Monday, February 16, 2009

Book of Destiny

Ini merupakan kisah yang dialami Dr. Jonathan David, hamba Tuhan dari Malaysia:

Suatu siang ketika berada di kampus School of Prophets, roh saya dibawa oleh Roh Kudus ke Ruang Maha Kudus. Ada rasa takut yang luar biasa dalam hati saya. Dari luar ruang Maha Kudus saya melihat Bapa sedang duduk di Takhta. Di hadapan-Nya ada sebuah kitab melayang-layang di udara.

Kitab itu bernama Kitab Destiny. Saya melihat nama-nama orang dan nama bangsa-bangsa. Ketika Tuhan mulai berfirman, firman-Nya tentang masing-masing individu tersebut keluar melewati buku itu, langsung menuju bumi, mencari orang-orang sesuai dengan nama mereka masing-masing seperti yang tertera dalam Kitab Destiny, dan firman itu langsung masuk ke dalam hati mereka. Ketika firman itu masuk ke dalam hati mereka, seketika itu juga mereka berubah - sesuatu terjadi dalam diri mereka. Tuhan "menangkap" mereka, menyesuaikan langkah hidup mereka untuk memasuki destiny-Nya. Keinginan mereka mulai diselaraskan dengan kehendak Tuhan dan gaya hidup mereka diubahkan dengan gaya hidup Kerajaan-Nya.

Ketika saya bertanya, "Tuhan, kapan hal ini akan terjadi?" Ia berkata, "Sekarang juga terjadi." Lebih lanjut Tuhan berkata, "Aku sedang mengambil sekelompok orang bagi diri-Ku." Ketika anda dan saya "diambil" Tuhan, segala sesuatu yang ada di sekitar kita tidak akan mempengaruhi kita lagi. Tuhan "mengambil" Yusuf pada usia 17 tahun. Tuhan masuk ke dalam kehidupan anak muda ini secara supranatural, bahkan tanpa disadari Yusuf. Walaupun Yusuf dimasukkan ke dalam sumur, dijual sebagai budak, difitnah isteri Potifar, dijebloskan ke penjara, semua itu hanya mendatangkan kebaikan karena Bapa turut bekerja dalam kehidupan Yusuf, sehingga ia menggenapkan destiny yang telah Tuhan tetapkan bagi Yusuf. Yusuf masuk ke Mesir sebagai budak, namun dalam waktu 13 tahun kemudian Yusuf muncul sebagai pemimpin di Mesir. Ia menggenapkan destiny-nya.

Bersiaplah untuk "diambil" Tuhan agar kita menggenapkan "destiny" atau tujuan hidup yang Tuhan tetapkan atas kita. Buat apa hidup sekedar hidup? Yang penting, kita menggenapkan tujuan hidup kita. Sumber: "Buletin Paradigm: Kingdom Transformation Now!" yang diterbitkan oleh Open Heaven Ministry Indonesia, pimpinan Pdt. Steven Agustinus.

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com