Search This Blog

Loading...

Sunday, February 1, 2009

The Weight of a Prayer

Bobot Sebuah Doa
Louise Redden, seorang wanita yang berpakaian kumuh dengan wajah memelas, berjalan menuju sebuah toko barang makanan. Ia mendekati pemilik toko dengan sangat sopan dan memohon agar pria itu mengijinkan dia membeli beberapa bahan makanan dengan utang. Dengan pelan ia menerangkan bahwa suaminya sedang sakit parah dan tak mampu bekerja. Mereka memiliki tujuh orang anak dan sangat butuh makanan. John Longhouse, pemilik toko itu, mengejeknya dan mengusirnya keluar.

Sambil menggambarkan kebutuhan keluarganya, wanita itu berkata, “Tolonglah, pak! Saya akan membayarnya setelah saya mempunyai uang.”

John mengatakan kepadanya bahwa ia tak dapat memberikan kredit, karena wanita itu tidak memiliki fasilitas kredit di tokonya karena ia tidak mempunyai jaminan yang cukup.

Di dekat counter pembayaran itu berdiri seorang pelanggan yang mendengar pembicaraan keduanya. Pelanggan itu mendekati mereka dan mengatakan bahwa ia akan membayar apapun yang diperlukan wanita itu bagi keluarganya.

Pemilik toko itu berkata dengan enggan, “Apakah anda mempunyai daftar belanja?”
Louise menjawab, “Ya, pak!”

“Baiklah!” kata pemilik toko, “Taruhlah daftar belanja itu di atas timbangan dan saya akan memberikan sejumlah barang sesuai dengan berat daftar belanja itu.”

Louise agak ragu sejenak, dengan kepala tertunduk kemudian ia mengeluarkan dari dompetnya selembar kertas dan menulis sesuatu di atasnya. Ia kemudian meletakkan kertas itu di atas timbangan dengan hati-hati dengan kepala masih tertunduk. Mata pemilik toko dan pelanggan itu terlihat heran ketika bagian timbangan yang memuat kertas daftar belanja itu turun ke bawah dan tetap ada di bawah. Pemilik toko itu berkata kepada pelanggan yang lain dengan menggerutu, sambil memperhatikan timbangan, “Saya tak dapat mempercayai hal ini.” Pelanggan itu tersenyum, dan pemilik toko itu mulai mengisi bagian timbangan yang lain dengan bafang-barang yang dibutuhkan wanita itu.

Timbangan itu tidak juga seimbang, sehingga pemilik toko itu terus menaruh bahan-bahan makanan yang diperlukan sehingga timbangan itu tidak dapat memuatnya. John Longhouse berdiri di sana dengan sangat jengkel. Akhirnya, ia mengambil kertas daftar belanja itu dari timbangan dan membaca isinya dengan sangat terkejut.

Kertas itu bukan daftar belanja, namun sebuah doa yang berbunyi:
“Tuhan, Engkau mengetahui kebutuhanku, dan aku menyerahkan semua ini dalam tangan-Mu.”

Pemilik toko menyerahkan barang-barang itu kepada Louise dan berdiri terpaku. Louise mengucapkan terima kasih kepadanya dan meninggalkan toko itu. Pelanggan yang baik hati itu menyerahkan kepada John, sang pemilik toko, selembar uang senilai US$ 50 dan berkata, “Uang ini cukup untuk membayar semua barang yang diambil wanita tadi.”

John Longhouse setelah itu baru tahu bahwa timbangannya rusak. Hanya Tuhan yang tahu berapa besar bobot sebuah doa. Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN http://pentas-kesaksian.blogspot.com

*****

The Weight of a Prayer
Louise Redden, a poorly dressed lady with a look of defeat on her face, walked into a grocery store. She approached the owner of the store in a most humble manner and asked if he would let her charge a few groceries. She softly explained that her husband was very ill and unable to work, they had seven children and they needed food. John Longhouse, the grocer, scoffed at her and requested that she leave his store.

Visualizing the family needs, she said: "Please, sir! I will bring you the money just as soon as I can."

John told her he could not give her credit, as she did not have a charge account at his store. Standing beside the counter was a customer who overheard the conversation between the two. The customer walked forward and told the grocer that he would stand good for whatever she needed for her family.

The grocer said in a very reluctant voice, "Do you have a grocery list?"
Louise replied "Yes, sir."

"OK!" he said, "Put your grocery list on the scales and whatever your grocery list weighs, I will give you that amount in groceries."

Louise hesitated a moment with a bowed head, then she reached into her purse and took out a piece of paper and scribbled something on it. She then laid the piece of paper on the scale carefully with her head still bowed. The eyes of the grocer
and the customer showed amazement when the scales went down and stayed down. The grocer, staring at the scales, turned slowly to the customer and said begrudgingly, "I can't believe it." The customer smiled, and the grocer started putting the groceries on the other side of the scales.

The scale did not balance, so he continued to put more and more groceries on them until the scales would hold no more. The grocer stood there in utter disgust. Finally, he grabbed the piece of paper from the scales and looked at it with greater
amazement.

It was not a grocery list; it was a prayer which said:
"Dear Lord, you know my needs, and I am leaving this in your hands."

The grocer gave her the groceries that he had gathered and placed on the scales and stood in stunned silence. Louise thanked him and left the store. The customer handed a fifty-dollar bill to John as he said, "It was worth every penny of it."

It was sometime later that John Longhouse discovered the scales were broken; therefore, only G~d knows how much a prayer weighs.

When you receive this, say a prayer. That's all you have to do. Just stop right now, and say a prayer for the one(s) who need it. There is nothing attached. Prayer is one of the best free gifts we receive. There is no cost but a lot of rewards.
Let's continue praying for one another. Source: http://www.jr.co.il/articles/prayer2.txt

Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI