Search This Blog

Tuesday, December 11, 2012

John 3:16



Yohanes 3:16
Seorang anak laki-laki sedang menjual koran di sudut jalan, orang-orang hilir mudik dalam cuaca yang dingin.

Anak kecil itu begitu kedinginan sehingga ia tidak mencoba menjual koran lebih banyak.

Ia berjalan mendekati seorang polisi lalu lintas dan berkata, “Pak, apakah bapak tahu dimana seorang anak laki-laki miskin dapat menemukan tempat tidur yang hangat malam ini? Bapak ‘kan tahu saya biasa tidur di dalam kotak kardus di dekat ujung jalan sana tapi malam ini akan sangat dingin di sana. Enak juga kalau tinggal di tempat yang hangat.”

Petugas polisi itu melihat kepada sang bocah dan berkata, “Pergilah kamu ke ujung jalan sana ke arah rumah besar yang berwarna putih dan ketuklah pintunya. Pada waktu ada yang membukakan pintu, kamu katakan saja : ‘Yohanes 3:16’, maka dia akan mengizinkan kamu masuk ke dalam.”

Begitulah ia kerjakan. Ia berjalan ke arah rumah itu dan mengetuk pintunya, dan seorang nyonya membukakan pintu. Anak laki-laki itu melihatnya dan berkata, “Yohanes 3:16.” Nyonya itu berkata, “Masuklah, Nak!”

Wanita itu membawanya masuk dan ia mendudukkan anak itu di sebuah kursi malas di depan tungku perapian yang besar dan kuno, dan dia pergi. Anak laki-laki itu duduk diam beberapa saat dan berpikir dalam dirinya: Yohanes 3:16... Aku tak mengerti hal itu, tetapi yang pasti hal itu membuat anak laki-laki yang kedinginan menjadi hangat.

Kemudian wanita itu datang kembali dan bertanya kepadanya, “Apakah kamu sudah lapar?” Anak itu menjawab, “Yah, lumayan lapar sih. Aku belum makan selama beberapa hari ini, dan saya kira saya bisa makan sedikit.”

Nyonya itu membawanya ke dapur da mendudukkan dia di depan meja makan yang penuh makanan enak. Ia makan dan makan hingga tidak dapat makan apa-apa lagi. Kemudian ia berpikir dalam hatinya: Yohanes 3:16... Wah, memang aku tidak mengerti hal itu, tetapi yang pasti hal itu membuat anak laki-laki lapar menjadi kenyang banget.

Wanita itu membawanya ke loteng untuk memandikannya di bathtube yang besar dan diisi dengan air hangat, dan anak laki-laki itu duduk di sana dan berendam sebentar. Ketika berendam, ia berpikir dalam dirinya: Yohanes 3:16.... Memang aku tidak mengerti hal itu, tetapi yang pasti hal itu membuat anak laki-laki yang tadinya kotor menjadi bersih. 

Tahu tidak, aku belum pernah mandi, mandi benar-benar, seumur hidupku. Mandi yang pernah aku lakukan adalah ketika aku berdiri di depan selang hidran pemadam kebakaran ketika menyemprotkan air. Wanita itu datang kembali dan membawanya keluar kamar mandi. Ia membawa anak laki-laki itu ke dalam kamar tidur, meletakkannya di ranjang besar dengan kasur yang diisi bulu-bulu, memasangkan selimut hingga lehernya, mencium pipinya sambil mengucapkan selamat malam dan mematikan lampu kamar. Ketika anak laki-laki itu berbaring dalam kegelapan dan memandang keluar jendela dan terlihat salju yang turun pada malam yang dingin itu, ia berpikir dalam dirinya: Yohanes 3:16... Memang aku tak mengerti hal itu, tetapi yang pasti hal itu membuat anak laki-laki yang kelelahan dapat beristirahat.

Pada keesokan harinya wanita itu datang kembali dan meletakkan anak itu di meja makan yang penuh dengan makanan. Setelah ia makan, ia membawa kembali anak itu ke kursi malas di depan tungku perapian dan membawa Alkitab tua yang besar.

Wanita itu duduk di depan anak itu dan menatap wajahnya. “Apakah kamu mengerti apakah itu Yohanes 3:16?” tanyanya dengan lembut. Anak itu menjawab, “Tidak, Bu! Aku tidak mengerti sama sekali. Pertama kali aku mendengarnya adalah ketika Pak Polisi memberitahuku untuk menggunakannya.”

Wanita itu membuka Alkitab hingga ke Yohanes 3:16 dan mulai menerangkan kepada anak itu tentang Yesus. Anak itu diam dan berpikir: Yohanes 3:16... memang aku tidak mengerti hal itu, tetapi yang pasti hal itu membuat anak laki-laki yang tersesat menjadi selamat.

Tahu tidak, aku harus mengaku bahwa aku juga tidak mengerti  mengapa Allah bersedia mengirim Anak-Nya untuk mati bagiku, dan bagaimana Yesus mau saja melakukan hal itu. Aku tidak mengerti betapa sedihnya Bapa Sorgawi dan para malaikat di sorga ketika mereka menyaksikan Yesus menderita dan mati di kayu salib. Aku tak mengerti betapa dalamnya kasih bagiku sehingga membuat Yesus bertahan di atas kayu salib hingga selesai. Aku tidak mengerti hal itu, tetapi yang pasti hal itu membuat hidup layak untuk dijalani.

Yohanes 3:16 berbunyi:  “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com


*******

John 3:16

A little boy was selling newspapers on the corner, the people were in and out of the cold.

The little boy was so cold that he wasn't trying to sell many papers.

He walked up to a policeman and said, 'Mister, you wouldn't happen to know where a poor boy could find a warm place to sleep tonight. You see, I sleep in a box up around the corner there and down the alley and it's awful cold in there for tonight. Sure would be nice to have a warm place to stay.'

The policeman looked down at the little boy and said, 'You go down the street to that big white house and you knock on the door. When they come out the door you just say John 3:16, and they will let you in.'

So he did. He walked up the steps and knocked on the door, and a lady answered. He looked up and said, 'John 3:16.' The lady said, 'Come on in, Son.'

She took him in and she sat him down in a split bottom rocker in front of a great big old fireplace, and she went off. The boy sat there for a while and thought to himself: John 3:16... I don't understand it, but it sure makes a cold boy warm.

Later she came back and asked him 'Are you hungry?' He said, 'Well, just a little. I haven't eaten in a couple of days, and I guess I could stand a little bit of food,'

The lady took him in the kitchen and sat him down to a table full of wonderful food. He ate and ate until he couldn't eat any more. Then he thought to himself: John 3:16... Boy, I sure don't understand it but it sure makes a hungry boy full.

She took him upstairs to a bathroom to a huge bathtub filled with warm water, and he sat there and soaked for a while. As he soaked, he thought to himself: John 3:16...

I sure don't understand it, but it sure makes a dirty boy clean. You know, I've not had a bath, a real bath, in my whole life. The only bath I ever had was when I stood in front of that big old fire hydrant as they flushed it out. The lady came in and got him. She took him to a room, tucked him into a big old feather bed, pulled the covers up around his neck, kissed him goodnight and turned out the lights. As he lay in the darkness and looked out the window at the snow coming down on that cold night, he thought to himself: John 3:16...I don't understand it but it sure makes a tired boy rested.

The next morning the lady came back up and took him down again to that same big table full of food. After he ate, she took him back to that same big old split bottom rocker in front of the fireplace and picked up a big old Bible.

She sat down in front of him and looked into his young face. 'Do you understand John 3:16?' she asked gently. He replied, 'No, Ma'am, I don't. The first time I ever heard it was last night when the policeman told me to use it,'

She opened the Bible to John 3:16 and began to explain to him about Jesus. Right there, in front of that big old fireplace, he gave his heart and life to Jesus. He sat there and thought: John 3:16 -- don't understand it, but it sure makes a lost boy feel safe.

You know, I have to confess I don't understand it either, how God was willing to send His Son to die for me, and how Jesus would agree to do such a thing. I don't understand the agony of the Father and every angel in heaven as they watchedJesus suffer and die. I don't understand the intense love for ME that kept Jesus on the cross till the end. I don't understand it, but it sure does make life worth living.

John 3:16 For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.


Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI