Search This Blog

Loading...

Thursday, August 23, 2007

God in the Hard Times (1)

Kesaksian ini didengar Pdt. Edward Supit ketika ia sedang naik pesawat dalam perjalanan pulang dari pelayanan di Bethany Church Singapore, dikisahkan oleh seorang pengusaha bersama isterinya.

Demikianlah kisahnya:
Ketika ia baru merantau ke Jakarta, ia pertama kali bekerja mendapat gaji Rp. 350 ribu. Kemudian ia bertemu dengan seorang wanita yang akhirnya menjadi isterinya. Pada waktu itu isterinya bekerja dengan gaji Rp. 300 ribu. Ketika mereka menikah, dengan penghasilan bersama Rp. 650 ribu, sudah termasuk uang transport dari perusahaan, mereka hidup pas-pasan, bahkan sebenarnya kekurangan. Suaminya setia bekerja di suatu perusahaan sampai 10 tahun. Untunglah isterinya merupakan seorang pendoa yang tangguh. Dalam kesulitan apapun isterinya senantiasa mengandalkan Tuhan dalam doa-doanya.

Pada suatu ketika setelah 10 tahun bekerja, ia mengambil suatu keagenan dari luar negeri. Walaupun tidak memiliki modal besar, suaminya bertekad berbisnis sampingan untuk menunjang keuangan keluarga. Isterinya mendukung dan berseru, ”Bagi Allah tiada yang mustahil!”

Setelah uang tabungan dirasa cukup, akhirnya ia mengimport suatu barang dari Amerika Serikat. Sementara itu ia belum berani meninggalkan pekerjaannya. Bisnis itu ia lakukan sebagai sambilan saja. Ketika barang itu datang ke Jakarta, di bulan Juli1997, pas terjadi krisis moneter. Semua kegiatan perekonomian lumpuh. Tak ada satupun pengusaha yang ingin investasi membeli barang yang diimportnya. Barang itu teronggok di gudang. Kesulitan keuangan muncul karena mereka sedang mencicil rumah tinggal mereka dan saat itu bunga deposito dan bunga pinjaman melambung sangat tinggi. Mereka sangat kesulitan membayar cicilan sementara gaji orang ini tidak naik. Lalu, kesulitan berikut adalah isterinya saat itu sedang hamil anak yang ketiga.

Kesulitan demi kesulitan menerpa orang ini. Pada suatu pagi isterinya telah menyiapkan makan siang untuk suaminya sementara mobil di parkir di depan rumah. Malang sekali hari itu, ketika akan pergi ke kantor dan membawa bekal makan siang itu mobil Kijang satu-satunya milik mereka hilang dicuri orang pada pagi itu. Ia sudah mengalami kerugian karena barang importnya tidak terjual, kesulitan mencicil rumah mereka, isteri sedang hamil anak ketiga, mobil Kijang dicuri pula. Tetapi isterinya terus berdoa dan tetap percaya bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Tuhan akan datang tepat pada waktu-Nya.

Secara manusia ia tidak tahu bagaimana Tuhan akan menolong. Isterinya tetap percaya bahwa mereka mempunyai Tuhan yang kreatif, Tuhan yang tidak pernah kehabisan akal.
Mereka berjuang dalam doa dengan Tuhan. ”Sebenarnya saya ini sudah hampir menyerah menghadapi kesulitan kami,” kata sang suami yang dulunya merupakan orang yang skeptis terhadap kekristenan bahkan dapat disebut sebagai seorang atheis. Memang ia memiliki otak yang cemerlang. Segala hal ditimbang dan dianalisa dengan otaknya saja. Kalau masuk akal, oke. Kalau tidak, ia tidak akan percaya apa yang dikatakan Alkitab. Orang ini sangat mengandalkan intelektual dan pertimbangannya sendiri. Namun isterinya percaya bahwa suatu saat Tuhan akan menjamah kekerasan hati suaminya yang tidak mau percaya dan mengandalkan Tuhan.

Tuhan memulihkan perekonomian keluarga ini pelan tapi pasti. Mobil Kijang yang hilang itu diasuransikan dengan nilai Rp. 30 juta. Ketika hasil claim diperoleh, dengan uang Rp. 30 juta itu ia tidak dapat membeli mobil karena harga-harga mobil meningkat sekitar dua kali lipat. Harga mobil Kijang baru saat itu di atas Rp. 100 juta. Harga mobil bekaspun ikut-ikutan naik.

Tuhan itu baik, bahkan sangat baik. Bisnis sampingannya kemudian bisa berjalan, dan dalam suatu transaksi ia mendapat keuntungan yang cukup lumayan, sehingga akhirnya terkumpul uang untuk membeli mobil Kijang baru senilai Rp. 110 juta.

Kesulitan terus membuntuti keluarga ini. Pada suatu hari teman isterinya ingin pergi bersama ke Bandung naik Kijang baru ini. Suami isteri duduk di kursi depan, teman isterinya sepasang suami isteri duduk di kursi tengah, tiga anaknya dan satu anak teman isterinya duduk di kursi paling belakang. Di jalan tol Jakarta Cikampek menuju Bandung tiba-tiba mobil baru itu ditabrak truk gandengan. Kijang itu mental berguling-guling dan nyungsep di sisi kiri jalan tol. Isterinya berteriak, ”Tuhan Yesus, tolooooooooooooong!” (Bersambung)

Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI