Tuesday, October 9, 2007

Lebih Berkat Memberi

Pdt. Johan Lumoindong saat itu hendak berangkat pelayanan ke Surabaya. Isteri dan anaknya sudah menunggu di mobil. Pdt. Johan (dibaca: yo-han, bukan djo-han) masih ada urusan di dalam rumah dan datanglah seorang teman yang biasa meminta bantuan keuangan kepadanya. Ia sudah sering memberi uang kepada orang ini yang memang ada dalam kesusahan, tidak bekerja, dan tidak ada orang lain yang menolong. Kali ini temannya bilang, "Saya perlu uang untuk biaya persalinan isteri saya..." Pdt. Johan membuka dompetnya, menghitung ada enam lembar uang ratusan ribu di situ. Orang itu juga tahu hanya ada uang enam ratus ribu di dompet itu. Berapa yang harus diberikan kepada orang ini?

Akhirnya Pdt. Johan digerakkan Tuhan untuk memberi lima ratus ribu kepada orang ini.
Temannya sangat berterima kasih dan terharu melihat kemurahan hamba Tuhan ini. Klakson mobil berbunyi lagi untuk mengingatkannya untuk segera ke Bandara Soekarno Hatta. Di mobil isterinya tanya,
"Kasih uang berapa?"
"Lima ratus."
"Di dompet tinggal berapa?"
"Seratus"
"Buat airport tax kita berdua, Rp 60.000,-, buat tol Rp. 20.000,- buat parkir mobil Rp. 10.000,- Jadi pergi ke Surabaya bawa uang cuma Rp. 10.000.-? Gimana kalo yang jemput kita ada masalah? Mana uang buat naik taksi disana?"
"Gak ada masalah, pasti ada yang jemput kita!"

Setelah pelayanan khotbah di Surabaya, pulangnya Pdt. Johan mendapat berkat 100 kali lipat dari uang yang dia berikan kepada temannya. Apa yang dia tabur, pasti dia akan tuai, dan pemberian dari Tuhan selalu lebih besar daripada takaran yang kita pakai untuk memberi.

Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com