Search This Blog

Loading...

Wednesday, October 7, 2009

Thinking Like A Farmer

Berpikirlah Seperti Seorang Petani
Salah satu kesulitan yang kita hadapi dalam zaman industrialisasi sekarang ini adalah kenyataan bahwa kita telah kehilangan kepekaan akan musim-musim. Tak seperti para petani yang prioritasnya akan berubah seiring dengan perubahan musim, kita telah menjadi begitu kebal terhadap irama kehidupan alam. Sebagai akibatnya, kita mendapati prioritas kita jadi berantakan. Biarlah saya ilustrasikan apa yang saya maksud.

Bagi seorang petani, musim semi adalah masa yang paling sibuk. Itulah masa ketika dia harus bekerja sehari semalam, bangun pagi sebelum mentari terbit dan masih bekerja sampai tengah malam. Dia harus menyiapkan peralatannya agar dapat bekerja selama 24 jam dengan kapasitas penuh karena dia hanya memiliki celah waktu yang sempit untuk menanam tanamannya. Akhirnya, musim dingin tiba, ketika dia tidak banyak banyak kerjaan.

Ada pelajaran penting di sini. Belajarlah tentang musim-musim dalam kehidupan. Putuskan kapan Anda harus mencurahkan segenap waktu, daya, dan dana. Pertimbangkan kapan Anda harus menarik diri, tidak terlalu turun tangan; kapan harus memanfaatkan kesempatan, dan kapan harus membiarkan sesuatu lewat saja. Sangatlah mudah bekerja dari jam 9 sampai jam 5 sore dari tahun ke tahun, dan kehilangan kepekaan akan musim-musim dan siklus kehidupan. Janganlah biarkan tahun yang satu bercampur dengan tahun yang lain, hanya merupakan parade tugas dan tanggung jawab yang tak ada habisnya. Arahkan pandangan Anda terhadap musim kehidupan Anda sendiri. Kalau tidak, Anda akan kehilangan makna dan jatidiri kehidupan. Ditulis oleh Jim Rohn, dan diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 7 Oktober 2009.

******

Thinking Like a Farmer
One of the difficulties we face in our industrialized age is the fact we’ve lost our sense of seasons. Unlike the farmer whose priorities change with the seasons, we have become impervious to the natural rhythm of life. As a result, we have our priorities out of balance. Let me illustrate what I mean:

For a farmer, springtime is his most active time. It’s then when he must work around the clock, up before the sun and still toiling at the stroke of midnight. He must keep his equipment running at full capacity because he has but a small window of time for the planting of his crop. Eventually winter comes, when there is less for him to do to keep him busy.

There is a lesson here. Learn to use the seasons of life. Decide when to pour it on and when to ease back, when to take advantage and when to let things ride. It’s easy to keep going from nine to five year in and year out and lose a natural sense of priorities and cycles. Don’t let one year blend into another in a seemingly endless parade of tasks and responsibilities. Keep your eye on your own seasons, lest you lose sight of value and substance. By Jim Rohn.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI