Tuesday, February 17, 2009

Bend, But Not Break

Salah satu kenangan indah sebagai seorang anak kecil adalah pergi ke sungai dan duduk bersantai di tepiannya. Di sana saya akan menikmati kedamaian dan ketenangan, memperhatikan air yang mengalir ke hilir, dan mendengar kicauan burung-burung dan gemerisik dedaunan. Aku juga memperhatikan pohon-pohon bambu yang melengkung di bawah tekanan angin dan memperhatikan bahwa pepohonan itu kembali tegak dengan anggun setelah angin menjadi tenang.

Ketika aku memikirkan tentang kemampuan pohon bambu untuk kembali tegak atau kembali ke posisinya semula, kata "kelenturan" muncul di pikiran. Ketika dipakai bagi seseorang, kata ini berarti kemampuan untuk segera pulih dari goncangan, depresi atau situasi lain yang menarik emosi seseorang sampai batas tertinggi.

Apakah anda pernah merasa akan patah? Apakah anda pernah merasa tak dapat bertahan lagi? Bersyukurlah, karena anda ternyata tidak patah walaupun anda telah melengkung.

Selama anda mengalaminya anda mungkin merasa campur aduk yang akan membahayakan kesehatan anda. Anda merasa emosi anda sangat terkuras, secara mental menjadi sangat lelah, dan anda kebanyakan dapat bertahan menahan gejala-gejala fisik.

Hidup ini campuran waktu-waktu baik dan waktu-waktu buruk, saat bahagia dan saat tak menyenangkan. Lain kali ketika anda mengalami waktu buruk atau saat tak menyenangkan, yang membawa anda pada keadaan hampir patah, melengkunglah tapi jangan patah. Berusahalah sebaik-baiknya agar situasi tidak menelan apa yang terbaik yang ada di dalam anda.

Segenggam pengharapan akan membawa anda melewati pencobaan itu. Dengan pengharapan akan hari esok yang lebih baik atau situasi yang lebih menyenangkan, hal-hal itu tidak seburuk yang kelihatan. Pencobaan yang tak menyenangkan itu lebih mudah diatasi jika kita tahu bahwa hasil akhirnya layak didapat.

Jika perjalanan hidup anda bertambah berat, tunjukkanlah kelenturan anda. Ibarat pohon bambu, melengkunglah namun jangan sampai patah.


*****

One of my fondest memories as a child is going by the river and sitting
idly on the bank. There I would enjoy the peace and quiet, watch the
water rush downstream, and listen to the chirps of birds and the
rustling of leaves in the trees. I would also watch the bamboo trees
bend under pressure from the wind and watch them return gracefully to
their upright or original position after the wind had died down.

When I think about the bamboo tree's ability to bounce back or return to
it's original position, the word resilience comes to mind. When used in
reference to a person this word means the ability to readily recover
from shock, depression or any other situation that stretches the limits
of a person's emotions.

Have you ever felt like you are about to snap? Have you ever felt like
you are at your breaking point? Thankfully, you have survived the
experience to live to talk about it.

During the experience you probably felt a mix of emotions that
threatened your health. You felt emotionally drained, mentally exhausted
and you most likely endured unpleasant physical symptoms.

Life is a mixture of good times and bad times, happy moments and unhappy
moments. The next time you are experiencing one of those bad times or
unhappy moments that take you close to your breaking point, bend but
don't break. Try your best not to let the situation get the best of you.

A measure of hope will take you through the unpleasant ordeal. With hope
for a better tomorrow or a better situation, things may not be as bad as
they seem to be. The unpleasant ordeal may be easier to deal with if the
end result is worth having.

If the going gets tough and you are at your breaking point, show
resilience. Like the bamboo tree, bend, but don't break!

Author Unknown



Ditulis/diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com