Search This Blog

Loading...

Thursday, May 21, 2009

Love at the First Sight

Menara Doa Anak Sabtu sore bulan April beberapa minggu setelah Paskah (lupa tepatnya kapan) aku pernah cerita tentang salah seorang anak murid, namanya Silvya, mungkin beberapa Guru Sekolah Minggu yang saat itu hadir masih ingat. Anak itu kelas 1 SD, beragama Budha.

Sebelum perayaan Paskah pertanyaan pertamanya adalah: "Kenapa Yesus harus mati disiksa dan disalibkan?". Aku tak tahu bagaimana menjelaskan, tapi setelah aku renungkan, sebenarnya hari itu aku tidak berniat untuk menjelaskan karena banyak anak yang non-kristen di kelas saat itu. Tapi karena Silvya terus membicarakan aku coba menjelaskan dengan sesingkat dan secepat mungkin. Bahwa Yesus harus mati untuk menebus dosa manusia. Aku hanya berpikir kalau dijelaskan lebih lagi Silvya mungkin tidak terlalu mengerti banyak.

Seminggu setelah Paskah dia bercerita tentang mendapatkan telur paskah. Lalu temannya bilang dia tak suka menonton film The Passion of the Christ (saat itu mungkin ditayangkan di sekolah mereka) karena terlalu mengerikan.

Aku berpikir kalau anak non-Kristen pasti berpikir itu bukan Film menyenangkan tapi Silvya membalas perkataan temannya, "Kalo kamu bilang begitu berarti kamu tidak percaya Tuhan Yesus," katanya marah sama temannya, lalu temannya membalas, "Alah, kamu nangis kan nontonnya?" Silvya diam saja.

Terus secara iseng aku bertanya kembali yang minggu lalu ditanyakan. "Silvya, kenapa Yesus harus mati?" dan yang menakjubkan dia bisa menjelaskan dengan baik dan kali ini penjelasannya lebih panjang dari yang aku ceritakan minggu lalu. Ternyata karena tidak mendapat penjelasan yang memuaskan dari aku dia bertanya sama gurunya di sekolah (Forgive me, Lord).

Setelah itu aku sempat share kan untuk anak-anak di Menara Doa sabtu itu. Aku sempat kagum sama Silvya akan kehausannya untuk mengetahui segala hal tentang kematian Tuhan Yesus. Aku berharap anak-anak sekolah minggu saat itu di tempatku bisa punya kehausan yang sama seperti Silvya.

Tapi saat berlalunya waktu aku agak sedikit melupakan, Aku tidak bertanya lagi pada Silvya tentang perasaanya mengenai Yesus yang mungkin baru dikenalnya. Lagipula mungkin saja itu cuma Perayaan Paskah dimana kematian Kristus begitu berarti bagi anak-anak dan setelah itu mereka akan melupakannya (sama seperti kita bukan?) Aku tidak berani menindak-lanjuti sebab profesiku sebagai guru di tempat kursus akan berpengaruh, aku takut dituduh mengajari anak-anak tentang kekristenan. Mungkin Silvya juga sudah lupa.

Tapi ternyata aku salah besar. Siang kemarin (6 Mei 09) Silvya datang dengan membawa Alkitab yang terlalu besar untuk anak seusianya lalu memamerkannya padaku. "Jadi kamu punya Alkitab sekarang?" tanyaku. "Ya, aku minta mama beliin di Mal. Kata mama gak boleh hilang, belinya mahal soalnya." Aku tersenyum melihatnya. Oh, jadi dia sudah punya Alkitab, takut mengganggu pelajaran aku mengalihkan kembali ke pelajaran hari itu.

Tiba2 Silvya bertanya, "Miss. Apa artinya tabir itu?" Dia bertanya dari Mat 27:51 (Dan lihatlah, tabir Bait suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah). Aku kaget, Silvya bertanya sambil membuka Alkitabnya.

Ternyata peristiwa kematian Tuhan Yesus tidak berlalu begitu saja dari pikirannya. Aku coba menjelaskan, kali ini aku tidak akan mengalihkan pembicaraan. Aku jelaskan dengan sesederhana mungkin yang bisa ditangkap oleh anak seumurnya mengenai tabir namun masih dengan suara sepelan mungkin, karena banyak anak muslim juga disana.

Melihat Silvya begitu antusias mendengar dan bertanya, Aku coba berani bertanya, dengan bahasa Inggris supaya tidak terlalu mencolok di kelas saat itu. "Silvya, do you like to read the Bible?" dia mengangguk. Aku tersentuh, memberanikan diri dan menghembus napas dalam2 aku bertanya lagi, "Do you love Jesus?" Pertanyaan ini ternyata membuat Silvya bersemu. Aku tak percaya melihatnya. Dia pasti tidak lebih dari 7 tahun usianya tapi sudah malu-malu menjawab kalo dia cinta Tuhan Yesus. Oh, my God! Kapan terakhir kali aku telihat begitu merona atau excited bercerita tentang Yesus? I can't hold it anymore, I'm so touched.

Aku coba menahan semua emosi dalam diriku yang kepengen menangis sejadi-jadinya. Kenapa aku jadi cengeng yah akhir2 ini? Aku melihat Silvya kali ini lebih fokus ke matanya dan bertanya. "Silvya, do you want to be Christian? To have Jesus in your heart forever?" Kali ini dengan mantap tapi masih malu-malu Silvya mengangguk dan menjawab, "Yes!" Aku pegang kepalanya dan mengusap pipinya, "then you have to pray. you need to tell Jesus that you believe Him and asked Him to come in to your heart. He will never ever leave you from now on."

Brother and sister, ini terjadi kemarin. Satu orang diselamatkan dengan latar belakang bukan Kristen sama sekali. Aku sedang menerobos diriku sendiri. I make my own breaktrough dan itu Tuhan ajarkan melalui gadis kecil bernama Silvya. Anak yang jatuh cinta pada Yesus pada saat perayaan Paskah. Dia mungkin ga terlalu ngerti banyak. You don't need so many reason to love Him. Silvya tidak mengalami mukjizat yang luar biasa seperti yang lainnya. Dia belum tentu mengerti kalaupun mukjizat itu diperlihatkan di depannya, dia tidak berjumpa dengan Yesus langsung, hanya melalui cerita Paskah. Tapi yang terjadi saat ini She's fallin' in love. That's All.

Kisah ini diperoleh dari email Ibu Suharti.

Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI