Search This Blog

Loading...

Wednesday, January 21, 2009

Lady Wisdom

Beberapa tahun yang lalu, saya tinggal di Tulsa Oklahoma dan saya beribadah di The Family Prayer Center. Dave Robertson adalah gembala di situ dan juga sahabat baik saya. Saya telah mengikuti pengajarannya lebih dari dua puluh tahun. Pada suatu hari saya mendengar Dave mengajar bagaimana merenungkan firman Tuhan dan “mengasimilasi” firman Tuhan (mengenali, menyerap, mencerna, menerima, atau membayangkan firman Tuhan) Dia mendesak kami untuk membaca Kitab Amsal seluruhnya berkali-kali – paling sedikit 50 kali – sambil berdoa dalam Roh di sela-sela pembacaannya. Dengan cara ini Hikmat akan diberikan kepada kita. Saya terinspirasi dengan anjurannya dan saya dengan penuh keyakinan melakukan apa yang diajarkan Dave. Memang sangat berat pada mulanya, namun saya terus membaca dan membaca Amsal selama beberapa bulan.

Setelah kurang lebih membaca untuk ketiga puluh kali, sesuatu mulai terjadi. Saya mulai memasuki “kitab Amsal”. Sebagai ganti membaca kata-kata, saya mulai “melihat” gambaran yang dijelaskan dalam kitab itu. Setiap amsal ibarat sebuah film pendek yang memberikan sebuah pelajaran. Namun, bersamaan dengan setiap amsal itu, saya merasa di dalam hati saya ada tusukan atau terobosan, seperti ada benih-benih yang menembus hati saya, yang mulai ditanamkan jauh di dalam sana. Setiap amsal memiliki “salib” di dalamnya. Jika saya berkata “ya” kepada setiap amsal itu dan berserah, saya dapat merasakan bahwa ada sedikit “kedagingan” lagi yang mati. Dengan perkataan lain, proses ini menyakitkan!

Saya merasa saya berada dalam sebuah gedung bioskop dalam roh saya dimana saya melihat dari satu film pendek ke film pendek berikutnya. Setiap amsal menjadi hidup dan saya melihatnya di hadapan saya. Bahkan yang lebih mengherankan, seluruh kitab itu mulai terbentuk di dalam diri saya, seperti pohon besar yang tumbuh ke segala arah, tepat seperti yang Dave ceritakan telah terjadi padanya. Saya melihat keseluruhan isi kitab itu ketika terasimilasi dan terserap ke dalam diri saya. Amsal itu semakin menjadi jelas dan terang serta terperinci ketika saya mencapai pembacaan keempat puluh tiga kali.

Kemudian saya mulai membaca untuk yang keempat puluh empat atas keseluruhan kitab Amsal. Pada waktu ini saya melihat kitab Amsal dibagi menjadi tiga bagian – sekitar sembilan pasal pertama berbicara tentang dua wanita – kemudian ada amsal Salomo selama kehidupannya – dan kemudian kitab itu diakhiri dengan amsal-amsal yang dicatat setelah kematian Salomo. Akhirnya kitab Amsal itu ditutup dengan wanita yang baik seperti yang kita jumpai di bagian pertama.

Tiba-tiba saya dipindahkan ke dalam kitab itu! Saya tidak tahu apakah hal itu hanya penglihatan atau hanya sebuah pengalaman profetik atau apa, namun saya sudah tidak dapat membaca kata-kata lagi. Saya ada “di sana” di dalam kitab Amsal. Hal itu sungguh ajaib dan luar biasa. Saya berada di dalam sebuah gedung yang besar dan sangat indah yang terbuat dari batu pualam yang putih. Gedung itu memiliki tujuh pilar yang besar berdiri di mukanya, sedemikian tinggi sehingga saya tak dapat melihat puncaknya. Gedung itu sedikit mirip Gedung Putih dan Lincoln Memorial.

Ketika saya melihat ke dalamnya, saya melihat sebuah tahta besar dengan seorang Ratu duduk di atasnya. Pada mulanya ia nampak tidak hidup, seperti patung Abraham Lincoln yang terbuat dari batu. Ratu itu sangat cantik namun nampak seperti sebuah patung. Saya terus berjalan masuk ke dalam gedung melewati pilar-pilar itu. Saya berjalan makin dekat dan makin dekat. Ketika saya terus berjalan, tahta dengan Ratu yang terbuat dari batu itu semakin besar dan semakin besar.

Akhirnya, saya berdiri di depan tahtanya. Ketika saya semakin mendekat, Ratu itu menjadi hidup. Di sana ada cahaya terang yang semakin terang di sekeliling tahta. Saya mendengar malaikat-malaikat menyanyi di masing-masing sisi tahta dan di atas Ratu. Keadaan di situ sungguh penuh keagungan dan kemuliaan sehingga saya mulai gemetar ketika saya masuk ke dalam gedung sekitar 50 kaki. Kemuliaan itu terus meningkat sampai akhirnya saya tidak dapat datang lebih dekat lagi. Saya jatuh bertelut di hadapannya. Saya tak dapat menahannya. Hal itu terjadi begitu saja.

Sekarang, Dia hidup sepenuhnya dan berkilau-kilauan seperti yang belum saya pernah lihat sebelumnya. Dia penuh keindahan, kecantikan, keagungan, kemuliaan, digabung menjadi satu. Saya tidak pernah bertemu dengan sesuatu atau seseorang yang lebih indah dan cantik dibandingkan Dia. Saya merasa sedemikian kecil dan merasa tersanjung karena ada di sana di hadapan-Nya. Dia hanya memandang kepada saya selama beberapa waktu dalam keheningan. Saya bahkan tak sanggup menatap wajah-Nya untuk beberapa lama tanpa memalingkan pandangan saya ke tempat lain.

Kemudian Dia berkata, “Selamat datang, anak-Ku. Bapa telah mendengar jeritan hatimu bagi-Ku. Engkau telah diundang untuk datang ke hadirat-Ku sebagai jawaban atas kelaparan dan kehausanmu. Diberkatilah mereka yang lapar dan haus akan Daku – karena mereka akan dipuaskan.” Suara-Nya terdengar seperti musik yang sangat indah dan begitu penuh kuasa dan wibawa pada saat yang sama. Perkataan yang terakhir bergaung di ruang tahta itu dan gemanya bergaung mengitari batu pualam ke segala arah. Kemudian Dia berkata lagi, “Hanya melalui kerendah-hatian dan takut akan TUHAN sehingga engkau dapat menemukan Daku.” Saya hanya menyembah dan berlutut serta gemetaran.

Kemudian Dia berdiri. Bagaimanapun juga ketika Dia berdiri, saya dapat bangkit berdiri juga. Dia memiliki cahaya yang keluar dari kepala-Nya dan dari mahkota-Nya dalam paparan sinar yang pergi ke segala arah seperti lampu sorot. Saya berkata kepada diri saya sendiri, “Saya pernah melihat hal ini sebelumnya di suatu tempat.” Sepertinya Dia mendengarkan pikiran saya, sehingga Dia menjawab, “Ya, engkau pernah! Aku pernah muncul dalam bentuk ini kepada mereka yang menaruh fondasi bagi negara Amerika Serikat. Mereka menggambarkan Aku dalam bentuk Patung Liberty. Rupa-Ku juga digambarkan dalam koin emas dollar Amerika Serikat. Aku telah menampakkan diri dan beserta dengan mereka yang mau memilih Aku. Namun, Aku telah menyembunyikan Diri-Ku dari setiap orang yang sombong, ada dalam kesia-siaan, jalan yang bengkok, dan bebal. Mereka tidak menginginkan Daku. Setiap orang harus memilih bagi dirinya sendiri. Begitu sedikit orang yang mau membayar harga untuk datang ke sini, meskipun Aku mengasihi semua anak-anak Bapa. Rumah-Ku senantiasa terbuka bagi semua orang yang menginginkan Daku dengan gelora cinta yang hebat. Para bapak pendiri Amerika Serikat memanggilku ‘Lady Liberty’, namun sesungguhnya Aku adalah Roh Hikmat Allah. Engkau dapat memanggilku ‘Ibu Hikmat’ (Lady Wisdom), kalau engkau mau.

Dalam keadaan seperti inilah Aku dulu muncul kepada Raja Salomo. Aku adalah Penjelmaan Roh Kudus dalam bentuk Pribadi Hikmat Allah.” Kemudian saya menyadari bahwa Suara yang saya sedang dengarkan itu demikian akrab – Itulah suara Tuhan Yesus Kristus! Dialah Tuhan! Ibu Hikmat kemudian berkata, “Aku perlu muncul di depan Salomo dalam bentuk seperti ini karena Aku belum diberikan suatu Tubuh. Kini Aku dapat menyatakan kepadamu kepenuhan Hikmat, karena engkau sanggup menerimanya, karena engkau adalah anak Ikat Janji-Ku melalui Ikat Janji Baru dalam darah-Ku.”

