22, 2007

The Story about Ika (2)

(Lanjutan)
Mulailah Ika kembali membangun keluarganya dari nol. Arnold yang tidak dibebani siapapun malah menuntut harta bersama, padahal semua itu merupakan harta Ika, peninggalan dari orang tuanya. Sedangkan dirinya, harus membesarkan empat orang anak, harus bekerja keras mencari penghidupan. Disinilah ketegaran Ika ditempa. Wanita yang semasa kecil dimanja bak Cinderella ini dipaksa bekerja membanting tulang, dan membangun kariernya. Pada saat Ika tak berdaya, kuasa Tuhan Yesus yang sempurna memberikan kekuatan dan jalan keluar.

Selama pergumulan ini Ika banyak didukung doa oleh saudara-saudara seiman dari PD Ribkah di Jakarta Selatan. Ketua Pengurus Persekutuan Doa itu adalah kawan lamanya dan selalu memberi kekuatan dan dorongan untuk tetap bertahan dalam iman. Selain itu, saudara Ika yang menjadi menantu pengacara kondang selalu memberi dukungan moril yang berarti.

Persoalan dengan Arnold rupanya tidak selesai begitu saja. Setelah uangnya habis, Arnold mulai meneror dan mengintimidasi untuk merebut kembali Alex. Melalui telpon Arnold mulai mencari gara-gara untuk bertemu dengan Alex, anaknya. Ika hanya dapat berdoa. Tuhan Yesuslah perlindungan Ika. Dialah kubu pertahanan Ika. Dialah gunung batu Ika. Tuhan selalu menolong dan melindungi Ika. Ia terbebas dari Arnold ketika Arnold kemudian menikah lagi dengan wanita yang cukup kaya.

Selama masa pembentukan karakter agar hatinya menjadi serupa dengan hati Kristus, Ika dituntun untuk mengandalkan Tuhan sepenuhnya. “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku,” demikianlah firman TUHAN. “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

Akhirnya masa kontrak apartemen itu habis tanggal 30 Maret 2007. Ika dan keluarganya harus mencari tempat tinggal lain setelah dalam suatu dinner adiknya membujuk Ika untuk kembali ke agama lamanya.

“Kak, papa dan keluarga akan mendukung seluruh kebutuhan keuangan atau tempat tinggal kakak, tapi syaratnya kak Ika harus bertobat. Saya akan carikan tempat tinggal segera. Bagaimana?”

“Dengan berat hati kakak sampaikan keputusan ini. Kakak sudah mantap mengikuti Yesus…”

Dengan kecewa adiknya berpisah dengan Ika. Beberapa hari kemudian adiknya menelpon lagi,
“Kak, bantuan keuangan dari kami buat kakak tidak bisa diberikan lagi. Sebenarnya kakak masih perlu tidak sih?”
“Yah, bantuan itu sangat membantu anak-anak.”
“Tapi kami perlu membeli rumah lagi…” kata adiknya.
“Ya, gak apa-apa deh.”
Ika merasakan bahwa itu merupakan akibat dari penolakan dirinya untuk memeluk kembali agama lamanya.

Perlu diceritakan di sini, telah beberapa kali Ika bertemu dengan Pdt. M. Reza Solichin, seorang gembala GBI Sawangan. Ika bisa berkenalan dengan Pdt. Reza karena pada suatu kesempatan Ika mendengarkan khotbah hamba Tuhan ini di gereja Duta Injil di Gedung BIP Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Karena Pdt. Reza dulunya memiliki latar belakang agama yang sama dengan dirinya, maka Ika mulai konseling dengan beliau. Pada saat kepepet inipun, Ika meminta advis Pdt. Reza dan didoakan. Waktu itu awal Maret 2007 dan Pdt. Reza dengan yakin berkata, “Pasti Tuhan sediakan rumah buat Ika sekeluarga bulan depan!” Tapi di hati Ika terbit tanda tanya, “Bagaimana cara Tuhan mengadakan rumah ini, ya? Mungkinkah dalam hitungan minggu bakal tersedia rumah? Apalagi di pertengahan bulan Maret ini saya harus pergi tugas kantor ke Bali, mengurus konferensi selama dua minggu. Sebelum saya pergi ke Bali, urusan rumah ini harus sudah ada jalan keluarnya.” Ketika Ika tak berdaya, kuasa Tuhan Yesus yang sempurna menolongnya.

