Monday, August 24, 2009

Bad Looking Guys

Orang-Orang Buruk Rupa
Sebuah bis yang dipenuhi oleh orang-orang berparas ‘buruk’ mengalami kecelakaan fatal di jalan raya. Bis tersebut ditubruk dari depan oleh sebuah truk yang amat besar. Semua yang ada di dalamnya mati seketika itu juga. Sebagai akibatnya … mereka bertemu dengan Tuhan.

Oleh karena penderitaan mereka selama hidup gara-gara ‘keburukan’ wajah mereka, Tuhan merasa iba dan ingin menghibur dengan menjatah setiap orang yang ada di sana sebuah permintaan yang akan dikabulkan oleh-Nya, sebelum mereka masuk ke dalam sorga.

Berderetan mereka berdiri di hadapan-Nya. Kepada orang pertama Tuhan bertanya: “Apakah yang engkau inginkan, anak-Ku?” Tanpa merasa ragu ia menjawab: “Aku ingin menjadi seorang yang berparas cakap.” Tuhan menjamah kepalanya, dan … saat itu juga ia berubah menjadi seorang yang berwajah cakap sekali!

Tercengang melihat permintaan tersebut dikabulkan oleh Tuhan secara instan, ketika ditanya, orang yang berdiri di sebelahnya meniru permohonan rekannya: “Aku juga ingin mempunyai paras yang cakap seperti dia.” Kembali Tuhan hanya menjamah kepalanya saja, dan permohonan orang itu pun langsung dikabulkan!

Yang lain ikut merasa takjub menyaksikan perubahan wajah kedua rekannya. Oleh karena itu mereka juga ingin mempunyai wajah yang cakap seperti itu. Satu-per-satu keinginan-keinginan mereka dikabulkan oleh Tuhan. Tetapi ketika Ia baru melayani setengah jalan, tiba-tiba terdengarlah ledakan tawa seseorang yang berdiri paling akhir di ujung deretan tersebut.

Pada saat masih ada sepuluh orang yang belum menerima giliran mereka, ia sudah bergulung-gulung di bawah, tertawa terbahak-bahak tak terkendalikan lagi.

Akhirnya … berdirilah Tuhan di depannya, lalu bertanya: “Apakah yang menjadi keinginan hatimu, anak-Ku?”

Menenangkan diri sejenak setelah bangkit berdiri, dengan wajah masih tersenyum-simpul penuh kejenakaan ia menjawab: “Jadikanlah paras mereka semua buruk lagi seperti semula!”

Saya ikut tersenyum kala berusaha sebaik mungkin merangkai kata-kata untuk menceriterakan kembali kisah humor ini. Seandainya saja bukan cerita fiksi, meskipun sudah mengetahui sebelumnya, mungkinkah hati Tuhan ikut tergelitik oleh ‘kenakalan’ permintaannya? Saya tahu kisah tersebut tidak mungkin terjadi, sebab intinya saja sudah sangat tidak alkitabiah. Karena Tuhan tidak pernah memandang muka atau menilai kebahagiaan hidup umat ciptaan-Nya melalui penampilan mereka! (1 Samuel 16:7b)

Tuhan selalu menjenguk isi hati manusia terlebih dahulu untuk melihat, ‘Siapakah’ yang bersemayan di sana. Karena hanya Yesus yang menjadi penentu kelayakan mereka untuk bisa bertemu, atau menghadap Bapa di sorga. Hanya Ia saja yang mampu mengubah ‘keburukan’ paras kita untuk selama-lamanya!

Lagipula di sorga, ... semua orang sama ‘cakap’-nya, karena dosa-dosa leluhur yang sudah membelenggu hidup dan yang menyebabkan ketidak-sempurnaan (paras atau kharakter) kita sudah ditanggalkan untuk selama-lamanya. Di sana kecantikan atau ketampanan manusia bukan merupakan suatu hal yang penting lagi. Di sana Dia-lah yang paling penting! Sumber: Milis Sahabat Kristen/John Adisubrata.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com