Search This Blog

Loading...

Friday, January 9, 2009

In His Perfect Time


Untuk pertama kalinya dalam hidup saya mengucapkan kata "Puji Tuhan" selama hampir 24 jam. Tidak sesekali tetapi hampir setiap kali. Ya, Tuhan benar-benar menunjukkan kuasa-Nya yang begitu besar, yang membuat saya merasakan sendiri bagaimana Allah begitu mengasihi keluarga saya.

Mungkin saya harus menceritakan cerita ini dari awal, saat istri saya mengetahui dirinya hamil bulan April 2008 lalu. Ketika kami mengecekkan kondisi kehamilannya pada dokter, kami menemukan bahwa istri saya memiliki kista, myom, dan polip pada kandungannya. Yang paling berbahaya adalah polip karena letaknya di pintu rahim tempat bayi lewat. Di awal-awal kehamilan, dia sudah beberapa kali mengalami pendarahan. Dokter memastikan kondisinya baik-baik saja.

Di bulan-bulan berikutnya, memang pendarahan berhenti. Tetapi satu hal yg mengganjal pikiran saya adalah ucapan istri saya. Sekitar bulan November 2008 lalu, dia pernah berkata kalau dia bermimpi melihat foto keluarga tetapi tidak ada foto dirinya. Dia mengalami mimpi itu tidak hanya sekali tetapi beberapa kali, membuat saya was-was. Tanggal 25 Desember 2008, saat kami berjalan-jalan ke sebuah mall dekat rumah, dia tiba-tiba terpeleset. Untungnya perut tidak mengenai lantai, hanya lututnya memar.

Mengingat mimpi istri saya dan kejadian di mall itu, sedikit banyak membuat saya cukup panik dan takut. Terlebih lokasi tempat kerja saya yang sangat jauh dan berjarak sekitar 40-60 menit perjalanan dari rumah, membuat saya semakin takut. Jika terjadi apa-apa pada istri saya, bagaimana?

Kami pernah memikirkan "worst case scenario" di mana saat melahirkan istri saya adalah siang hari. Jika waktu dihitung dari kantor ke rumah dan rumah ke Rumah Sakit di siang hari, waktu yang kami butuhkan sedikitnya 3 jam (dgn alokasi waktu 1 jam dari kantor - rumah, 1 jam dari rumah ke RS, dan 1 jam kemacetan di jalan).

Berkali-kali saya berdoa pada Tuhan,minta tolong Dia menjaga istri saya. Dan yang terpenting, saya ingin ada di sisinya saat istri saya sudah waktunya melahirkan. Perasaan saya sudah mengisyaratkan akan ada hal buruk yg terjadi dalam waktu dekat ini. Dan saya semakin khusuk berdoa. Setiap saat, di mana saja.

Tanggal 7 Januari 2009 pukul 02.10 dini hari, istri saya membangunkan saya karena dia tiba-tiba mengalami pendarahan. Saya melihat darah mengucur sangat deras dari kakinya. Saya panik dan segera mencari kain. Istri saya berlari ke kamar mandi, mencoba membersihkan darah. Tetapi darah malah semakin banyak mengucur dan membasahi lantai. Saya segera berganti baju dan bersiap untuk berangkat. Anak pertama saya tadinya akan kami tinggal di rumah. Tapi dia sontak terbangun dan berkeras ikut.

Kami pun segera berangkat ke rumah sakit yang berjarak cukup jauh. Sepanjang perjalanan, saya tidak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan, meminta Dia memberikan kekuatan pada istri saya dan anak saya. Sementara istriku tidak henti-hentinya mencoba menghubungi rumah sakit, meminta mereka bersiap karena kami akan datang dan kondisi kami sangat darurat.

Pukul 02.40 saya tiba di rumah sakit. Istri saya segera digotong masuk dan diperiksa. Para suster menemukan bahwa istri saya kondisinya sangat kritis karena kehilangan banyak darah. Tidak ada jalan lain. Harus operasi. Mereka segera menghubungi dokter. Untungnya rumah dokter sangat dekat, sehingga dalam hitungan menit dia sudah tiba di lokasi. Pukul 03.00 operasi dilakukan dan pukul 03.33, anak kami lahir. Walau demikian, baik istri dan anak saya berada dalam kondisi sangat kritis. Tubuh anak kami sempat membiru dan segera dipasangi infus dan oksigen. Sementara istri saya masih mengalami pendarahan sehingga harus mengalami perawatan ekstra intensif.

Pukul 04.45, kulit anak saya mulai memerah. Dan untuk pertama kalinya, saya melihat anak saya waktu itu. Wajahnya merah dan saat itu menangis serta meronta-ronta. Saya melihat dia sangat kuat dan punya kemampuan survival yang sangat tinggi.

Pukul 06.30, istri saya akhirnya dipindahkan dari ruang operasi ICU ke ruang pasien. Kondisinya sudah membaik, walau masih sangat lemah untuk diajak bercakap-cakap.

Dari kejadian itu, saya melihat berkah Tuhan benar2 luar biasa. Dia mendengar doa saya. Memang - seperti yg diimpikan istri saya - hal buruk itu terjadi. Tetapi Tuhan ada di sisi kami, dan Dia mendengar doa kami. Dia benar-benar menghadirkan saya di sisi istri saya saat hal buruk itu terjadi, sehingga saya bisa menyelamatkan dirinya dan anak saya.

Satu hal yg terus-menerus membuat saya memuji nama Tuhan adalah saat Dokter kami mengucapkan hal ini, "Jika terlambat 10 menit saja, Ibu dan anak Bapak sudah tiada. Bersyukurlah kepada Tuhan karena hal ini terjadi di malam hari."

Saya bersyukur karena kejadiannya malam hari. Saya bersyukur mobil saya masih berada dalam kondisi sangat prima, sehingga perjalanan ke rumah sakit yang tadinya 60 menit bisa saya lalui hanya 30 menit. Saya bersyukur bahwa istri saya masih diberi pikiran jernih oleh Tuhan, sehingga selama di perjalanan dia masih terpikir untuk berkoordinasi dgn petugas RS, sehingga saat kami tiba, dengan sigap petugas RS sudah mempersiapkan diri dan dalam hitungan kurang dari 10 menit, operasi sudah bisa dilakukan. Total waktu yang kami gunakan untuk semua itu adalah 50 menit. Sedangkan istri dan anak saya hanya punya waktu 60 menit. Lewat dari itu, maka saya akan kehilangan mereka berdua. Kata dokter itu sungguh-sungguh benar adanya.

Bayangkan jika kejadiannya terjadi di siang hari....

Karena itu hingga saat ini, mulut saya masih mengucapkan "Puji Tuhan" setiap saat. Tuhan benar-benar baik. Tuhan benar-benar mendengar. Tuhan benar-benar ada. Pujilah Tuhan senantiasa, karena Dia pasti mendengar doa-doa kita dan menjaga kita dalam kondisi terburuk sekalipun.

Anak kami bernama Matthew Alexander. Nama itu berarti "Tuhan Allah adalah Pelindung dan Pembawa Berkat". Nama yg sangat sesuai dengan kondisi kami tanggal 7 Januari 2009 lalu. Tuhan Allah pelindung kami dan pemberi berkat bagi keluarga kami. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus. Sumber Kesaksian: Constantine Chandra dari Milis Rohani.

Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI