Selasa 16 Oktober 2007 yang lalu dalam doa pagi Tuhan mulai menetapkan hadirat-Nya diantara kita dengan cara yang baru. Dalam musim permulaan-permulaan baru ini, kita tidak boleh menganggap kita tahu kemana Tabut Hadirat-Nya sedang bergerak. Kita harus menantikan dan memandang dengan penuh harap untuk melihat bagaimana Ia akan memerintahkan kita maju pada peperangan berikutnya.
Pada hari Selasa pagi itu, Allah mulai memerintahkan kami berdiri dalam diam sehingga kami dapat mendengar detak jantung kami sendiri. Saya akan mendorong anda untuk mendengarkan dengan seksama bagaimana jantung anda berdetak. Mintalah agar ia mencocokkan keinginan hati anda dengan keinginan hati-Nya. Lalu berdoalah kepada Tuhan agar anda mendengar ketenangan alam sorgawi. Di tengah-tengah gejolak kehidupan anda yang hiruk pikuk, berdoalah kepada-Nya untuk mengizinkan anda mendengarkan ketenangan bayangan-Nya. Berdoalah kepada-Nya agar Ia mengizinkan anda untuk mendengarkan suara-suara yang belum pernah anda dengar. Katakan kepada-Nya bahwa anda sedang mendengarkan, dan izinkan Dia untuk melingkupi atmosfir sorga ke sekitar anda. Berdoalah kepada-Nya untuk membawa dan menghidupkan perubahan atmosfir. Biarlah kekuatiran dan kesibukan sehari-hari pergi jauh sehingga anda mendengar kehendak Sorga. Jangan hidup dengan kekuatan anda sendiri. Nantikan denyut jantung Allah untuk mengalirkan darah keluar dari jantung anda ke seluruh tubuh. Beberapa orang diantara anda menentang ketika orang-orang lain bergerak maju. Beberapa orang lainnya bangkit dengan kegelisahan dan bertanya-tanya bagaimana anda akan menyelesaikan banyak hal sehingga anda dapat maju meraih keberhasilan di hari-hari mendatang.
Lalu saya mendengar Tuhan berkata, ”Hati-Ku tidak gelisah. Nantikan akan hati-Ku yang akan menyelaraskan hatimu. Tinggallah dengan detak waktu yang sama dengan detak jantung-Ku. Duduklah di hadapan-Ku dan dengarkanlah sekarang dan engkau akan dipulihkan tenagamu untuk membawa segala sesuatu menjadi teratur yang tadinya nampak membingungkan, yang membawa kesemrawutan dalam hidupmu. Detak jantung-Ku menunjukkan posisi Tabut-Ku. Engkau tidak dapat berjalan maju saat ini tanpa hadirat-Ku, maka engkau harus menantikan letak hadirat-Ku. Berikan Aku ruang gerak. Jika engkau berjalan terlalu cepat, engkau akan tersandung. Biarlah tabut itu berjalan di depanmu. Di hadirat-Ku engkau akan terjamin aman. Di hadirat-Ku engkau akan melihat jalanmu yang harus engkau tempuh. Di hadirat-Ku engkau akan melihat siapa musuh-musuhmu. Maka pandanglah, karena langit jernih sekali. Meskipun ada asap dan sampah di jalanmu, ingatlah langit itu jernih di hadapanmu. Di hadirat-Ku engkau menyadari sekelilingmu. Engkau akan tahu kapan berbelok ke kanan dan kapan ke kiri. Jadwal waktu yang engkau buat mengizinkan musuh untuk masuk dan menemukan jalan untuk mengubah waktumu dan mendirikan tembok-tembok legalistik. Kalau begitu engkau tidak sedang memilih yang terbaik. Yang terbaik adalah apa yang ada di hati-Ku untukmu. Izinkan hati-Ku berdetak di dalam engkau sehingga yang terbaik itu dapat menjadi milikmu. Akulah Allah yang dapat dengan mudah bergerak di belakangmu atau di depanmu. Selaraskan dirimu dengan diri-Ku dan Aku akan membukakan jalan itu dan akan melindungi agar engkau tidak keliru lagi." (Bersambung)
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com