Ketika saya selesai berkhotbah dalam Persekutuan Doa Kantor pada hari Jumat yang lalu, teman saya bilang,"Tadi khotbahnya mengena banget buat seorang bapak."
"Bagian yang mana?"
"Ketika bapak menceritakan tentang dasar bangunan, ada yang dibangun di atas dasar yang kokoh dan ada yang dibangun di atas pasir dan disertai ilustrasi: Ada aktivis gereja yang karena sakit hati dengan orang Kristen lain, maka ia menjauhi pertemuan-pertemuan ibadah. Ia meninggalkan gereja dan hidup dengan kekuatannya sendiri. Ia ingin sukses dan diberkati dengan caranya sendiri. Bahkan ia meminta tolong dukun, paranormal dan kuasa-kuasa kegelapan. Dari pelayan Tuhan sekarang menjadi pelayan Hantu. Pada waktu bapak menceritakan ilustrasi itu, saya tidak berani menatap bapak anu karena takut tersinggung. Bagian khotbah itu mengena dia."
Rupanya karyawan kantor itu menceritakan sebagian kisah kehidupannya kepada teman saya yang sama-sama melayani di suatu Persekutuan Doa itu. Ia bercerita bahwa ia ingin sekali menangkap hantu. "Buat apa?" tanya teman saya. "Saya akan paksa hantu itu memberitahukan nomor togel!" Padahal dia orang percaya dan ingin hidup lebih sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Teman saya tertawa di dalam hati, "Koq ada orang Kristen yang polos seperti itu? Mau ikut Tuhan, tapi masih minta bantuan kuasa kegelapan untuk mendapatkan berkat materi."
Rasul Yakobus mengatakan orang seperti itu adalah orang yang mendua hati, satu kaki berjejak di jalan Tuhan, satu kaki berjejak di jalan dunia yang dikuasai setan. Orang yang mendua hati tidak akan mendapat apa-apa yang baik dari Tuhan.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com