Friday, September 18, 2009

Healing Family Tree

Anak-anak yang dibesarkan oleh seorang ayah dengan masa kecil bahagia menghasilkan anak-anak yang di masa dewasanya terlindung dari depresi dan gangguan mental lainnya.

Dalam buku Healing Your Family Tree (Beverly Hubble Tauke) dikisahkan tentang seorang pendeta muda bernama Bobby. Dia dibesarkan oleh ayahnya, seorang majelis gereja yang sering mengajarkan Alkitab kepada anak-anaknya. Tetapi sayang, ayah Bobby sangat keras. Ia menganiaya keempat anaknya, termasuk Bobby. Anak-anak dipukul sampai mengeluarkan darah. Tak heran, anak-anak ini pernah mencoba bunuh diri. Karena gagal, mereka melarikan diri dari rumah.

Lain hal dengan Bobby. Ia justru berusaha bertahan di rumah dan mencoba mengambil hati ayahnya. Bobby menekan semua rasa sakitnya terhadap ayah. Untuk menyenangkan hati ayahnya, Bobby pergi ke Sekolah Alkitab. Setelah lulus, ia menjadi pendeta kaum muda di gereja tempat ayahnya menjadi majelis.

Beberapa tahun setelah itu, Bobby sang pendeta muda ini menelepon konselornya dan berkata, ”Saya gay”. Bobby bahkan melakukan hubungan itu dengan sembarangan orang.

Bonnie adalah saudara kandung Bobby. Berbeda dengan Bobby, Bonnie lari dari rumah untuk menghindari kekejaman ayahnya. Lima belas tahun diperlukan Bonnie untuk mendapatkan kembali pemulihannya. Pada beberapa bagian Bonnie ditolong oleh Beverly H. Tauke sebagai konselornya.

Untuk memulihkan pohon keluarganya, Bonnie dan konselornya melakukan beberapa hal. Bonnie menyadari bahwa jiwanya haus dan lapar akan cinta dan kasih sayang. Konselornya menolong Bonny membuat daftar heart-warmer (orang-orang yang menghangatkan hatinya). Dalam daftarnya ada beberapa guru di sekolahnya, teman-teman, seorang pelatih, atasan yang baik hati.

Kemudian Bonnie memilih satu keluarga angkat yang dapat memberinya kehangatan dan kasih sayang. Dia pindah ke kota kecil dan menemukan pekerjaan yang sangat disukainya. Atasan yang memperhatikan dan menolongnya. Bonnie juga menemukan gereja yang dengan jelas menyatakan kasih Allah, jemaat yang menerima dia apa adanya. Situasi ini mengembangkan imannya. Dia menemukan bahwa iman keluarga barunya ini, yang penuh sukacita dan gairah, menular kepadanya.

Bonnie belajar mempercayai Allah Bapa sebagai Bapa yang mengasihinya, hal yang tidak pernah dipelajarinya dari kecil. Pernikahannya dengan Trevor memperbaharui hidup Bonnie. Kasih sayang Trevor yang bisa diandalkan terbukti menjadi obat manjur bagi semua penganiayaan di masa kecil yang mengerdilkan semangatnya. Pernikahan yang baik merupakan obat manjur bagi pemulihan masa lalu kita. Bonnie juga menemukan kasih yang berlimpah-limpah dari keempat anaknya. Bagi mereka, Bonnie adalah matahari yang menghangatkan dunia karena terus memberikan semangat, perhatian, bimbingan dan sukacita untuk hidup. Hati anak-anaknya bersukacita menikmati bagaimana ibunya membesarkan mereka.

Ternyata dalam anugerah Tuhan, pohon keluarga yang rusak bisa dipulihkan. Yang penting ada yang bersedia memutuskan untuk tidak mengadopsi “buah busuk” dari generasi sebelumnya; kemudian mencangkokkan diri pada pohon yang baru. Kita harus berani mengambil keputusan untuk menjadi generasi yang menebus.

Keputusan ini seperti memberikan hadiah tak ternilai bagi diri Anda sendiri. Ini adalah sebuah warisan berharga bagi anak-anak dan cucu kita. Untuk itu kita perlu mengerahkan semua kekuatan emosi, spiritual. Dengan demikian anak-anak kita akan makin baik, terus sampai keturunan selanjutnya. Sumber: Majalah Bahana, Juli 2009.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com