Tuesday, October 7, 2008

Light in the Darkness

Salah satu tim pelayanan Mel Tari berjalan kaki dari kota SoE ke kampung Bena untuk memberitakan Injil. Matahari telah tenggelam di ufuk timur dan hari menjadi gelap sebelum mereka tiba di tempat yang akan dituju. Karena tak ada penerangan atau lampu senter atau obor, maka mereka berdoa kepada Tuhan, apakah mereka harus melanjutkan perjalanan atau tidur di dalam hutan menunggu hari terang keesokan harinya. Lalu Tuhan menyatakan bahwa mereka harus melanjutkan perjalanan itu dan tidak boleh berhenti.

Yang menakjubkan, kemudian tampaklah sinar di depan mereka seperti obor yang menerangi jalan mereka. Sinar itu menuntun perjalanan mereka. Ketika sinar itu berbelok ke kiri, mereka ikut belok kiri. Ketika sinar itu mengarah ke kanan, mereka mengikuti ke kanan. Akhirnya merekapun tiba di tempat yang dituju dan dapat memberitakan Kabar Baik tentang Yesus Kristus Juruselamat umat manusia.

Itu adalah pengalaman bagaimana tuntunan Tuhan nyata atas hidup kita, apabila kita mau mencari kehendak-Nya, mendengar suara-Nya, dan taat melakukan perintah-Nya. Haleluya! (Sumber: Buku "Like A Mighty Wind" karya Mel Tari- dikutip dari Abba News 30-31 Agustus 2008)

Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab. Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri. (Yesaya 30:18-21)

Diposting oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com