Search This Blog

Loading...

Friday, June 22, 2007

Say No To Pornography

Saya tidak terlalu ingat kapan semuanya dimulai. Yang saya tahu, kelahiran saya tidak diinginkan oleh kedua orang tua saya. Saya sempat hendak digugurkan ketika saya masih bayi. Saya tidak tahu apakah itu penyebab semua kenakalan saya. Yang pasti, saya pernah terjerumus dalam pornografi cukup lama.

Berawal dari rasa ingin tahu, saya meminjam VCD porno dari seorang teman yang berasal dari luar sekolah. Saya menontonnya di kamar. Pertama kali menonton, saya sempat merasa diri kotor. Tetapi lama-kelamaan saya jadi terbiasa sehingga terikat dan sulit keluar dari sana. Saya juga sering masturbasi setelah menontonnya. Tanpa saya sadari, saya semakin terikat dengan kebiasaan buruk itu.

Saya sering pergi mencari dan mengoleksi VCD-VCD tersebut. Beberapa koleksi saya adalah pemberian teman-teman yang juga menyukai pornografi, selebihnya sengaja saya beli. Pada akhirnya saya menjadikan koleksi saya itu sebagai tumpuan hidup saya. Saya berbisnis VCD porno itu. Bisnis jual beli ini terus berlangsung dari SMA kelas satu sampai kelas tiga. Biasanya saya menjualnya dengan harga enam kali lipat dari harga asalnya.

Jual beli bisnis VCD porno itu sebenarnya berawal dari judi permainan kartu. Awalnya saya main kartu hanya ingin tahu karena penasaran. Setelah beberapa kali main kartu dengan taruhan lumayan, ternyata saya menang. Sejak itu saya menjadi ketagihan. Saya tidak dapat berhenti. Lama kelamaan judi main kartu ini menjadi kebiasaan.

Tiap istirahat sekolah saya selalu main kartu. Pada akhirnya jam main kartu saya lebih banyak dari pada waktu belajar saya. Sebenarnya saya cuma menang beberapa kali, kemudian mengalami kekalahan beruntun sehingga utang saya menumpuk. Saya terpaksa menyisihkan uang jajan untuk melunasi utang judi tersebut. Karena seringkali uang jajan saya habis terpakai, maka saya mencari uang tambahan dari jual beli VCD porno tersebut.

Benar kata pepatah, “ulah bisa karena biasa”. Ketika duduk di bangku SMA kelas satu, saya dan teman-teman mengunjungi salah satu diskotik ternama di Surabaya. Saya belum pernah ke diskotik sebelumnya. Tetapi saya merasa mudah sekali beradaptasi dengan suasananya karena saya terbiasa mendengar lagu-lagu house music yang selalu saya setel di kamar. Biasanya sebelum melantai dan berdisko, kami duduk-duduk di sofa yang tersedia sambil minum bir. Karena semua hal di atas itulah, saya dikenal sebagai murid yang sulit diatur. Saya sempat tidak naik kelas karena berkelahi dengan guru yang merupakan Wakil Kepala Sekolah.

Jujur, di dalam hati saya yang terdalam sebenarnya tidak ada keinginan atau kesadaran untuk bertobat. Saya merasa hidup saya baik-baik saja sampai saya menerima traktat “A Trip To Hell” yang di dalamnya terselip undangan KKR pada tahun 2000, pada saat saya duduk di bangku SMA kelas satu.

Saya sempat membaca kisah tentang orang-orang berdosa yang dihukum di neraka di dalam traktat tersebut. Saya gemetar sewaktu membacanya. Saya merasa diri sayalah yang diceritakan dalam traktat tersebut.

Saya sempat ingin datang ke KKR itu, tetapi tidak bisa karena terbentur jam sekolah. Kebetulan waktu itu sekolah saya masuk siang dan pulangnya malam. Setelah itu saya beberapa kali menerima undangan yang serupa, tetapi saya abaikan saja.

Pada tanggal 18 Agustus 2002, saya kembali menerima undangan KKR itu. Dibagi oleh siapa, saya tidak tahu. Tiba-tiba saja undangan itu sudah ada di meja saya. Saya cuma meliriknya sekilas dan melupakannya. Saya tidak mau membacanya lagi. Saya juga tidak mau pergi ke KKR itu. Saya baru berubah pikiran setelah teman saya bercerita bahwa di KKR saya bisa “cuci mata”.

Malam itu Pdt. Philip Mantofa berkhotbah tentang “Jangan Mendukakan Roh Kudus”. Sejenak saya sempat diliputi perasaan malu karena dosa-dosa saya seolah-olah ditelanjangi di depan umum. Hanya saja saya masih tetap mengeraskan hati. Ketika undangan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi serta memperbaiki komitmen kepada Kristus ditawarkan oleh Pdt. Philip, saya tidak meresponinya.

Saya terpaksa keluar dari kursi karena saya melihat semua orang keluar menuju panggung. Saya tidak punya pilihan lain. Tetapi saya tidak mau bertindak bodoh. Saya memilih tempat di barisan paling belakang. Saya pikir itu tempat teraman untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Anehnya, hari itu saya ditunjuk untuk maju pertama kalinya oleh Pdt. Philip. Dalam perjalanan ke depan, belum sampai di depan altar, tiba-tiba saja saya jatuh rebah.

Baru kali itu saya merasakan rebah di dalam hadirat Tuhan. Waktu saya rebah, saya merasakan kasih Tuhan melingkupi saya. Ia menjamah saya sehingga saya menangis. Saya merasa Tuhan sayang sekali kepada saya. Selama ini saya enggan mendekat kepada-Nya karena saya kecewa dengan keadaan saya. Tetapi hari itu segalanya mendadak berubah.

Pada saat yang bersamaan saya memutuskan untuk berhenti berbuat dosa dan meminta ampun kepada Tuhan. Saat mengucapkan janji itu mulut saya bergetar hebat dan saya berbahasa roh. Saya tidak tahu saya berbicara apa pada saat itu. Saya hanya merasa lidah saya bergetar. Beberapa saat kemudian setelah semuanya usai, saya telah berdiri di antara kerumunan orang banyak, menunggu giliran dibaptis. Ketika diberi kesempatan untuk mendeklarasikan iman di kolam baptisan itulah saya mengucapkan kalimat ini, “Iblis, engkau sudah kalah! Hari ini saya menjadi milik Tuhan, bukan milikmu lagi! Saya sudah bertobat.”

Pulang dari KKR, saya mengalami kasih mula-mula dengan Tuhan. Saya menyembah Tuhan dan menyanyikan lagu “Allah Roh Kudus” di kamar saya. Kembali saya dijamah Tuhan sampai menangis. Saya berdoa dan minta ampun kepada-Nya. Di hati saya mulai ada kerinduan untuk berdoa. Hari itu juga saya mengambil semua koleksi VCD porno saya dan menghancurkannya dalam nama Yesus.

Pentungan berujung paku, yang biasanya saya pakai untuk berkelahi, saya hancurkan dan saya buang. Satu pak rokok yang selama ini saya simpan, tak luput dari pembersihan. Rokok itu saya buang. Dulu saya merasa sayang membuangnya, tetapi hari itu saya rela memusnahkannya.

Keesokan harinya teman-teman saya menawari “barang-barang” seperti biasanya. Saya menolaknya. Saya menjelaskan kepada mereka kalau saya sudah bertobat. Mereka heran sekali bagaimana saya yang sudah rusak begitu dapat berubah 180 derajat. Hari-hari itu saya belajar untuk hidup kudus. Hal itu dimulai dengan perkara-perkara kecil, seperti tidak menyontek di sekolah. Saya meminta maaf kepada semua teman, guru dan Wakil Kepala Sekolah yang pernah saya jahati. Perubahan hidup saya itu terlihat oleh sekeliling saya.

Hidup seperti itu tidaklah mudah seperti yang saya bayangkan semula. Beberapa kali saya jatuh bangun, tetapi saya tetap berusaha bangkit kembali. Kehidupan rohani saya setelah itu benar-benar jauh dari yang saya bayangkan. Bagaikan anak panah yang melesat dari busurnya, kerohanian saya terus menanjak ke atas.

Bagi saya KKR “A Trip To Hell” lebih istimewa dari pada hari ulang tahun saya sendiri karena pada hari itu perubahan hidup saya dimulai. Saya telah berpindah dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Saya telah berpindah dari kebinasaan kepada kehidupan yang kekal. Saya telah berpindah dari hamba dosa kepada hamba Tuhan. Saya telah berpindah dari hidup yang sia-sia kepada hidup yang berkemenangan.

Kesaksian sdr. Tommy ini diambil dari Buku "Iblis! Dalam Nama Yesus! Lepaskan!" karya Pdt. Philip Mantofa bersama Sianne Ribkah M.H., halaman 30-35. Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI