Search This Blog

Loading...

Friday, October 5, 2012

The Fastest Way to Happiness and Joy



Cara Paling Cepat untuk Berbahagia dan Bersuka Cita: Menemukan Cara untuk Melayani


Pada tahun 2004 yang lalu saya mendapat penghargaan dari Academy of Achievement karena saya memberikan sumbangsih penting bagi dunia. Salah satu penerima penghargaan lain pada acara itu adalah Ken Behring, penulis buku "Road to Purpose: One Man's Journey Bringing Hope to Millions and Finding Purpose Along the Way." Ia mempunyai kekayaan sekitar USD 500 juta. Selama pidatonya, ia menceritakan kepada kami bahwa hidupnya melewati empat tahap.


Tahap pertama adalah berkaitan dengan "Benda-benda yang Dimiliki". Ia pikir jika ia telah memiliki benda-benda yang dimiliki, ia akan berbahagia. Maka ia membeli banyak rumah, banyak mobil, kapal pesiar dan pesawat pribadi - benda-benda semacam itu yang sering diimpikan orang dan ternyata ia tidak bahagia. 

Ia menerangkan tahap kedua dalam kehidupannya sebagai tahap membeli “Benda-Benda Lebih Berharga”. Ia pikir ia akan lebih berbahagia jika ia memiliki rumah lebih indah, mobil lebih mewah, pesawat terbang lebih besar, dan seterusnya. Maka ia membeli barang-barang itu. Namun ia masih tidak berbahagia. Kemudian ia mengira bahwa mungkin ia telah berfokus pada benda-benda yang salah, sehingga ia memasuki tahap ketiga, yang disebut sebagai “Benda-benda Berbeda yang Harus Dimiliki”. Pada tahap ini ia bergabung dengan seorang mitra dan membeli team football “Seattle Seahawks”. Ia pikir dengan yakin bahwa jika ia menjadi salah satu pemilik team football professional, ia akan berbahagia. Tetapi tidak. Apa yang harus dilakukan?

Pada saat itu seorang sahabat mengundangnya untuk bergabung bersamanya naik pesawat jet pribadi sahabatnya dan terbang ke Eropa untuk membagikan kursi-kursi roda kepada anak-anak cacat yang sejak lahir tidak punya kaki atau lengan atau yang pernah kehilangan kaki karena menginjak ranjau darat. Ken menerima undangan itu. Ia mengaku bahwa membawa harapan dan kebebasan kepada anak-anak itu membuatnya sungguh-sungguh bahagia untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Ketika ia kembali ke rumah, ia mulai mendirikan Yayasan Kursi Roda, yang sampai sekarang telah membagikan lebih dari 750.000 kursi roda kepada anak-anak dan orang-orang dewasa di seluruh dunia.”

Ken menceritakan kepada kami tentang salah satu perjalanan awalnya untuk membagikan kursi-kursi roda, ketika ia mengangkat seorang anak lelaki berusia 11 tahun di Mexico dan dengan hati-hati menaruh anak itu duduk di kursi roda barunya. Ketika ia hendak meninggalkan anak itu dan akan mengambil kursi roda lain bagi anak lain, anak lelaki tadi tidak mau melepaskan kakinya dari Ken. Ketika Ken menoleh dan melihat wajahnya, anak itu berkata sambil menangis, ”Tolong jangan pergi dulu. Saya ingin mengingat wajah Bapak, sehingga ketika kita bertemu lagi di sorga nanti, saya bisa mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada Bapak.” Ken berkata bahwa pada saat itu ia merasakan sukacita yang murni. Kemudian Ken juga mengatakan, ”Ketika saya melihat kebahagiaan di mata orang-orang yang mendapatkan kursi roda, saya merasa bahwa inilah hal terbesar yang saya capai dalam hidup saya.” Memberikan sumbangsih kepada orang-orang lain adalah cara paling cepat yang saya tahu untuk memenuhi hidup anda dengan kasih dan sukacita yang sejati. 

Ditulis oleh: Jack Canfield. Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com

*****

The fastest way to happiness and joy is simple:  Find a way to serve.
Serving OthersBack in 2004 I was honored by the Academy of Achievement for having made a significant contribution to the world. One of the previous recipients who spoke at that event was Ken Behring, the author of Road to Purpose: One Man’s Journey Bringing Hope to Millions and Finding Purpose Along the Way. He was worth about $500 million dollars. During his speech, he told us that his life had gone through four stages. The first stage was about “Stuff.” He thought that if he had the right stuff he’d be happy. So he bought the houses, the cars, the boat, the airplane-all of the usual toys-and yet he was not happy.

He described the second stage of his life as the acquisition of “Better Stuff.” He thought he’d be happier if he had a better house, a better car, a bigger airplane, and so on. So he bought them. But he still wasn’t happy. Then he figured that maybe he had focused on the wrong stuff, so he embarked on the third stage of his life, which he called “Different Stuff.” This is when he joined with a partner and bought the Seattle Seahawks. He thought for sure that if he was the co-owner of a professional football team, he would be happy. But he wasn’t. What to do?

It was at this time that a friend invited Ken to join him on his private jet to fly to Europe and hand out wheelchairs to kids who had been born without limbs or who had lost their legs as a result of having stepped on a landmine. Ken accepted the invitation. He said that bringing hope and freedom to these children made him truly happy for the first time in his life. When he returned home, he started the Wheelchair Foundation, which has now given away more than 750,000 wheelchairs to children and adults all over the world.

Ken told us about one of his early trips to give away wheelchairs, when he picked up an eleven-year-old boy in Mexico and gently set him down in a wheelchair. When he went to leave and get another wheelchair for one of the other children, the boy wouldn’t let go of his leg. When Ken turned back around to face him, the boy said through his tears, “Please don’t leave yet. I want to memorize your face, so when we meet again in heaven, I can thank you one more time.” Ken said at that moment he experience pure joy. He later told us, “When I see the happiness in the eyes of the people who get a wheelchair, I feel that this is the greatest thing I have ever achieved in my life.” Contributing to others is the fastest way I know to infuse your life with authentic love and joy. Written by Jack Canfield.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI