Monday, July 9, 2007

Kisah Angel Karamoy

Angelina Karamoy pernah bertanya kepada Tuhan, apakah anak seorang penginjil cocok hidup di dunia artis? Ia tidak suka gaul di dunia gemerlapan. Ia tidak suka hidup dengan gaya hidup artis-artis lain. Setelah ia membintangi sinetron "Bidadari", pemilik wajah seperti bidadari itu jauh dari pergaulan selebritis, sehingga temannya pernah bilang, “Wah, kalau kamu gak bisa hidup gaul seperti para artis lain, gimana mau dapat order main sinetron lagi?”

Setelah beberapa lama dengan kehidupannya yang tetap menjaga kekudusan, Angel tahu bahwa ia ditempatkan di dunia selebritis bukan karena kebetulan, atau bukan salah tempat. Ia tahu apa tujuan hidupnya. Di dunia ini, bukan tentang dia, bukan tentang siapa-siapa, melainkan tentang Dia. Ia telah mengetahui kehidupan yang digerakkan oleh tujuan (a purpose driven life). Dan kehidupan yang ia jalani adalah kehidupan dengan masa depan penuh pengharapan.

Di dunia glamour itu kehidupan Angel dapat menjadi garam dan terang dunia. Ketika ia berdoa sebelum makan, ia menggugah teman-teman artis lainnya yang sudah “lupa” berdoa sebelum makan. Ketika ia mendahulukan ibadah raya pada hari Minggu sebelum shooting, ia mengingatkan teman-teman artis untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita seperti yang dibiasakan beberapa orang.

Mahasiswi London School of Public Relations ini telah berketetapan hati untuk tidak mau serupa dengan dunia ini, walaupun ada risiko dikucilkan teman-teman artis lainnya. Meskipun Angel membatasi diri dari pergaulan dunia gemerlapan, itu tidak berarti ia jauh dari berkat. Ternyata order main sinetron datang kembali ketika ia ditawari main dalam sinetron “Mukjizat Itu Nyata”. Hidup sebagai artis dan menjaga kekudusan itu masih mungkin dilakukan, ternyata. Dan Tuhanlah yang mengirimkan berkat kepada anak-anak-Nya yang takut akan Dia. Angel Karamoy tetap bermain sinetron dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com