Kemarin saya bertemu dengan seorang pengusaha perkebunan yang berhasil. Dia bercerita bagaimana Tuhan memberkatinya berlimpah-limpah. Dia menjual tanaman hias semacam aglonema, anterium, dan lain-lain. Setiap dia impor tanaman itu, dalam dua hari sebanyak 2500 tanaman impor langsung terjual. Bahkan para pembeli sering marah-marah kalau mereka tidak dapat membeli sesuai dengan jumlah yang mereka inginkan.
Selain itu dia sudah memberkati banyak penggemar tanaman hias di Jawa Tengah. Beberapa tahun yang lalu dia mendorong seorang anggota keluarga pengusaha jamu di Jogja untuk memelihara anterium. Karena keluarga pengusaha jamu ini banyak waktu, maka ia membuka kebun tanaman hias. Sekarang orang ini memiliki koleksi anterium yang diberi nama Super Nova, yang sudah ditawar Rp. 2 milyar tapi belum mau dilepas. Bayangkan pohon anterium yang bagi orang kebanyakan tidak ada apa-apanya bisa bernilai ratusan juta atau milyaran.
Di Jogja, Klaten, Sragen, Solo banyak petani tanaman hias yang memiliki koleksi anterium yang ditawar Rp. 200 juta satu pokok tanaman tidak mau dilepas. "Buat apa uang segitu banyak buat kulo? Disimpan dimana?" kata petani yang lugu itu dan tak biasa menyimpan uang di bank. Mereka lebih suka memiliki anterium dan menjual bijinya ratusan ribu per biji untuk kehidupan mereka sehari-hari.
Suatu saat ketika pengusaha di atas belanja tanaman di luar negeri, ia mendengar bahwa jenis tanaman Anterium Venus sudah dibeli pengusaha Indonesia lainnya. Ia tidak ada minat ke Venus itu. Namun ketika ia datang ke penjual Venus, ia ditawari Venus yang dibatalkan pengusaha lain namun saat itu sedang booming di Indonesia. Ia setuju mengimport beberapa ribu pokok tanaman. Ketika sampai di Jakarta pengusaha ini hatinya tidak damai sejahtera. Sepertinya Tuhan melarang dia membeli Venus itu. Akhirnya ia memutuskan untuk membatalkan pembelian itu. Ia mengutus saudaranya ke luar negeri untuk mengurus pembatalan kontrak itu. Penjual di sana oke saja. Beberapa minggu kemudian ternyata harga Venus jatuh, sehingga banyak pengusaha lain yang masih memegang Venus mengalami kerugian yang besar. Pengusaha ini bersyukur Tuhan memberi tahu untuk membatalkan kontrak pembelian Venus itu, ia terhindar dari kerugian besar. Puji Tuhan!
Ditulis oleh Hadi Kristadi untuk PENTAS KESAKSIAN
http://pentas-kesaksian.blogspot.com