Search This Blog

Loading...

Monday, December 3, 2007

To Be A Blessing at Young Age

Inilah suatu kesaksian indah yang diceritakan seorang hamba Tuhan yang melayani di GBI Lembah Pujian - Denpasar - Bali:

Suatu kali saya diminta mendoakan pemberangkatan jenazah yang akan diterbangkan ke Kupang. Dalam peti tersebut terbaring jenazah seorang anak berumur 7 tahun, bernama Joshua. Sebelumnya saya tidak mengerti apa yang menyebabkan kematian anak itu dan juga latar belakang kedua orangtuanya. Namun pesan yang Tuhan taruh dalam hati saya dan saya sampaikan dalam renungan singkat pagi itu adalah sebagai berikut: "Memang, tidak gampang untuk mengerti rencana Tuhan dengan meninggalnya anak Bapak dan Ibu, tetapi mari kita meminta hikmat-Nya supaya kita mengerti bahwa dari kacamata Tuhan ini waktu yang terbaik bagi anak kita untuk dibawa kembali ke surga. Kita tidak bisa tahu bagaimana kelak ia berumur 17 tahun atau 30 tahun atau 50 tahun. Jika dalam usia antara 17, 30, atau 50 tahun memungkinkan anak ini hidup tidak seturut dengan kehendak Tuhan, maka ia meninggal sekarang adalah keputusan terbaik dari pihak Tuhan."

Satu minggu kemudian, saya mendapat kesaksian dari Ibu Christin Here, yang baru saja kembali dari kota tempat anak tersebut dikuburkan. Dia menyampaikan bahwa di antara para pelayat ternyata ada orang-orang yang tidak terlalu dikenal oleh kedua orangtuanya, namun mereka telah mengenal anak berusia 7 tahun ini sebab anak itu sering mendoakan beberapa orangtua dan menjadi sembuh, dan banyak pekerjaan yang sepantasnya belum bisa dikerjakan anak seumur 7 tahun, bahkan sepeninggal dirinya terjadi Kebangunan Rohani di kalangan anak-anak muda di sekitarnya.

Pada Ibadah Raya pertama di GBI Lembah Pujian di Denpasar, saya dikejutkan dengan sebuah bingkisan yang dibawakan oleh saudara saya Bundi yang baru saja kembali dari Kupang. Ternyata bingkisan tersebut dari keluarga Heri Purnomo, yang belum lama berselang kami doakan keberangkatan jenazah anaknya, Joshua, berumur 7 tahun, yang telah meninggal di Bali. Namun, yang jauh lebih menarik perhatian saya adalah surat yang berisi pengalaman keluarga tersebut saat menghadapi kenyataan ini. Sebagian isi surat itu sempat saya bacakan kepada jemaat saat saya berkhotbah, dan isi selengkapnya adalah sebagai berikut:

Jalan dan rencana Tuhan terkadang sulit dimengerti oleh kita sebagai manusia biasa, namun ada satu hal yang selalu melekat dalam pikiran kami, yaitu Tuhan tidak pernah salah karena rancangan dan rencana-Nya sempurna bagi setiap manusia. Berdasarkan keyakinan inilah maka kami sekeluarga dapat menerima semua rencana-Nya bagi kehidupan Joshua, anak kami. Tuhan yang menitipkan dia dalam pernikahan kami, dan Tuhan jualah yang berhak mengambil kembali titipan-Nya dari kami.

Bagi ukuran manusia, 7 tahun adalah usia yang sangat singkat. Tetapi kami percaya, di mata Tuhan itu bukanlah suatu ukuran. Semasa hidupnya bersama kami, Joshua juga menjalani kehidupan yang normal layaknya anak-anak seusianya. Ia bermain, belajar, bersahabat, dan melakukan aktivitas lainnya. Tetapi ada satu hal yang sangat membuat Joshua agak sedikit berbeda dengan teman-teman sebayanya, yaitu ia memiliki hubungan yang sangat intim dengan Sang Penciptanya - hal ini terlihat dari cara ia berbicara dan bertingkah laku. Seringkali ia mengatakan kepada kami, "Papa-Mama, Joshua kagum dengan Tuhan Yesus." Atau, "Papa-Mama, Joshua bangga sama Tuhan Yesus."

Masih segar dalam ingatan kami, seminggu sebelum Joshua kembali ke pangkuan Bapa Surgawi, ia sempat mengikuti retret yang diadakan oleh sekolahnya. Sekembalinya Joshua dari retret tersebut, dengan penuh keyakinan ia berkata kepada kami, "Mulai sekarang Papa-Mama tidak boleh khawatir dengan hidup Kakak, karena roh Kakak sudah diperbarui oleh Tuhan." Mendengar pernyataan yang spontan ini kami sebagai orangtua semakin kagum dengan apa yang sudah Joshua alami bersama Tuhan, dan kami terus berdoa agar rencana Tuhan sajalah yang berlaku atas kehidupannya.

Beberapa saat sebelum Joshua pulang ke surga, ia sempat bertanya kepada kami, "Mama, kalau Joshua sudah di surga, bisakah Joshua bermain kelereng dengan Tuhan Yesus?" Sebuah pertanyaan yang melukiskan kepolosan seorang bocah! Tetapi bila kita renungkan sejenak, kita akan menemukan sebuah arti sangat mendalam yang terkandung di dalamnya, dan ia sangat mengenal siapa dan bagaimana Tuhan yang selama ini ia percayai. Joshua juga menanyakan apa dan bagaimana keadaan di surga, serta apa yang harus kita lakukan bila ia telah berada di surga. Kami sangat kehilangan Joshua, tetapi di pihak lain kami bangga dan bersyukur karena saat ini ia sudah berada di dalam pelukan yang sangat aman, yaitu pelukan Bapa Surgawi, dan ia aman di sana.

Semasa hidupnya, setiap malam sebelum tidur, di samping mendoakan keluarga kami, Joshua juga setia mendoakan lingkungan di mana kami tinggal saat ini. Yang lebih mengagumkan lagi, Tuhan sedang mengerjakan dalam kehidupan lingkungan kami, teristimewa dalam kehidupan pemuda-pemudinya. Joshua sudah pergi ke surga, tetapi benih-benih doa yang pernah ia taburkan telah mulai mengeluarkan hasilnya. Segala pujian hanya bagi Tuhan Yesus!

Kami percaya Tuhan akan terus mengerjakan rencana-Nya dalam kehidupan kami sekeluarga hingga suatu saat nanti seluruh rencana-Nya terselesaikan dalam kehidupan kami dan akhirnya kami juga kembali ke pangkuan Bapa Surgawi, dan bertemu dengan Joshua di Rumah Bapa yang kekal.

Doa kami sekeluarga agar Bapak, Ibu, dan Saudara yang membaca tulisan ini memperoleh berkat dan rahmat-Nya, serta semakin menyadari kedaulatan dan kebesaran Allah dalam kehidupan kita masingmasing. Untuk mengakhiri surat ini, izinkan kami mengutip Firman Allah: "Dan Aku akan mengadakan mukjizat-mukjizat di atas, di langit dan tanda tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap." (Kisah Para Rasul 2:19). Dan juga Firman Tuhan yang dikutip dari Kitab Korintus: "Supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah" (I Korintus 2:5). Amin!

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI