Search This Blog

Loading...

Wednesday, March 19, 2008

The Time To Dance

Saatnya untuk Menari!
Tuhan datang padaku dan berkata, "Aku mau engkau bertemu sahabat-sahabat-Ku. "Saya bersukacita dan berpikir bahwa akan bertemu Yesaya, Yeremia, Petrus, Zacharia, Musa." Dia memegang tangan saya dan kamipun terangkat terbang keliling langit, seperti film Karton Loop to Loop. Saya tak takut walaupun berada sangat tinggi dari tanah.

Kami berkeliling dan dapat kurasakan terpaan angin lembut di wajah saya. Dapat saya rasakan tangan-Nya memegang tangan saya dan sangat tinggi dari permukaan tanah dan senang merasakan angin pada wajah saya. Saya tak takut, dan terus memegang tangan-Nya. Tiba-tiba saya melihat wajah-Nya berubah. Dia menatap sesuatu pada bumi dan kamipun mulai turun. Saya pandangi wajah-Nya dan dapat saya lihat mata-Nya, wajah yang penuh kepastian.

Saya terus berpikir bahwa kami tak akan menabrak tanah, tetapi saya lihat wajah-Nya dan ada ketentuan pasti di wajah itu dan saya rasakan sesuatu yang mengerikan muncul pada saya, walaupun tangan-Nya saya pegang. Kami tetap terbang menuju ke bumi dengan kepala tertuju ke tanah dan Dia terlihat seperti tak akan berbalik. Tiba-tiba kami menerobos dan masuk terus ke dalam tanah. Saya rasakan gumpalan tanah. Seperti menonton film aksi. Dapat saya dengar suara meledak di sekeliling kami seperti suara saat berdiri disamping pesawat roket yang siap meluncur. Sangat memekakkan telinga. Kami masuk tembus ke bumi dan wajah Tuhan tak pernah menoleh ke kanan atau ke kiri; sangat pasti, ke depan. Dapat saya lihat dengan mata saya saat mendekat ke bumi, menembus tanah dan ledakan itu saat kami melaluinya. Dapat saya lihat bumi, batu, air, api yang bernyala dan saya rasakan seperti tersengat dan kulit-saya seperti terbakar. Saya sungguh merasakan batu-batu dan bumi yang merobek kuli saya seolah-olah terjadi pada saya. Dapat saya rasakan kesakitan yang sangat dalam mimpi ini.

Tiba-tiba kami menembus keluar bumi dan berada di tempat lain. Saya berdiri disana dan saya lihat tubuh yang terkelupas, kulit saya terkelupas, dan sangat menderita karenanya, tetapi semuanya itu bukan tentang saya. Yesus memandang saya, dekat pada wajah saya, mata dengan mata, dan Dia berkata, "Kumau engkau bertemu teman-teman-Ku." Saya menangis kesakitan. Dan berpikir pasti Dia akan mengerti betapa sakit kulit saya yang terluka dan terkelupas, tetapi Dia tidak melakukannya. Saya lihat sekeliling saya dan saya lihat tempat yang ramai. Saya tak pernah berada di sana sebelumnya, namun saya tahu tempat itu India. Bau yang menyebalkan dan banyak orang dimana-mana. Saya mengikuti Tuhan. Dia tak menoleh pada saya. Seolah-olah Ia mau saya merasakan kesakitan dan luka pada kulit saya. Banyak anak-anak yang saya lihat disana-sini. Ada anak-anak perempuan cantik terkurung dan Tuhan sertai mereka masing-masing. Dia hanya berdiri disana bersama mereka. Mereka dilupakan. Dunia merekalah yang Tuhan sebutkan sahabat-sahabat-Nya. Saya lihat anak-anak kecil terbaring di tanah dengan lalat-lalat pada kulitnya, dan saya lihat mereka meninggal saat di kehidupan yang keji ini dan saat terbangun, Tuhan-pun ada disana, bagi tiap-tiap mereka, Dia ada disana. Tak satupun dari mereka yang terlupakan di mata-Nya, tak satupun.

