Search This Blog

Loading...

Thursday, February 14, 2008

Delivered from The Bondage of Evil Spirits

Setelah rumah tangga yang dijalin Morina Evelin (35 tahun) dengan seorang pria Taiwan bubar, barulah ia menyadari bahwa menikah dengan pasangan yang tidak seiman adalah suatu kekeliruan. Semula memang Morin menolak keras ketika sang nenek yang memiliki saudara di Taiwan menjodohkannya dengan pria Taiwan. Salah satu alasannya, karena pria yang berdomisili di Taiwan itu tidak seiman dengannya.

Namun karena yakin bahwa pasangan hidup itu berasal dari Tuhan, Morin pun akhirnya menerima pinangan itu. Mereka menikah di Jakarta tahun 1992 dengan tata cara Kong Hu Cu. Setelah itu keduanya berangkat ke Taiwan dan berdomisili di negara pulau itu.

”Dulu banyak orang kaya dari Taiwan mencari jodoh ke Indonesia. Keluarga saya mendesak saya agar menerima tawaran nenek kami supaya dengan pernikahan itu bisa mengubah nasib keluarga,” kenang perempuan bernama Tionghoa Akiang itu. Sebelum memutuskan menerima tawaran itu Morin sempat meronta dalam batin. Namun, upaya keras pihak keluarga menyatkan keduanya membuatnya tidak berdaya. ”Semuanya berjalan sangat cepat,” tuturnya.

Morin mengakui bahwa kekhilafan itu juga dipengaruhi latar belakang keluarganya yang bukan penganut Kristen. Morin mengenal kekristenan ketika ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga SMA Kristen. Sampai saat ini orang tuanya masih menganut kepercayaan nenek moyang mereka secara teguh.

Meskipun pernah aktif pada kegiatan-kegiatan gereja di sekolah, namun dapat dikatakan kadar spiritualitas Morin masih tipis. Kondisi itu membuat lulusan D3 Akuntansi dari salah satu perguruan tinggi swasta terkenal di Jakarta itu sulit menangkis tawaran yang ia sadari salah kaprah.

Di Taiwan mereka kembali dinikahkan menurut tradisi kepercayaan suami, lalu tinggal di wilayah Ilan, daerah wisata di pinggiran ibukota. Semenjak acara pernikahan itu Morin kerap menyaksikan beragam ritual mistis atas rumah baru yang mereka tempati. ”Baju-baju saya disembahyangi dan diberi cap berdasarkan kepercayaan mereka,” katanya. Kejanggalan lain, Morit sulit tidur di rumah tersebut dan hal ini berlangsung hingga ia melahirkan dua orang anak.

Masalah ini mengundang perhatian pihak keluarga suami, yang kemudian membawa Morin ke seorang dukun terkenal. Sang dukun memerintahkan Morin untuk menanggalkan kepercayaannya kepada Tuhan Yesus. Selain itu juga Morin diminta meminum segelas air yang telah diberi mantera. Sejak minum air itu Morin mengalami sesuatu yang sangat aneh. Dia merasakan penolakan terhadap dirinya sendiri dan kedua anaknya. ”Timbul rasa takut yang luar biasa di dalam diri saya. Sepertinya saya kembali menjadi kanak-kanak Saya sulit mengambil keputusan dan takut keluar rumah. Saya menolak diri sendiri dan anak-anak. Kondisinya seperti depresi.” ungkap perempuan kelahiran Bagan Siapi-api, Riau, 18 Desember 1972 ini.

Akibat perilakunya yang paranoid itu ia sering diolok-olok sebagai sakit jiwa oleh keluarga. Tapi Morin membantah kalau dirinya sakit jiwa dan berusaha meyakinkan mereka bahwa dirinya sedang dihinggapi sesuatu yang diluar kesadarannya. Hal lain yang lebih mengerikan adalah ia sering didatangi roh-roh orang mati dan mencekik lehernya setiap kali tidur siang atau malam.

Mengetahui horor yang menimpa Morin, orang tuanya dari Jakarta mengirim jimat, namun hal itu tak membantu. Horor demi horor terus mengganggunya. ”Saya sangat ketakutan, karena setiap tidur dicekik. Dulu saya tidak percaya dengan hal-hal begitu, tapi sekarang saya baru tahu,” ujarnya mengenang masa-masa mengerikan di Taiwan. Bahkan saking tidak tahannya menghadapi peristiwa menakutkan itu, Morin pernah berusaha bunuh diri dengan memotong urat nadi dan minum obat-obat keras. Yang lebih aneh dan menyeramkan lagi, Morin bisa berkomunikasi dengan makhluk-makhluk gaib itu. ”Saya sudah tidak punya pengharapan lagi. Karena sering diganggu, saya putus asa dan memberanikan diri menanyakan nama roh gaib tersebut,” ujarnya. Makhluk tanpa wujud itupun merespons, ”Nama saya Ahai”. Menurut Morin sebenarnya wujud kawanan roh gaib bisa terlihat setiap kali ia bermimpi. ”Bentuk mereka seperti orang-orang biasa saja,” tambahnya. Ketika ibu dan adiknya mengunjunginya, merekapun tidak luput dari gangguan makhluk halus tersebut.

Berdasarkan pengamatan Morin, masyarakat setempat sangat mendewakan roh orang mati. ”Di sana rohpun minta dikawini. Roh orang amti sangat didewakan sehingga roh itu terlihat hidup,” katanya.

Karena tidak tahan dengan gangguan makhluk-makhluk halus tersebut, tahun 2003 Morin mengajukan cerai, lalu pulang ke Indonesia tanpa kedua anaknya. ”Saya akan menjemput anak-anak nanti setelah ekonomi saya meningkat.” tekadnya.

Di Jakarta gangguan masih berlangsung meski frekwensinya menurun. Morin memburu buku-buku kesaksian tentang dunia gaib. Morinpun mengerti bahwa kejadian-kejadian yang menimpanya itu merupakan santet tingkat tinggi. Kondisi mental Morin yang belum pulih, ditambah keterpisahannya dengan kedua anaknya, kian memperkeruh suasana batinnya. Guna menghilangkan kegalauan hati, ia kerap keluar dari rumah tanpa tujuan jelas.

Suatu hari di pusat perbelanjaan Daan Mogot, Jakarta Barat, ia melihat sekumpulan orang memasuki ruangan yang digunakan untuk ibadah. Entah kenapa hati Morin tergerak ikut ibadah di situ. Di sana dilangsungkan ibadah pemulihan dari gangguan kuasa kegelapan. Usai didoakan, kuasa kegelapan yang menguasai Morin selama delapan tahun berhasil diusir oleh kuasa Tuhan Yesus.

Sejak itu Morin bisa bernafas lega menjalani hidup secara normal dan mengambil keputusan untuk melayani Tuhan di gereja. ”Sekarang saya sudah mengerti bagaimana melawan roh jahat, ”kata jemaat GBI di Jakarta Utara ini. Sumber: Tabloid Reformata edisi 75 - Januari 2008.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI