Search This Blog

Loading...

Wednesday, August 1, 2007

Kisah Hana Ananda

Inilah kisah yang luar biasa dari seorang wanita biasa yang dipakai Tuhan luar biasa. Sekitar sepuluh tahun yang lalu saya pernah mendengar kesaksian yang luar biasa dari seorang isteri pengusaha yang ditransformasikan Tuhan menjadi seorang wanita Allah yang menjadi terang di bangsa ini, Hana Ananda, saat ini 62 tahun, tinggal di Surabaya.

Dari kecil Hana memang sudah mengasihi Tuhan dan melayani di Sekolah Minggu. Namun hidupnya biasa-biasa saja. Meskipun Hana adalah isteri seorang pengusaha, Harry Ananda – importir kitchen equipment dan mesin laundry, namun kehidupan yang baik mereka di mata Tuhan masih belum maksimal.

Pada suatu hari Hana menderita sakit yang membuatnya lumpuh dan hampir meninggal. Sepertinya Tuhan berkata kepada dirinya, ”Ya, sudah pulang saja ke Rumah Bapa. Toh kehidupanmu biasa-biasa saja.” Saat itu Hana berkata, ”Tuhan, izinkan saya hidup lebih lama agar hidup saya memiliki arti bagi banyak orang dan saya memaksimalkan kehidupan saya sehingga mempermuliakan nama Tuhan!” Tuhan mengabulkan permintaannya dan Hana sembuh total.

Pada suatu hari seorang pengemis wanita duduk di depan pintu gereja yang mewah. Diaken yang melewati pengemis ini tidak memberikan apa-apa kepadanya, meskipun ia baru mendengar khotbah tentang : memberi, berkorban, dan mengasihi sesama. Tuhan berkata kepada Hana, ”Kepada siapa darah pengemis itu akan tertumpah apabila ia meninggal?” Oleh karena itu hati Hana terketuk untuk menolong pengemis wanita itu.

Setelah disetujui suaminya, Hana mengajak pengemis itu ke rumahnya. Keluarga ini menyuruh wanita hina ini mandi di kamar mandi mereka yang mewah, memberi pakaian baru dan memberi dia makan sepuasnya. Sejak saat itu pengemis ini menceritakan kepada teman-teman pengemis lainnya mengenai ibu yang telah menolongnya. Mulailah berdatangan orang-orang susah, pengamen, pemulung, pelacur dalam kehidupan Hana. Seorang pemulung mengaku, ”Tuhan Yesus adalah seorang pemulung. Dia telah memulung saya.”

Dikisahkan pula bahwa suatu hari Hana ingin membantu orang-orang susah yang hidup di tempat kumuh di kolong-kolong jembatan di Surabaya. Ketika Hana mendatangi suatu tempat kumuh dan menemui mereka, tiba-tiba muncul seorang preman yang mengacungkan clurit.

”Mau apa? Mau memanfaatkan orang-orang miskin untuk mengeruk sumbangan?” Rupanya preman ini pernah ditipu oleh seseorang yang berpura-pura bersimpati kepada masyarakat pra-sejahtera ini, membuat rekaman video, menjanjikan bantuan sosial dari luar negeri, namun setelah bantuan diterima, para gelandangan di tempat itu tidak menerima uang sepeserpun karena dana sosial itu ditilep penipu itu. Karena trauma dengan pengalaman itu, sang preman menyangka Hana adalah tipe orang semacam itu, sehingga ia marah. Namun dengan kerendahan hati, Hana mengatakan, ”Dalam nama Tuhan Yesus, stop!” Clurit di tangan itu tertahan di udara. Ada kuasa Allah yang menahan preman itu untuk berbuat brutal kepada hamba-Nya ini. Setelah Hana menjelaskan dengan baik-baik dan sabar kepada orang ini, mulailah Hana diterima di lingkungan ini.

Melalui Yayasan Pondok Kasih, Hana menerima bantuan dari Indonesian Relief Fund dari Amerika Serikat yang diorganisir oleh Paul Tan, dari Children’s Hunger Fund, dan bantuan lain dari Kanada, Inggris, Australia. Kini YPK menyalurkan bantuan lebih dari Rp. 5 milyar setiap tahun. Gudang YPK di Surabaya besarnya seperti gudang perkulakan, menerima puluhan kontainer bahan makanan, pakaian, dan lain-lain. Melalui pelayanannya yang tulus, pemerintah Republik Indonesia pernah menganugerahkan penghargaan Satya Lencana bagi Hana.

Berikut ini adalah penuturan Hana:
Tuhan mulai membuka hubungan dengan seorang Kyai, Haji Noehan dari Pondok Pesantren Annalhilyah kira-kira tahun 1996. Pada tahun-tahun berikutnya Indonesia mulai memasuki saat-saat yang paling gelap dalam sejarah karena adanya krisis demi krisis yang menimpa. Mulai dengan pembakaran gereja-gereja (1996), diikuti dengan krisis moneter (1997), krisis politik (1998), krisis antar etnis (1999 - hingga sekarang). Bangsa kita mulai terpuruk, dan jumlah kaum miskin bertambah sangat banyak. Tuhan telah berbicara pada saya tentang Yesaya 58,59,60 sejak tahun 1992.

Tuhan menyuruh kami untuk bangkit (Yesaya 60:1): "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datangdan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. (Yesaya 58:7-10) Supaya engkau memecahkan-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan ia akan berkata: Ini aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau inginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari”.

Kami mulai memberi makan pada orang-orang miskin di komunitas-komunitas kumuh dengan menggerakkan saudara-saudari mereka yang tinggal di sana. Kami mulai mengadakan bakti sosial bersama-sama dengan saudara kita kaum muslim. Tahun 1999, ketika kami mengadakan khitanan massal dan bakti sosial bersama di Ponpes Kyai Noehan, Tuhan mempertemukan kami dengan Kyai-kyai dari Madura, dan mulailah kami mengadakan bakti sosial bersama-sama di desa-desa di Madura.

Permulaannya tidak mudah, banyak kecaman yang saya terima baik dari pihak Kristen maupun dari Muslim. Sungguh dibutuhkan keberanian dari kedua belah pihak, baik dari Muslim (mereka dikecam mengapa mereka mau bekerja sama dengan Kristen), dan dari Kristen (karena saya memasuki budaya mereka dengan berpakaian seperti mereka, sedangkan dari Islam, saya diancam karena isu dan tuduhan kristenisasi, bahkan saya juga pernah dilaporkan ke Pemerintah Pusat).

Hanya oleh karena anugerah-Nya, kekuatan-Nya melalui Firman Tuhan, dan keberanian oleh Roh Kudus saya dapat bertahan. Saat-saat itulah (tahun 1999) kami telah memulai ibadah setiap hari Rabu dengan saudara-saudari kaum papa dan jalanan, pada saat yang sama ancaman yang keras kami alami bukan saja di Ibadah kami yang waktu itu di Go Skate, tetapi juga kami alami di Panti Asuhan kami di Sedati yang dituntut untuk ditutup oleh kaum muslim yang menggunakan tangan pemerintah kota Sidoarjo untuk menutup dan para santri untuk menghancurkan jika kami tidak mau pindah. Ibu Sylviati yang tinggal di sana yang langsung mengalami “aniaya, teror” yang tidak ada hentinya sejak keberadaan Pondok Kasih di sana tahun 1991. Namun oleh cara-Nya yang ajaib, melalui pembelaan seorang preman, Tuhan telah menyelamatkan panti asuhan kami di Sedati. (Dari berbagai sumber di Internet)
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI