Search This Blog

Loading...

Wednesday, June 20, 2007

Ora Et Labora : A Success Story of "Dapur Solo Restaurant"

Tanpa rencana, pada tahun 1986 bersama suami dan anak, Swandani hijrah dari Bandung ke Jakarta. “Terus terang, ketika itu belum kebayang Jakarta itu kayak apa dan mau ngapain di Jakarta?” ujarnya mengenang. Belum setahun di Jakarta suaminya, Heru, sering sakit-sakitan akibat tekanan pekerjaan. Menghadapi kenyataan itu Swandanipun berpikir keras tentang usaha apa yang akan ia jalankan apabila nanti sang suami tidak mampu lagi mencari nafkah. Setelah sekian lama berpikir, akhirnya ia memutuskan untuk berjualan rujak dan jus di garasi rumahnya. Alasan memilih rujak sebagai dagangan sungguh sederhana, “Aku sangat suka makan rujak!” cetusnya geli. Sebelum itu dia memang sudah sering mengulek rujak untuk dimakan sendiri ketika merasa harga rujak itu mahal.

Selama tiga bulan pertama, hasil penjualan rujaknya sangat minim karena pada waktu itu musim hujan. Namun Swandani pantang menyerah. Siang hari dia berjualan, sore hari dia menyebarkan brosur. Rasa capek seolah terbayar ketika menjelang memasuki bulan keempat omsetnya meningkat dari Rp. 3.000,- menjadi Rp. 10.000,- per hari, bahkan tidak jarang Rp. 25.000,- Di tahun 1980-an, uang sebesar itu nilainya sudah lumayan besar.

Setelah sukses berjualan rujak dan jus, Swandani mulai menambah menu lain, yaitu gado-gado. Pilihan ini dilatari oleh kegemaran orang Jakarta akan gado-gado. Berhubung dia belum pernah bikin gado-gado, tidak sedikit pembeli yang ngomel karena rasanya tidak karuan. Sang suami yang ternyata telah pulih kesehatannya dan kembali bekerja juga turut mengritik gado-gado buatan Swandani ini. Setelah tiga hari bereksperimen mencoba formula baru gado-gado, barulah para pelanggan merasa cocok. Dengan sendirinya omzetpun meningkat.

Usaha wanita berambut pendek itu kini menuai hasilnya. Ia telah merintis usaha rumah makan yang kondang dengan nama “Dapur Solo” di daerah Sunter, Jakarta Utara. Di tempat ini dia menyediakan makanan seperti nasi kuning, salad solo, gado-gado, rujak, jus buah, dan lain-lain.

Tiada kata cukup untuk bisnis. Wanita kelahiran 10 Desember 1961 yang suka jalan-jalan ini terus berpikir bagaimana mengembangkan usahanya. Ia mulai merencanakan untuk membeli sebuah ruko. Ternyata itu tidak mudah mengingat modalnya belum mencukupi. Suaminya dengan pesimistis bertanya, “Darimana kita mendapat uang untuk membeli ruko ini?” Namun Swandani terus meyakinkan suaminya bahwa setiap niat yang baik, jika dilakukan dengan usaha keras dan doa, pasti akan ada jalannya.

Swandani benar. Jalan itu mulai tampak ketika beberapa waktu kemudian perusahaan real estate tempat suaminya bekerja membangun kompleks ruko di kawasan Sunter Paradise, Jakarta Utara. Perusahan ini memberi keringanan bagi Swandani untuk membeli ruko itu dengan cara cicilan.

Setelah usahanya pindah ke ruko itu, rumah makan Swandani yang diberi nama “Dapur Solo” semakin berkembang. Menu makanannyapun makin disesuaikan dengan selera pelanggannya. Para karyawan yang bekerja di sekitar Sunter banyak yang menikmati makan siang di sini. Dengan makin berkembangnya “Dapur Solo”, maka Swandani perlu merekrut beberapa karyawan untuk memasak dan melayani pelanggan.

Usaha yang dirintis dengan coba-coba, dan “pasalnya aku bukan ahli masak” demikian pengakuan Swandani, kini telah berkembang pesat berkat kerja keras dan doa. Kisah ini diambil dari tabloid Reformata edisi 60/Juni 2007. Diedit seperlunya.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI