Search This Blog

Loading...

Wednesday, July 23, 2008

A Junction Boy

Proyek Alkitab Oleh Seorang Anak Enam Tahun dari Kota Junction

Terinspirasi oleh mimpi ilahi, seorang anak dari kota Junction mengirimkan Alkitab-Alkitab kepada para korban Topan Katrina – Oleh Herb Brock – Penulis di kota Junction.

Para pengungsi akibat kunjungan topan Katrina yang melanda Gulf Coast telah menerima berton-ton makanan dan bergalon-galon air minum dari pemerintah dan organisasi-organisasi sosial. Namun beberapa ratus dari antara mereka telah menerima kiriman makanan rohani juga. Dan makanan rohani itu datangnya dari sumber yang unik: seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dari kota Junction yang bertindak berdasarkan ilham dari mimpi ilahi. “Tuhan mengatakan kepada saya dalam suatu mimpi untuk menolong (para pengungsi),” kata Tyler Mattingly.

Ibunya, Jody Mattingly, menjelaskan lebih lanjut. “Tyler bangun pada suatu pagi hari dan menceritakan bahwa Tuhan telah berkata kepadanya dalam suatu mimpi,” katanya. “Tyler berkata bahwa Tuhan mengatakan kepadanya bahwa topan itu seperti seorang kaya yang telah mengambil semua harta benda orang miskin. Tuhan berkata bahwa Tyler perlu menjadi seperti seekor anjing dan menjilati luka-luka orang miskin itu. Tetapi Tuhan memiliki misi di dalam pikiran-Nya bagi Tyler yang melampaui sekedar menjilati luka-luka, atau bahkan membagi-bagikan makanan dan minuman bagi para pengungsi,” kata Nyonya Mattingly. “Tyler berkata bahwa Tuhan mengatakan kepadanya bahwa Tyler harus menyediakan sesuatu yang lebih dari pada makanan dan minuman. Ia ingin agar Tyler menyediakan Firman-Nya kepada para pengungsi itu,” kata Nyonya Mattingly lebih lanjut.

Dengan nasihat dari ibunya dan ayahnya, Robbie Mattingly, Tyler dengan segera mulai bekerja untuk mewujudkan impian itu menjadi kenyataan, mengubah perintah Tuhan dalam mimpinya menjadi tindakan nyata. “Tyler bertanya kepada Opanya, Jim Cutter, dari kota Junction, apakah gerejanya, Pleasant Run Baptist, dapat menyumbang Alkitab-Alkitab,” kata Jody Mattingly. “Ia kemudian mengontak pendeta kami (Pendeta David Fralix dari New Hop Baptist Church), apakah ia mau menyumbang hal yang sama.”

Alkitab-Alkitab mulai berdatangan begitu perkataan misi Tyler mendatangi gereja demi gereja, komunitas demi komunitas dan dari tetangga ke tetangga. Alkitab-Alkitab datang sebanyak 800 buah dalam tempo beberapa minggu saja. Dan Alkitab-Alkitab itu bukan saja datang dari gembala gereja atau anggota gereja saja, namun juga dari individu-individu yang bukan anggota gereja.

“Pada suatu hari seorang pria dengan sepeda motor datang ke rumah kami dan bertanya, ‘Apakah di sini tempat tinggal Tyler?’” kata Jody. “Ia membawa dua kotak penuh berisi Alkitab. Dan seorang tetangga yang tidak suka pergi ke gereja membeli lima Alkitab baru dan membawanya kepada Tyler,” katanya lagi. Selain itu, para guru dan murid-murid di sekolah Tyler, Danville Christian Academy, juga telah menyumbangkan banyak Alkitab. Suatu kotak khusus telah disediakan di gang menuju aula sekolah itu tempat menyimpan Alkitab yang disumbangkan. “Alkitab-Alkitab itu masih datang, dan kami telah membagikannya pada beberapa minggu terakhir ini,” kata Mattingly. Alkitab-Alkitab itu telah dikirim ke dua tempat, sebuah gereja di daerah Gulf Coast di selatan Alabama dan sebuah sekolah di Houston, Texas, dimana banyak tinggal pengungsi dari daerah Gulf Coast di Lousiana. “Untuk memberikan gambaran kepada anda tentang besarnya proyek ini, dalam salah satu pengiriman, Pendeta David Fralix dan Robbie membawa 327 Alkitab ke gereja di Alabama itu.” kata Jody.

Tuhan telah memberi mereka karunia-karunia yang unik. Jody berkata bahwa ia dan suaminya percaya bahwa Tyler dan dua puteranya yang lain, Jesse (12 tahun) dan Jake (6 bulan), masing-masing memiliki karunia-karunia yang istimewa yang diberikan kepada mereka dari Tuhan. Ia berkata bahwa karunia yang dimiliki Tyler nampaknya “kepekaan” dan “kerohanian” yang merupakan karunia yang tak lumrah bagi seorang anak seusianya, karunia-karunia yang telah diperlihatkan melalui proyek Alkitab ini.

Tyler itu seperti anak-anak laki-laki seumurnya. Ia suka main “flag football” (semacam permainan rugby bagi anak-anak) dan T-Ball (semacam permainan baseball) dan ia suka main video games, dan seperti kebanyakan anak-anak laki-laki, ia juga bisa nakal,” kata Jody. “Tetapi ia juga merupakan seorang anak yang sensitif, selalu,” katanya. “Ia banyak memikirkan tentang setiap orang dan setiap hal. Ketika kami melewati daerah bencana, ia mengkhawatirkan orang-orang yang terkena bencana dan berdoa bagi mereka,” katanya. “Memang, topan Katrina telah menyebabkan kerusakan yang besar, dan anak saya, Tyler, telah berdoa bagi orang-orang di daerah Gulf Coast itu. Tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang lebih besar dari hanya berdoa saja. Ia memutuskan, oh bukan, Tuhan memutuskan baginya untuk membagikan firman Tuhan kepada para korban topan Katrina itu. Proyek ini telah menggerakkan seluruh keluarga kami. Sangat mengagumkan melihat bagaimana Tuhan telah bekerja melalui Tyler.”

Tetapi proyek Alkitab ini bukanlah pertama kalinya Tyler memperlihatkan kepekaan dan kerohaniannya serta menggerakkan seluruh keluarga. “Alasan mengapa kami pergi ke gereja beberapa tahun yang lalu juga karena Tyler,” kata Jody. “Dulu ia mulai bertanya soal-soal kerohanian, tentang Tuhan dan malaikat dan kehidupan dan hal-hal semacam itu. Robbie dan saya tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Lalu kami memutuskan bahwa gereja adalah tempat yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Tyler. Tetapi dalam proyek Alkitab ini, Tyler menjadi orang yang membawa jawaban – jawaban terhadap sebuah impian, suatu tanggapan terhadap misi khusus yang ia dan ibunya percaya datangnya langsung dari Tuhan. (Diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk http://pentas-kesaksian.blogspot.com. Sumber asli dalam Bahasa Inggeris: Kiriman Email dari Ibu Suharti Ali)

****

Inspired by divine dream, a Junction boy sends Bibles to Katrina victims
By HERB BROCK Staff Writer JUNCTION CITY –

Evacuees from last month’s devastating visit to the Gulf Coast by hurricane Katrina have received tons of food and gallons of water from government and charitable organizations. But several hundred of them also have received some spiritual nourishment as well. And that spiritual nourishment has come from unique source - a 6-year-old Junction City boy acting on a divinely-inspired dream. “God told me in a dream to help (the evacuees),” said Tyler Mattingly.

His mother, Jody Mattingly, elaborates. “Tyler woke up one morning and said God had talked to him in a dream,” she said. “Tyler said God told him that the hurricane was like a rich person who had taken away all the poor man’s things. God said that Tyler needed to be like a dog and lick the poor man’s wounds. But God had a mission in mind for Tyler that would transcend licking wounds, or even providing food and water to the evacuees,” Mattingly said. “Tyler said God told him that Tyler should provide something more than food and water. He wanted Tyler to provide His word to the evacuees,” she said. With advice from his mother and father, Robbie Mattingly, Tyler immediately began to work on turning his dream into reality, transforming the words he said God had told him into action. “Tyler asked his Paw (grandfather, Jim Cutter of Junction City) if his church, Pleasant Run Baptist, could donate Bibles,” said Jody Mattingly. “He then contacted our minister (the Rev. David Fralix of New Hope Baptist Church, if he could do the same.” Bibles started pouring in as word of Tyler’s mission spread from church to church, community to community and neighbor to neighbor. The Bibles started pouring in - more than 800 in a matter of just a few weeks. And they have come not just from church pastors and parishioners but also from individuals, including some people who aren’t churchgoers.

“One day a man on a motorcycle pulled up to our house and asked, ‘Is this where Tyler lives?’” said Mattingly. “He had brought two cases of Bibles.” “And a neighbor who doesn’t go to church bought five brand new Bibles and brought them to Tyler,” she said. In addition, the teachers and students at Tyler’s school, Danville Christian Academy, also have contributed scores of Bibles. A special bin has been set up in a hallway where the Bibles are deposited. “The Bibles are still coming in, and we’ve been distributing them the last couple of weeks,” said Mattingly. The Bibles have been going to two places - a church in the Gulf Coast region of south Alabama and a school in Houston, Texas, where many evacuees from the Gulf Coast region of Louisiana have located.

“To give you an idea of the size of this project, in one of our shipments, Brother David (Fralix) and Robbie took 327 Bibles to the church in Alabama,” Mattingly said. God has given them unique gifts. Mattingly said she and her husband believe Tyler and their other two sons - Jesse, 12, and Jake, 6 months - each are special and have unique gifts given to them by God. She said Tyler’s gifts seem to be “sensitivity” and a “spirituality” unusual for someone his age,” gifts that have been on full display through his Bible project.


“Tyler’s like most boys his age. He loves to play flag football and T-ball and he loves to play video games, and, like most boys, he can be bad,” Mattingly said. “But he also is a very sensitive boy, always has been,” she said. “He worries about everyone and everything. “When we drive by a wreck scene, he worries about the people in the wreck and prays for them,” she said. “In a way, Katrina caused a massive wreck, and he’s been praying for those people on the Gulf. But he decided to do more than pray for them. He decided - no, God decided for him - to give them the word of God.

“This project has taken over the whole family. It’s amazing to see how God has been working through Tyler.” But the Bible project isn’t the first time Tyler’s sensitivity and spirituality have shown themselves and taken over the whole family. “The reason we started going to church a couple of years ago was because of Tyler,” said Mattingly. “He started asking questions of a spiritual nature, about God and angels and life and things like that. Robbie and I didn’t feel like we could answer those questions. We decided church was where we could all find the answers to Tyler’s questions.” But in the Bible project, Tyler has been the one providing the answer - an answer to a dream, a response to a special mission he and his mother believe came directly from God.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI