Search This Blog

Loading...

Wednesday, February 13, 2008

Forgiveness

Tekanan ekonomi dan kehadiran wanita lain membuat ayah Levie pergi dari rumah. Levie saat itu masih bayi dan belum mengerti apa-apa. Semenjak saat itu Levie bertumbuh tanpa kehadiran seorang ayah di dalam hidupnya. Di masa kecilnya, saat Levie sudah mulai mengenal lingkungan di sekitarnya, pertanyaan seputar keberadaan ayahnya pun menjadi topik tetap yang selalu ditanyakannya kepada Marsih, ibunya. Namun Marsih selalu mengatakan kalau ayahnya sudah meninggal dan tidak akan kembali lagi.

"Mama dulu memang pernah bilang kalau papa itu dimakan buaya, tinggal di suatu pulau lain dan banyak kebohongan-kebohongan lain mengenai keberadaan papa," ujar Levie memulai kesaksiannya.

Figur seorang ayah tidak pernah ada dalam benak Levie. Keluarga baginya hanyalah kakak dan Marsih, ibunya. Sampai suatu hari, Levie harus menerima kenyataan yang begitu melukai hatinya. Saat Marsih merasa usia Levie sudah cukup untuk mengerti masalah yang pernah terjadi antara Marsih dengan ayah Levie, Marsih pun membuka kebenaran itu kepada Levie. Kemarahan menguasai hati Levie saat itu juga karena Levie merasa demi wanita lain ayahnya tega meninggalkan ibu dan dirinya terlunta-lunta selama puluhan tahun.

Apa yang ditakuti Marsih menjadi kenyataan. Levie menjadi seorang pemabuk, pemakai ganja bahkan menjadi seorang penjual VCD porno. Di mata Levie, ayahnya adalah seorang yang tidak bertanggung jawab dan kurang ajar. Rasa pahit timbul sangat dalam di hati Levie sehingga Levie pun bertekad untuk membunuh ayahnya.

Rasa sayang Levie terhadap Marsih, ibunya tidak dapat membendung rasa benci yang dirasakannya. Sampai suatu ketika Marsih menerima kabar melalui telepon kalau ayah Levie saat ini sedang dirawat di RSUP Cipto Mangunkusumo. Marsih dan kakak ipar Levie segera pergi bermaksud mengunjungi ayahnya. Levie yang mendengar berita itu dari dalam kamar, segera berniat untuk menjalankan rencananya. Terbersit dalam benak Levie, inilah saat yang tepat untuk pembalasan dendam yang telah tersimpan selama 20 tahun.

Di rumah sakit, Levie seperti melihat kembali gambaran tentang ayahnya di masa lalu sebagai seorang ayah yang tidak bertanggung jawab, yang telah meninggalkan Levie, ibu dan saudara-saudaranya demi wanita lain. Di saat yang sama, Levie teringat pada sebuah Camp Pria yang diikutinya beberapa bulan yang lalu. Levie teringat bagaimana perasaannya saat ia secara pribadi merasakan kehadiran Yesus di dalam hatinya. Bagaimana Yesus sangat mengasihinya dan tidak akan pernah meninggalkanya. Di saat genting itu, detik-detik terakhir menjelang pertemuan Levie dengan ayahnya untuk pertama kalinya, Levie memutuskan untuk mengampuni ayahnya.

Akhirnya Levie pun bertemu ayahnya untuk pertama kalinya. Kasih yang begitu besar melingkupi hatinya. Levie telah mengalami kasih yang luar biasa itu sehingga ketika Levie melihat ayahnya yang terbaring di tempat tidur, tidak ada perasaan benci sama sekali yang pernah berakar di hatinya sampai menimbulkan keinginan untuk membunuh ayahnya. Yang ada malahan perasaan kasih yang semakin besar di dalam hati Levie untuk ayahnya. Awalnya yang menurut Levie bukan waktu yang tepat untuk bertemu ayahnya, ternyata merupakan waktu yang paling tepat dalam pertemuan pertama mereka.

Sejak Levie mengampuni ayahnya, Levie merasakan kemerdekaan dalam hatinya. Saat ini Levie telah memiliki hubungan yang baik dengan ayahnya, bahkan dengan adik tirinya. Buat Levie, Tuhan Yesus adalah pribadi yang luar biasa dan Ia telah menjadi ayah yang luar biasa bagi Levie.

"Saya merasakan sejuk, damai sejahtera dan sukacita. Yang tadinya bingung, kuatir, tapi saya selalu berusaha untuk tidak pernah mengeluh dan tidak menyalahkan suami saya," ujar Marsih, ibunda Levie mengenai pemulihan atas keluarganya.

"Saya yang tadinya berpikir kalau Tuhan itu jahat, Tapi semenjak saya mendengar suara itu yang mengatakan kalau Ia mengasihi saya, hati saya itu menjadi hati yang tenang, jiwa saya pun tenang. Tuhan Yesus adalah pribadi yang luar biasa dan Dia yang menguatkan saya selalu setiap hari," ujar Levie menutup kesaksiannya. (Kesaksian ini sudah ditayangkan 4 Februari 2008 dalam acara Solusi di SCTV).
Sumber Kesaksian :
Levie Marimda/Jawaban.com

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI