Search This Blog

Loading...

Friday, November 30, 2007

Isteri yang Cakap

Ini kisah nyata yang dialami seorang keluarga CEO di Jakarta. Kehidupan suami isteri ini boleh menjadi teladan bagi kita semua karena mereka memiliki kehidupan keluarga yang harmonis. Salah satu rahasia yang terungkap dari pasangan penuh bahagia ini adalah karena isterinya adalah seorang isteri yang cakap, seperti yang digambarkan dalam Amsal 31. "Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya."

Isteri sang CEO ini adalah seorang pendoa yang sangat tekun. Setiap hari ia berdoa berjam-jam. Itulah salah satu rahasia mengapa ia sabar. Ia sabar apabila pada suatu saat suaminya dengan emosi menyatakan suatu hal karena salah paham. Ia tidak berreaksi, ia tidak membantah, ia tidak menyela pembicaraan suaminya, ia tidak melawan, ia tidak memberontak, ia tunduk kepada suaminya. Mereka tidak pernah bertengkar. Karena anak-anaknya sering melihat maminya koq sabar banget, anak-anak itu protes, "Mam, kalau pendapat papi salah, bilang dong! Jangan diam aja..." sang mama hanya tersenyum.

Kali lain, isteri CEO ini telah berdandan rapi dari salon dengan gaun pesta, menjemput suaminya di kantornya di kawasan Senayan, karena dari tempat itu mereka langsung akan berangkat bersama ke resepsi di Hotel Mulia Senayan. Ia menunggu di mobil selama kurang lebih dua jam di pelataran parkir karena suaminya masih sibuk di kantornya. Dandanan yang semula rapi mulai berubah setelah dua jam, namun cinta kasih sang isteri terhadap suaminya tak pernah luntur. Ia tidak gelisah menelpon atau mengirim SMS kepada suaminya agar segera keluar dari kantornya. Ia menunggu dengan manis, tidak merengut, tidak gondok, tidak kecewa. Ketika suaminya akhirnya datang dua jam kemudian, sang isteri tersenyum senang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ia tahu suaminya adalah orang yang sangat sibuk. Ia tidak mau menambah beban suaminya dengan menyatakan kedongkolan karena menunggu. Ia memang tidak dongkol atau jengkel dibiarkan menunggu begitu.

Isteri sang CEO ini termasuk isteri yang sangat baik melayani suaminya. Setiap malam ia tidak akan makan malam sebelum suaminya datang dan makan malam bersama. Jika suaminya datang jam 12 malam atau jam 1 dini haripun, sang isteri akan menyambut suaminya dengan penuh senyuman dan mereka akan makan bersama. Ia tidak menginterogasi suaminya, "ngapain aja sih sampe kerja begini malam?" Tidak, ia tidak mau menambah beban suaminya yang super sibuk.

Bahkan ia mengerti betapa detik-detik suaminya amat berharga. Setiap pagi sebelum pergi ke kantor, suaminya selalu membaca koran sambil disuapi makan pagi oleh dirinya. Bukan karena suaminya manja, namun demi menghemat waktu, suaminya harus membaca dan sarapan pagi sekaligus. Ia menolong suaminya agar dapat tepat waktu berangkat ke kantor. Sang isteri tidak minta dilayani, namun lebih suka melayani.

Dalam hal pakaianpun, sang isteri tidak menuntut dibelikan gaun-gaun. Suaminyalah yang memilihkan dan membelikan gaun untuk dirinya. Bahkan apabila ia kurang sreg dengan model gaun tertentu, namun karena suaminya senang ia memakai gaun itu, ia akan lebih sering memakainya.

Suatu saat suaminya terlihat orang lain di Plaza Indonesia dikelilingi wanita-wanita cantik. Ketika itu memang suaminya masih bekerja di bidang fashion. Ketika sang isteri diceritakan hal itu, ia tersenyum saja. Ia tidak cemburu, ia tidak bertanya apa-apa terhadap suaminya. Ia sadar, memang dalam rangka tugas suaminya banyak berhubungan dengan peragawati yang cantik-cantik. Yang ia lakukan adalah, ia berdoa agar Tuhan menjaga kekudusan suaminya, agar suaminya tidak jatuh dalam pencobaan.

Hati suami mana yang tak tersentuh melihat kebaikan isteri seperti ini? Jika suatu saat sang suami berbicara keras terhadap isterinya, akhirnya sang suami merasa bersalah sendiri, karena isterinya diam saja dan tunduk kepada dirinya. Untuk menebus hal itu ia biasanya akan mengajak isterinya jalan-jalan dan membelikannya suatu hadiah.

Sebagai seorang isteri ia paham betul bahwa ia harus menjadi penolong yang sepadan bagi suaminya. Ia tunduk kepada suaminya tanpa syarat. Ia mengasihi suaminya dengan segenap hatinya. Itulah sebabnya mereka menikmati sorga di bumi. Suami memang perlu memberi kasih sayang kepada isterinya dan isteri yang cakap akan selalu tunduk kepada suaminya.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI