Search This Blog

Loading...

Tuesday, August 26, 2008

God, Where Were You? (1)

Dimana Engkau, Tuhan? (1)
Malam itu adalah malam yang pertama dari konferensi tiga hari dimana saya menjadi pembicara utama. Saya sudah mempersiapkan diri dengan berdoa. Ketika pendeta tuan rumah memperkenalkan diri saya, saya telah siap untuk melayani pemberitaan firman Tuhan. Ketika saya berjalan mendekati mimbar, Bapa Sorgawi mempercayakan kepada saya dengan cara paling tidak biasa tentang fakta yang sangat rahasia tentang seseorang dalam konferensi ini.

Mata saya tertuju kepada seorang perempuan yang duduk di deretan depan, seseorang yang belum pernah saya temui sebelumnya. Usianya sekitar lima puluhan tahun, tubuhnya mungil dan berambut pendek warna cokelat. Yang menjadi perhatian saya bukanlah penampilannya, melainkan informasi yang saya dapatkan dari Bapa Sorgawi dalam hati saya mengenai dirinya. Tuhan mengungkapkan kepada saya bahwa perempuan itu adalah korban inses, dan yang lebih buruk lagi, ayahnyalah yang memperkosa dia. Bapa Sorgawi juga menunjukkan kepada saya bahwa ia memiliki kepribadian yang terbagi-bagi, da ia telah mencoba untuk membunuh orang-orang di dekatnya, bukan hanya sekali, melainkan dua kali.

Informasi seperti itu bukanlah untuk disebarluaskan kepada seluruh jemaat dalam konferensi itu. Oleh karena itu saya bertanya kepada Bapa, apa yang harus saya lakukan, dan saya merasakan bahwa Ia meminta saya untuk menunggu. Dua hari berikutnya saya tetap berkhotbah seperti yang dijadwalkan. Pada hari yang terakhir, sementara pendeta tuan rumah dan saya sedang makan siang di ruang belajarnya, ia berkata, “Pak Ed, bisakan anda membantu kami dalam sebuah kasus yang paling sulit?”

Tanpa menunggu lagi saya menjawab, “Apakah ini tentang seorang perempuan yang berusia lima puluh tahunan, mungkil, dan berambut cokelat pendek?” Ia mengangguk dan saya melanjutkan, “Bukankah ia telah menjadi korban inses, dan yang menjadi pelakunya adalah ayahnya sendiri?” Mulut pendeta itu ternganga dengan heran ketika saya menyimpulkan, “Apakah ia memiliki kepribadian terbagi-bagi, dan bukankah ia telah mencoba untuk membunuh orang-orang sebanyak dua kali?”

Dengan heran pendeta tuan rumah itu bertanya, “Bagaimana anda tahu? Siapa yang telah mengatakannya kepada anda?”

Saya menjawab, “Bapa Sorgawi!” Pendeta itu bangkit dari kursinya dan pergi mencari perempuan itu. Ketika ia memasuki ruangan bersama dengan pendeta itu, ia menceritakan kisah yang paling memilukan yang pernah saya dengar.

Ayahnya telah memperkosanya sejak ia mulai belajar berjalan. Tidak ada satu minggu berlalu tanpa perkosaan terhadap putrinya sendiri. Perempuan itu menceritakan kepada saya bagaimana ia mengumpulkan semua keberaniannya ketika ia berusia tujuh tahun untuk menceritakan kebiadaban ayahnya kepada ibunya. Bukannya membela dan melindunginya, ibunya malah menuduhnya mengarang cerita itu. Ibunya dengan kejam memukulinya dan membuat semuanya menjadi lebih buruk lagi dengan melarangnya untuk mengunjungi neneknya. Hal ini bahkan lebih terasa menyiksa daripada pemukulan fisik, karena mengunjunjungi neneknya merupakan satu-satunya cara untuk beristirahat dari pelecehan seksual ayahnya. Hari itu ia memutuskan untuk bunuh diri dan berlari menuju sungai yang alirannya deras untuk melompat ke dalamnya. Untunglah ia dapat diselamatkan pada saat-saat terakhir, tetapi pelecehan seksual itu terus berlanjut.

Ketika berada di sekolah menengah, perempuan ini mencoba untuk mengiris urat nadi di pergelangan tangannya, tetapi dapat diselamatkan. Ketika ia berusia remaja, setelah ayahnya memperkosa dia, perempuan ini menendang ayahnya dan meninggalkan kamar dengan rasa marah. Ia bersumpah, bahwa segera sesudah ia memiliki cukup uang untuk membeli sebuah senjata api, ia akan membunuh ayahnya. Meskipun ia gagal menggenapi sumpahnya, hidup di bawah penyiksaan seperti ini membuat hidupnya sangat menderita.

Saya dapat merasakan kepedihan hatinya. Gelombang rasa sakit mengalir dari dalam dirinya dan memenuhi ruangan dimana kami mendengarkan kisahnya bersama pendeta tuan rumah. Ia melanjutkan dan berkata bahwa sebeluam ia menjadi orang Kristen, ia memiliki lima kepribadian. Ketika ia mulai percaya kepada Tuhan Yesus, dua dari lima kepribadian itu pergi, tetapi satu dari tiga yang tertinggal sangatlah berbahaya, membuatnya kehilangan kontrol. Dua kali sudah ia hampir membunuh keluarga dekatnya. Pertama kali ia mencoba menabrak suaminya dengan mobil. Yang kedua, ketika ia sedang memasak, ia hampir saja membunuh salah seorang anaknya dengan pisau dapur karena anak itu merengek terus.

Ia memandang saya dengan pandangan yang terluka dan bertanya, “Mengapa? Mengapa hal ini terjadi pada saya?” Tatapan matanya menggambarkan sebuah sumur yang gelap dan penuh penderitaan. Ia telah jatuh sampai ke dasarnya, dan sekarang ia remuk dan tak berdaya di atas lumpur penderitaan. Kekerasan seksual seperti yang dialami oleh perempuan ini terjadi dalam konteks kekerasan yang sangat kejam. Tak dapat diragukan lagi bahwa iblis membawa kekerasan seperti itu dan itu dapat terjadi kapanpun dan dialami oleh siapapun. (Bersambung)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI