Search This Blog

Loading...

Wednesday, June 13, 2012

Kesetiaan - Loyalty



Rosalie Ida Blun lahir pada tahun 1849 di Worms, Jerman, puteri dari Nathan Blun dan Wilhelmine Freudenberg. Ida adalah anak kelima dari tujuh bersaudara. Ia beremigrasi ke Amerika Serikat bersama orangtuanya dan saudara-saudarinya.

Pada tahun 1871, Ida Blun menikah dengan Isidor Straus, seorang usahawan Amerika Jerman. Ida dan Isidor memiliki tujuh anak.

Pasangan ini dikenal sangat mesra oleh handai taulan mereka. Ketika Isidor terpaksa bepergian ke luar kota karena panggilan tugas sebagai seorang anggota Kongres bagi negara bagian New York atau sebagai salah seorang pemilik Dept. Store Macy, mereka sering bertukar kirim surat setiap hari.

Isidor dan Ida Straus bepergian dengan Beatrice Straus, cucu mereka yang baru berusia lima belas tahun ke Eropa pada awal 1912 naik kapal Hapag. Pasangan suami istri ini meninggalkan Beatrice di Jerman, dan meskipun biasanya mereka hanya mau naik kapal Jerman, nahasnya mereka memutuskan untuk kembali ke Amerika Serikat naik kapal pesiar baru yang bernama Titanic.

Pada malam tenggelamnya Titanic, Isidor dan Ida Straus sebenarnya sudah berdiri dekat kapal sekoci nomor 8 bersama dengan pembantu mereka, yaitu Ellen Bird. Meskipun perwira yang mengatur peluncuran sekoci sudah mengizinkan pasangan sepuh Isidor dan Ida untuk menaiki sekoci bersama nona Ellen Bird, namun Isidor menolak untuk naik sekoci karena masih banyak wanita dan anak-anak yang masih belum kebagian sekoci di kapal yang sedang tenggelam itu. Isidor mendesak istrinya untuk naik sekoci, namun Ida menolak sambil berkata, "Kita sudah hidup bersama sekian lama. Kemanapun engkau pergi, aku pergi." Perkataan Ida ini didengar oleh banyak saksi yang sudah naik sekoci nomor 8, termasuk juga orang-orang yang masih berdiri di dek kapal. Isidor dan Ida Straus terlihat masih hidup terakhir kali duduk berdua di kursi dek. Jenazah Ida tidak pernah diketemukan.

Ketika para penumpang yang selamat dari kapal Titanic itu sampai di New York City naik kapal Carpathia, banyak saksi, termasuk nona Ellen Bird, memberi tahu para wartawan tentang kesetiaan Ida Straus terhadap suaminya. Kisahnya menyebar ke seluruh komunitas Yahudi. Para rabi mengisahkan pengorbanan dan kesetiaan Ida pada seluruh jemaat Yahudi, termasuk pemberitaan di koran Yiddish dan koran berbahasa Jerman. Sebuah lagu pop ditulis untuk mengenang kisah Ida Straus, berjudul "The Titanic's Disaster" yang menjadi populer di kalangan masyarakat Yahudi Amerika Serikat. Ida Straus telah membuktikan janji nikahnya sungguh-sungguh sampai mati. Bahkan dalam kematian, mereka tetap bersama...

Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com

******


Loyalty
Rosalie Ida Blun was born in 1849 in Worms, Germany to Nathan Blun and his wife Wilhelmine "Mindel" Freudenberg. She was the fifth of seven children. She emigrated to the United States with her family.

In 1871, Ida Blun married Isidor Straus, a German-American businessman. She and Isidor had seven children.

The couple was considered especially close by their friends and family; when Isidor was forced to travel as part of his duties as a U.S. Representative for New York or as co-owner of Macy's, they exchanged letters daily.

Isidor and Ida Straus traveled with their fifteen-year-old granddaughter Beatrice Straus to Europe in early 1912 aboard the HAPAG liner Amerika. The elder Strauses left their grandchild in Germany and, although they normally traveled aboard German ships only, fatally decided to make their return voyage to the United States on the newly commissioned RMS Titanic.



The Titanic's Disaster, published in 1912


On the night of the sinking, Isidor and Ida Straus were seen standing near Lifeboat No. 8 in the company of Mrs. Straus's maid, Ellen Bird. Although the officer in charge of the lifeboat was willing to allow the elderly couple to board the lifeboat with Miss Bird, Isidor Straus refused to go so as long as there were women and children still remaining on the ship. He urged his wife to board, but she refused, saying, "We have lived together for many years. Where you go, I go." Her words were witnessed by those already in Lifeboat No. 8 as well as many others who were on the boat deck at the time. Isidor and Ida Straus were last seen alive sitting on a pair of deck chairs.

When the survivors of the disaster arrived in New York City aboard the RMS Carpathia, many, including Ellen Bird, told reporters of Mrs. Straus's loyalty and fidelity to her husband. Her story struck a chord with the Jewish community. Rabbis spoke to their congregations about her sacrifice; articles in Yiddish and German-language newspapers extolled her courage; a popular song featuring the story of Ida Straus, "The Titanic's Disaster", became popular among Jewish-Americans. Ida Straus's body was never recovered.

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Ida_Straus

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI