Tuesday, March 11, 2008

Healed From Coronary Heart Disease

Ir. Timotius Arifin kemarin berkisah tentang kesembuhan yang dialaminya secara supranatural. Bulan Juni tahun lalu ia diperiksa oleh seorang dokter spesialis jantung. Dari pemeriksaan itu diketahui ada dua saluran pembuluh darah utama ke jantung yang penyumbatannya lebih dari 70%, dan harus segera dioperasi by-pass.
"Kalau tidak dioperasi, apa risikonya, Dok?"
"Ya, sudden death, mati mendadak, atau kena stroke!"

Namun ia yang percaya bahwa: "We are supernaturally natural", ia juga yakin bahwa pertolongan Tuhan akan turun kepadanya. Sementara itu ia terus berdoa menantikan mukjizat kesembuhan dari Tahta Mahatinggi. Bulan September tahun lalu ia berkesempatan melayani jemaat di Australia dan ia memeriksakan kondisi jantungnya di sana. Dr. Hosen Kian, seorang dokter ahli jantung di Australia, memeriksa dengan teknologi nuklir juga mendeteksi adanya penyumbatan di pembuluh darah itu, bahkan diketahui juga ada bagian jantung yang otot-ototnya mengerut karena kurang pasokan oksigen dan makanan. Wah, wah, wah.

Ir. Timotius Arifin mulai mempersiapkan diri untuk mengalihkan asset-asset gereja yang masih tertulis atas namanya, mulai dialihkan secara hukum melalui Notaris agar dipindah-tangankan ke badan hukum gereja. Untunglah ia sudah mempersiapkan para pengganti, para pemegang tongkat estafet, dalam pelayanan seandainya sesuatu terjadi pada kehidupannya. Selama ini ia sudah menjadi bapa, bukan boss, bukan pemimpin, bagi rekan-rekan sekerja di dalam pelayanan.

Bulan Februari yang lalu ia diperiksa lagi kondisi jantungnya. Ternyata sekarang sudah normal, tidak ada penyumbatan lagi. Sejak itu ia tidak perlu lagi mengonsumsi obat-obatan untuk sakit jantung koronernya. Sembuh total!

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com