Tuesday, October 27, 2009

Sharing Your Blessings

Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik kesuksesan tanaman jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes hasil pertanian.

Ketika ditanya rahasianya, sang petani termenung lama karena tidak terpikirkan sedikitpun hal unik yang dilakukannya. Ia bahkan selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya kepada petani-petani tetangga di sekitar perkebunannya. Sang wartawan sedikit aneh dengan cara kerja petani itu dan bertanya, "Mengapa Anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu kepada tetangga-tetangga Anda?" Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?"

Sang petani kemudian menjawab, "Angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga di perkebunan dan menyebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang diterbangkan ke ladang saya juga akan buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Kalau saya ingin mendapatkan hasil jagung yang terbaik, saya harus menolong para tetangga saya untuk mendapatkan jagung yang terbaik pula."

Demikian pula halnya dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus terlebih dahulu menolong orang lain menjadi berhasil. Mereka yang menginginkan hidup yang baik harus menolong orang lain memperoleh hidup yang baik pula. Nilai kehidupan kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang kita sentuh. Darmadi Darmawangsa, dimuat di Majalah Kawasan edisi Oktober 2009.

Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com