Kemudian saya melihat Tuhan Yesus berdiri di hadapan saya dan Dia berkata, “Siapa yang mau datang kepada-Ku dan hidup? Sampai berapa lama lagi umat-Ku melacurkan diri mereka padahal Aku memiliki sedemikian banyak berkat untuk diberikan kepada mereka? Tidak tahukah mereka betapa Aku sangat rindu untuk memberikan kepada mereka kekayaan hikmat dan kemuliaan-Ku!” Saya melihat bahwa Tuhan menitikkan air mata ketika Dia mengatakannya.

“Mari ikutlah Aku dan Aku akan menunjukkan kepadamu sedikit kekayaan Hikmat yang tak terselami.” Kemudian TUHAN dalam bentuk Ibu Hikmat kembali lagi berdiri di depan saya dan mulai berjalan ke arah belakang tahta. Saya melihat sebuah pintu besar terbuka dengan sendirinya di hadapan Dia. Dia berjalan dengan langkah tegap dan saya harus mengejarnya dengan langkah cepat untuk mengimbanginya. “Ini adalah salah satu ruang harta kekayaan-Ku. Aku akan memberikan apa yang diteriakkan hatimu.” Ia berhenti dan saya melihat permata-permata dari segala jenis dan bentuk serta ukuran. Timbunan harta kekayaan itu seperti tumpukan harta karun milik para perompak, namun 1000 kali lebih besar. Di sana ada perkakas-perkakas emas, vas bunga yang sangat indah, cangkir, piala, batu permata, dan mahkota dalam berbagai desain dan ukuran. Setiap perhiasan begitu menakjubkan, sehingga saya tak sanggup memalingkan mata dari semua barang itu.

Dia berkata, “Ambillah yang ini dan lihatlah ke dalamnya.” Saya melihat ke arah yang Dia tunjukkan dan saya mengambil sebuah permata yang besar. Permata ini berwarna merah gelap seperti batu rubi yang besar. Permata itu demikian cantiknya! Saya memandang ke dalamnya dan tiba-tiba saya melihat Salib Kristus. Ia sedang mati dalam kesengsaraan bagi saya dan anda. Kemudian saya melihat, hanya sebentar ketika Dia menderita di Alam Maut, menggantikan tempat saya. Saya hampir tak sanggup melihat hal itu dan setelah beberapa lama saya memalingkan wajah saya. Saya seolah-olah dapat merasakan sedikit penderitaan-Nya ketika Dia terpisah dari Bapa. Akhirnya hal itu membuat saya menangis tersedu-sedu dan saya menangis dan menangis sampai saya tak sanggup mengeluarkan airmata lagi. Saya memandang kepada Ibu Hikmat dan Dia berkata, “Itu adalah permata kasih Bapa bagimu.”

Ini akan menjadi hatimu sejak saat ini. Ketika engkau memainkan biola dan melayani, semua orang akan mendengar dan tahu betapa besarnya Bapa mengasihi mereka. Batu permata ini berisi firman Tuhan yang engkau sebut sebagai Yohanes 3:16. Setiap permata di sini memiliki janji di dalamnya. Inilah warisanmu dalam anugerah-Ku. Pada saat engkau siap dan datang kepada-Ku melalui segenap kekekalan, Aku akan menyatakan dan mengungkapkan semua harta kekayaan ini kepadamu, anak-Ku!”

Kemudian Dia memberikan saya sebuah batu permata berwarna hijau yang nampaknya seperti batu emerald. Saya melihat ke dalam batu itu, dan tiba-tiba, saya ada di dalam sebuah taman yang sangat indah. Saya melihat Adam dan Hawa ketika mereka berjalan bersama Bapa di siang hari yang sejuk. Pemandangan itu sungguh menakjubkan! Taman itu lebih besar dari pada semua taman yang pernah saya lihat atau ketahui di bumi. Saya dipenuhi dengan sukacita, pengharapan, dan kasih.

Saya memakan buah yang nampaknya seperti peach, namun berwarna putih. Buah itu lebih manis dari pada semua peach yang pernah saya cicipi. Pada saat saya memakannya, semua sakit hati dan penghianatan yang pernah dilakukan orang-orang lain kepada saya pada masa lampau sepertinya diangkat dari dalam hati saya. Saya merasa sepertinya racun-racun dibuang dan pengharapan menggantikan tempat dimana sebelumnya terdapan luka-luka batin. “Anak-Ku, mulai sekarang ketika engkau bermain musik dan melayani, banyak orang akan menerima kesembuhan di hati dan jiwa mereka dari luka-luka pada masa lalu mereka. Aku akan membawa harapan kepada mereka yang berputus asa.” (Oleh Maurice Sklar, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk http://pentas-kesaksian.blogspot.com - mohon keterangan ini tidak dihapus ketika anda memforwardnya atau mempostingnya di website/blog anda. Terima kasih)

Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI