Search This Blog

Loading...

Wednesday, June 6, 2007

Amazing Story of Samuel Doctorian (2)

Malaikat di depan saya tak berbicara sepatah katapun. Dia membawa sebuah gulungan kertas di tangannya. Dia membuka gulungan itu dan saya bisa membaca dengan jelas pesan Tuhan yang tertera di gulungan itu: "Ibu muda itu bukan pembunuhnya. Dia tidak membunuh anak perempuan itu. Suaminyalah yang membunuh anak itu. Tetapi dia mengancam isterinya dan memberi tahu supaya isterinya yang mengaku membunuh anak itu. Suaminya berkata bahwa pemerintah tidak akan menghukum wanita seberat menghukum laki-laki. Jadi, setelah dipenjara selama beberapa tahun dia akan dibebaskan dari penjara. Tetapi jika dia tidak mau mengaku, suaminya mengancam akan membunuh dia dan ketiga anaknya. Di dalam ketakutannya, itu muda itu terpaksa berbohong dan mengaku bahwa dialah pembunuhnya."

Ketika saya membaca pesan itu, saya merasa terguncang hingga ke jiwa saya yang paling dalam. Saya segera menuju ke telpon untuk menghubungi sang kolonel.
"Kolonel, cepat datang ke sini, saya harus berbicara dengan anda."
"Ada apa?"
"Saya tidak dapat membicarakannya lewat telpon karena hal ini adalah hal yang sangat penting sekali."

Walaupun dia adalah seorang komandan yang membawahi beberapa perwira dan mempunyai kuasa yang besar, tetapi kolonel yang terkasih ini adalah anak rohani saya. Dia sangat mengasihi dan menghormati saya. Dia berkata, "Saya akan segera datang."

Dia tiba bersama dengan para pengawal dan tentaranya dan langsung ke kamar saya.
"Kolonel, silakan duduk dulu. Biarkan saya memberi tahu anda apa yang telah terjadi." Saya memberitahukan kepadanya bagaimana malaikat Tuhan telah datang, dimana malaikat itu berdiri dan pesan apa yang telah disampaikannya kepada saya.

Kolonel itu merasa kaget, terguncang dan bingung.
"Maksud anda, benar-benar malaikat? Malaikat sorgawi telah datang ke tempat ini?"

"Ya, dia berdiri di situ, dan yang lebih penting lagi dari pada itu adalah pesan yang disampaikan malaikat itu kepada saya."

"Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan karena hal itu berada di luar jangakauan saya. Kasus pengadilannya telah ditutup dan pengakuan telah didengar. Setiap saat bila ada perintah yang datang dari pengadilan di Kairo, saya harus menggantung wanita itu."

"Sebaiknya anda tidak melakukannya, kolonel! Bukan dia pembunuhnya! Suaminyalah yang membunuh. Malaikat yang memberitahukannya kepada saya."

"Apa yang anda ingin saya lakukan?"

"Kembalilah ke penjara sekarang. Wanita itu akan mengakui kejadian yang sebenarnya di hadapan anda, dan ketika wanita itu memberitahukannya kepada anda, kata demi kata seperti apa yang telah disampaikan oleh malaikat tadi, peneguhan seperti apa lagi yang anda inginkan?"

"Selama hidup saya, saya belum pernah mengalami hal seperti ini. Saya akan segera pergi!"

Saat kolonel itu sampai di penjara dan memasuki gerbangnya, sebelum dia memasuki kamar kerjanya, para perwiranya memberi tahu bahwa salah seorang tahanan wanita itu ingin berbicara dengan dia.

"Siapa?"
"Wanita yang lebih muda."
"Bawa dia kemari!"

Dengan diam-diam dia mempersiapkan sebuah alat rekaman di kamar kerjanya. Wanita itu dibawa menghadap kepadanya. Ibu muda yang berumur 23 tahun itu terlihat gemetar ketakutan dan sedikit malu-malu. Selagi dia berjalan masuk ke dalam, dia bertanya apakah dia diperbolehkan untuk berbicara berdua saja dengan kolonel. Kolonel itu menyetujuinya dan para penjaga meninggalkan mereka dengan alat rekaman yang dihidupkan.

Dengan diiringi air mata ibu muda itu mengakui semuanya, kata demi kata, tepat seperti apa yang telah disampaikan malaikat Tuhan kepada saya. Rekaman pembicaraan itu dikirim sampai ke Kairo dimana para hakim di sana mendengarkan seluruh isi ceritanya. Akhirnya pembunuh yang sesungguhnya ditangkap, diadili, dan dinyatakan bersalah, kemudian dia digantung. Ibu muda tadi bersama dengan ketiga anaknya dipindahkan ke tempat lain secara rahasia sehingga kerabat suaminya tidak tahu dimana mereka berada. Puji syukur kepada Tuhan, sampai dengan saat ini mereka semua masih hidup dan tidak kurang sesuatu apapun. Keseluruhan cerita ini diberitakan dalam semua surat kabar resmi di Mesir. Tuhan kita adalah Tuhan yang hebat! Terpujilah namanya. (Tamat)
Kesaksian ini diambil dari buku "...Dan Kemudian Aku Melihat-Nya" oleh Samuel Doctorian, terbitan Adonai, 2000.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI