Suatu tim kami berjumlah dua puluh dua orang melayani di Niki-niki, bejarak 15 mil dari kota So'E di Timor Tengah Selatan - Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Malam itu mereka merasa kelaparan dan ingin makan, tetapi makanan tidak ada. Lalu Tuhan berbicara bahwa ada empat batang singkong tersimpan di dalam lemari. Mereka mengambilnya dan membuat roti singkong yang mustahil untuk orang sebanyak itu. Roti singkong yang sudah jadi diletakkan di atas piring, kemudian didoakan.
Selanjutnya Tuhan berbicara bahwa mereka harus membagikan piring kepada semua orang yang ada, dan dengan roti yang ada di tangan kanan ibu pendeta mulai memecahkan roti untuk diletakkan di dalam piring. Tiba-tiba mukjizat mulai terjadi ketika roti yang di dalam tangan kiri disimpan di dalam piring, sedangkan roti yang di tangan kanan kembali utuh lagi. Hal ini terjadi sampai seluruh piring penuh dan mereka makan sampai kenyang. Hanya dengan empat batang singkong dapat memberi makan dua puluh dua orang, belum terhitung tuan rumah. Inilah jaman mukjizat bagi kita jika kita mau mempercayai Tuhan. (Sumber: buku "Bagaikan Angin Badai" oleh Mel Tari dari Abba News 20-21 September 2008)
Diposting oleh Priscilla Natasha Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com