Pada hari Minggu itu Ika datang ke gereja dan bertemu dengan “Nan tulangnya”. Saudara dari pihak ibunya ini adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas dirinya apabila terjadi sesuatu. Ika sudah lama tak bertemu dengan nan tulangnya ini. Nan tulangnya sudah berusia 72 tahun, namun beliau masih sehat. Beliau adalah seorang yang sukses, anak-anaknya bersekolah di luar negeri semua. Bahkan salah seorang anaknya mengundurkan diri, pensiun dini dari sebuah perusahaan minyak terkenal, karena ia telah memiliki bisnis sendiri yang besar dan berhasil dalam jaringan Network 21. Anaknya itu ‘retire rich, retire young’. Beliau memiliki banyak ‘property’ yang disewakan kepada para ‘expatriates’, tenaga kerja asing.
Setelah mereka mengobrol sebentar, nan tulangnya bertanya, “Ada yang perlu kubantu?”
“Ada, nan tulang! Saya perlu tempat tinggal.”
“Pasti Tuhan Yesus akan bantu kamu!” Wah, ya memang benar. Tapi nan tulang ini tidak menunjukkan gelagat akan membantu.
“Besok, datanglah ke kantorku!” kata nan tulangnya.

Esok harinya terjadi keajaiban. Dari sekian rumah yang disewakan kepada orang asing, ada sebuah rumah di bilangan Jakarta Selatan yang tiba-tiba dilepaskan oleh orang Jerman yang berselisih dalam urusan kantor dengan partner lokalnya, sehingga orang ini pulang ke negerinya. Padahal orang Jerman ini sudah menempati rumah di Jakarta Selatan ini selama 8 tahun. Rumah itu besar, dengan luas tanah 2500 m2, lux, sewanya di atas US $ 3.000,- per bulan.

“Ika, ini ada rumah nan tulang kosong.”
“Tapi, saya tak sanggup membayar US $ 3300 per bulan, nan tulang!” kata Ika polos.
“Pasti Tuhan Yesus tolong! Pakai saja rumah itu tanpa bayar.”
“Puji Tuhan, terima kasih Tuhan, terima kasih nan tulang!”

Ika kaget sekali melihat rumah mewah itu. Memang anak-anaknya bilang, kalau nanti pindah rumah, mereka minta agar masing-masing menempati kamar sendiri. Mereka sudah merasakan betapa tidak enaknya tinggal di apartemen yang sempit. Apartemen saja belum ada, apalagi rumah dengan lima kamar? Namun, kasih karunia Tuhan luar biasa! Pemazmur berkata, “Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kaurancangkan. Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.” Firman Tuhan itu telah digenapi. Dengan cara yang luar biasa, Tuhan menyediakan rumah mewah bagi keluarga Ika melalui nan tulangnya.

Sebelum Ika pergi ke Bali mengurus tugas kantor, ia telah mendapat rumah baru. Pindah rumah dilakukan segera dan pada tanggal 23 Maret 2007, kunci apartemen sudah diserahkan kepada pemiliknya. Ia sungguh bersyukur memiliki Bapa Sorgawi yang luar biasa. Ia tidak pernah meninggalkan dirinya sendirian. Ia mencukupi segala keperluan Ika dan keluarganya menurut kekayaan dan kemuliaan dalam Kristus Yesus.

Kini yang Ika ingin lakukan adalah bersaksi kemana-mana tentang kasih dan kebaikan Tuhan, tentang pengampunan dosa di kayu salib, tentang keselamatan dalam Nama Yesus Kristus. Ika ingin suatu hari melayani Tuhan dengan menjadi seorang Worship Leader. Ika ingin ayahnya percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadinya. Oleh karena itu Ika terus berdoa dan berpegang pada firman Tuhan : "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Kini Ika memiliki karier yang gemilang sebagai seorang direktris di perusahaan yang bonafid. Anak-anaknya bersekolah di sekolah yang terbaik dan ia terus mengalami kebaikan Tuhan dari hari ke sehari.

Pernah ayahanda tercintanya bertanya kepada anak perempuan Ika, “Apakah mama kamu mungkin pindah agama lagi?”
“Ato, biarlah mama dengan agamanya sekarang. Dia berubah jadi semakin baik setelah menghayati agamanya yang sekarang…” kata anak gadis itu kepada kakeknya terus terang.

Pernah temannya yang saat ini menjadi Menteri Koordinator dalam Kabinet Indonesia Bersatu ngobrol-ngobrol dengannya, lalu beliau nyeletuk, “Eh, Ika, kapan kamu pindah agama lagi?” Ika hanya tersenyum.(Tamat)
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI