Search This Blog

Loading...

Tuesday, July 3, 2007

Disiksa Ibu Kandung (3)

“Ayah, Ibu telah menusuk dadaku dengan pisau…” kataku sambil menahan sakit akibat banyaknya darah yang keluar. Aku telah berjalan bersusah payah dari ruang dapur menuju Ayah, pahlawanku. Di kursi panjang di ruangan itu duduklah Ayah sambil membaca koran. Aku berharap Ayah akan menegur Ibu, lalu membawaku ke Rumah Sakit. Aku berdiri di depan Ayah, menunggunya menurunkan koran dan melihatku. Ayah bahkan tidak mengangkat alis matanya, apalagi menoleh. “Kenapa?” tanyanya. “Dia bilang, kalau aku tidak menyelesaikan tugas mencuci perkakas dapur tepat 20 menit, dia…dia akan membunuhku.”

Waktu seakan berhenti. Dari balik koran aku bisa mendengar nafas Ayah yang jadi berat. Ia menelan ludah, lalu bekata, “Yah, kau ah,…. Kau lebih baik kembali ke dapur dan menyelesaikan tugasmu mencuci piring.” Kujulurkan kepalaku ke depan, seolah-olah ingin lebih jelas mendengar ucapannya. Aku tak percaya akan apa yang baru saja kudengar.

Aku kecewa berat. Ayah bahkan tidak melihat ke arahku. Menurutku, paling tidak ia bisa menurunkan korannya untuk melihat sorot mataku, maka ia pasti tahu. Ia pasti akan bisa merasakan sakitku, merasakan betapa aku membutuhkan pertolongannya. Tetapi seperti biasanya, aku tahu Ibu mengendalikan Ayah dan mengendalikan semua persoalan di keluarga ini.

Aku meninggalkan ruangan itu. Rasa hormatku terhadap Ayah hancur sudah. Gambaran Ayah sebagai penyelamat ternyata palsu. Rasa marahku terhadap Ayah lebih besar daripada terhadap Ibu. Aku ingin bisa terbang, tetapi rasa sakit yang kurasakan mengembalikan aku pada kenyataan.

Selama aku disiksa, aku pernah dicekoki amonia. Aku dipaksa menelan sabun cair pencuci piring dan clorox (cairan penghancur kotoran manusia). Aku dipaksa makan kotoran adikku dan ketika aku menolak, Ibu melumuri wajahku dengan popok adikku yang penuh kotoran yang sangat bau, sehingga wajahku belepotan kotoran menjijikkan itu. Aku juga harus mengais-ngais makanan dari tempat sampah, kalau beruntung. Aku harus makan sisa makanan anjing. Karena kelaparan aku harus mencuri makanan dari sana sini. Aku mencuri makanan dari bekal teman-temanku. Dan ketika aku dilaporkan kepada Ibuku, aku akan menerima hukuman lebih berat. Suatu saat aku mencuri sosis dari toko karena kelaparan. Ketika pulang Ibu memaksaku memuntahkan isi perutku. Ia menemukan sosis itu dan menunjukkannya kepada Ayah. Di depan Ayah, aku dipaksa memakan muntahan sosis yang anjingpun tidak suka lagi karena muntahan itu bau sekali. Aku dipaksa memakannya di depan Ayah yang diam saja.

Pada saat-saat seperti ini aku seringkali berpikir bahwa Tuhan yang adil itu tidak ada. Mengapa Ia membiarkanku seperti ini? Apakah Tuhan itu ada?

Akhirnya Pak Polisi membuat berita acara tentang penyiksaan yang dialamiku. Ia menelpon Ibu, “Mrs. Pelzer, saya Opsir Smith dari Kantor Polisi Daly Smith. Anak anda, David, tidak akan pulang ke rumah hari ini. Ia berada dalam perlindungan San Mateo Juvenille Department. Kalau ada yang ingin Anda tanyakan, silakan hubungi departemen tersebut.” Beberapa waktu kemudian Pak Polisi mengatakan kepadaku, “Kamu bebas sekarang. Bebas dari siksaan Ibumu. Ia tidak akan pernah dapat menyakitimu lagi.”

Sejak itu David menghirup kebebasan. Ia akhirnya menyadari bahwa Tuhan yang baik selalu melindungi. Diam-diam Tuhan memberinya kekuatan dan keberanian pada saat ia paling membutuhkan. David kemudian mendaftarkan diri ke US Air Force. Ia pernah ambil bagian dalam Operasi Desert Storm. Ia mendapatkan penghargaan dari dua Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan dan George Bush atas jasa-jasanya. Ia mendapatkan penghargaan sebagai salah satu dari Ten Outstanding Young Americans. Ia banyak membela para anak dan remaja yang mengalami “Child Abuse”.
Kisah selengkapnya dapat anda baca dari buku “A Child Called It”, “The Lost Boy” dan “A Man Named Dave” terbitan PT. Gramedia.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI