"Saya benar-benar tidak mengerti mengapa saya sampai begini? Bagaimana saya mendapatkan berkat?" demikianlah jawabannya. Pada saat itu saya menyadari bahwa saya hanya membuang-buang waktu dengan orang yang selama ini saya banyak menginvestasikan diri saya selama kehidupan kekristenannya. Ia sering seperti roller coaster yang satu menit naik, berikutnya turun lagi.
"Engkau cuma tidak cukup lapar," komentar saya kepada teman itu.
Setiap kali orang harus selalu merasionalisasikan dan memeriksa apakah perkara-perkara dari Allah bermanfaat bagi mereka, anda akan tahu bahwa mereka tidak cukup lapar akan Allah. Saya ingat pada suatu waktu ketika saya ada dalam situasi yang sulit. Saya menerima kaset dari seseorang yang memberi saya pendalaman-pendalaman ke dalam persoalan saya. Saya demikian lapar sehingga saya terbang ke sebuah kota yang jauhnya 500 mil hanya untuk bertemu dengan orang itu dan mencari tahu lebih banyak lagi. Pada waktu itu keuangan saya berada pada titik terendah, sehingga memerlukan iman untuk melakukan perjalanan itu. Pertemuan itu ternyata merupakan pertemuan ilahi dan menjadi titik balik dalam kehidupan saya.
Allah sedang mencari pria dan wanita yang sungguh-sungguh lapar untuk mengenal Dia. Ketika kita menganggap bahwa kita telah mengetahui segala hal yang kita perlu tahu, kita berada dalam bahaya. Allah telah menempatkan pria dan wanita di dalam Tubuh Kristus yang memiliki pengalaman dan talenta berbeda yang dapat menolong dalam perjalanan rohani kita. Hal ini memerlukan kerendah-hatian kita untuk menyadari bahwa kita perlu belajar dari orang-orang lain. Kita boleh jadi merasonalisasikan tekanan-tekanan bisnis atau komitmen-komitmen waktu kita sehingga melewatkan peluang-peluang yang ada.
Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. Mazmur 53:3
*****
HUNGRY FOR GOD
"I really don't understand why I should come to this. How can I really benefit?" was his response. At that moment, I realized that I was wasting my time with this man on whom I had invested much throughout his Christian walk. He was often like a roller coaster-up one minute, down the next.
"You simply aren't hungry enough," I commented to my friend.
Whenever someone must always rationalize and examine whether the things of God are beneficial to them, you know that they are not hungry enough for God. I recall one time when I was in a difficult place. I received an audiotape from a man who gave me some insights into my problem. I was hungry enough to book a flight to a city 500 miles away just to meet him and find out more. My finances were at a very low point, so it took some real faith to do this. That meeting turned out to be a divine appointment and became a turning point in my life.
God is looking for men and women who hunger to know Him. When we believe that we know all we need to know, we are in a dangerous place. God has placed men and women in the Body of Christ who have had different experiences and gifts that can be helpful in our own spiritual pilgrimages. It requires humility of heart to realize that we can learn from others. We can easily rationalize our business pressures and time commitments to discount such opportunities.
God looks down from heaven on the sons of men to see if there are any who understand, any who seek God. Psalms 53:2 - Acts 21:11-12
Diterjemahkan dari pengakuan mantan seorang pengusaha yang telah melayani Tuhan sepenuh waktu di dunia Market Place, untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com