Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Elizabeth Philip, dari Semarang, mengalami kebaikan Tuhan yang sering tidak terduga. Suatu hari dia diundang untuk melayani ke Australia. Di Aussie dia ingin membeli lipstik dan sepatu. Karena kesibukannya ia tidak sempat membeli kedua barang itu. Di Melbourne ia bertemu dengan host dan hostess-nya, suami isteri, keduanya dokter. Dalam pertemuan pertama hostessnya langsung mengatakan, "Bu Elizabeth, kami sudah belikan beberapa barang keperluan ibu, lho!" Ketika barang-barang itu ditunjukkan, ternyata di dalamnya ada lipstik dan sepatu. Yang luar biasa, merek lipstik itu dan warnanya persis sama dengan lipstik sebelumnya yang biasa dipakai, padahal lipstik yang lama dibeli sendiri. Yang juga luar biasa, ukuran sepatu hadiah itu persis ukuran nomor kaki Elizabeth. Semuanya Tuhan yang sediakan.
Pada perjalanan pulang Elizabeth bilang kepada temannya di atas pesawat ketika mereka baru lepas landas dari Melbourne menuju Jakarta.
"Aku ini pengin makan sawo lho!"
"Ah, ada-ada aja, mana ada sawo?" kata temannya.
Ketika mereka sampai di Semarang, seorang pembantunya tergopoh-gopoh membawa satu kardus Aqua.
"Nyonya, barusan ada kiriman sawo dari Blora..."
"Wah, ini dia yang aku kepengin!"
Ketika di atas Melbourne Elizabeth minta sawo, Tuhan menggerakkan seseorang di Blora untuk menyiapkan dan mengirim sawo itu ke Semarang untuk sampai tepat pada waktunya.
Itulah Tuhan!
PS : Elizabeth Philip adalah seorang hamba Tuhan yang buta, tinggal di Semarang. Ia dikenal Gubernur, Pangdam, Walikota dan para pejabat di Semarang, karena sebelum Menteri Dalam Negeri Mardiyanto diangkat, Elizabeth sudah mengatakan sebelumnya sebagai nubuatan kepada beliau, "Bapak akan dipromosikan menjadi Menteri Dalam Negeri". Oleh karena itu banyak orang datang kepadanya meminta nasihat, karena mereka pikir apa yang dikatakan Elizabeth seperti "Sabda Pandita Ratu", artinya: apa yang diperkatakan seperti perkataan raja, yaitu selalu terjadi sesuai sabda baginda, karena ada karunia-karunia Roh yang bekerja dalam pelayanannya.
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com