Sedih saya lihat, bersamaan dengan rasa sakit di tubuh saya, membuat saya menangis. Tuhan berdiri dihadapan saya dan saya pikir pasti Ia mengenai saya saat ini, Ia pasti melihat penderitaan saya,namun Ia berkata, "Sampai hatimu terluka dan tersayat seperti daging-mu saat ini, engkau tak mengenal sahabat-sahabat-Ku." Saya tak sanggup. Berada disana melihat anak-anak meninggal, ibu-ibu yang menarik nafas terakhir, penyakit-penyakit menyebar, dan anak-anak perempuan kecil dijual dan Tuhan terus menerus berkata, "Sampai hatimu terluka dan tersayat seperti daging-mu saat ini, engkau tak mengenal sahabat-sahabat-Ku. Engkau tak mengenal-Ku”. Lalu saya tenggelam dalam tangisan, kejutan terjadi, Tuhan memandang wajah saya, mata bertemu mata lalu berbisik, "Saatnya untuk menari." Ia berbicara seperti itulah senjata rahasia-Nya, menari…

Tuhan menari, kaki-Nya dihentakkan. Kaki sempurna yang menyatakan luka-luka kematian dan kehidupan sedang menari dengan ritmenya, detak suku-suku, kaki-Nya menghentak ketidak-adilan. Tarian yang sangat dahsyat dan hentakkan kaki yang pernah saya saksikan. Menonton Tuhan sendiri, bekas luka oleh pengasihan menari diatas ketidak-adilan atas sahabat-sahabat-Nya. Ia berkata,"Sampai hati-mu terluka dan tersayat menjadi dua,kau tak kenal sahabat-sahabat-Ku. kau tak mengenal-Ku."

Lalu tangan saya dipegang dan kami pergi menuju pusat bumi. Saya rasakan sakit pada kulit saya dan kulit yang terkelupas serta daging yang tersayat dari tulangku dan suara ledakan saat kami melalui bumi. Tiba-tiba kami berada di ruangan Dokter di RS. Awal pikiran saya adalah sakit tubuh saya, saya rasa seperti tak ada kulit pada tulang saya, seperti semuanya terkelupas. Dia berkata,"Ku-mau kau temui sahabat-sahabat-Ku." Saya melihat tempat sampah terisi bayi-bayi mungil. Dapat kulihat kepala dan tangan dan kaki-kaki mungil mengisi tempat-tempat sampah. Beberapa masih hidup dan bergerak, kulitnya terbakar, beberapa kepala diantara mereka hancur, beberapa lagi utuh, mata terbuka dan menatap. Saya terkejut. Tuhan menatap saya dan berkata,"Sampai hati-mu terluka dan tersayat seperti dagingmu, kau tak mengenal sahabat-sahabat-Ku, inilah sahabat-sahabat-Ku. Mereka-lah sahabat-sahabat-Ku." Saya melihat saat bayi dipegang melalui kakinya dan dibuang pada tempat sampah, bayi utuh. Dapat kurasakan pikiran Tuhan.

"Oh kesunyian di bumi, mereka terlihat seperti dilupakan. ENGKAU TAK DILUPAKAN! ENGKAU TAK TERLUPAKAN! ENGKAU TAK TERLUPAKAN!” Sunyi di bumi, namun suara mereka terdengar di telingah sang Bapa,Allah Maha Tinggi. Jeritan-nya tak terhenti di koridor Surga. Terdengar pagi dan malam, malam dan pagi, tangisan mereka MENARIK PERHATIAN SURGA. SELURUH PERHATIAN TERTUJU PADA MEREKA, telinga ALLAH MAHA TINGGI. Saya menjerit. "KAU TAK MELAKUKAN INI UNTUK GAGAL, LOU. KAU TAK MELAKUKAN INI UNTUK GAGAL, Lou Engle! KAU TAK MELAKUKAN INI UNTUK GAGAL, LOU!" Saya lihat di koridor Sorga dan bahwa nama Lou Engle dikenal. Lou kenal sahabat-sahabat Tuhan.

Saya dengar tangisan bayi-bayi terus-menerus melalui koridor Sorga, terlihat hening di bumi, yang terlupakan oleh bumi, namun tangisan mereka mendapat telinga Bapa dan pagi dan malam serta malam dan pagi menangis bagi keadilan di bumi, menangis bagi keadilan mereka yang telah mengambil kehidupannya. Namun.....di seberang sana MEREKA BERSUARA!!! Pagi dan malam serta malam dan pagi.....menangis akan keadilan di bumi......dan MEREKA mendapat TELINGA SANG BAPA! Dan lagi, Tuhan memandangi saya dan berkata, "Sampai hati-mu terluka dan tersayat seperti daging-mu saat ini, kau tak mengenal Sahabat-sahabat-Ku, kau tak mengenal-Ku."

Saya menangis lalu Tuhan memandang saya, dekat di wajah saya, dan berbisik, "Saatnya untuk menari." Dia memulai "Tarian Baru" dengan kaki yang sempurna yang telah menapak bagian bumi tertinggi, sekarang kaki-kaki tersebut menari dan berdetak, tepat diantara klinik pengguguran bayi. Sangat dahsyat. Di saat saya sangat terluka Tuhan akan berkata,"Saatnya untuk menari. Saatnya untuk berperang,menari ialah berperang." Dia menghentakkan kaki, dengan ritme baru, detakan kaki-Nya. Bukan dua langka, hanya mendetakkan kaki pengadilan akan ketidak-adilan, dengan kaki-Nya sendiri Ia Berkata, "Hanya nantikan saja hingga seluruh bumi bergabung dengan-Ku dalam tarian ini, beberapa telah bergabung dengan-Ku dan Aku membuka undangan namun engkau hanya menari saat hati-mu sangat terluka dan tersayat."

Lalu Ia datang kepada saya dan berkata, "Aku mau engkau bertemu beberapa dari sahabat-sahabat-Ku." Dan kami-pun pergi melewati pertengahan bumi, lagi-lagi. Saya hampir tak dapat berdiri. Hati saya hancur. Kulit saya tersayat. Saya lihat ke bawah dan terlihat seperti kejatuhan bom disamping saya. Kami berjalan di jalan yang sangat, sangat ramai. Dia berjalan didepan saya, sedang saya dalam kesakitan yang sangat, ingin sekali agar Ia berjalan perlahan, namun bukan mengenai saya. Dia mau saya merasakan penderitaan, sebab Ia mau hati saya MENGENAL penderitaan, memeluknya dan memilikinya sebagai milik saya. Dia menunggu saya berjalan disamping-Nya.Tempat ini Israel. Saat yang lain saya lihat Dia menyondong pada seseorang, seolah-olah berkata,"Hello" atau "Syalom". Dia tak berbicara, hanya menyondongkan kepala. Dia memandang mata mereka dan menyondongkan kepala-Nya dan saya lihat orang yang didatangi-Nya, mata mereka membesar. Saya lihat juga hati mereka dan saya lihat nyala terang. hanya sesaat, Yesus membuka hati mereka dan mereka dapat MELIHAT DIA, sebagai Yesus, Mesias. Saya dapat melihat kedalam mereka saat kami berjalan di jalan Yerusalem di saat dimana tiba-tiba mata hati mereka dibuka oleh Tuhan dan nyala terang mulai bersinar dalam hati mereka.

Beberapa orang diantara mereka saya tahu mempunyai wewenang, pemimpin-pemimpin Yahudi dalam golongan Yahudi – Rabbi-Rabbi. Dapat saya lihat sejenak Tuhan membuka mata mereka; Saya lihat Tuhan menampakkan diri-Nya. Dia menampakkan diri-Nya kepada beberapa Rabbi-Rabbi di daerah itu, dan hanya dalam sekejap, Api penglihatan ini mulai membakar hati mereka, dalam sekejap mata hati mereka terbuka. (Masmur 102:17 Bila Tuhan sudah membangun Zion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya.)
Kami mengikuti Rabbi-Rabbi ini ke kamar atas mereka dan saya melihat mereka jatuh berlutut dan menangis, “Ini merubah SEMUANYA. Ini merubah SEMUANYA.” Saya dapat melihat Tuhan berdiri dan meniup api dalam hati mereka dan sedikit demi sedikit mulai menyala tak terkendali . Saya melihat api dalam hati mereka menjadi seperti 'Api yang menutup kulit mereka." Ku-lihat api ini terus menyala hingga hari yang ditentukan tiba saat Rabbi-Rabbi ini tak dapat menahan lagi dan mereka akan berteriak di atas gunung-gunung, "Yeshua adalah Mesias"......YESHUA ADALAH MESIAS!" Saya sebenarnya sedang berpikir bagaimana kami berdoa dalam kumpulan doa kami di Kota Kansas, bahwa Tuhan Yesus akan muncul, dalam kemuliaan-Nya. Dia sungguh, sungguh mulia.

Saya menoleh dan saat pertama kali saya pandang wajah Yesus dan air mata yang jatuh di pipi-Nya dan saya dengar Ia berkata, "Oh Yerusalem, Oh Yerusalem." Saya rasakan dihati saya belas kasihan dan cinta yang dimiliki-Nya bagi Israel. Dan saya rasakan sakit hati kekasih itu ketika tak ada yang mencintai-Nya sebagaimana Cinta-Nya pada Israel dan Ia memandang saya, dan berkata lagi, "Sampai hati-mu terluka dan tersayat, sama seperti kulit-mu,engkau tak mengenal sahabat-sahabat-Ku.Engkau tak mengenal-Ku." Dalam hati saya, saya rasakan cinta-Nya yang mendalam bagi Israel. Seperti Yakub mencintai Rahel, Elkana mencintai Hannah, namun belas kasih-Nya menyeluruh lebih dari cinta alami. Saya menangis dan air mata saya membasahi luka di daging saya, walaupun demikian saya tak dapat berhenti saat saya berpikir bahwa saya tak sanggup lagi, dan terjatuh di lantai, Dia berbisik, "Saatnya untuk menari."

Tiba-tiba kami berada di Tembok Ratapan dan Tuhan memulai lagi, menghentakkan kaki, menghentak, ritme ini, tarian ini dengan kaki sempurna-Nya, tak pernah saya lihat sebelumnya. Selalu terjadi pada saat saya merasa terluka dan berduka Tuhan akan berkata, "Saatnya untuk menari." Saya dapat merasakan kehadiran Kuasa dan kuasa tarian ini, menari karena ketidak-adilan. Oh, alangkah indahnya menyaksikan saat Anak Allah menari dengan kaki sempurnah berputar dan berdansa atas ketidak-adilan. Yesus terus mengatakan, "Saatnya untuk menari. Saatnya untuk menari." Ada tarian baru yang muncul, yang muncul pada saat kita menyembah-Nya dan hati kita bagi bumi yang hina ini, bagi mereka yang terlupakan, namun yang disebut Tuhan sahabat-sahabat-Nya dan saat hati kita sungguh hancur, SAAT ITULAH saat menari. Oh, alangkah indahnya saat RAJA segala raja, Hakim seluruh bumi dan kaki sempurna yang berbekas luka pengasihan, mulai berdansa dan menghentakkan ketidak-adilan. Sebuah tarian bermakna. Hentakkan kaki bermakna! Saatnya menari. Dan saya tahu dalam mimpi saya dimana kami berjalan di Yerusalem, terus ke atas puncak Tembok Ratapan, dimana Ia memulai tarian-Nya. Saya tahu bahwa Ia telah menampakkan diri-Nya kepada orang-orang penting dalam golongan Yahudi, bahkan Rabi tertinggi dalam golongan Yahudi, di tengah-tengah tarian-Nya, saya lihat mata mereka terbuka. Dapat saya lihat kedalam hati. Hati mereka mulai bergejolak. Saya lihat Tuhan menaruh dalam hati mereka, "pengenalan" bahwa Dia-lah Mesias itu. Saatnya telah pasti ketika Rabi-Rabi tertinggi ditentukan di bumi, waktu Tuhan – Dia akan mengaduk hati mereka dan hati mereka akan bergejolak dan mereka berlari ketempat tertinggi di Yerusalem dan berseru ke seluruh Yerusalem, Yeshua adalah Mesias. Yeshua ADALAH MESIAS!

Diberkatilah Dia yang datang dalam Nama Tuhan. Saat ini, mereka menyembunyikan-Nya dan menanyakan diri mereka sendiri jika hal itu sungguh-sungguh terjadi. Telah ditentukan saatnya dan hari-hari ke depan, Dia sedang menampakkan diri-Nya dan membuka mata hati manusia dan menyalakan api dalam tulang-tulang itu. Saya lihat Rabi-Rabi ini melonjak dengan Firman Tuhan, menyatakan penampakan-Nya. Sedang terjadi. Saatnya telah ditentukan. Sedang terjadi hari ini.
Yeremiah 20:9 Tetapi apabila Aku berpikir, "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan Firman lagi demi nama-Nya,"maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti menyala-nyala,terkurung dalam tulang-tulangku. Kemudian, Tuhan berkata lagi,"Sampai hatimu tersayat dua dan hatimu terbelah dua, seperti dagingmu,engkau tak mengenal sahabat-sahabat-Ku." Saatnya untuk menari!
Sumber Kesaksian: Julie Meyer, pemimpin puji-pujian pada International House of Prayer di Kota Kansas sejak tahun 1999.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI