Pada tahun 1971 di Plano, Texas, USA, seorang wanita bernama Linda melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Lance. Wanita ini melakukan apa yang banyak dilakukan ibu-ibu terhadap anak laki-lakinya. Ia membentuk temperamen anak itu dengan melibatkannya dalam berbagai jenis olah raga. Lance segera menunjukkan kemahirannya sebagai seorang atlit dan pada usia 13 tahun keahlian anak itu makin nyata ketika ia memenangi Lomba Triatlon Iron Kids, sebuah perlombaan yang merupakan kombinasi dari berenang, bersepeda dan berlari. Tiga tahun kemudian pada usia belia 16 tahun ia telah menjadi atlit triatlon yang profesional. Ketika semua anak-anak lain sedang berjuang di SMU dan mengikuti kompetisi olahraga amatir, Lance mendapat banyak uang sebagai seorang atlit.
Lance bekerja keras dan kadang-kadang latihannya membawanya ke ujung negara bagian, di perbatasan Oklahoma. Pada saat seperti itu ia akan menelpon ibunya, minta dijemput karena hari sudah sore. Ibunya akan mengemudikan mobil di bawah langit Texas yang lembayung untuk menjemput anak kesayangannya. Kini sudah jelas bahwa Lance tidak akan lagi menjadi atlit triatlon karena dalam salah satu cabang dari tiga cabang olahraga triatlon itu ia sangat menguasai, jauh lebih hebat dari atlit yang usianya dua kali lipat dari dirinya. Pada usia 18 tahun Lance bahkan diikutsertakan dalam latihan bersama team Olimpiade USA di Colorado Springs. Kesibukan olah raganya hampir mengorbankan sekolahnya. Untunglah sekolah pribadi diatur sehingga ia dapat lulus SMU. Ia terus gilang gemilang dalam olah raga pilihannya sehingga membuat ia terkenal ke seluruh dunia.
Pada tahun 1996 di tengah suatu perlombaan, Lance mengalami nyeri yang luar biasa sekali sehingga ia meninggalkan gelanggang perlombaan. Pemeriksaan kesehatan selanjutnya menemukan kanker stadium lanjut yang sudah bekembang ke paru-paru dan otaknya. Anak muda yang bertubuh atletis dan ceria itu harus melewati tiga kali operasi dan pengobatan lanjutan yang intensif dengan kemoterapi. Karier olah raganya tidak dipusingkan lagi. Para dokter mengatakan kemungkinan hidupnya hanya 50/50 dan kanker itu membuatnya ketakutan secara jasmani dan emosi. Lance mengaku bahwa sakit penyakitnya sangat mengubah kehidupan dan prioritas-prioritasnya.
Beberapa bulan lalu saya kaget bertemu dengan kenalan lama yang pernah saya kenal di Abbalove. Ketika bertemu kembali ia sudah terkena stroke, padahal usianya saat ini baru 40 tahunan. Walaupun ia sudah bisa berjalan dengan tertatih-tatih, namun aktivitasnya menjadi sangat terbatas. Kemana-mana ia harus ditemani isterinya. Gerakan dan vitalitas kehidupannya sangat jauh berkurang, padahal dulu dia adalah seorang profesional dan pengusaha muda yang sangat bersemangat.
Mari kita menata kehidupan yang penuh arti, kehidupan yang menjadi berkat bagi orang lain dan bagi kemuliaan nama Tuhan. Itu adalah investasi kehidupan yang pasti tidak mengecewakan. Mari kita tinggalkan ’legacy’ atau warisan yang tidak hanya berbentuk harta benda bagi anak cucu, namun yang lebih bernilai adalah membagikan hidup pada banyak orang.
Contoh dari kisah Perjanjian Lama membuktikan betapa pentingnya kita membagikan kehidupan yang menghasilkan generasi penerus yang handal. Elisa memiliki urapan dua kali lipat Elia. Namun Elisa gagal memuridkan Gehazi yang rakus dan mata duitan. Elia berhasil mendidik dan memuridkan Elisa. Elia membangun penerus yang lebih hebat daripada dirinya. Elisa, meskipun nabi yang urapannya lebih hebat dari gurunya, gagal membangun kader yang lebih hebat dari pada dirinya.
Apakah prioritas kehidupan anda saat ini? Sakit penyakit yang serius mengubah kehidupan banyak orang. Jangan sampai hal ini terjadi pada anda. Ubahlah kehidupan dan prioritas kehidupan kita tanpa dipaksa sakit penyakit.
Posted by Hadi Kristadi for http://pentas-kesaksian.blogspot.com