Search This Blog

Loading...

Thursday, June 14, 2007

Kanker Pita Suara Disembuhkan Tuhan

Saya mengalami gangguan pita suara kurang lebih tiga tahun lalu. Suatu kali selesai berkhotbah, suara saya serak dan parau. Sejak itu setiap kali berkhotbah suara saya parau dan sakit sekali. Ketika saya memeriksakan diri ke dokter THT berkata, "Ada tumor pada pita suara bapak dan harus dioperasi!" Ketika saya mendengar hal itu, saya hanya pasrah dan berserah kepada Tuhan. Hati kecil saya berkata, saya akan menunggu konfirmasi dari Tuhan apakah tumor itu harus dioperasi atau tidak.

Keadaan tersebut tidak membuat saya patah semangat. Sebagai hamba Allah, saya tetap berkhotbah kemana-mana. Tapi apa mau dikata, makin hari suara saya makin parau dan rasanya lebih parah. Akhirnya saya datangi dokter lagi dan berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa saya mengalami kanker pita suara. Sungguh sangat mengejutkan dan menakutkan. Lalu dokter tersebut menganjurkan saya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di RS Dharmais.

Sebenarnya saya tidak terlalu peduli dengan apa yang dikatakan dokter itu, karena saya percaya bahwa Allah mampu menyembuhkan. Dalam keadaan seperti itu Tuhan memberikan saya firman yang terambil dari Mazmur 91: 14 – 16, yang berbunyi: “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

Waktu saya menerima ayat ini saya mendapatkan kekuatan dan percaya bahwa Tuhan akan menolong dan membela saya. Bersamaan dengan itu isteri saya bermimpi: Ada sebuah truk besar melaju dengan kencang dan menabrak televisi di rumah, namun TV tersebut tidak pecah dan tidak goyang. Dengan heran isteri saya memeriksa mengapa TV itu tidak rusak setelah ditabrak dan mendapati bahwa saya sedang berlutut dan berdoa di balik TV itu. Ini merupakan gambaran bahwa ada suatu kuasa yang mau menghancurkan saya, namun dengan kuasa doa, serangan itu dapat dipatahkan.

Bulan Juli 2004 saya menyerahkan tugas khotbah kepada isteri dan saya berserah kepada Tuhan agar Tuhan yang menolong saya. Lalu saya memeriksakan diri ke dokter THT lagi. Ia tidak menemukan sesuatu namun menyarankan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter lain. Lalu saya menemui dokter THT lain dan difoto. Lewat foto itu baru ketahuan ada daging tumbuh dan harus dioperasi, namun dokter THT tersebut tidak yakin akan dapat mengangkat seluruh daging tumbuh itu. Saya meminta foto itu untuk dibicarakan dengan keluarga, teman di gereja, dan untuk didoakan.

Beberapa hari kemudian beberapa teman datang ke rumah dan menganjurkan saya melakukan operasi di luar negeri. Saya mulai mempertimbangkan operasi di Cina, Singapura atau Malaysia. Akhirnya kami sekeluarga memutuskan untuk operasi kanker ini di Malaysia.

Saya melihat campur tangan Tuhan sangat ajaib. Walaupun biayanya sangat besar namun dalam waktu yang singkat dana telah terkumpul dan berlebih sehingga saya kaget sendiri. Dengan bergurau saya katakan kepada isteri bahwa dana ini bukan untuk operasi saya tapi untuk jalan-jalan.

Sesampai di Malaysia, setelah berjumpa dengan dokter dan setelah saya menunjukkan foto, ia menyatakan bahwa itu kanker pita suara. Saya cukup kaget, namun di dalam hati saya menolak apa yang ia katakan. Lalu saya dibiopsi. Sambil menunggu hasil biopsi, kami berjalan-jalan ke Singapura selama seminggu.

Sekembalinya dari Singapura saya segera mengambil hasil biopsi dan dokter menyatakan bahwa itu kanker pita suara. Karena dokter ini akan segera ke Cina, maka ia merekomendasikan saya untuk ditangani dokter lain. Ketika dokter berikutnya ini melihat hasil foto dan biopsi dan memeriksa tenggorokan saya, ia menyatakan saya untuk di-CT Scan. Hasil CT Scan menunjukkan bahwa kanker ini baru stadium satu dan tidak mempengaruhi jaringan lain. Dokter ini menyarankan agar saya diradiasi saja, tidak usah dioperasi.

Saya mengucap syukur karena Tuhan menolong saya sehingga penyakit ini tidak terlalu parah. Dokter itu mengatakan bahwa saya dapat diradiasi di Indonesia saja. Saya diradiasi selama 35 kali dalam waktu 3 bulan. Di sini Tuhan mengajar saya untuk bersabar dan rendah hati. Pada bulan Nopember 2004 selesai diradiasi, suara saya hilang sama sekali. Tetapi dokter menyatakan bahwa itu normal, karena radiasi, dan akan segera pulih kembali.

Puji Tuhan, sampai saat ini saya sungguh menikmati janji Tuhan yang berkuasa bahwa orang yang taat kepada-Nya akan dipelihara dan ditolong-Nya. Saya mengucap syukur karena pita suara saya masih dapat dipergunakan untuk saya berkhotbah sampai saat ini. Lewat peristiwa ini saya disadarkan bahwa hidup ini hanyalah untuk Dia. (Kesaksian Pdt. Linggo Christanto di Majalah Transformasi Edisi 02.)
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com

Kesaksian Pembaca Buku "Mukjizat Kehidupan"

Pada tanggal 28 Oktober 2009 datang SMS dari seorang Ibu di NTT, bunyinya:
"Terpujilah Tuhan karena buku "Mukjizat Kehidupan", saya belajar untuk bisa mengampuni, sabar, dan punya waktu di hadirat Tuhan, dan akhirnya Rumah Tangga saya dipulihkan, suami saya sudah mau berdoa. Buku ini telah jadi berkat buat teman-teman di Pasir Panjang, Kupang, NTT. Kami belajar mengasihi, mengampuni, dan selalu punya waktu berdoa."

Hall of Fame - Daftar Pembaca Yang Diberkati Buku Mukjizat Kehidupan

  • A. Rudy Hartono Kurniawan - Juara All England 8 x dan Asian Hero
  • B. Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo
  • C. Pdt. Ir. Djohan Handojo
  • D. Jeffry S. Tjandra - Worshipper
  • E. Pdt. Petrus Agung - Semarang
  • F. Bpk. Irsan
  • G. Ir. Ciputra - Jakarta
  • H. Pdt. Dr. Danny Tumiwa SH
  • I. Erich Unarto S.E - Pendiri dan Pemimpin "Manna Sorgawi"
  • J. Beni Prananto - Pengusaha
  • K. Aryanto Agus Mulyo - Partner Kantor Akuntan
  • L. Ir. Handaka Santosa - CEO Senayan City
  • M. Pdt. Drs. Budi Sastradiputra - Jakarta
  • N. Pdm. Lim Lim - Jakarta
  • O. Lisa Honoris - Kawai Music Shool Jakarta
  • P. Ny. Rachel Sudarmanto - Jakarta
  • Q. Ps. Levi Supit - Jakarta
  • R. Pdt. Samuel Gunawan - Jakarta
  • S. F.A Djaya - Tamara Jaya - By Pass Ngurah Rai - Jimbaran - Bali
  • T. Ps. Kong - City Blessing Church - Jakarta
  • U. dr. Yoyong Kohar - Jakarta
  • V. Haryanto - Gereja Katholik - Jakarta
  • W. Fanny Irwanto - Jakarta
  • X. dr. Sylvia/Yan Cen - Jakarta
  • Y. Ir. Junna - Jakarta
  • Z. Yudi - Raffles Hill - Cibubur
  • ZA. Budi Setiawan - GBI PRJ - Jakarta
  • ZB. Christine - Intercon - Jakarta
  • ZC. Budi Setiawan - CWS Kelapa Gading - Jakarta
  • ZD. Oshin - Menara BTN - Jakarta
  • ZE. Johan Sunarto - Tanah Pasir - Jakarta
  • ZF. Waney - Jl. Kesehatan - Jakarta
  • ZG. Lukas Kacaribu - Jakarta
  • ZH. Oma Lydia Abraham - Jakarta
  • ZI. Elida Malik - Kuningan Timur - Jakarta
  • ZJ. Luci - Sunter Paradise - Jakarta
  • ZK. Irene - Arlin Indah - Jakarta Timur
  • ZL. Ny. Hendri Suswardani - Depok
  • ZM. Marthin Tertius - Bank Artha Graha - Manado
  • ZN. Titin - PT. Tripolyta - Jakarta
  • ZO. Wiwiek - Menteng - Jakarta
  • ZP. Agatha - PT. STUD - Menara Batavia - Jakarta
  • ZR. Albertus - Gunung Sahari - Jakarta
  • ZS. Febryanti - Metro Permata - Jakarta
  • ZT. Susy - Metro Permata - Jakarta
  • ZU. Justanti - USAID - Makassar
  • ZV. Welian - Tangerang
  • ZW. Dwiyono - Karawaci
  • ZX. Essa Pujowati - Jakarta
  • ZY. Nelly - Pejaten Timur - Jakarta
  • ZZ. C. Nugraheni - Gramedia - Jakarta
  • ZZA. Myke - Wisma Presisi - Jakarta
  • ZZB. Wesley - Simpang Darmo Permai - Surabaya
  • ZZC. Ray Monoarfa - Kemang - Jakarta
  • ZZD. Pdt. Sunaryo Djaya - Bethany - Jakarta
  • ZZE. Max Boham - Sidoarjo - Jatim
  • ZZF. Julia Bing - Semarang
  • ZZG. Rika - Tanjung Karang
  • ZZH. Yusak Prasetyo - Batam
  • ZZI. Evi Anggraini - Jakarta
  • ZZJ. Kodden Manik - Cilegon
  • ZZZZ. ISI NAMA ANDA PADA KOLOM KOMENTAR UNTUK DIMASUKKAN DALAM DAFTAR INI