Search This Blog

Loading...

Tuesday, May 5, 2009

A Lesson from a Raccoon

Belajar Dari Raccoon "Culun"

Anda tahu Rakun? Bukan..bukan makanan! Apa? Wah bukan..yang di leher itu mah jakun! Rakun itu binatang. Jika Anda penggemar kartun, Anda paling tidak pernah melihat bentuk "culun" nya lewat film-film keluaran Disney.

Raccoon dengan nama latin Procyon Lotor, adalah binatang yang punya kampung halaman di Amerika Utara. Memiliki ukuran panjang antara 41-71 cm dan berat badan 3,6-9 kg. Mamalia yang satu ini memang unik, selain bentuknya yang merupakan penggabungan tupai, kucing dan musang, beberapa fakta mengenai binatang itu sangat menarik. Aku sendiri baru mengetahuinya ketika iseng menonton sebuah film satwa yang diproduksi oleh salah satu stasiun TV asing. Nah mari kita mulai…

Pertama, ia termasuk binatang yang enggan berenang, tetapi jika diperlukan ia adalah perenang yang tangguh. Saking tangguhnya Raccoon sanggup melawan derasnya arus sungai. Kedua, indra penglihatannya kurang baik. Beberapa ahli malah membuktikan jika Raccoon sebenarnya buta warna. Tetapi jika sedang berburu, ia dapat menangkap makanan yang jaraknya demikian jauh. Bukan lewat matanya, tetapi dengan menggunakan indra pendengarannya. Kemudian ketiga, Raccoon termasuk binatang yang mencari makanan dekat dari sarang. Tetapi jika makanan disekitarnya sudah habis, Raccoon dapat berjalan hingga tujuh mil untuk mendapatkan makanan dan kembali lagi ke sarangnya! Keempat, untuk tempat tinggal biasanya Raccon memanfaatkan celah atau sarang yang sudah ada, tetapi jika tempat itu tidak ditemukan, maka ia akan membuat sendiri sarangnya dengan tangannya yang luar biasa. Kelima, sebenarnya Raccon punya habitat di mixed forest, tetapi karena penebangan hutan, area hutan mulai terbatas. Anehnya itu tidak membuat Raccoon punah, malah sebaliknya. Raccoon dapat hidup di mana saja. Pegunungan, ladang, pantai bahkan perumahan penduduk. Yang keenam. Raccoon sebenarnya adalah pemakan serangga, tetapi jika menu makanan yang satu ini habis. Ia bisa makan apa saja, dari mulai ikan, burung, kulit kayu, hingga dedaunan. Mengagumkan bukan?

Ngomong-ngomong soal Raccoon, pikiranku langsung bercermin. Jika Raccoon didesign sedemikian rupa sehingga mampu mengatasi apa saja “permasalahan” hidupnya. Bagaimana dengan kita, manusia. Puncak dari segala ciptaan Sang Khalik. Manager sekaligus Pemimpin yang diserahi kekuasaan atas binatang dan seluruh kekayaan alam bumi ini. Pasti nya kita didesign jauh lebih dashyat dari seekor Raccoon. TUHAN pasti sudah memperlengkapi kita dengan segala perlengkapan 1000 kali lebih hebat dari mahluk manapun juga dimuka jagat ini. Kalau Raccoon diperlengkapi dengan kemampuan fisik dan insting yang mengagumkan, untuk kita pastilah Ia sudah melengkapi kita dengan benih ilahi. Wong kita ini spesial! Tinggal bagaimana kita menyadari dan memanggil keluar kekuatan ilahi yang tertanam dalam diri kita. Seperti halnya Raccoon kemungkinan besar kemampuan luar biasa itu bisa muncul kepermukaan jika “dipicu” oleh permasalahan hidup. Kesulitan-kesulitan membuat “kuasa” itu mencuat kepermukaan. Jika itu benar, berarti kita harus mengubah sikap dan pandangan psikologis kita terhadap sebuah persoalan. Persoalan, kesulitan dan tantangan bukan musuh, melainkan guru, yang akan membuat kita menyadari betapa hebatnya kita didesign oleh Sang Pencipta. Manusia selalu jauh lebih dahsyat dari persoalan hidup apapun !! Segala hormat hanya bagi Dia, yang bersemayam dalam kekekalan, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.

"In the middle of every difficulty lies opportunity" (Albert Einstein)

Sebagai penutup. Ada kejadian lucu yang aku alami sendiri waktu kecil, yang mungkin dapat dijadikan sedikit gambaran tentang uraian diatas. Waktu itu lutut ini sering mengalami nyeri-nyeri terutama ketika menjelang sore. Wah rasanya nggak enak banget. Setiap sore – terutama jika musim hujan- orang tua ku harus menyiapkan botol berisi air panas yang digunakan untuk mengkompres kaki. Benar-benar merepotkan. Kebetulan ada seseorang yang menyarankanku agar melatih kaki ini dengan cara jogging teratur. Saran yang waktu itu aku pikir lebih mirip sebuah ledekan. Boro-boro lari, jalan aja linu! Waktu berlalu.

Dan terjadilah sesuatu yang mengubah semua itu. Aku memang terkenal suka buah. Tetapi persoalannya buah itu didapat bukan dengan cara membeli tetapi lewat “maling”. Suatu kali aku kena batunya. Pada saat sedang mencuri mangga di sebuah taman kanak-kanak sebelah rumah, keluarlah seekor anjing peliharaan yang pada saat itu kebetulan sedang tidak dirantai. Bagaikan disambar petir rasanya. Tanpa mengeluarkan tembakan peringatan alias gonggongan, Si Hitam segera berkelebat ke arah ku. Karena panik, aku segera berlari sekencang-kencangnya. Tunggang langgang. Dan terjadilah kejar-kejaran yang sangat seru antara “pencuri mangga” dan “penjaga mangga”. Beberapa yang orang sempat memergoki adegan dashyat tapi memalukan itu, malah bertepuk tangan sambil berteriak-teriak. Seolah sedang menonton pertandingan lari tujuh belasan.

Cukup lama dan panjang rute yang kami tempuh, dan Si Hitam tetap tidak sanggup menyusulku. Tiba-tiba saja dalam waktu sepersekian detik, aku dapat wangsit. Teringat pesan kakek bahwa anjing takut jika kita berjongkok dan berpura-pura mengambil batu. Tanpa memperhitungkan jarak antara aku dan Si Hitam, aku sekonyong-konyong berjongkok mengambil batu sebisanya. Reaksiku yang tiba-tiba itu, tampak membuat Si Hitam gelagapan. Wajah sangar itu tiba-tiba berubah kecut. Kaki-kakinya yang tadi begitu bernafsu memburuku itupun, terlihat sibuk ngerem, “ngepot” kesana-sini sebisa mungkin, kemudian dia ngibrit menjauhiku. Ini dia…it’s my turn..dengan refleks batu di tangan segera kuayunkan ke arahnya. Ia terlihat semakin panik. Kini adeganpun berganti, “penjaga mangga” terbirit-birit dikejar “pencuri mangga”. Supporter dipinggir jalanpun ngakak nggak karuan. Ha..ha..ha..aku pemenangnya. Tetapi bukan itu intinya, setelah insiden tidak berdarah itu, entah mengapa nyeri lututkupun berkurang. Dan aneh, aku jadi suka jogging. Alhasil ekstrakurikuler yang kuikuti pada saat SMP adalah atletik. Hal itu berlanjut, aku suka berenang di sela-sela waktu luang karena kebagian ticket gratis, bahkan jadi hobby naik gunung ketika SMA. Wah, kegiatan yang sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya olehku. Apa jadinya jika waktu itu Si Hitam tidak mengejar aku? Mungkin sampai saat ini aku tetap ditemani botol culun berisi air panas untuk mengkompres lututku. Ditulis oleh Made Teddy Artiana, diambil dari Milis Sebelah

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI