Search This Blog

Loading...

Monday, September 14, 2009

Values

"And the LORD God formed man of the dust of the ground, and breathed into his nostrils the breath of life; and man became a living soul."

"Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup." (Kejadian 2:7)

Atau dengan perkataan lain:
"Dahulu TUHAN Allah membentuk manusia itu dari sesuatu yang tak bernilai dan memasukkan nilai-nilai-Nya ke dalam hidup manusia, sehingga manusia menjadi makhluk yang bernilai."

Atau bisa dikatakan:
"Dahulu TUHAN Allah membentuk manusia itu dari sesuatu yang tak mulai dan menaruh kemuliaan Allah ke dalam hidup manusia, sehingga manusia menjadi makhluk yang mulia."

Jika kita menyadari keberadaan kita sebagai makhluk yang bernilai, makhluk yang mulia, makhluk yang berkemenangan, niscaya sikap (attitude) kita akan bernilai, mulia, dan berkemenangan, sehingga kita akan menempati posisi kehidupan (altitude) yang bernilai, mulia dan berkemenangan.

Kemudian iblis datang dalam bentuk ular kepada manusia pertama Hawa dan Adam. Iblis berkata, "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Atau dengan perkataan lain iblis mengatakan: "Karena kamu tidak bernilai, berasal dari debu tanah, maka Allah melarang kamu makan buah dari semua pohon dalam taman ini, bukan?"

Dalam setiap persoalan, iblis akan selalu mengingatkan kita pada asal kita: debu tanah, tak bernilai. Sebaliknya Allah selalu mengingatkan kita bahwa kita sangat berharga, sangat bernilai di hadapan-Nya.

Kisah di bawah ini akan membantu kita bahwa dalam setiap pergumulan, jika kita menyadari nilai kita, kita dapat mengampuni orang lain, dapat bangkit dari keterpurukan, dan bangkit dari kepahitan. Kita adalah makhluk hidup yang bernilai, mulia dan berkemenangan. Puji Tuhan!

Awal pertemuan dengan suamiku
Aku pertama kali mengenal suamiku pada tahun 1959 dalam suatu pelayaran karena ia adalah seorang pelaut. Saat itu aku dibantu olehnya untuk mencari tempat di kapal tersebut. Dia juga sering menemaniku selama perjalanan. Dari situlah cinta dimulai. Walaupun lautan terbentang luas dan harus menjalani hubungan jarak jauh, kami tetap rutin melakukan surat-menyurat sampai akhirnya ia melamarku.

Tahun 1962 kami memasuki bahtera pernikahan. Karena selama ini kami jarang sekali bertemu, ketika kami tinggal satu atap baru aku ketahui kalau ternyata karakternya sangat jauh bertentangan denganku sehingga kami sering ribut. Aku juga baru tahu kalau ia pernah menikah sebelumnya, tapi sudah bercerai.

Suamiku selingkuh
Tahun 1957 karena ada pengurangan tenaga kerja di perusahaanya, suamiku pindah ke Balikpapan untuk bekerja. Kebetulan aku orang kelahiran Balikpapan jadi keluargaku tinggal di sana tapi aku tetap tinggal di Jakarta. Ternyata aku harus mendapat kabar terburuk sepanjang sejarah hidupku. Adikku mengatakan bahwa suamiku selingkuh, bahkan menikah lagi disana dengan seorang gadis keturunan Banjar.

Aku mengamuk ketika mengetahui hal itu sehingga akhirnya terjadilah pertengkaran dahsyat dalam rumah tangga kami. Aku mengancamnya habis-habisan dan sejak saat itu suamiku tidak pernah lagi mengunjungi perempuan Banjar itu. Sampai suatu saat, perempuan Banjar itu mendatangi rumah kami di Jakarta dan mengatakan padaku bahwa ia sama sekali tidak tahu-menahu mengenai aku. Suamiku berkata padanya bahwa aku sudah diceraikannya. Semenjak saat itu mulai timbul akar pahit terhadap suamiku.

Memutuskan untuk berpisah
Aku benar-benar tidak tahan terhadap kelakuan suamiku. Saat itu aku benar-benar kepahitan, bahkan menyalahkan Tuhan atas kejadian yang menimpaku ini. “Mengapa Kau lakukan ini padaku, Tuhan……” seruku di sela tangisku. Akhirnya aku memutuskan untuk berpisah dengannya. Anak - anak kami ikut denganku.

Aku mengajukan perceraian kepada seorang pengacara. Dan selama proses perceraian, suamiku tidak pernah menunjukkan batang hidungnya. Aku tiba-tiba teringat sebuah ayat Alkitab yang berkata, “Apa yang dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia.” Akhirnya aku membiarkan hubungan kami tetap seperti ini tanpa harus bercerai. Aku membuka salon untuk menghidupi anak-anak kami.

Ternyata suamiku dikhianati oleh perempuan Banjar itu dan akhirnya mereka berpisah. Suamiku menikah lagi dengan Titi, seorang gadis muda seusia anak kami yang pertama. Dan sekali lagi ternyata suamiku mengatakan pada Titi bahwa ia telah bercerai denganku. Akar kepahitan ini semakin bertumbuh di dalam hatiku, membuahkan kebencian terhadap suamiku. Akibat tekanan ini, aku menjadi penjudi dan menelantarkan anak-anak kami. Akhirnya anak-anak kami terjebak dalam pergaulan yang buruk.

Mulai dijamah oleh kuasa Tuhan
Akhirnya, di titik akhir keputusasaanku, aku dipertemukan dengan Tuhan melalui pertolongan seorang hamba Tuhan. Ia mendoakanku agar terlepas dari dosa perjudian dan dari kepahitan yang terpendam di dalam hatiku selama bertahun-tahun. Aku merasa dijamah begitu luar biasa oleh kuasa Tuhan. Aku terus menangis menyadari betapa tidak bertanggung jawabnya aku sebagai seorang ibu. Ketika aku didoakan agar terlepas dari rasa kepahitan terhadap suamiku, aku menangis sejadi-jadinya. Awalnya sangat berat bagiku untuk mengampuni suamiku, orang yang paling menyakitiku itu. Rasa sakitnya begitu dalam kurasakan. Namun ketika Roh Kudus menjamah hatiku, saat itu juga aku merasakan bahwa kepahitan itu telah dilenyapkan dan sukacita Surga yang luar biasa itu ada di dalam hatiku. Aku tahu bahwa Tuhan begitu mengasihiku sehingga Ia tidak ingin aku menjadi seorang jiwa yang terhilang dan Ia membebaskanku dari ikatan kuasa kegelapan yang selama ini membelenggu hidupku, yang mencemari hatiku. Terima kasih untuk pemulihan ini, Tuhan….

Bisa mengampuni istri dari suamiku
Setelah aku dibebaskan dari kuasa kegelapan yang selama ini bercokol di dalam hatiku, aku mulai aktif ke gereja. Aku mengikuti kelas-kelas pemuridan dan merasakan bahwa aku telah bertumbuh di dalam Tuhan. Ajaibnya, karena kasih dan kuasa-Nya yang luar biasa dalam hidupku, aku juga dapat mengampuni istri dari suamiku. Aku mendatangi rumahnya secara damai dan mengajak rekan pelayananku untuk memberitakan kabar Injil padanya. Hati Titi tersentuh dengan pemberitaan Injil tersebut, bahkan akhirnya ia menerima Yesus dalam hidupnya dan mengembalikan suamiku kepadaku. Aku bingung, “Ada apa ini, Tuhan? Mengapa ia dikembalikan lagi padaku?” Lalu aku mendengar Tuhan berbicara,”Bukankah kau ingin keluargamu dipulihkan? Mulailah dari pemulihan hubunganmu dengan suamimu…” Saat itu baru anak pertama kami yang bertobat dari pergaulannya yang kacau. Aku langsung mengerti rencana yang telah Tuhan sediakan bagiku. Ketika itu kondisi suamiku sudah sakit-sakitan, namun aku bersyukur karena anak-anak kami bersedia merawatnya.

Pemulihan terjadi karena kuasa-Nya
Setelah itu, tahun 1995, merupakan lembaran baru dalam kehidupan keluarga kami. Berkat bantuan seorang hamba Tuhan, keluarga kami dijamah secara luar biasa. Suamiku dan anak-anakku dikonseling dan didoakan. Mereka dijamah dan dipulihkan dari kehidupan mereka yang kacau dan berbalik kembali ke jalan-Nya. Bahkan suamiku yang selama ini memilki ilmu gaib dalam tubuhnya pun dilepaskan. Ia terbebas dari penyembahan berhala yang selama ini ditekuninya. Kami menjadi sebuah keluarga yang utuh di dalam kuasa-Nya.

Tahun 1996 suamiku terkena serangan jantung dan setelah dirawat selama 5 hari, ia menghembuskan nafas terakhirnya. Di balik kesedihan yang kurasakan, aku bersyukur pada Tuhan karena sebelum Ia mengambil nyawa suamiku, suamiku diberi kesempatan untuk memulihkan hubungannya dengan kami, keluarganya. Bahkan suamiku telah bebas dari kuasa kegelapan yang selama ini membelenggu hidupnya. Aku yakin kini suamiku tenang berada disisi-Nya. (Kisah ini telah ditayangkan 19 Maret 2007 dalam acara Solusi di SCTV). Sumber kesaksian :Yohana Ester Saerang, jawaban.com.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI