Search This Blog

Loading...

Monday, June 1, 2009

God is Real (2)

Tuhan itu Nyata (2)
Kehidupan seperti ini terjadi tahun demi tahun sampai anak-anak saya dewasa. Suatu saat Tuhan memanggil saya dengan cara-Nya yang ajaib, yang tidak pernah saya bayangkan atau harapkan. Itu berawal dari tahun 1992 ketika saya sedang bertengkar hebat dengan suami saya dan tidak ingin pulang ke rumah. Pada waktu itu saya mengajak sepupu suami saya yang juga adalah kasir saya yang selalu mendampingi saya. Saya ajak dia pergi kemana saja, pokoknya asal tidak pulang. Dalam perjalanan tiba-tiba saya teringat ada seorang teman yang memberikan undangan kepada saya untuk melihat Ade Manuhutu.

Saya pikir, daripada tidak ada tujuan saya mengajak kasir saya ke sana. Kami ambil undangan itu dan coba "menonton" Ade Manuhutu. Saat itu saya belum mengerti apa itu KKR. Saya tidak mengerti cara atau acara KKR. Setelah sampai saya bingung. Kok yang menyanyi tidak seorang saja? Semua penonton yang duduk di kursi juga pada menyanyi, mengikuti tulisan di dinding. Ketika semua orang diajak menyanyi, saya juga ikut menyanyi. Pada waktu itu MC mengajak hadirin bangkit berdiri dan menyanyikan lagu "Siapakah aku ini Tuhan, jadi biji mata-Mu? . . ." Ketika saya berdiri dan menyanyikan lagu "Kasih Setia-Mu", tiba-tiba airmata saya mengalir, padahal saya adalah orang yang pantang menangis, apalagi di depan begitu banyak orang seperti ini. Saya tidak bisa menahan airmata yang tiba-tiba mengalir. Dan tiba-tiba ada satu pertanyaan di hati ini, "Siapakah aku ini?" Waktu saya bertanya "siapakah aku ini?", di depan saya seolah-olah terpampang sebuah film yang memperlihatkan siapa diri saya yang sebenarnya. Di film itu terlihat karakter saya yang munafik, pendusta, gila uang, cinta diri sendiri, tidak peduli terhadap suami dan anak-anak, merasa diri saya hebat, dan lain-lain.

Saya malu melihat cermin diri saya sendiri. Film itu juga memperlihatkan pertengkaran saya dengan mertua dan suami, dan juga ketika saya berkata dusta, bersikap munafik, serta ketika saya mempunyai niat yang tidak baik. Saya juga melihat hubungan saya dengan anak-anak saya. Saya tidak pernah memeluk, membelai dan memberikan kehangatan sebagai seorang ibu. Saya hanya bisa memberi uang dan uang dan uang. Tidak ada sedikitpun keinginan saya untuk berkorban demi mereka. Akhirnya saya sadar siapa diri saya ini. Saya adalah orang yang tidak baik dan egoistis. Saya adalah orang yang tidak bisa mengasihi orang lain. Saya adalah orang yang hanya mencintai diri sendiri, mau menang sendiri, dan sangat sombong. Itu yang membuat saya menangis.

Ketika saya menyanyikan lagu pujian itu sambil menangis, tiba-tiba saya berdoa dan berkata, "Tuhan, koq aku ini jelek ya, Tuhan? Koq aku ini buruk? Aku mau Tuhan tolong aku. Jangan sampai aku buruk seterusnya. Aku mau Tuhan tolong aku agar aku keluar dari keburukanku. Koq aku tak tahu apa itu kasih? Mengapa aku tak dapat mengasihi orang lain? Jangankan orang lain, mengasihi suami dan anak-anakku saja aku tak bisa? Koq terlalu banyak kepalsuan dan kepura-puraan yang ada dalam kehidupanku?"

Saya mengalirkan airmata karena malu terhadap diri sendiri yang suka membanggakan diri. Setelah pujian itu selesai, saya tak pernah melupakan peristiwa itu seumur hidup saya. Kemudian Ade Manuhutu berkhotbah. Saya tidak pernah mengerti sebelumnya apa itu khotbah. Ade Manuhutu bercerita bagaimana istrinya dengan sabar tetap mengasihi dia ketika dia pulang dengan mabuk sambil membawa perempuan lain. Istrinya menunggu Ade, membukakan pintu, berdoa dengan sabar. Ade bercerita bagaimana dia memukuli istrinya, namun istrinya tidak pernah melawan. Kemudian Ade berkhotbah dari Kolose 3 tentang firman Tuhan agar para istri tunduk kepada suami mereka dan agar suami-suami mengasihi istri mereka. Ketika Ade menceritakan tentang istrinya, saya semakin malu dibuatnya karena saya adalah seorang istri yang tidak berfungsi dengan baik. Saya adalah istri yang tidak pernah menghargai suami; istri yang selalu marah-marah terhadap suami; istri yang membanting pintu di hadapan suami; istri yang suka mencakar suami; istri yang mau menang sendiri; istri yang mau bertindak semaunya. Saya sungguh malu pada saat itu.

Setelah mengalami jamahan Tuhan pada KKR itu, saya terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Saya mulai mengikuti kebaktian di gereja, saya mulai membaca Alkitab yang diberikan oleh salah seorang pengerja gereja. Saya bertobat dari segala dosa-dosa saya, saya menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya. Saya dibaptis di gereja. Dan pertubuhan rohani saya terus berjalan sesuai dengan kasih karunia Tuhan. Bukan itu saja, setelah saya berdoa puasa selama SEPULUH tahun, suami saya bertobat. Saya berpuasa setiap hari selama sepuluh tahun. Setiap malam dari jam 11 sampai jam 3 saya berdoa dan memuji serta menyembah Tuhan diiringi lagu dari kaset, yaitu lagu "Kasih Dari Sorga" gubahan Ibu Dora Kansil. Kisah doa puasa ini panjang sekali. Dengan doa puasa ini pada mulanya suami saya bukan makin baik, tetapi makin jahat kepada saya, sampai akhirnya pada suatu saat saya hampir berhenti doa puasa. Namun saya ditegur Tuhan melalui seorang pemuda yang tidak saya kenal. Pemuda ini berkata, "Jika Ibu berani berhenti berdoa puasa, maka murka Tuhan terbit atas Ibu dan Ibu akan melihat bahwa semua keturunan Ibu akan hancur. Kedua, Ibu mempunyai 22 ruko, semuanya akan ludes dihanguskan api sehingga rata dengan tanah." Karena teguran dari pemuda yang sebenarnya semula tidak berani berbicara memperingatkan saya, maka saya taat dan tunduk kepada perintah Tuhan untuk berdoa puasa lagi. Baca saja bukunya karena masih panjang ceritanya.

Sumber: Buku "Tuhan itu Nyata", terbitan PT. Bethlehem Publisher, 2009. Kisah selengkapnya dapat dibaca dalam buku tersebut. Diposting pertama kali di Pentas Kesaksian, http://pentas-kesaksian.blogspot.com oleh Hadi Kristadi pada tanggal 1 Juni 2009. Mohon keterangan ini jangan dihilangkan ketika Anda memforwardnya atau mempostingnya di website atau blog Anda. Terima kasih.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI