Search This Blog

Loading...

Friday, May 8, 2009

Arise and Stand Up

Bangkit dan Berjalanlah

Mohammad Ridwan sungguh beruntung. Dia dilawat Tuhan Yesus ketika harapan hidupnya sudah menipis. Sang Tabib Agung itu datang, tersenyum dan berkata, “Bangkit dan berdirilah!” Ridwan yang lumpuh itu pun berjalan, dan hatinya dipenuhi ucapan syukur.

“Lihat nih, bulu kuduk saya sampai merinding setiap kali menceritakan perjumpaan itu,” ungkap Moh. Ridwan kepada Reformata, sambil menunjukkan bulu-bulu di tangan dan kakinya yang menegang seperti ditarik ke atas. Selama wawancara di rumahnya, Kampung Sawah, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, wajahnya memancarkan kebahagiaan. Dia menguraikan kesaksiannya dengan jelas dan terinci. Bahkan sesekali dia berdiri memeragakan cara Tuhan Yesus menyuruhnya bangun ketika tubuhnya lumpuh total dan ia hanya bisa berbaring selama setahun.

Perjumpaan dengan Sosok yang dahulu dia kenal sebagai Isa Almasih itu terjadi pada akhir 1986. Ketika itu Ridwan yang tinggal di Tebet, Jakarta Selatan, tiba-tiba terserang penyakit misterius. Seketika tubuhnya lumpuh dari leher sampai kaki. Yang “normal” hanya bagian kepalanya saja. Berdasarkan diagnosis dokter, darah Ridwan mengalami pengentalan dan berwarna hitam pekat seperti kecap manis, namun pihak Rumah Sakit tidak sanggup mendeteksi sumber penyakit itu. Ridwan pun dibawa pulang oleh keluarganya karena dianggap telah mendekati ajal.

Di kamar lantai dua di rumahnya, Ridwan dibaringkan sendirian. Istri dan kedua anaknya tinggal di lantai satu. Bermacam obat dan ramuan tradisional telah diberikan, namun tak ada hasilnya. Ridwan pun akhirnya berserah diri kepada Yang Mahakuasa. Semakin merasa ajalnya sudah dekat, hatinya pilu menyaksikan sikap istri dan kedua anaknya yang mulai acuh tak acuh atas kondisinya. “Mereka sudah masa bodoh. Perhatian mereka sudah berkurang. Mungkin lantaran mereka sudah capek mengurus saya karena sudah lama sakit-sakitan,” tutur pria kelahiran Medan, 24 Maret 1950 ini. Selama setahun dalam kelumpuhan, Ridwan hanya berbaring dan melamun. Dia sudah pasrah dijemput maut.

Suatu malam sekitar pukul 21.00 Ridwan menyaksikan sesuatu yang tak lazim di kamarnya. Matanya yang siap-siap terpejam karena kantuk berat mendadak melotot. Sosok berjubah putih, bersinar terang, dengan kepala ditudungi kain, tiba-tiba berdiri di hadapannya sambil tersenyum. Ridwan panik, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Tak lama kemudian sosok itu menghilang. “Seharian saya gelisah memikirkan penglihatan itu. Wajah-Nya jelas sekali, tetapi saya belum mau memberitahukan peristiwa itu kepada siapapun,” ungkap pria yang pernah membakar sebuah gereja di Medan itu.

Malam berikutnya sosok itu muncul lagi. Kali ini Dia menyuruh Ridwan berdiri. “Kamu bangkit. Berdirilah!” demikian Sosok misterius itu memerintahkan Ridwan. Awalnya, perintah itu tidak digubris Ridwan karena dianggap mustahil. “Saya hanya bilang kepada-Nya kalau saya tidak bakal bisa bangun,” kisah Ridwan. Pada perintah yang ketiga kali, akhirnya Ridwan memaksa diri untuk berdiri. Ajaib! Seluruh tubuh Ridwan dapat digerakkan. Ridwan kaget bercampur senang. “Saya seperti dalam mimpi karena mendadak bisa berdiri,” kata Ridwan senang. Setelah tubuhnya berdiri tegak, sosok misterius itu mengangkat kedua tangan-Nya ke atas kepala Ridwan.

Beberapa saat kemudian, Sosok itu menghilang. Ridwan bergegas turun ke lantai satu, dan disambut dengan rasa heran luar biasa oleh istri dan anak-anaknya. “Ayah turun, Ayah turun, Ayah turun…!” demikian pekik sorak anak-anaknya sambil melonjak-lonjak kegirangan. Malam itu rumah tangga Ridwan diselimuti keharuan dan kegembiraan. Namun mukjizat kesembuhan itu belum diutarakan Ridwan kepada keluarganya. Esok harinya Ridwan mencoba berjalan-jalan disekitar rumahnya sambil menggunakan tongkat. Tak ayal, warga sekitar pun gempar!

Memasuki hari ketiga, saat Ridwan sedang berjalan-jalan, seorang pria yang memperkenalkan diri sebagai seorang Pendeta menyapa dan menanyakan keadaannya. Ridwan bingung lantaran Pendeta itu meminta waktu untuk mengobrol di dalam rumahnya. Saat berbincang, Ridwan tiba-tiba melontarkan pertanyaan kepada hamba Tuhan itu, “Pak, ada kawan saya mau masuk Kristen. Bagaimana caranya ya?” Sebetulnya yang mau masuk Kristen itu adalah Ridwan sendiri. Sebab dia berkeyakinan bahwa Sosok ajaib yang menyuruhnya bangkit itu adalah Tuhan Yesus Kristus. Namun sejauh itu, dia belum berani mengutarakan niatnya untuk mengikuti Juru Selamat, mengingat keluarganya dikenal sebagai pemeluk agama yang taat bahkan fanatik.

Beberapa hari kemudian Ridwan menemui Pendeta itu sambil mengutarakan niatnya untuk menjadi pemeluk agama Kristen, dan meminta dibaptis. Pendeta yang tiba-tiba diliputi rasa heran itu hanya bisa berkata, “Sungguh, pak? Puji Tuhan! Haleluyah!” Kemudian kisah mukjizat yang dialami Ridwan dan perjumpaannya dengan Tuhan Yesus mengantarkan istri dan kedua anaknya untuk turut dibaptis.

Sejak ikut Tuhan Yesus, keluarga Ridwan berlimpah berkat. Tidak saja berkat jasmani, suasana batin mereka pun selalu damai sejahtera dan sukacita. “Kedua anak saya bisa kuliah dan langsung mendapatkan pekerjaan. Itu salah satu berkat dari Tuhan,” tutur pria yang berprofesi sebagai sopir angkutan barang miliknya sendiri itu. Tak lama setelah dibaptis, tiga unit mobil angkutannya hilang. Kejadian itu tak membuat iman Ridwan menjadi lemah. Namun setelah kejadian itu istrinya meninggal, mungkin tidak siap menerima musibah itu. Sumber: Tabloid Reformata edisi 105 April 2009.Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com pada tanggal 8 Mei 2009. Mohon keterangan ini jangan dihilangkan jika anda memforwardnya atau mempostingnya di web/blog anda. Terima kasih.

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI