Search This Blog

Loading...

Friday, February 16, 2007

Kisah Ev. Daniel Alexander

Pada suatu hari Minggu Daniel Alexander dan ketiga anaknya menginap di Hotel Ciputra, di daerah Grogol, Jakarta Barat. Sore itu Daniel sudah terjadwal sebagai pengkhotbah di salah satu gereja. Malam harinya Daniel harus langsung pergi ke Puncak untuk melayani retreat.

Mereka berempat di lobby hotel menunggu seseorang yang berjanji akan menjemput. Ternyata didapat kabar bahwa yang akan menjemput mereka datang terlambat. Daniel sendiri sudah gelisah karena pukul 4 sore kebaktian dimulai dan saat itu jam menunjukkan hampir pukul empat. Sewaktu menunggu di lobby, mata Daniel terus melihat ke depan pintu lobby, karena pikirnya jika jemputan datang maka ia akan langsung berlari untuk mengejar waktu.

Ketika mereka menunggu, tiba-tiba ada sebuah taksi masuk. Daniel tidak berpikir untuk menggunakannya karena mereka akan dijemput. Saat itu juga Roh Kudus berbicara kepada Daniel dengan jelas tentang 'siapa sopir taksi itu'. "Nah, kalau Roh Kudus sudah berbicara begitu, saya pasti punya urusan." pikir Daniel.

Seketika itu juga ia kaget dan berlari ke pintu keluar untuk menghentikan taksi yang sudah akan jalan tersebut. Barang bawaan dan koper Daniel ditinggal kepada ketiga anaknya.
"Kalian tunggu yang jemput ya!" teriak Daniel.
"Siapa yang akan jemput?" tanya salah seorang dari mereka.
"Pokoknya ada!" kata Daniel sambil berlari kecil ke luar, meninggalkan mereka dan masuk ke taksi. Daniel masuk dan duduk di depan, di sebelah sopir. Pengemudinya bernama Siswoyo. Ia seorang yang tegar. Daniel belum mendapat celah untuk membicarakan pesan Roh Kudus. Karena jarak antara hotel dan gereja yang mengundang relatif dekat maka Daniel bertanya kepada Siswoyo, sopir taksi itu:
"Apakah nanti malam pak Sis mau mengantar saya ke Cipanas - Puncak?"
"Nggak berani janji pak. Kalau tiba-tiba setengah enam sore nanti saya ada penumpang, bagaimana?"
Daniel membuka sedikit pembicaraan tentang pesan Tuhan saat taksi itu terlihat di hotel Ciputra.
"Nabi Isa berbicara kepada saya bahwa bapak adalah seorang anak yang dibenci oleh ayahnya. Bahkan pernah mengalami penganiayaan."

Siswono sekonyong-konyong kaget mendengar pernyataan Daniel tadi. Ia mulai gelisah dan terperangah menghadapi tamunya yang satu ini. Tidak pernah ia bertemu Daniel sebelumnya.
"Pak, isteri saya saja nggak pernah saya ceritain soal bagaimana pengalaman saya waktu itu. Bagaimana bapak bisa tahu?"
"Pak Sis, yang mengatakan ini bukan saya. Nanti kita akan bicara lagi dalam perjalanan ke Cipanas tentang semua hal tadi. Kita sebelumnya nggak pernah kenal 'kan?"

Siswoyo semakin terheran-heran mengapa Daniel bisa mengetahui kehidupan masa lalunya dengan jelas dan spesifik. Akhirnya ia sepakat bahwa jam enam sore nanti mereka akan ketemu di pangkalan taksi untuk menyambung pesan tadi dan mengantarnya ke Cipanas.

Danielpun sesungguhnya agak ragu-ragu apakah Siswoyo akan benar-benar menunggunya. Ditemani oleh seorang anaknya, Daniel bergegas menuju pangkalan taksi dengan harapan taksi Siswoyo sedang menunggunya. Ternyata benar, Siswoyo menunggu Daniel. Setelah saling sapa kembali, maka Daniel bersama seorang anaknya masuk ke dalam taksi setelah menaruh koper-koper bawaannya ke bagasi belakang mobil.

Daniel mulai melanjutkan apa yang menjadi pesan Tuhan untuk Siswoyo ini. Sepanjang jalan Siswoyo tidak dapat mengelak lagi bahwa ia sedang berurusan dengan Tuhan yang hidup melalui 'orang suruhan-Nya'. Sepanjang jalan itu Daniel menjelaskan pesan Tuhan kepada Siswoyo. Sesampai taksi di tempat tujuan, Cipanas - Puncak, Daniel mengajak Siswoyo untuk berdoa sebelum turun dari taksi. Turut juga mendoakan pada waktu itu adalah Pdt. Lukas Tahir dari GBI Basilea - Karawaci.

Selesai berdoa, Daniel bertemu dengan masalah baru. Dari kedua koper yang dibawanya, satu koper harus dikirim ke Papua dan satu yang lainnya Daniel akan bawa karena setelah retreat selesai Daniel akan melanjutkan perjalanan ke Manado, karena ada anaknya yang akan diwisuda. "Sekarang, siapa yang akan bawa koper ini ke Jakarta untuk diteruskan ke Papua?" pikir Daniel. Pada saat itu Roh Kudus memberitahu Daniel supaya ia memberi kepercayaan kepada Siswoyo, sopir taksi yang baru dikenalnya itu, untuk mengantarkan kopernya ke Jakarta. "Bagaimana mungkin mempercayakan koper kepada orang yang belum dikenalnya?" pikir Daniel. Tuhan dengan jelas mengatakan kepada Daniel bahwa dengan cara memberikan kepercayaan ini maka Injil akan bisa disampaikan kepada Siswoyo. Akhirnya Daniel hanya taat kepada Tuhan.

Siswoyo senang sekali ketika Daniel memintanya untuk mengantarkan satu koper ke Jakarta. Setelah alamat tujuan koper itu diberikan, Siswoyo meninggalkan nomor telpon pangkalan taksi supaya dapat dikonfirmasi tentang pengiriman koper ini. Daniel membayar argo taksi itu sebesar Rp. 114.600,- Dengan kepercayaan dan sejumlah uang seperti itu, Daniel sangat bersyukur untuk satu jiwa diselamatkan, sekaligus juga koper dapat dikirim ke Jakarta dengan aman dan utuh. Itulah salah satu pengalaman Daniel Alexander yang peka mendengar suara Tuhan.

Pelayanan Daniel Alexander bersama isterinya berawal ketika Daniel diundang oleh Pdt. Adi Sutanto dari JKI untuk pelayanan ke Amerika Serikat, terbesit sebuah pikiran tentang Papua. Bulan Agustus 1989, saat di Pasadena, California, Daniel bersama Pdt. Adi Sutanto pergi ke sebuah toko buku. Di toko buku inilah Daniel menemukan sebuah buku yang berjudul "From Jerusalem to Irian Jaya" yang ditulis oleh Ruth Tucker. Buku ini adalah buku sejarah misi. Ruth menulis urut-urutan peristiwa sejak Pentakosta, pencurahan Roh Kudus pada zaman Kisah Para Rasul, hingga bagaimana berita Injil diberitakan sampai ke seluruh peloksok bumi. Dari buku inilah Daniel menangkap apa yang dimaksud dengan "ujung bumi". Setelah membaca buku itu Daniel mulai terbeban dengan Papua.

Daniel Alexander adalah orang biasa dengan karya luar biasa. Dalam buku "Mukjizat Kehidupan" yang saya tulis, orang-orang seperti Daniel Alexander itu mencapai tujuannya dengan menggunakan "sedan Maybach", sementara orang-orang lain "naik becak". Daniel Alexander tanpa modal uang dapat membangun sekolah dengan sistem asrama/pesantren, poliklinik, rumah sakit dll karena "naik sedan Maybach". Itulah rahasia yang dibagikan oleh Pdt. Dr. Stephen Tong yang diterapkan oleh seorang pengusaha yang kisahnya ditulis dalam buku Mukjizat Kehidupan. Pengusaha ini berhasil, ia mengalami mukjizat kehidupan karena ia dengan rendah hati mau taat menggunakan "sedan Maybach" dalam mencapai tujuan hidup yang Bapa tentukan baginya.
Untuk lebih jelas bagaimana hidup dengan "naik sedan Maybach", silakan simak lebih lanjut dalam buku Mukjizat Kehidupan. Jangan sampai ketinggalan!
Posted by : Hadi Kristadi for: http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI